LOGIN
Nama ku Kang Yerin, margaku Kang yang berarti kesejahteraan dan namaku Yerin yang artinya Kuat,mungkin itu adalah satu do'a dari orang tua ku agar aku selalu kuat menjalanin kehidupan.
Tapi Aku saat ini aku merasa hati ku tak sekuat namaku.
Pasalnya aku telah menikah dengan orang yang aku cintai tapi dia tidak penah menganggap ku sebaga seorang istri.
Pandangannya selalu melihat ku sebagai pembunuh dan musuh nya.
Untung aku masih memikili Kim Haneul , anak yang selalu membuat ku kuat dan tersenyum.
-------------------------------------------------------------
Inggris, 2016
Pov Kang Yerin
Suara dering telpon membangun kan ku yang masih malas bangun karena malam habis berpesta dengan teman - teman ku merayakan ulang tahun temanku.
Aku menyelesaikan S2 ku di Inggris 8 bulan lalu dan aku sekarang menjadi dokter sementara di salah satu rumah sakit di Inggris.
Usiaku baru 21 tahun tapi aku sudah menyelesaikan S2 ku karena aku memang anak yang cerdas, beberapa kali aku akselerasi, karena cita - cita ku menjadi dokter seperti appa membuatku belajar dengan tekun.
aku mengakat telpon ku.
" *hallo , siapa ini ?"
" Yerin, kapan kau akan pulang *?" tanya seorang wanita di ujang telpon sana sambil berteriak, suara yang familiar membuat ku bergegas membetulkan posisi ku menjari duduk.
"* Õnni *" tanya ku
" YA.... ,* kau baru bangun tidur *?? " teriak nya , sayup - sayup terdengar suara laki - laki di belakang õnni,
"* sayang kamu jangan berteriak, kasihan yerin, mungkin dia masih lelah "
" diam lah sayang, anak ini harus di beri pelajaran *"
suara yang sangat familliar dan selalu membuat jantung ku bedegup.
Ya Aku mencintai suami Kakakku sejak aku kecil , karena kami tumbuh bersama, aku , onni , dan Ryu oppa. Ryu oppa selalu menjagaku dan memanjakan ku seperti adik nya sendiri tapi perhatian oppa membuat ku jatuh hati pada nya .
" ahhhh ... õnni jangan berteriak telingaku sakit "
"*ya , kamu sudah hampir 2 tahun ini tidak pulang, õmma ,appa dan yang lain merindukan mu , bukan kah kamu janji saat selesai S2 akan jadi dokter di Kang Hospital, kenapa jadi dokter sementara disana, jadi lah dokter hebat di Korea *"
" *aku akan pulang bulan depan õnni "
" Bodoh ,tidak bisa kamu harus pulang minggu depan, aku sedang hamil aku ingin kamu yang membantuku bersalin cepatlah pulang "
" sudah berapa bulan õnni usia kandunganmu ?"
" 3 bulan *"
"* tidak bisa minggu depan õnni , karena aku harus mengurus surat pengunduran diri dulu, bulan depan baru aku akan pulang*"
ini membuat ku sadar bahwa tak ada tempat di hati oppa untuk ku.
"* ya.... Kang Yerin jika kau berbohong aku akan menyeretmu pulang dan mengurung mu di gudang "
" ya ...õnni hentikan, aku akan pulang " teriak ku*
Aku memliki Riwata Nyctophobia sejak kecil saat mendengar gudang atau tempat gelap lain nya aku akan selalu ketakutan
"* baiklah aku akan tutup telpon nya, jangan lupa telpon õmma dan appa "
" hemmm *"
Apa aku sudah kuat untuk pulang rasanya mendengar suaranya pun aku masih merasa sakit.
--------------------------------------------------------------
Flashback
Seoul 2011
" oppa aku akan kuliah di kampus yang sama dengan oppa "
" apa kau di terima masuk SNUCM ( Seoul National University Collage of Medicine ) ?"
" iya oppa, tapi sayang kita beda fakultas "
" tidak apa - apa , kita masih akan bisa bertemu di kampus "
" benarkah oppa "
angguk Ryu oppa sambil mengelus pucuk rambut ku, elusan lembut nya selalu berhasil membuat jantung ku berdegup kencang.
"Oppa apa kau juga merasakan apa yang aku rasakan, aku sudah mencinta oppa sejak kecil. Saat oppa pindah ke Inggris 10 tahun lalu aku sangat sedih, dan saat oppa kembali 5 tahun lalu membuat ku sangat gembira dan rasa cinta ku pada oppa semakin besar" batin ku
Aku dan Ryu Oppa beda 5 tahun , Ryu oppa berumur sama dengan Hana õnni,
Aku dan oppa sejak sekolah dasar sampai saat ini selalu bersekolah di tempat yang sama, Ryu Oppo juga anak yang cerdas maka dari itu aku giat belajar agar aku bisa sekolah di tempat yang sama dengan Oppa.
