LOGINRose, seorang wanita yang tumbuh dengan dendam. Dia menjadi wanita dingin, dan membekukan perasaannya karena masa lalu yang membuatnya menjadi tak berperasaan. Wanita itu kemudian menikah dengan seorang pria bangsawan yang berpengaruh dikota mereka. Pernikahan yang saling menguntungkan, karena Rose dapat memanfaatkan harta suaminya-Philip, untuk melancarkan pembalasan dendamnya. Sementara Philip, menggunakan statusnya untuk menutupi kedoknya sebagai pria gay. "Ingatkan aku bahwa pernikahan ini tanpa dasar cinta, sehingga aku tidak bereaksi lebih dan penuh harap mengenai jantungku yang berdebar setiap aku melihatmu," Rose "Aku juga tidak ingin mencintai seorang wanita, karena aku tidak bisa menyukai seorang wanita," Philip.
View MoreRose, membuka matanya dan merasakan kepalanya masih terasa sakit. Dia menatap sekeliling, melihat beberapa interior kamar, yang ternyata adalah kamar miliknya sendiri. Dia bangun, dan sedikit memijat keningnya."Bagaimana aku bisa berada dikamar? Terakhir yang aku ingat, aku berada dipesta Alexander?" gumam Rose."Aku yang membawamu!"Philip berdiri dipintu kamar Rose dan mendekati wanita itu, dan menyerahkan sebuah roti dan juga susu untuknya."Makanlah, aku sudah pusing melihat para masyarakat Landem yang ingin memastikan kau baik - baik saja atau tidak. Jadi cepatlah sembuh, baru kau bisa memastikan dirimu didepan mereka."Rose menerima roti untuknya dari tangan Philip, "Masyarakat Landem?" tanya Rose bingung."Antusias mereka kepada calon istriku sangat besar saat tau kau yang menjadi calon istriku, tetapi.. saat kau tak sadarkan diri, aku rasa mereka panik dan terus saja meminta menjengukmu.""Karena pesona ku s
Rose, menjalani hari - harinya dengan sangat bahagia, sebagai penghisap uang dari para mafia, wanita itu mampu mengahasilkan kertas - kertas yang sebenarnya tak dia butuhkan sama sekali.Rose membuka kartunya dan menyeringai, lagi - lagi dia memenangkan sebuah tantangan yang diberikan para mafia kepadanya. Membuat dia selalu pulang, dengan tangan yang tidak kosong.Dengan berat hati, para pria yang berada bersama Rose disebuah meja judi harus menahan rasa pahitnya menahan malu dan melepas pundi - pundi yang dia miliki. Nama Rose lebih terkenal, setelah mengalahkan seorang Philip Alexander dimeja judi.Meski semua orang tak mengetahui paras dari seorang Bloody Rose, tapi.. entah kenapa, Rose memiliki daya pikat tersendiri untuk para kaum adam."Bloody Rose memenangkan lagi, dan semakin melejit namanya.""Iya, bahkan aku yang tadinya tak tau, menjadi tau karena namanya sering dibicarakan oleh para pelangganku."Para wan
Karena gertakan dari Alexander, Philip harus segera mencari keberadaan si Bloody Rose itu untuk menyeretnya dalam sebuah pernikahan yang sakral.Jujur, dia membenci sebuah komitmen, terlebih adalah pernikahan dengan seorang wanita yang menurutnya hal yang tabu.Sebelum mencari keberadaan dari si Bloody Rose itu, Philip terlebih dahulu menemui Zavier untuk membicarakan mengenai ini. Dia berangkat dengan kendaraan pribadinya, kemudian menuju ke tempat dimana Zavier tinggal.Tak lama, kendaraan yang ditumpangi oleh sang mafia sampai disebuah bangunan megah bergaya ala eropa dengan sebuah menara disisi kirinya. Dia ingat betul, terakhir kali berkunjung kemari adalah satu tahun yang lalu. Sebelum kematian dari Madona-Ibu Zavier, mereka sering menghabiskan waktu bersamanya berada disini.Philip melupakan sejenak kenangan - kenangan yang terukir karena sebuah takdir, dan mulai melangkahkan masuk menuju ke dalam hingga dia dihadapkan denga
Rose mulai menunjukan taringnya. Meski matanya tertutup oleh tudung yang menutup wajahnya, namun instingnya terlahir sangat kuat. Wanita itu menunjukan taringnya dihadapan sang Mafia besar.Philip Alexander, pria itu mengamati pergerakan dari sang lawan. Dia tidak mungkin kalah, hanya karena seorang wanita yang jelas dia tak mengenalnya. Dia harus bisa mengalahkan sang ratu judi dihadapannya.Mereka bermain beradu sengit untuk mempertahankan harga dirinya masing - masing. Detik - detik terakhir permainan akan selesai, Philip dan Rose memiliki nilai yang seri. Dia mengamati wanita itu yang menutup menyembunyikan kartu terakhirnya.Jika Rose memiliki nilai satu lebih tinggi darinya, maka jelas dia jatuh pada kekalahan. Namun, jika dia lebih unggul satu dibanding kartu yang akan Rose buka, dia akan berada dikejayaan.Semua orang menunggu momen hal yang seperti ini. Dimana, sang Mafia terhormat mereka beradu dengan sang ratu judi yang