Share

10

Penulis: dievil author
last update Tanggal publikasi: 2020-09-15 22:23:34

..............................

"Kau pasti gagal memperoleh proyek besar jika kegiatanmu hanya memandangiku."

Davae memperlebar senyuman, ketika Alena menatap balik dirinya. "Tidak akan gagal."

"Aku mempunyai dirimu. Kau pasti memberi hasil terbaik dalam membantuku. Aku telah membayarmu mahal. Ingatlah Miss Alena. Kau harus menolongku," imbuhnya santai.

Hari ini akan menjadi momen pertamanya dan Alena berbagi ruangan kerja. Benar, ia sudah mengangkat resmi wanita itu menjadi sekretaris pribadinya. Mereka berdua akan menghabiskan waktu bersama kurang lebih delapan jam setiap hari selama satu minggu.

Ditambah pula dengan menetap dalam satu apartemen, maka ia dan Alena berinteraksi setiap saat. Sangat rasional jika rasa tertarik dan hasratnya melihat wanita itu semakin menjadi-jadi. Tidak mampu dikendalikan.

Alena terus saja menggoda. Wanita itu selalu memiliki pesona tersendiri untuknya. Kedua mata bahkan enggan dipalingkan dari sosok Alena. Perhatian selalu ditujukannya kepada wanita itu. Sungguh, tak bisa dialihkan.

"Aku juga yakin akan berhasil membantu kau menangani proyek ini. Kau bisa tenang. Aku pasti bekerja dengan kemampuan yang paling baik. Kau tidak usah meragukan."

Davae mengangguk semangat. Menunjukkan bahwa ia menyetujui ucapan Alena. Tawa juga diloloskan sembari melangkah menuju ke arah meja kerja. Tempat di mana, Alena sedang berada. Ia ingin memberi pelukan hangat kepada wanita itu. Membayangkan saja sudah membuat hasratnya muncul.

"Aku harus berhasil. Selain akan membuat Dad bangga. Perusahaan juga bisa untung besar. Yang paling aku tunggu adalah bisa tidur denganmu. Aku sudah tidak sabar bercinta bersamamu," balas Davae santai.

Ia hanya ingin mengatakan terus terang apa yang tengah dirasakan dan dipikirkan, tak bisa disembunyikan. Dirinya bukan orang yang munafik. Lebih baik mengatakan jujur di hadapan Alena agar wanita itu tahu.

Davae sangat mengakui jika ia tetap pria yang mempunyai hasrat setiap saat dan harus disalurkan sesegera mungkin. Alena merupakan wanita yang sangat ingin ia ajak menghabiskan malam panas dan bergairah.

"Kau tidak akan menanggapi keluhanku ini, Miss Alena?" Davae Fanderz memancing kembali. Ingin segera tahu jawaban Alena.

"Keluhanmu? Aku harus bagaimana? Kita sudah mempunyai kesepakatan. Bukankah kita harus menjalankan? Jika tujuan kau berkeluh untuk bernegoisasi. Tidak bisa."

Davae terkekeh. Kepalanya lantas digeleng-gelengkan. Tak menyangka bahwa Alena dapat mengetahui opsi lain yang ia hendak pilih sebagai solusi. Wanita itu patut mendapatkan julukan sebagai orang cerdas. Disamping juga memiliki kepekaan tinggi.

"Aku belum bisa bercinta denganmu. Tapi, aku akan memberikan sedikit penawaran dan hadiah kecil. Kau mau atau tidak? Kau yang tinggal menentukan, Mr. Davae."

Tawa seketika Davae hentikan. Ia merasakan kaget sekaligus senang akan jawaban Alena. Respons segera ditunjukkan. Anggukan yang semangat dilakukannya beberapa kali dan masih memandang ke arah Alena. Wanita itu telah beranjak bangun, berjalan mendekat.

"Apa hadiah yang kau maksud, Sayang? Bisa kau perlihatkan secara cepat kepadaku?"

Davae kembali dihinggapi perasaan terkejut, saat Alena mengambil posisi duduk di atas pahanya. Sedangkan, kedua tangan wanita itu melingkar erat pada lehernya. Ia menatap semakin lekat wajah cantik Alena yang memancarkan kehangatan nyata.