Kegiatan Kuliah ku berjala lancar. Tak terasa ini sudah Tahun ke dua aku kuliah, aku bertekat menyelesaikan kuliah hanya 3 tahun agar bisa segera bekerja di rumah sakit milik appa dan agar aku bisa menyatakan cinta ku pada Ryu Oppa.
Setiap Liburan aku selalu mengambil semester pendek.
Ryu Oppa sudah lulus dari kuliah begitu juga Hana õnni.
" Yerin, kamu tidak ke perpustakaan "
suara Ryu Oppa berhasil membuat jantung ku berdegup dan mengalihakan perhatiaan ku yang sedang menonton TV bersama õmma dan halmõni (nenek)
" tidak oppa , oppa dan õnni dari mana ?" tanya ku sambil kembali menonton tv
Kali ini oppa duduk di sebelah ku dan õnni di sebelah nya
" Kencan " ujar hana õnni girang
mendengar kata "kencan" membuat ku seakan tersambar petir, apa maksudnya dengan kencan , apa õnni sedang bercanda.
" Kencan ?" tanya ku dengan nada heran dan takut mendengar jawabannya
" iya aku dan Ry sekarang berkencan, kami sudah berjanji saat lulus kuliah akan mulai berkencan " jelas Hana õnni yang di ikuti senyum Ryu Oppa , sekilas aku melihat tangan mereka bertautan, seketika hati ku terasa hancur, rasanya sekelilingku menjadi gelap Ryu Oppa yang ada tepat di samping ku terasa jauh.
" õmma senang mendengarnya " sahut õmma
" õmma tau ? "
" tentu ,mereka selalu terlihat bersama dan dekat , õmma tau jika mereka saling menyimpan rasa " jawab õmma dengan senyuman bahagia
Hati ku semakin sakit mendengar perkataan õmma, apa rasa cinta ku tak nampak sehingga Ryu oppa dan õmma tak merasakan, aku dan Ryu oppa jauh lebih dekat di bandingkan õnni dan oppa.
Kenapa bisa seperti ini.
" Yerin pijiti kaki helmõni di kamar " ajak helmõni sambil menarik tangan ku dan akupun tak melawan dan mengikutu helmõni dengan langkah gontai
" Menangis lah nak " ucap helmõni membuat air mata ku mengalir tak terbendung lagi, rasa sakit yang sejak tadi aku tahan, aku tumpahkan di pelukan helmõni. Hanya helmõni dan appa yang selalu peka akan hatiku.
" Helmõni aku harus bagaimana ? hati ku sakit sekali " racauku sambil menangis
" Helmõni tau, sekarang menangis lah tumpahkan semua sakit mu " ucap nya sambil mengelus kepalaku yang bersandar di pahanya.
Entah berapa lama aku menangis , dan akhir nya tertidur di kamar helmõni.
keluarga berkumpul untuk makan malam, termasuk Ryu oppa
" õmma dimana yerin " tanya õmma pada helmõni.
" dia tertidur di kamarku, badan nya sedikit sakit, biarkan dia istirahat " ujar helmõni
" Yerin sakit, bukan kah tadi dia baik - baik saja ?" tanya hana õnni
helmõni tidak menjawab
" biar aku periksa yerin dulu " ujar appa sambil beranjak dari kursi
" periksa setelah makan saja , dia sudah tertidur jangan ganggu dia " ujar helmõni
Semua keluarga makan bersama. õmma, Hana õnni, Ryu oppa nampak sangat bahagia dengan hubungan Hana õnni dan Ryu oppa , tapi tidak denga helmõni dan appa ada terbersit ke khawatiran di antara senyum mereka.
Sejak hari itu , Ryu oppa selalu bersama dengan Hana õnni, bahkan kami tidak pernah mengobrol lama seperti dulu dia hanya sekedar menyapaku saja, itu pun jika dia melihat ku, jika tidak dia akan acuh.
Aku yang dulu ceria dan banyak bicara berubah menjadi Yerin yang pendiam dan selalu mengurung diri di kamar atau selalu sibuk di kampus atau perpustakaan jarang sekali ada dirumah.
Perubahan sikapku membuat helmõni dan appa khawatir dengan kesehatan ku, tapi tidak dengan õmma dia beranggapan karena memang aku sedang mengejar tekat ku untuk cepat menyelsaikan kuliah.
----------------------------------------------------
Seoul 2013
Tahun ke tiga ku kuliah , aku tinggal menunggu sidang akhir 3 bulan lagi dan akan segera lulus.
Malam sudah datang, aku memutuskan untuk pulang kerumah, karena kepala sedikit pusing.
