"Mana mungkin Nona tega berlaku jahat kepada orang lain, iya kan?" tanyanya dengan pupil mata biru yang seolah-olah bergetar. "Iyaa.. Ini salahku.. Memang salahku," jawabku menunduk ke bawah. "Tidak mungkin kan, Nona?" tanyanya lagi. "Benar.. Aku memang pecundang, aku.. Aku tak pantas untuk siapapun.. Aku tak pantas mendapatkan teman, apalagi pacar.. Aku jelek.. Aku tak-hiks.." akhirnya aku mengulang tangisku untuk yang kedua kali. "Nona, kau ini bicara apa?!" Louis menangkup wajahku semakin erat dan sedikit mendongakkannya agar bisa terjangkau oleh pandangannya. "Nona.." "Hiks.." aku hanya bisa menangis dan menyadari kalau aku hanyalah seorang gadis culun sekaligus pecundang. "Nona.. " Louis memelukku lagi dan karena itu bajunya menjadi basah kembali karena air mataku. "Apapun yang terjadi aku akan selalu bersama Nona, Nona tak perlu mencemaskan hal-hal yang tak penting unt
Last Updated : 2020-10-07 Read more