Share

Dokter

Author: tanty rahayu
last update publish date: 2020-10-07 18:00:00

POV KANG YERIN

" Selamat pagi Nona Kang "

" Selamat pagi Paman Yu "

" Akhirnya kamu kembali dari Inggris "

" Ah iya , aku sangat tidak sabar untuk bekerja di Kang Hospital "

" Baiklah, kita tunggu kedatangan Tuan Kang, untuk kelanjutan karir kedokteran mu disini "

" Hahaha Baiklah Paman, aku ingin sedikit berkeliling, jika appa telah sampai aku akan menghampirinya "

" baik lah, kau bisa pergi berkeliling dengan dokter jay "

" jay ? "

" Ya dokter Kim Jay , adik dari kaka ipar mu " di barengi dengan datang nya sosok yang sangat tidak asing untuk ku

" Selamat pagi direktur Yu "

" Hah kebetulan sekali dokter Jay, ajak lah Yerin berkeliling rumah sakit "

" Dengan senang hati " ucap nya diiringin senyuman yang cukup menawan, Paman Yu pun meninggalkan kami.

" Sejak kapan ? "

" apanya ?"

" Jadi dokter disini ?"

" Ahhhh .... 8 bulan yang lalu, bagaimana kabarmu ?"

" baik, kurasa kau pun baik ?"

" hemmm, akhirnya nya kau kembali "

" aku orang korea, sudah pasti akan kembali bukan " jawab ku sangat dingin dan Jay Oppa terus berbicara pada ku sambil menunjukan tempat - tempat di Kang Hospital, sampai tiba - tiba Hp ku berdering

"* Hallo appa *"

"* ..... *"

" baiklah aku akan segera ke ruanganmu "

dan akunpun menutup telpon nya

" Presdir Kang ?"

" hemm, aku harus segera keruangannya "

" biar ku antar "

" tidak perlu , aku tau ruangan appa, jadi aku akan pergi sendiri, terimakasih untuk waktumu , dan selamat bekerja "

" baiklah, carilah aku jika kau butuh sesuatu " aku pun hanya tersenyum dan berlalu meninggalkan Jay Oppa.

Entah kenapa aku merasa sedikit canggung dengan Jay oppa , mungkin ini karena õmma selalu menjodoh - jodohkan ku dengannya.

=============================

POV AUTOR

Yerin mengtuk pintu yang sangat tidak asing untuk nya

Tok Tok Tok Tok

" Masuk lah " ujar Kang Bomyul (appa yerin)

" Selamat pagi Presdir " panggil Yerin dengan nada dan wajah sedikit mengejek pada ayah nya.

" Kau ini duduklah " ucap Kang Bomyul sambil sedikit melempar tawa.

" Appa sudah makan ? "

" Kau yang belum makan, appa akan memesankan makanan untuk mu "

" Tidak perlu appa , aku belum terlalu lapar "

" Makan itu bukan menunggu saat lapar, sebagai seorang dokter kau seharus nya faham dengan baik bukan "

" Baik lah, nanti aku akan makan, sekarang dimana kah aku akan tinggal, dan dimana ruanganku "

" Sebelum nya temanin appa dulu untuk bertemu pasien - pasien disini dan bekenalan lah dengan mereka "

" baik lah "

Yerin dan Kang Bomyul berkeliling menemui para pasien di Kang Hospital, Yerin menyapa semua pasien dengan ramah dan selalu melemparkan senyuman terbaiknya,

Disaat itu Kang Bomyul memperhatikan Putri bungsunya,

" Nak aku menemukan kau yang dulu saat kau berinteraksi dengan dengan para pasien, sudah lama appa merindukan senyum dan tawamu, tetap berbahagialah Kang Yerin, kau adalah sumber kebahagiaan appa " batin Kang Bomyul

===========================

POV KANG YERIN

Sudah 2 bulan setelah aku memutuskan untuk menjadi Dokter di Kang Hospital.

Dan sudah 2 bulan pula aku tinggal di Apartement dekat Kang Hospital  dan pulang ke rumah sesekali untuk menengok Helmõni atau terkadang beliau yang berkunjung ke Apartemen atau Rumah sakit.

Semua staf bahkan pasien memuji kinerja ku sebagai seorang Dokter. Semua orang berkata aku Dokter yang hebat, tidak mudah menyerah, tenang, ramah, dan pintar.

Itu membuat ku sangat senang, aku harus terus berusahan untuk membanggakan appa, semakin hari aku semakin menemukan kehidupan ku yang dulu, sebelum aku tau Ryu oppa dan Hana õnni berkencan, jika sedang bersama para pasienku.

