MasukDisaat ulang tahunnya Rani mengundang kerabat dekatnya untuk berkumpul, kenapa justru kakak kandungnya menghilang tidak menampakkan diri.
Sungguh suatu kejanggalan menurutku. Tapi Rani tidak menceritakan apapun padaku, bahkan apapun tentang kakaknya itu.
Aku berniat ke kamar mandi saat aku melihat seseorang duduk sendiri di taman belakang. Mas Andi, kenapa dia justru hanya diam disini. Aku mendekat, berniat mengajaknya masuk.
" mas, kenapa ada disini ? Masuk yuk " ajakku.
" bentar, cari angin " elaknya.
Aku duduk di sebelahnya, mengikuti arah pandangnya yang menengadah ke langit. Bisa ku lihat banyaknya bintang bertebaran dengan sinarnya. Indah.
Benar saja, seperti terhipnotis, aku ikut terdiam menikmati indahnya bintang bersinar di malam hari.
"nanti masuk angin " kata mas Andi seraya memakaikan jasnya padaku.
" terima kasih " aku tersenyum sambil merapatkan jasnya pada tubuhku.
⭐️⭐️⭐️
Author
Lisa tampak menikmati hamparan bintang di langit, dengan Andi. Mereka berdua hanya diam menikmati pemandangan. Tanpa mereka sadari, di dalam rumah ada sepasang mata yang memperhatikan mereka. Hingga malam semakin larut. Tak terasa pesta ulang tahun Rani telah usai. Andi mengajak Lisa masuk karna dirasa malam semakin dingin.
Lisa kini sudah berada di kamar Rani, membantunya merapikan beberapa kado.
" Ran, kok tadi cowo lu nggak dateng ? " tanya Lisa.
" gue nggak punya cowok " jawabnya.
" bukannya kemarin lo cerita ?"
" gue udah putus " jawab Rani.
Lisa merasa Rani sudah berubah, sahabatnya itu tidak ceria seperti dulu. Tapi Rani juga tidak menceritakan apapun pada Lisa. Rani malah terkesan cuek.
" Ran, lu nggak mau cerita sama gue ?" selidik Lisa.
Rani hanya diam, kemudian terdengar suara isak tangis Rani.
" Ran, lu nangis ? Maafin gue, gue nggak bermaksud.. "
" gue nggak papa kok " Rani menyeka air matanya.
Lisa hanya bisa mengusap - usap pundak Rani.
" sekarang kita istirahat ya, besok gue harus nyari kerjaan " Kata Lisa.
Rani mengangguk lalu mulai merebahkan tubuhnya dikasur. Tak lama Rani dan Lisa sudah bergelut dengan mimpinya. Hari ini terasa begitu melelahkan.
⭐️⭐️⭐️
Setelah beberapa hari mencari kerja, akhirnya Lisa mendapatkan pekerjaan. Lisa bekerja di sebuah butik milik artis terkenal. Lisa sudah memberi tahukan orang tuanya perihal kabar baik ini. Lisa berencana akan pulang tapi sebelumnya Lisa akan mencari kost untuk ditinggalinya.
" kenapa lo nggak tinggal disini aja sih, kalo lo disini kan enak, gue jadi nggak sendirian " rengek Rani.
" lu kan nggak sendirian Ran, ada mas Andi. Lagian kalo gue disini terus, gue takut nanti malah cinta sama kakak lo, secara dia baik banget sama gue. Gue takut sakit kalo ternyata mas Andi cuma nganggep gue adik"
Deg, Rani merasa tersindir.
" jangan - jangan lu udah cinta ya sama dia " Rani menggoda Lisa, menepis rasa cemburu di hatinya. 'asal kau bahagia' hati Rani berteriak mengingatkan otaknya.
" gue cuma ngerasa nyaman aja setiap gue ada di deketnya" Lisa mulai ingin menceritakannya pada Rani.
" tapi gue juga takut, sebelumnya gue nggak pernah ngerasa kayak gini, lo tahu kan ?" Lisa melanjutkan.
Rani dengan setia mendengarkan curahan hati Lisa. Sesekali Rani memberi nasehat untuk Lisa. Lisa merasa sangat beruntung memiliki sahabat seperti Rani.
