MasukYoora wanita lugu yang tinggal sendiri di kota sebesar Seoul. Hidupnya yang pas-pasan menuntutnya untuk kerja keras. Ditambah lagi musibah yang menimpanya, yang pada akhirnya membawanya pada kejadian-kejadian ajaib yang sama sekali tidak terpikirkan sebelumnya oleh Yoora. Bertemu arwah Lee Shi Kyung setelah tersadar dari koma juga membawanya bertemu Lee Yeol dan Lee Dokgo. Ketiganya memiliki hubungan darah dan menambah rumit hidup Yoora. Membantu Lee Shi Kyung yang sedang berjuang untuk kembali hidup, membuat nyawa Yoora sendiri terancam. Berkali-kali berada dalam bahaya, bahkan tidak menyurutkan semangat Yoora. Terlebih lagi melihat ketiga laki-laki blasteran surga yang selalu ada untuknya, Yoora terus bertekat mengabulkan permintaan ketiga laki-laki itu. Terlebih saat perasaan tidak wajar tumbuh dihati Yoora. Bukan hanya pada satu laki-laki, namun pada ketiganya. Akankah Yoora berhasil membantu mereka? Apakah Lee Shi Kyung akan kembali hidup? Siapa yang akan memenangkan hati Yoora? dan siapa yang akan Yoora menangkan hatinya untuk bersamanya nanti?
Lihat lebih banyakYoora membalik-balikkan badannya diatas ranjang gusar, setelah selesai mengerjakan tugas Yoora bermaksud akan segera pergi tidur. Tapi ternyata sampai selarut ini Yoora belum juga bisa terlelap. Yoora sekarang memegangi pipinya yang kembali terasa panas. Yoora kemudian mengipasi wajahnya dengan tangan kosong, karena memerah karena malu."Ya! Kang Yoora, kenapa juga Kau selalu memikirkan Ahjussi itu. Sadarlah! tujuanmu untuk membantu Shi Kyung Oppa bukan yang lainnya," celoteh Yoora bermonolog dan kemudian kembali mengguling-gulingkan tubuhnya di ranjang.Shi Kyung yang baru saja berdiri di depan ranjang Yoora mengerutkan kening. Dia merasa bingung kenapa jam segini gadis mungil itu bukannya tidur justru bicara sendiri."Yoora-ya, kenapa Kau belum tidur?" tanya Shi Kyung langsung.Yoora yang sedang membekap wajahnya dengan selimut kemudian membuka selimut itu dan memandang kearah Shi Kyung."Oh,,,Oppa, sejak kapan Kau disitu?" t
Yoora berjalan sembari menggandeng tangan Dokgo, dia memang sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Tapi sebenarnya Yoora masih merasa sedikit lemas. Dia berpegangan erat dilengan Dokgo supaya tidak jatuh, karena rasanya energinya menghilang entah kemana. Dokgo melirik Yoora sekilas, dia juga merasa heran kenapa Yoora begitu erat memegang lengannya."Yoora-ya, sementara sebaiknya Kau tidak usah bekerja dulu. Istiarahatlah dulu, kalau Kau sudah benar-benar sembuh baru Kau kerja lagi," ucap Lee Yeol memberi saran sembari terus berjalan beriringan disebelah Yoora.Yoora memandang kearah Lee Yeol sebentar, kemudian menggelengkan kepalanya menolak saran Lee Yeol."Kalau Aku tidak bekerja bagaimana biaya sekolahku? bagaimana Aku makan? Ahjussi jangan bercanda," tolak Yoora keras.Dokgo berdecak sebal karena Yoora selalu saja keras kepala, Dokgo kemudian menepuk kening Yoora."Ya! kenapa Kau pukul keningku," sungut Yoora sembari
Ketiga Lee bersaudara sekarang sedang duduk saling berhadapan mengelilingi ranjang rawat Yoora. Sedari pingsan sore tadi, Yoora belum juga sadar. Dokter bilang Yoora hanya kelelahan dan stres tapi kenapa belum sadar juga. Lee Yeol beberapa kali terdengar menghela napas gelisah. Dokgo bahkan tidak berhenti melirik Hyung tertuanya itu yang terlihat sedang sangat cemas sekarang."Yeol Hyung, sepertinya begitu mengkhawatirkan Yoora," batin Dokgo merasakan keanehan pada Hyungnya itu.Shi Kyung juga merasakan hal yang sama dengan Lee Yeol, dia begitu mengkhawatirkan Yoora juga. Namun yang bisa melihat itu hanya Yoora, kedua saudaranya yang duduk berhadapan dengannya tidak bisa melihat itu.Dokgo yang cukup sensitif merasakan kehadiran Shi Kyung diruangan itu, Dokgo mengedarkan pandangannya keseluruh ruang rawat Yoora. Lee Yeol semapat menangkap gelagat aneh Dokgo."Ada apa, Dokgo-ya?" tanya Lee Yeol ingin tahu.Dokgo menoleh kearah Lee Yeol kemudian m
Lee Yeol mondar-mandir didepan pintu rumah Yoora, hari masih sangat pagi. Tapi setelah mendengar cerita Dokgo malam kemarin, Lee Yeol sangat ingin menemui Yoora dan melihat kondisi gadis mungil yang mencuri perhatiannya itu.Suara pintu terbuka membuat Lee Yeol menoleh terkejut, Yoora keluar dengan mengenakan jaket tebal dan juga menutupi kepalanya dengan tudung jaket. Ekspresi wajahnya berubah salah tingkah karena sekarang dipandangi dengan kening berkerut heran oleh Yoora."Ahjussi, apa yang Kau lakukan disini?" tanya Yoora heran."Ehm,,,anu,,,." Lee Yeol bingung akan menjawab apa, dia menggosok-gosok belakang kepalanya karena gugup.Yoora terus menatap dengan pandangan menyelidik pada Lee Yeol, dan itu semakin membuat Lee Yeol gugup. Lee Yeol menghela napas pendek lalu balas menatap Yoora."Kamu tidak apa-apa kan? Dokgo bilang Kau diculik, maaf karena keterlibatanmu dengan masalah Shi Kyung. Kau justru dalam bahaya." Akhirnya Lee Yeol mengucapka