Appa selalu memperhatikan ku dan selalu tersenyum setiap melihat aku berinteraksi dengan para pasien, aku tau appa selama ini pasti sangat rindu diriku yang dulu, tapi maafkan aku appa, jika aku melihat nya ntah mengapa aku merasa luka hatiku tak pernah sembuh.

Selain itu ntah sejak kapan pula aku semakin dekat dengan Jay Oppa, aku selalu berdiskusi dengan nya dalam segala hal, dan selalu pergi ke perpustakaan bersama atau bahkan hanya sekedar makan siang bersama.

" Yerin " bisik Jay oppa sambil menepuk pundak ku yang sedang asik membaca buku di perpustakaan Rumah Sakit

" ah õppa "

" sudah makan ?"

" ah, sudah waktunya makan siang kah ?"

" jangan terlalu sibuk membaca, ingat lah kau pun harus makan, tidak akan lucu jika seorang dokter sakit karena telat makan "

" hahaha jika aku sakit kau lah yang akan merawat ku õppa, dokter yang merawat dokter " jay oppa tesenyum dan mengacak rambut ku.

" sudah taruh buku itu dan kita makan "

" baiklah , baiklah, biar aku meletakannya di rak " aku pun bergegas meletakan buku kembali pada tempat nya , lalu kami berjalan menuju kantin.

Semenjak aku semakin dekat dengan Jay oppa, para staf selalu mejodoh - jodoh kan kami.

Tapi aku tidak peduli dengan ucapan mereka, aku hanya menganggap Jay oppa sebagai kakak dan sahabatku sekarang.

" kalian makan bersama lagi ?" tepukan tangan seseorang di pundak ku sangat  mengagetkan ku

" astaga, appa kenapa kau membuatku kaget "

" ah paman, jika aku tidak menyusul nya ke perpustakaan dia tidak akan makan "

" hahaha terima kasih Jay "

" tenang saja paman, aku akan selalu menganggunya untuk makan "

" hahaha baiklah, Yerin "

" ya appa "

" pulang lah malam ini dan makan malam lah di rumah bersama kami, appa sangat merindukan makan malam bersama mu "

mendengat ucapan appa yang di iringin raut wajah sedih dan rindu pada ku membuat ku merasa sangat bersalah.

" baiklah appa nanti malam aku akan pulang dan makan bersamamu " jawabku sambil menggenggam tangan appa dan senyum kepadanya

" benarkah ?"

" tentu "

" syukurlah, Jay kau datang lah juga "

" apa aku boleh datang paman ?"

" oppa kau bodoh, tentu saja boleh, kau juga bagian dari keluarga " jawab ku dengan senyum

" baik lah " jawab Jay oppa dengan semangat dan appa pun tersenyum bahagia.

===========================

Jam menunjukan pukul 5 sore,

Aku sedang menunggu Jay oppa mengambil mobilnya , kami akan berangkat bersama untuk pulang ke rumah , appa sudah 1 jam yang lalu kembali ke rumah.

Sesampainya di rumah aku masuk bersama Jay oppa dan mendapat tatapan heran dari semua orang.

" apa yang kau lakukan di sini jay ?" tanya Ryu oppa sambil menghampiri kami.

saat melihat nya semakin dekat aku merasa gugup.

" hallo hyung, paman Kang dan Yerin mengundangku makan malam, benarkan Yerin ?"

" ah iya oppa "

" oppa ? " tanya Ryu oppa bingung begitupun õnni dan õmma

Ya pasalnya aku tidak pernah memanggil Jay oppa dengan sebutan oppa, aku hanya memanggilnya "kau" , terdengar tidak sopan tapi mungkin itu karena aku tidak terlalu dekat dengan nya sejak kecil, karena dia selalu memilih bersekolah di luar negeri.

" sejak kapan kau memanggil Jay dengan sebutan oppa ? " tanya Hana õnni

" apa kah ada yang salah nu'na ? " tanya Jay oppa

" ah sudah - sudah masuklah dulu " ajak õmma.

Kami pun berjalan menuju meja makan yang sudah di penuhi dengan makanan, dan hampir semua adalah makanan kesukaan ku, aku sedikit mengembangkan senyumku melihat semua makanan ini.

" Yerin õmma memasak ini semua untuk mu, makan lah yang banyak "

" terima kasih õmma, aku pasti akan makan banyak malam ini " sambil tersenyum pada õmma setelah 2 bulan keluar dari rumah ini, pasalnya setiap aku berkunjung ke sini, pasti saat helmõni sedang sendiri di rumah.

" sejak kapan kau dekat dengan Jay ?"

" diam lah Hana, biarkan adikmu makan dengan tenang " ujar õmma , aku sedikit kaget saat mendengar õmma meneggur õnni.