Sesampainya di rumah, aku bingung kenapa di rumah sangat ramai dan ada mobil orang tua Ryu oppa. Aku pun masuk
" Aku pulang " sapa ku membuat semua orang menoleh ke arahku
" ah Yerin, kemarilah bibi merindukan mu , kamu sudah besar ya " sapa ibu Ryu oppa
aku hanya tersenyum sambil duduk di antara Ryu oppa dan ibunya.
Saat tangan ku tak sengaja menyentuh tangan Ryu oppa jantung ku berdegup kencang, membuat ku memutuskan untuk pindah duduk di samping Jay oppa adik Ryu oppa mereka hanya beda 2 tahun. Jay tersenyum padaku aku pun membalas senyum nya.
" Yerin kita akan menjadi keluarga " ujar jay sambil menyenggol tanganku
" apa maksudmu ?" tanya ku bingung
bukan kah memang selama ini kami sudah seperti keluarga, lalu apa maksud dari ucan Jay oppa.
" aku dan Hana akan menikah " ujar Ryu oppa
Membuat hati ku terasa di tusuk ribuan anak panah, aku hanya diam mencoba mencerna apa yang di katakan Ryu oppa di dalam otak ku. Hati ku terus berkata " sudah tidak ada tempat lagi untuk ku, tak ada kah nama ku di hati dan fikirannya "
" Yerin bagaimana jika kamu menikah dengan Jay " celetuk õmma , membuat ku sedikit emosi tapi harus aku tahan, apa yang õmma fikirkan dengan berkata begitu ...
" Aku tidak ingin cepat menikah, aku ingin melanjutkan S2 , aku ingin menjadi dokter seperti appa" jawab ku dingin
Membuat semua mata menatap ku
appa tersenyum mendengar perkataanku
" Bagus nak, Lanjutkan lah, kelak kamu lah yang akan meneruskan Kang Hospital "
Seketika semua mata kali ini menatap appa.
Mereka bingung kenapa appa berkata begitu bukan kah masih ada Hana õnni sebagai anak tertua di keluarga ini. Aku tidak menghiraukan ucapan appa atau pandangan mereka, fikiran ku kosang kali ini.
" dimana kamu aku melanjutkan S2 mu, SNUCM ? " tanya appa
" Tidak appa, aku mendapat Beasiswa dari Harvard "
" Appa bangga padamu, berangkat lah dan selesaikan dengan cepat " puji appa dan aku hanya mengangguk dan pamit kekamar untuk mandi.
Mereka melanjutkan perbincangan mereka.
" Yerin " panggil helmõni lembut sambil mengetuk pintu
" Iya , masuklah " helmoni masuk dan duduk di samping ku yang sedang membaca buku tentang kedokteran
" ada apa helmõni, apa ingin aku pijiti ?"
" tidak, apa kamu yakin untuk ke inggris ?"
aku hanya mengangguk
" baiklah semoga kamu menemukan kebahagiaan mu di sana nak " ucapan helmõni sangat lembut dan membuatku tenang.
----------------------------------------------------
Seoul 2013
" berhati - hatilah di sana " ujar õmma sambil memeluk ku dan mencium pucuk rambut ku terlihat kesedihan di wajah nya
" helmõni jaga kesehatan mu " ucap ku sambil memeluk helmõni
" kau juga, jangan terlambat untuk makan " aku pun mengangguk
" kenapa kau berangkat secepat ini ?" tanya õnni sambil menangis, aku berangkat 2 hari setelah Ryu oppa dan õnni melangsungkan pernikahan.
Saat melihat mereka menikah hatiku hancur berkeping - keping.
Tapi saat melihat Ryu oppa begitu bahagia saat itu aku sadar memang tak ada aku di hati nya , bagi ku melihat dia bahagia cukup untuk menyembuhkan sedikit luka ku.
" ish bodo untuk apa kau menangis õnni, aku hanya 2 tahun di sana, bukan tak akan pulang lagi "
" Yerin jagalah dirimu baik - baik, fokuslah pada tujuan mu, yang lalu jangan jadi hambatan mu untuk bahagia, appa bangga padamu " mendengar ucapan appa, hati ku bak tersiram cuka yang asam, air mataku mengalir di pelukan appa. Aku faham maksud dari perkataan appa. Aku janji appa aku akan selalu membuat appa bangga.
POV KANG YERIN" Selamat pagi Nona Kang "" Selamat pagi Paman Yu "
Seoul 2016POV KANG YERINAku sudah berada di Bandara Incheon 2 jam yang lalu, kali ini aku sedang menunggu keluarga ku untuk menjemput, aku tidak bisa menghubungi mereka karena daya HP ku habis, aku hanya berkata d
Nama ku Kang Yerin, margaku Kang yang berarti kesejahteraan dan namaku Yerin yang artinya Kuat,mungkin itu adalah satu do'a dari orang tua ku agar aku selalu kuat menjalanin kehidupan.Tapi Aku saat ini aku merasa hati ku tak sekuat namaku.Pasalnya aku telah menikah dengan orang ya