Mag-log inHaslyn Rubby Ozier meninggalkan semua kehidupannya serta nama yang sudah diberikan kedua orangtuanya. Hanya menyisakan ‘Rubby’. Sebuah tragedi yang menimpa seluruh anggota keluarganya membuat Rubby mengasingkan diri lalu berjanji tidak akan kembali masuk kedalam lingkar hitam yang sudah di bangun ayahnya. Namun takdir berkata lain, saat Rubby bertemu dengan Kenan Rexton. Seorang Don dari kalangan lingkaran hitam sama seperti ayah Rubby. Kenan yang seorang mafia tidak ingin ada wanita didalam hidupnya, terlebih itu adalah Rubby. Wanita yang genit dan selalu saja banyak bicara. Tapi Kenan tidak tahu yang sesungguhnya tentang Rubby. Ini bukan hanya sekedar kisah cinta, melainkan juga misi mencari siapa pembunuh semua keluarga mereka. “Maafkan aku ayah, ternyata aku begitu mencintainya. Meski sudah berjanji menjauh dari Dunia hitam ini, nyatanya aku jatuh cinta padanya. Bos Mafia yang sangat tampan.”_____Haslyn Rubby Ozier. “Siapa sebenarnya kau Rubby ? Dan setelah kau menggoda serta merayu ku kau mengatakan ingin pergi !? Tidak semudah itu. Aku akan membunuh mereka semua yang membantumu pergi dariku.”______Kenan Rexton.
view moreSeorang pria dengan kemeja putih dan jas hitam yang terbuka berjalan buru-buru masuk kedalam mobil diikuti anak buahnya yang berjumlah enam orang, dia masuk kedalam mobilnya sendiri dan diikuti dari belakang 'Kenan Rexton' bos dari Rexton company serta beberapa Bar,diskotik,dan Club itu menjalankan mobil Force nya dengan kecepatan penuh bagai tidak ada yang bisa menghalanginya.Dia sampai di salah satu tempat usahanya, berjalan dengan aura mematikan hingga beberapa mata yang memandangnya pun tidak berani menatapnya.Anak buah yang mengikutinya dibelakang memegang dua koper petak berwarna silver mengikuti langkah Kenan menuju ruangannya.Pintu otomatis itu terbuka dan Kenan masuk sambil membuka kaca mata hitamnya, tatapannya lurus menatap sosok tegap duduk menunggunya seorang diri. Senyuman sedikit menghiasi kedua wajah tampan yang saling bertatapan itu.
Rubby ditaksi masih memikirkan pria yang menolongnya itu, dia tersenyum saat pria itu menatapnya tajam."Kelu_ar," kata pria itu tadi kepadanya, membuat Rubby mengatakan hal konyol lainnya."Anda sangat suka menyuruh saya keluar tuan, apa anda takut jatuh cinta pada saya," Rubby terkekeh sendiri karena tingkahnya tadi dia besok harus bertanya kepada Andreas siapa pria yang membuatnya menjadi sedikit gila ini.Rubby turun didepan gang menuju bangunan Flat nya, saat dia hampir sampai Rubby ditarik-tarik seakan pria dengan topi hitam itu ingin mengambil tasnya. Tas Rubby pun terlepas dan pria itu berlari dan tentu saja Rubby ikut mengejarnya masih menggunakan heels delapan centi nya.Karena merasa tidak akan mampu mengimbangi pria dengan topi hitam itu Rubby mengambil asal kayu balok yang teronggok didekeatnya lalu melemparkan kayu itu dengan kuat, pria itu terjatuh akibat kayu yang mengenai kepalanya kuat.
Rubby bernyanyi dengan suara nya yang khas, sedikit menggoyangkan badannya mengikuti irama dari musik DJ teman sekerjanya Evan. Sesekali Rubby melirik Evan dan memberikan senyuman kepada pria itu yang juga tersenyum."Oh I need some just real Freinds,......."Rubby yang asik bernyanyi itu tanpa sengaja melihat seseorang yang dia kenal."Betty," gumamnya dalam hati tapi dia tidak percaya dengan penglihatannya itu. Tapi wanita itu tadi benar-benar mirip Betty dengan kaca mata tebal yang bertengger di hidung wanita berambut blonde sama sepertinya.Setelah selesai gilirannya bernyanyi Rubby turun dari panggung dan digantikan temannya yang lain, mereka memang bergantian untuk meramaikan suasana di Bar itu.Rubby mencari tempat duduk disisi sebelah kanan panggung, rok yang hanya sebatas
Rubby mengetuk pintu yang juga belum dibuka oleh pemilik flat nya, padahal sudah jam tujuh tapi apa mungkin betty belum pulang dari perpustakaan ya? Pikir Rubby, dia lalu mengeluarkan ponselnya dan menelpon Betty."Bett, kamu dimana?" Tanya Rubby langsung, jujur dia sedikit panik, masalahnya Betty pernah bercerita kalau dia pernah melihat mayat disekitar gang yang menuju flat mereka. ________"Syukurlah, aku didepan pintu flat mu tapi kau tidak ada," kata Rubby menjelaskan.________"Tidak ada, hanya aku merindukanmu." Rubby tertawa sendiri sedangkan Betty disana mendengus."Baiklah, besok pagi sebelum kau pergi kerja aku akan mampir untuk melepaskan rindu ya my Beib." Tawa Rubby pecah saat Betty lagi-lagi menarik napas kesal.Rubby berbalik menuju flat nya yang kebetulan bersebelahan dengan flat milik Betty.