" ya udah sekarang lo istirahat dulu, nanti kita lanjut lagi cari kost buat lo "
Lisa mengangguk, merebahkan diri dan mencoba untuk memejamkan mata. Dilihatnya Rani keluar dari kamarnya. Namun Lisa gelisah, entah apa yang dipikirkan Lisa, Lisa mencoba mengalihkan pikirannya dengan mengotak atik handphonenya, mencoba mencari informasi melalui media sosial.
Lisa menemukan informasi yang dia cari, dia memutuskan untuk mengajak Lisa untuk melihat rumah kost yang ada di informasi. Namun saat Lisa turun, tanpa sengaja Lisa mendengar sedikit pembicaraan Rani dan Andi.
" Lisa sahabat gue mas, gue harap lo ingat itu dan jangan sekali - kali lo nyakitin perasaannya "
" gue tau Ran, gue juga nggak pernah berniat nyakitin dia, kenapa lo masih aja nggak mau maafin gue "
" kalo lo emang pantas di maafin, gue akan maafin lo " Rani berkata sambil berlalu meninggalkan Andi.
Buru - buru Lisa masuk kamar dan mulai berpura - pura seperti tidak mendengar percakapan adik dan kakak itu. Saat Rani masuk kamar Lisa menunjukkan informasi yang di dapatkannya melalui media sosial.
" lo minta anter mas Andi aja ya " kata Rani.
" memangnya lo mau ngapain ? Gue malu ah " kata Lisa enggan.
" gue mau ngerjain tugas kuliah gue " kata Rani beralasan. Yang sesungguhnya, Rani ingin Andi tegas dengan sikapnya dan tidak mempermainkan perasaan sahabatnya. Seperti dulu.
Lisa tampak berfikir sejenak kemudian menganggukkan kepalanya, lalu turun untuk mengajak Andi mengantarnya.
Beberapa menit kemudian, Lisa kembali untuk mengambil tas dan berpamitan pada Rani.
" Ran, gue keluar dulu ya " pamit Lisa.
" ati - ati ya !" kata Rani sambil mengangguk dan melambaikan tangannya.
Dari kaca jendela kamarnya, Rani melihat mobil Andi keluar dari pekarangan rumahnya. Kemudian Rani duduk dan memejamkan matanya. Mencoba untuk menenangkan hatinya.
⭐️⭐️⭐️
Akhirnya Lisa sudah menemukan kost yang cocok untuknya, kebetulan rumah kost yang akan dia tinggali nanti tidak jauh dari tempat kerjanya, juga tidak terlalu jauh dari rumah sahabatnya, Rani.
Hari sudah menjelang malam. Saat ini Lisa sedang berada di sebuah cafe bersama Andi.
" mas, boleh aku tanya sesuatu ? " tanya Lisa pada Andi.
" boleh, tanya aja "
" tapi janji jawab dan jangan marah ya " kata Lisa.
Andi mengangguk. " iya janji " jawab Andi.
" kamu sebenernya ada masalah apa dengan Rani ?"
Andi tampak terkejut. Memalingkan pandangannya keluar jendela, kemudian menghembuskan nafasnya keras.
" Rani sebenarnya bukan adik kandungku "
Lisa melototkan matanya, terkejut.
" dulu kami sangat dekat, aku begitu menyayangi Rani sampai saat dia tahu aku bukan kakak kandungnya, dia kecewa dan marah padaku " Andi menjelaskan.
" dia marah dan sama sekali tidak mau berbicara denganku. Sampai akhirnya aku berangkat kuliah ke luar negri "
" saat itu Rani semakin kecewa hingga sampai saat ini.. Hanya sesekali dia berbicara padaku, itupun dengan nada ketusnya, kamu tahu itu kan ? "
" apa karna itu mas Andi nggak pernah ikut makan bareng kita di meja makan ?" tanya Lisa.
" iya, aku menghindari sesuatu yang bisa membuat Rani marah"
" kenapa mas tidak berusaha membujuknya ? " tanya Lisa lagi.
" sudah, kamu tahu kan gimana Rani saat marah ? Aku tidak mau dia semakin membenciku "
Lisa menghembuskan nafas kasar, tidak menyangka selama ini sahabatnya menyimpan rahasianya sendiri. Apa mungkin karna itu selama ini Rani tidak pernah menceritakan tentang kakaknya ? Dalam hati Lisa bertekad akan menyembuhkan luka sahabatnya.
" Lisa... " Andi menggenggam tangan Lisa.
