Home / Lahat / Permintaan Louis / Padahal Aku Tak Mau

Share

Padahal Aku Tak Mau

Author: recehanoppa3
last update Petsa ng paglalathala: 2020-09-22 20:39:18
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Permintaan Louis   Kedapatan

    Aku melihat ke luar jendela dan hujan di sore hari ini belum juga berhenti. Aku masih duduk sendiri di kafe ini dengan gelas berisi setengah kopi yang belum habis.

  • Permintaan Louis   Kopi

    "Su-sudah berapa lama?" tanyaku sambil meremas kedua selempang ranselku."Sudah berapa lama kau jadian dengan Kak Kenzo?" tanyaku menanyai Agnes lebih lanjut."Hmm.. Itu tidak terlalu penting, yang jelas aku sudah terikat dengannya," jawabnya sambil menopang kepalanya dengan kedua tangannya yang tertaut."Iya, lebih baik mulai besok kau jauhi Kak Kenzo. Kalau kau masih mau dekat-dekat dengannya berarti kau itu.. Sama saja kan dengan wanita tak tahu diri?" Agnes menengok ke arahku. Aku hanya diam karena masih bingung dengan masalah ini. Apakah aku jahat atau Agnes yang jahat, aku menjadi tak tahu pasti. Jika benar Kak Kenzo adalah pacar Agnes, berarti aku sudah melakukan suatu kesalahan karena mendekati pacar orang lain."Tapi.. Katanya kau akan.. Mengajakku berbincang layaknya teman.. Tetapi kenapa kau malah mengata-ngataiku padahal aku tidak tahu apa-apa sebelumnya?!" tanyaku mencoba membela diri."Ya, sekarang kau s

  • Permintaan Louis   Kabar Buruk

    "A-Agnes?" aku mengernyit saat diboncengkannya ke tempat yang berlawanan arah dari rumahku."Kita mau kemana? Bukankah kau bilang akan mengantarkanku pulang? Aku kan sudah memberitahukan kepadamu tentang lokasi rumahku," kataku mengingatkannya kembali, barang kali dia lupa."Aku ingin mengajakmu ke kafe sebentar," katanya."Ke kafe? Kenapa?" tanyaku agak bingung."Aku ingin berbicara denganmu, layaknya teman," jawabnya. Aku berpikir sejenak tetapi kemudian memilih untuk menuruti perkataannya saja. Akhirnya motor yang dikendarai Agnes menuntun kami ke sebuah kafe di kawasan tempat anak muda menghabiskan waktu sepulang sekolah. Entah itu hanya mengobrol santai sembari menikmati kopi, atau ajang memarkan diri sebagai anak milenial masa kini mungkin.Setelah kami memarkirkan motor Agnes di parkiran, Agnespun berjalan mendahuluiku yang reflek saja aku langsung mengekor di belakangnya karena ingat akan ajakannya

  • Permintaan Louis   Permintaan Maaf

    "Erika.. " Kak Kenzo mencoba memanggil namaku lagi. Tangannya masih menggenggam erat pergelanganku dan aku masih belum mau menengok kepadanya."Erika.." panggilnya lagi dengan nada memohon."Biarkan aku pergi Kak, aku mau pulang," kataku. Sebenarnya aku tidak berharap benar-benar dilepaskannya, tetapi hanya ingin tahu seberapa besar ia akan mempertahankanku."Erika.. Aku sudah bilang kan jika kau harus pulang bersamaku, dan kau sudah menyetujui itu. Apa kau ingin mengingkari janji?" tanyanya.Aku terdiam, bingung mencari kata-kata yang tepat untuk ini."Bukankah Kak Kenzo akan pulang bersama Agnes?" tanyaku dengan nada kesal. Tapi beberapa saat kemudian aku baru menyadari jika kata-kataku terlalu memperlihatkan kecemburuanku kepada Kak Kenzo yang sedang bersama Agnes. Memalukan sekali."Apa? Mana mungkin- maksudku.. Apakah kau salah paham dengan ini?" tanya Kak Kenzo kebingungan."Terserah Kak

  • Permintaan Louis   Kecemasan

    "Mana mungkin Nona tega berlaku jahat kepada orang lain, iya kan?" tanyanya dengan pupil mata biru yang seolah-olah bergetar."Iyaa.. Ini salahku.. Memang salahku," jawabku menunduk ke bawah."Tidak mungkin kan, Nona?" tanyanya lagi."Benar.. Aku memang pecundang, aku.. Aku tak pantas untuk siapapun.. Aku tak pantas mendapatkan teman, apalagi pacar.. Aku jelek.. Aku tak-hiks.." akhirnya aku mengulang tangisku untuk yang kedua kali."Nona, kau ini bicara apa?!" Louis menangkup wajahku semakin erat dan sedikit mendongakkannya agar bisa terjangkau oleh pandangannya."Nona..""Hiks.." aku hanya bisa menangis dan menyadari kalau aku hanyalah seorang gadis culun sekaligus pecundang."Nona.. " Louis memelukku lagi dan karena itu bajunya menjadi basah kembali karena air mataku."Apapun yang terjadi aku akan selalu bersama Nona, Nona tak perlu mencemaskan hal-hal yang tak penting unt

  • Permintaan Louis   Dibully?

    Sampai di kelas akupun berjalan ke bangkuku bersama Kak Kenzo di belakang dengan tatapan aneh dari murid-murid lain yang sudah masuk ke kelas kembali. Tatapan itu datang dari kalangan siswi perempuan yang seolah-olah tak suka melihatku selalu dekat dengan Kak Kenzo. Tetapi aku tak ambil pusing, toh tidak ada gunanya jika aku memikirkan hal tak penting seperti itu."Erika, kau haus?" tanya Kak Kenzo. Aku yang sudah bersiap untuk menerima pembelajaran dari Kak Kenzo hanya bisa mengerjap. Sebenarnya beberapa detik yang lalu kerongkonganku sudah tidak terasa kering, tetapi sekarang berbeda karena Kak Kenzo sudah mau menawariku minum. Tapi masalahnya, dia akan dapat minum itu dari mana? Apakah Kak Kenzo akan ke kantin lagi? Kenapa tidak membeli sedari tadi?"Aa.. Lumayan sih Kak," jawabku."Hmm.. " Kak Kenzo menatap ke sekitar kelas lalu berjalan mendekati bangku siswa lain. Aku hanya diam sambil mengamati apa yang akan dilakukannya kali

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status