"Kau sedang menunjukkan bahwa kau itu benar wanita agresif, Sayang?" Davae pun kembali menggoda. Mata kiri dikedipkan. Seringai melebar.

"Kau sangat benar, Sayang. Aku lebih suka untuk memberikan bukti secara langsung daripada hanya kata-kata yang manis. Bukanlah sifatku begitu."

Davae terkekeh, selepas menerima ciuman singkat pada kedua pipi. Jelas saja ia juga senang akan perlakuan manis Alena yang memang sudah ditunggu-tunggunya sejak tadi. Tak hanya rasa bahagia. Debaran jantung juga mengalami peningkatan dalam berdetak. Respons yang tidak bisa dihindari. Sudah sepantasnya ia bahagia akan apa yang didapatkan dari Alena. Semua baru awal. Masih banyak lagi cumbuan-cumbuan panas yang terjadi di antara mereka. Ia cukup meyakini.

"Bagaimana, Mr. Davae? Kau suka?"

Davae mengeraskan tawa. Kepalanya terangguk beberapa kali dengan ringan. "Sangat suka. Ingin yang semakin panas ciuman darimu, Sayang? Kau akan bercinta kapan denganku, Miss Alena?"

Davae meraih tangan kiri Alena. Dilakukan tarikan cepat sehingga wanita itu duduk di sebelahnya. la lalu memeluk dengan posesif. Dilanjutkan memberi kecupan-kecupan ringan di bagian leher. Lembut kulit Alena semakin mampu merangsangnya. Tidak akan yakin sejauh apa bisa mengendalikan diri lagi. Namun, memaksa Alena bukan keinginannya.

"Aku sang menginginkanmu, Miss Alena."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Sexy Secretary & Her Boss (INDONESIA)   23

    Alena merasakan perubahan pada sifat sang atasan sejak beberapa menit lalu berubah drastis. Lebih banyak diam, setelah David Morgan pergi dari ruangan. Hanya dua sampai tiga patah kata saja yang keluar dari mulut sang atasan.Tadi, pria itu sempat tersenyum dan menatapnya dengan hangat. Bahkan, memberikan perlakuan yang manis. Namun hanya bertahan sampai rekan bisnis pria itu tidak bersama mereka lagi.Alena pun enggan semakin lama menghadapi sikap aneh ditunjukkan oleh Davae. Sepertinya ia harus memulai terlebih dahulu. Menciptakan sebuah topik pembicaraan. Entah apa yang harus dibahas, tidak terlalu dipikirkan dengan matang.“Mr. Hernandez…,”“Ada apa?” Davae menanggapi cepat. Namun tak memandang Alena. Asyik membaca dokumen. Namun, percayalah ia benar-benar sedang tidak dalam konsentrasi yang penuh.“Rapat akan mulai lima belas menit lagi. Aku sarankan kau segera pergi ke ruangan rapa

  • Sexy Secretary & Her Boss (INDONESIA)   10

    .............................."Kau pasti gagal memperoleh proyek besar jika kegiatanmu hanya memandangiku."Davae memperlebar senyuman, ketika Alena menatap balik dirinya. "Tidak akan gagal.""Aku mempunyai dirimu. Kau pasti memberi hasil terbaik dalam membantuku. Aku telah membayarmu mahal. Ingatlah Miss Alena. Kau harus menolongku," imbuhnya santai.Hari ini akan menjadi momen pertamanya dan Alena berbagi ruangan kerja. Benar, ia sudah mengangkat resmi wanita itu menjadi sekretaris pribadinya. Mereka berdua akan menghabiskan waktu bersama kurang lebih delapan jam setiap hari selama satu minggu.Ditambah pula dengan menetap dalam satu apartemen, maka ia dan Alena berinteraksi setiap saat. Sangat rasional jika rasa tertarik dan hasratnya melihat wanita itu semakin menjadi-jadi. Tidak mampu dikendalikan.Alena terus saja menggoda. Wanita itu selalu memiliki pesona tersendiri untukny