Lisa yang sejak tadi sibuk dengan pikirannya menoleh ke arah Andi.
" kamu mau lebih dekat denganku lebih dari sekedar menjadi adikku ?"
To be continue...
Disaat ulang tahunnya Rani mengundang kerabat dekatnya untuk berkumpul, kenapa justru kakak kandungnya menghilang tidak menampakkan diri.Sungguh suatu kejanggalan menurutku. Tapi Rani tidak menceritakan apapun padaku, bahkan apapun tentang kakaknya itu.Aku berniat ke kamar mandi saat aku melihat seseorang duduk sendiri di taman belakang. Mas Andi, kenapa dia justru hanya diam disini. Aku mendekat, berniat mengajaknya masuk." mas, kenapa ada disini ? Masuk yuk " ajakku." bentar, cari angin " elaknya.Aku duduk di sebelahnya, mengikuti arah pandangnya yang menengadah ke langit. Bisa ku lihat banyaknya bintang bertebaran dengan sinarnya. Indah.Benar saja, seperti terhipnotis, aku ikut terdiam menikmati indahnya bintang bersinar di malam hari."nanti masuk angin " kata mas Andi seraya memakaikan jasnya padaku." terima kasih " aku tersenyum s
" hello bro.. Sorry tadi gue jemput si cunguk ini dulu, jadi lama " kata teman mas Andi sambil menunjuk teman di sebelahnya." hei, ayo duduk " sahut mas Andi." lo sama siapa ? Kenalin gue donk " kata teman mas Andi sedikit berbisik. Tapi aku bisa dengan jelas mendengarnya." oh iya, kenalin ini calon istri gue " kata mas Andi kepada dua orang temannya, memperkenalkanku.Aku merinding, ada desiran halus di hatiku." nggak usah pake acara jabat tangan ! Awas lu ya macem - macem " sambung mas Andi ketika temannya baru akan mengulurkan tangan.Aku hanya tertawa kecil." idih " kata teman mas Andi menanggapi.Mas Andi kemudian tertawa mendengar tanggapan temannya.Mas Andi dan teman - temannya asik mengobrol, sedangkan aku sendiri hanya diam menatap luar jendela. Mereka membicarakan tentang bisnis yang mereka bangun bersama.
Hari yang aku tunggu akhirnya tiba, aku menyiapkan pakaianku untuk seminggu ke depan menginap dirumah Rani. Hari ini aku berangkat ke rumah Rani menggunakan transportasi umum. Sebenarnya ayah berniat mengantarku, karna ini adalah untuk pertama kalinya aku pergi sendiri, tapi aku menolaknya, aku ingin mandiri. Selain itu, nanti diterminal Rani akan menjemputku. Aku berjanji akan sering memberi kabar pada orang tuaku agar mereka tidak khawatir.Kepergianku ke rumah Rani, selain untuk membantunya menyiapkan perayaan ulang tahunnya, aku juga berniat untuk mencari pekerjaan karna aku sudah mendapat izin dari orang tuaku. Rani juga berjanji akan menemaniku. Setibanya di terminal, aku turun dan mulai mencari keberadaan Rani." Lisaaaaa... ! " terdengar Rani memanggilku.Aku berjalan ke arah Rani, kemudian memeluknya." Lama nggak ketemu lo keliatan lebih mungil ya " candaku padanya.Rani melotot dan mencubit lenganku
Dear Diary..Senja telah pergi berganti dengan gelapnya malam.Mulai terdengar nyanyian suara katak dan jangkrik bersahutan.Terkadang, aku merasa mereka ingin menghiburku.Aku yang kesepian.Tanpa kepastian, tanpa impian.Adakah yang bisa mendengar jeritanku ?Adakah yang bisa meredakan tangisku ?Adakah yang sanggup mengerti perasaanku ?Adakah seseorang.. ?Atau...Hanya katak, jangkrik dan gelapnya malam?Lisa with ❤⭐️⭐️⭐️Ku tutup buku bersampul biru di depanku, ku rebahkan diri di kasur empuk di kamarku, lalu ku pejamkan mata guna menetralisir pikiranku. Aku Lisa, Allyssa Kanza Mahardika. Aku berusia 17 tahun, kulitku langsat dan rambutku lurus kecoklatan. Tinggi badanku ideal, otakku pun bisa dimasu