Chapter: 10. Deal!Kesepakatan yang terjadi di antara Laura dan Abraham akhirnya terlaksana siang ini di hari Minggu setelah sehari sebelumnya Abraham mengabarinya via Whatsapp. Laura berulang kali membetulkan letak pakaian yang melekat di tubuh semampainya, dan berharap ia tidak salah memilih pakaian. Salahkan Abraham yang tidak memberinya masukan tentang busana apa yang pantas ia kenakan saat bertemu dengan Bundanya nanti—membuat Laura harus putar otak memilah pakaian yang ada di lemarinya saat ini.“Mau pakai pakaian apa saja terserah. Asalkan nggak telanjang.” Begitu balas Abraham tadi. Di
Last Updated: 2020-11-16
Chapter: 9. Ide GilaLaura melenggang masuk ke dalam sebuah resto tempat di mana ia membuat janji. Seseorang melambaikan tangan ke arah Laura seolah memberitahunya ke mana meja yang harus ia tuju. Abraham meneliti Laura dengan sebelah alisnya yang terangkat.“Telat tiga puluh menit,” kata laki-laki itu ketika Laura meletakkan bokongnya di kursi. “Aku paling nggak suka menunggu orang tukang ngaret begini,” tambahnya lagi.
Last Updated: 2020-11-14
Chapter: 8. Rasanya Seperti PermenAbraham memaki dirinya. Ia tidak menyangka jika keputusannya membatalkan perjodohan waktu itu berimbas negatif pada keluarganya. Suasana seisi rumah tidaklah sama lagi seperti sebelumnya. Begitu banyak perubahan yang terjadi, termasuk pada Bundanya. Bunda masih mogok bicara padanya sampai sekarang. Mau sekeras apapun Abraham berusaha meminta pengertian, Sang Bunda tetap tidak bergeming sama sekali. Bunda bahkan seolah-olah tidak menganggap Abraham ada di rumah. Mau ia pulang atau tidak, Bunda tidak peduli. Benar-benar hebat daya pikat dari perempuan bernama Laura Wilona untuk Bunda.
Last Updated: 2020-11-14
Chapter: 7. SentuhanFreya tidak kuasa menahan tawanya. Ia sama sekali tidak menyangka jika sahabatnya yang cantik itu diberikan julukan ‘Perempuan Alien’ oleh mantan calon suaminya. Laura tertegun memandang Freya yang masih tergolek lemas memegangi perutnya yang mendadak kram akibat terlalu banyak tertawa. Pertemuan Laura dengan Abraham waktu lalu meninggalkan kesan mendalam untuknya. Laura benar-benar tidak menyangka jika dokter tampan itu ada di tempat kejadian. Entah disengaja atau tidak.“Sumpah deh, La. Aku jadi penasaran seperti apa sosok Dokter Abraham itu. Kocak banget Dokter satu itu.
Last Updated: 2020-11-14
Chapter: 6. Ketemu Dia LagiRutinitas Laura kembali seperti sedia kala. Tidak ada obrolan lanjutan mengenai pembahasan perjodohan di rumah. Bahkan Mama dan Papa juga tidak memaksakan kehendak mereka lagi pada anak semata wayangnya. Sepertinya tindakan Laura hari itu telah membuka mata kedua orangtuanya. Laura teringat apa yang Mama dan Papa katakan.“Mama sayang sama kamu, La. Mama hanya ingin yang terbaik untukmu. Mama nggak mau kamu salah langkah. Tapi nyatanya Mama yang selama ini telah salah langkah.”