Selama makan õmma selalu memberi makanan pada mangkuk makan ku, aku sangat merindukan õmma yang seperti ini, bukan yang selalu menjodohkan ku atau yang hanya memanjakan pasangan yang ada di hadapan ku.

Makanan di mejapun habis dalam sekejap, kami makan dengan lahap terlebih lagi aku, aku merasa hari ini perutku buncit seperti badut.

" õmma biar aku yang mencuci piring " ujar ku

" tidak biarkan õmma saja "

" tidak bibi, biarkan Yerin dan aku yang mencucinya " ujar Jay oppa sambil tersenyum ke arah ku, dan aku pun membalasnya dengan senyuman.

" Baiklah, selesaikan dengan cepat, dan makan lah buah bersama kami "

" baik õmma "

Aku dan Jay oppa pergi membersihkan piring.

Seperti biasa kami berdua mengobrol sambil mencuci piring dan sedikit tertawa dan bercanda.

PRANG ......

" ahhhh ...... "

" Yerin kenapa ?" tanya Jay oppa Panik sambil menghampiriku

" ah tangan ku licin oppa dan aku menjatuhkan piring nya " seketika mata Jay oppa tertuju pada kaki ku yang mengeluarkan darah terkena pecahan piring.

" ada apa ini ?" tanya appa di ikuti tatapan dari õmma, õnni, dan Ryu oppa

" ah aku tidak sengaja memecahkan piring appa "

" kau terluka biar õmma ambil P3K dan mengobati luka mu " ujar õmma

" tidak usah õmma aku baik - baik saja ini hanya luka kecil "

" sudah kau diamlah itu bukan luka kecil, apa kau ini dokter yang bodoh, luka mu cukup dalam " ujay Jay oppa dengan wajah kawatir dan sangat panik.

Aku pun menuruti perkataan Jay oppa karena sekarang luka itu sudah lumaya membuat ku meringis kesakitan.

Tiba - tiba Jay oppa menggendongku. Membuat aku dan semua orang kaget melihat nya. Aku sama sekali tidak bereaksi karena aku sangat kaget dengan apa yang Dia lakukan.

" bibi bisa bawakan kotak P3K dan air hangat ke kamar Yerin, aku akan membersihkan dan membalut luka nya " ujar Jay oppa sambil menggendongku menuju kamar.

" ah baik lah aku akan mengantarkan nya " ujar õmma bingung.

Sesampai di kamar Jay oppa menurunkan ku di kursi tempat biasa aku membaca buku.

" Jay ini yang kau minta " ujar õmma

" terimakasih bibi "

" apa perlu aku bantu "

" tidak perlu bibi "

" baiklah, tolong rawat Yerin , bibi akan melanjutkan mencuci piring "

" õmma maaf merepotkanmu " ujar ku dengan nada menyesal

" sudahlah, kau sama sekali tidak merepotkan ku, obati luka mu, dan tidurlah disini semalam, luka mu itu mungkin akan membuat mu sedikit tidak nyaman " ujar õmma sambil membelai kepalaku dan tersenyum meninggalkan kami .

" duduk dan diamlah, ini akan sedikit menyakitkan tahan lah sebentar " akupun hanya mengangguk.

Tanpa sadar aku memperhatikan Jay oppa yang sedang membersihkan luka ku, dengan sangat hati - hati. Bukan kah Jay oppa itu tampan memiliki garis wajah yang tak jauh berbeda dengan Ryu oppa hanya saja dia tidak memiliki mata besar seperti Ryu oppa, Jay oppa pun tak setinggi Ryu oppa, bahkan cendrung pendek, Aku rasa tingginya hanya berbeda 8 cm dari tinggiku yang 160 cm sedang kan Ryu oppa memiliki tinggi 180.

" Awwww " pekik ku, sontak membuat Jay oppa memandang ke arahku

" apakah sangat sakit ? "

" tidak , lanjutkan lah "

" tahan lah sedikit lagi, ini akan selesai sebentar lagi "

" hemmm "

Tak lama luka ku sudah di balut kain kasa oleh Jay oppa .

" selesai "

" terima kasih oppa "

" tak masalah, bukakan kah kau yang bilang jika kau sakit maka aku yang akan menjadi doktermu" ujar Jay

" haha baik lah dokter Kim, tolong rawat aku dengan baik "

Kami pun tertawa dan sedikit berbincang, tak sadar balik pintu ada yang memperhatikan kami.

