Di malam hari pada pukul 10, aku masih berbicara lewat sambungan telepon dengan kak Kenzo. "Kak, kenapa kakak yakin jika aku termasuk orang yang penting untuk masuk organisasi OSIS?" tanyaku lalu duduk di ranjang tempat tidurku. "Hmm.. Yakin saja, karena kurasa kau cukup berbeda," jawabnya. "Berbeda? Bagaimana bisa?" tanyaku mengambil bantal lalu memeluknya. "Ya.. Yakin saja, kau pasti bisa melewati itu, aku akan di belakangmu untuk membimbingmu," katanya. Aku terdiam sejenak sambil tersenyum kecut. "Kau tahu, dulu aku tidak seperti ini, tidak seperti yang orang-orang pikirkan," katanya tiba-tiba dengan nada yang berbeda, menjadi lebih rendah dan seperti gelisah. Aku yang bingung harus menjawab apa hanya bisa diam, berharap ia mau meneruskan ceritanya. "Aku dulu sempat dibully, mungkin dari sd sampai smp. Aku dulu gemuk, tidak punya bakat, bahkan punya teman juga jarang. Tapi malah dari bullyan itu m
Last Updated : 2020-09-22 Read more