Last Updated: 2020-11-10
Chapter: 5. Pertemuan (2)Tepukan pada bahunya membuat Abraham memalingkan wajah sejenak. Galileo menaikkan sebelah alisnya sembari menatapnya penuh heran. “What’s up, Bro? Dari pagi itu kerutan di dahi nggak surut-surut. Ada masalah?”Abraham tidak berkomentar apa-apa. Karena sekali ia membuka mulut untuk Galileo, maka sama ha
Last Updated: 2020-11-08
Chapter: Chapter 21 : Meet Y*uYogyakarta menjadi salah satu tujuan yang sengaja dipilih Rubie untuk menyendiri. Setelah memberikan uang fee pada petugas yang mengantarkan mereka menuju kamar villa, Rubie meletakkan tas yang sedari tadi menempel dipundaknya di atas me
Last Updated: 2020-11-06
Chapter: Chapter 20 : Flashback Part 2Hidup itu adalah sebuah pilihan. Terdengar mudah, kan? Tapi nyatanya tidak. Memilih tidak semudah itu untuk Rubie. Keinginan terdalamnya tidak semudah itu dikabulkan oleh Sang Maha Kuasa. Setelah peristiwa naas itu, kehidupan Rubie tidaklah sama. Ia menutup semua komunikasi dengan siapapun. Rubie bahkan tidak sudi bertatapan muka dengan lawan jenis. Tragisnya lagi ia akan menjerit dan berteriak membabi buta apabila anggota tubuhnya tidak sengaja disentuh. Bahkan yang lebih ekstrimnya, Rubie pernah mencoba bunuh diri dengan menyayat nadinya berulang kali. Tidak hanya sekali, tapi berulang kali. Sampai-sampai pihak rumah sakit harus mengikat kedua tangannya di tempat tidur.
Last Updated: 2020-10-29
Chapter: Chapter 19 : Flashback Part 1Perpustakaan kampus tampak sepi pengunjung hari ini. Cuaca di luar yang terlihat mendung sangatlah wajar hingga membuat siapapun malas dan memutuskan betah di kosan masing-masing. Namun tidak berlaku dengan mahasiswa tahun akhir seperti Rubie. Hari itu Rubie harus kembali meminjam buku referensi untuk tambahan materi penelitiannya kelak. Rubie meregangkan punggungnya yang lelah. Sedari pagi hingga petang, tidak ada satu paragraf pun yang berhasil ia ketik di layar notebook. Rasanya tumpukan buku yang telah dipilahnya jauh-jauh hari itu kurang memuaskannya. Namun hari sudah terlanjur sore dan sebentar lagi ia pasti akan disuruh pulang oleh kakak penjaga perpustakaan. Rubie menenteng beberapa buku dalam pelukannya dan secepatnya pergi meninggalkan perpustakaan. Rubie menoleh ke belakang. Beberapa laki-
Last Updated: 2020-10-29
Chapter: Chapter 18 : ConfessionPintu apartemen Rubie tidak terkunci. Sedangkan Rubie tidak berada di tempat. Berulang kali Tobias mencoba menghubungi ponselnya, tapi tidak bisa. Ponsel Rubie dalam keadaan tidak aktif. Sungguh aneh. Rubie yang terkenal selalu teliti dalam hal apapun itu bisa-bisanya sampai lupa mengunci pintu. Tobias mencoba membuka pintu kamar mandi.Terkunci? Batin Tobias.
Last Updated: 2020-10-27
Chapter: Chapter 17 : Tobias's Bad FeelingTobias menatap ponselnya berulang-kali. Tidak ada telepon serta pesan Whatsapp satu pun dari Rubie. Mereka berdua memang memutuskan untuk break sejenak seperti kesepakatan yang mereka buat minggu lalu. Tapi, tanpa pesan satu pun? Sepertinya sedikit keterlaluan bagi Tobias. Tipikal mudah khawatir dan posesif seperti Tobias pastinya akan sangat tersiksa sekali melewati satu hari tanpa kabar dari Sang Pujaan Hati. Sedangkan Rubie, sepertinya bukanlah tipikal perempuan yang akan peka dengan perasaannya jika tidak diberitahu terlebih dahulu.
Last Updated: 2020-10-25
Chapter: Chapter 16 : Rubie's Bad FeelingPemandangan yang disuguhkan kedua matanya kemarin benar-benar sulit untuk Arvino percayai. Arvino mengenali siapa sosok perempuan yang hendak ia temui sore itu. Rencananya sore itu Arvino ingin mengajak Rubie jalan-jalan sembari membahas hal yang sempat tertunda oleh keduanya. Namun apa yang Arvino lihat? Perempuan pujaannya itu tengah digandeng masuk ke dalam sebuah mobil jenis sporty yang melaju melewati mobil miliknya. Tanpa sadar Arvino mengikuti ke mana mobil di depannya melaju. Bahkan ketika mobil yang ia ikuti memasuki area parkiran sebuah Mall, Arvino pun masih setia mengikuti.
Last Updated: 2020-10-24