===========================

POV AUTOR

" Yerin Helmõni sangat senang kau bisa kembali tertawa, teruslah bahagia, semoga Jay bisa selalu membuat mu bahagia, meski di hatimu ada orang lain " ujar Song Ilmi ( Helmoni )

" õmma, siapa yang ada di hati Yerin ?" tanya Yu ah yun , Song Ilmi pun kaget mendengat suara Ah Yun ( õmma Yerin )

" Ah Yun, sebaiknya kita kekamarku " Song Ilmi mengajak Yu Ah Yun kekamar nya

" õmma apa kau tau siapa pria yang di cintai Yerin "

" apa kau sebagai ibu nya tidak merasakannya ?" tanya Song Ilmi

" apa kah pria yang di cintai Yerin adalah Kim Ryu ?" Song Ilmi terdiam sejenak mendengar tebakan Ah Yun lalu mengangguk pelan

" sebodoh itu aku baru menyadarinya "

" bukan kau yang bodoh, tapi Yerin yang terlalu pintar menyembunyikan perasaannya "

" õmma, bukan kah aku seorang ibu yang jahat, tidak memahami anak nya dan malah membuat dia semakin terluka "

" sudah lah ini bukan salah mu, Tuhan lah yang sudah mencatat takdir mereka, biarkan Yerin melakukan yang ia mau, sudah cukup iya terpuruk selama ini, bukan kah kita sangat merindukan tawanya ?"

" iya õmma, semoga Jay bisa membuat Yerin tertawa kembali " ujar Ah Yun sambil terus menangis .

" sudahlah berhenti memangis, kalo tidak besok pagi matamu akan bengkak "

========================

Pov Kang Hana

" sayang ayo kita tidur ini sudah malam "

" sayang tidurlah dulu, aku akan keluar sebentar untuk mengecek keadaan Yerin " ucapan Ryu berhasil membuat ku marah

" sayang untuk apa kau kesana ? bukan kah sudah ada Jay ? " tanya ku dengan sedikit kesal

" aku tidak tenang, dulu saat Yerin terkena pecahan kaca, dia menjadi demam dan ...... "

kekhawatiran Ryu membuat ku semakin kesal dan tak tahan lagi dengan semua ini.

" sudah lah , ada Jay yang lebih faham, Yerin akan baik - baik saja, lagi pula apa yang mau kau cek , kau pun bukan dokter, atau kau mau mengecek apa kah kau menyukai Yerin ?" tanya ku dengan suara yang tinggi

" Kang hana apa yang kau katakan ? " Teriak Ryu membuatku kaget.

" hah Kim Ryu, aku tau kau selalu mengkhawatirkan Yerin setelah dia pergi ke inggris, selalu bertanya keadaannya, dan saat kau tau Yerin berkencan kau sangat kecewa, dan tadi saat melihat Yerin dan Jay kau pun terlihat kecewa bukan "

" Cukup Kang Hana, Yerin adalah adik mu, itu berarti dia adik ku, jika aku khawatir bukan kah itu hal yang wajar, kita sejak kecil selalu bersama dan setiap hari bertemu, lalu dia pergi jauh ke inggris sendiri. Aku bukan kecewa di berkencan tapi aku sedih karena dia berubah menutup diri pada semua orang itu bukan sifat nya, jika dia terus seperti itu siapa yang akan menjaganya. Untuk Jay , kau juga tau dia seperti apa? "

" Tapi aku tidak suka kau seperti itu, hatiku hancur dan aku takut kau meninggalkan aku bersama Yerin, apa kau tau Yerin selalu melarang ku mengatakan bahwa aku yang membalas semua pesanmu dan selalu mencoba menjauhkan aku denganmu, aku ... aku ...." aku pun menangis dan Ryu memeluk ku

" sudah sayang jangan menangis, itu tidak akan pernah terjadi, yang aku cintai hanya kamu, jadi jangan khawatir aku akan menjauhinnya untuk mu dan untuk anak kita "

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • TURUN RANJANG (Indonesia)   Dokter

    POV KANG YERIN" Selamat pagi Nona Kang "" Selamat pagi Paman Yu "

  • TURUN RANJANG (Indonesia)   Pulang

    Seoul 2016POV KANG YERINAku sudah berada di Bandara Incheon 2 jam yang lalu, kali ini aku sedang menunggu keluarga ku untuk menjemput, aku tidak bisa menghubungi mereka karena daya HP ku habis, aku hanya berkata d

  • TURUN RANJANG (Indonesia)   Prolog

    Nama ku Kang Yerin, margaku Kang yang berarti kesejahteraan dan namaku Yerin yang artinya Kuat,mungkin itu adalah satu do'a dari orang tua ku agar aku selalu kuat menjalanin kehidupan.Tapi Aku saat ini aku merasa hati ku tak sekuat namaku.Pasalnya aku telah menikah dengan orang ya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status