INICIAR SESIÓNSeorang ibu muda yang berusia 33 tahun,akan melanjutkan sekolahnya di salah satu universitas yang sama dengan anaknya. Anak laki-laki satu-satunya bernama Brian yang kini berusia 18 tahun. Ayah Brian kembali kepada Sang Illahi ketika Brian masih SD. Brian yang memutuskan agar ibunya melanjutkan kuliah bersama dengannya. Di kampus Ibunya bertemu dengan temannya yang terpaksa mengajak nikah. Laki-laki itu menganggap Ibu Brian hanya bahagia dengan banyak harta.
Ver másAku tahu, sepertinya ibuku sedang ada masalah dengan suaminya. Tapi, aku enggak mau maksa beliau untuk cerita sekarang kalau beliau belum bersedia menceritakan semuanya sama aku. Ibuku butuh ketenangan di rumah ini, jadi aku tidak boleh mengganggunya.Mobil sudah siap berangkat, tapi ibuku belum siap-siap berangkat kuliah."Bu, ayo berangkat!" Seruku kepada ibu."Brian, hari ini Ibu ijin dulu. Jadi, kamu berangkat sendiri saja." Kata ibu." Ya sudah, kalau begitu aku berangkat dulu. Assalamu'alaikum." Ucapku sambil mencium tangan ibuku."Wa'alaikumussalam. Hati-hati ya!" Jawab salam ibu.***Rasya POVSaat aku bangun tidur, ternyata Luna tidak ada di kasur. Sepertinya Luna ada di kamar mandi. Eh, tapi kok dari tadi malam dia belum keluar-keluar dari kamar mandi ya? Aku coba buka pintunya, ternyata tidak ada orang. Mungkin dia sudah ada di meja makan duluan.Aku sudah rapi memakai pakaian, tinggal sarapan. Semuanya anggota keluarg
Luna tidak tahu kalau mereka menunggunya,dia pun merasa tidak enak dengan semuanya. Rasya tidak memberitahu Luna kalau keluarganya sedang menunggunya."Kita udah nunggu 1 jam. Perut sudah lapar. Kamu enggak datang-datang." Ucap Mamah Rasya dengan sinis."Maaf mah, Luna tidak tahu." Jawab Luna menunduk."Lain kali kalau mau terlambat datang. Kabarin Rasya ya biar kita tidak menunggu." Ucap Papah Rasya dengan lembut."Iya Pah."Saat makan malam Luna hanya makan sedikit. Selain dia sudah makan dengan Brian diapun tidak ada nafsu makan kalau di meja makan bersama keluarga Rasya.Setelah makan malam, Luna dan Rasya masuk kamar. Luna ingin bicara sama Rasya kenapa dia tidak memberitahu Luna kalau keluarganya menununggu untuk makan malam."Rasya, kenapa kamu enggak ngasih tahu aku kalau keluarga kamu nungguin aku. Tadikan aku bilang mau nemuin Brian dulu di rumah.""Aku tidak mau membebani kamu Luna. Kamu bebas mau melakukan apa saja."
Hari pernikahan pun telah tiba. Keluarga Brian sangat bahagia melihat Rasya menikah. Namun sejujurnya mamah Rasya tidak suka Brian menikah dengan janda tapi karena suaminya sudah mendesak akhirnya setuju juga."Selamat Brian! Akhirnya kamu menikah dan mendapatkan bagian dari bisnis Papah. Kamu beruntung mempunyai istri cantik seperti Luna." Ucap Papah Rasya yang terlihat sangat bahagia."Iya Pah. Terima kasih." Jawab Brian.Di sudut pelaminan Brian terlihat sedih dan bahagia melihat Ibunya menikah lagi. Sedih, karena Ibunya sudah jadi milik orang lain. Bahagia karena ada mau lagi mendampingi Ibu selama ini. Brianpun segera menghampiri dan memeluk Ibunya."Ibu! Selamat ya! Semoga Ibu selalu bahagia dengan suami Ibu." Bisik Brian di telinga Luna sambil menangis."Brian, kamu kok nangis?" Tanya Luna."Aku menangis bahagia,Bu" Ucap Brian yang semakin memeluk erat Ibunya.Rasya yang melihat pemandangan itu langsung menghampiri mereka berdua
Sesampainya di rumah, Brian menunggu cerita dari Luna. Lunapun menceritakan semuanya termasuk kalau dirinya nanti akan menikah dengan Rasya. Brian akan setuju kalau memang Rasya orang baik dan benar-benar akan menikahi ibunya. Tapi Luna malah terlihat sedih bukan bahagia. Bukannya selama ini Luna selalu tenang ya kalau dekat dengan Rasya.Luna sedih karena Rasya ingin menikahinya karena terpaksa, bukan karena sengaja memilih Luna. Semoga saja papahnya Rasya membatalkan rencana pernikahan Rasya dengan Luna karena Luna seorang janda.***Rasya dan keluarganya sedang makan di meja makan. Terjadi perbincangan serius antara Rasya dan keluarga besarnya."Pah, Papah batalkan saja rencana pernikahan Rasya dengan Luna. Kerena Rasya baru tahu kalau Luna itu janda anak satu." Kata Rasya."Bagus kalau gitu. Berarti Luna sudah berpengalaman dalam berumah tangga." Jawab papahnya."Ya tidak bisa gitu dong Pah. Anak kita inikan masih perjaka masa mau di nikahin s