  • Sexy Secretary & Her Boss (INDONESIA)   9

    Berangkat dari apartemen mewah sang atasan saat waktu menunjukkan pukul sembilan pagi bersama dengan mengendarai mobil sport mahal dari Davae Hernandez menuju ke kantor pria itu. Mereka berdua hanya membutuhkan 30 menit untuk menempuh jarak. Tidak ada hambatan berarti terjadi, misalkan saja kemacetan yang panjang. New York cukup bisa diajaknya bersahabat pagi ini. Alena tentu berharap hingga nanti malam, kendaraan tidak padat di jalan."Bagaimana menurutmu, Miss Alena?"Alena segera mengalihkan pandangan dari julangan gedung besar dan berarsitektur modern, berlantai hampir dua puluhan yang baru saja dimasuki oleh kendaraan mewah kemudikan sang atasan. Ia pun menebak bahwa mereka akan menuju ke basement guna memarkirkan mobil sport Davae.Sebagai tanggapan atas pertanyaan diajukan oleh pria itu yang sudah mampu dimengerti maksudnya, kepala dianggukan dengan mantap. "Penilaianku?""Aku semak

  • Sexy Secretary & Her Boss (INDONESIA)   8

    Biasanya, Davae akan sedikit malas menyambut hari baru karena mengingat sejumlah laporan yang di kantor harus dituntaskan sampai malam. Namun, pagi ini sangat berbeda. Ia tidak terbebani dengan pikiran tentang pekerjaan. Hanya diisi oleh sosok Alena. Mulai dari senyuman manis hingga tubuh wanita itu yang seksi. Membuatnya ingin terus saja berimajinasi. Tetapi, berusaha untuk dikontrolnya.Dan, daripada harus berkhayal menerus dan juga menciptakan fantasi semakin liar, Davae memilih menikmati pemandangan manis yang nyata tengah tersaji di hadapannya berkaitan dengan Alena. Ya, wanita itu tengah memasak, memunggunginya.Barang satu menit pun, tak mampu ia mengalihkan fokus dari Alena. Walaupun, hanya bagian belakang tubuh wanita itu dapat diabadikan. Namun, sudah dapat membangkitkan gairahnya. Terutama, bokong dan pinggang ramping Alena yang ingin sekali ia peluk secara erat. Merebahkan kepala juga di salah satu bahu putih wanita itu. Pastinya

  • Sexy Secretary & Her Boss (INDONESIA)   7

    .........................."Makanlah cepat, walau rasanya tidak enak. Tapi, bisa mengganjal lapar. Sekarang kau yang memilih. Mau makan atau tidak," ujar Alena santai. Namun, tetap ada penekanan dalam kalimat-kalimatnya."Aku akan makan semua ini. Rasanya tidak buruk. Masih bisa diterima oleh lidahku. Hmm harus aku akui kau cukup pandai memasak. Ada bakat."Alena menyiapkan sarapan yang sederhana. Menu tidak cukup sulit untuk ia buat. Roti panggang serta omelet. Ditambah dengan segelas susu hangat. Dirasanya akan mampu mengisi perut dari Davae hingga jam makan siang nanti tiba saatnya.Tadi, sekitar 30 menit yang lalu, Alena pun sempat dilanda oleh perasaan kesal. Sebab, tugasnya bertambah yakni membuatkan makanan untuk Davae Hernandez. Kewajiban yang tidak pernah tertulis di dalam kontrak.Alena terus berperang dengan ego dan juga rasa iba. Pada akhirnya, ia tak ragu memilih kata hati. Alena berpik

  • Sexy Secretary & Her Boss (INDONESIA)   6

    "Bangun, Mr. Davae!" seru Alena dengan sengajanya dalam intonasi begitu kencang."Astaga, kau ternyata menyebalkan dan pemalas juga." Alena mengungkapkan sindiran. Ia kesal.Nyaris seperti berteriak. Insting meminta ia melakukan hal yang demikian agar Davae Hernandez segera bisa mengakhiri tidur lelap. Mengingat waktu bangun sudah ditentukan. Alena juga mengguncang-guncang tubuh klien tampannya itu dengan cukup keras.Tak akan ada pemberlakuan toleransi atas kemalasan yang ditunjukkan. Alena hanya berusaha menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Jika tak sesuai, maka ia memiliki hak menegur. Tercantum jelas di kontrak."Ckck. Kau tidak mendengarkanku?" gumam Alena kesal karena tak mendapat respons.Davae masih tetap tertidur, bahkan sekalipun tidak bergerak. Sungguh, pria itu menciptakan kesan negatif pada dirinya dan ampuh mengurangi kekaguman ia miliki.Berkaitan dengan sifat. Jik

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status