LOGINSeoul 2016
POV KANG YERIN
Aku sudah berada di Bandara Incheon 2 jam yang lalu, kali ini aku sedang menunggu keluarga ku untuk menjemput, aku tidak bisa menghubungi mereka karena daya HP ku habis, aku hanya berkata dalam hati " Bodoh kenapa bisa sampai lupa mengisi daya hp, apa aku pulang naik taksi saja ?"
Saat aku membatin ada tangan besar kekar yang menepuk pundak ku, saat aku menoleh hatiku menjadi tidak tenang, dan otak ku berfikir keras, apa yang harus aku lakukan? sikap apa ya g harus aku tunjukan?
" Yerin, kenapa HP mu tidak bisa di hubungi ?" tanya si pemilik tangan itu
" Ah daya HP ku habis aku lupa untuk mengecasnya " jawab ku
" Apa kamu menunggu lama, untung aku menemukan mu " tambah nya sambil mengelus kepalaku lembut
" tidak oppa, kenapa oppa yang menjemputku, dimana appa ?"
" ahhh .... tadi appa menelpon ku untuk menjemput mu, ada oprasi mendadak "
" hemm " aku hanya mengangguk
" biar ku bawakan tasmu " aku kembali mengangguk
Kami berjalan menuju mobil, aku berjalan di belakang oppa, menatap punggung nya membuat ku sesak. Tapi aku terus berusaha kuat dan menahan rasa itu, karena dia saat ini suami õnni, dan sebentar lagi akan menjadi ayah. Aku hanya tersenyum miris seraya mentertawakan diriku yang bodoh, masih mencintainya.
" Yerin "
" Kang Yerin "
" RIN "
Terteriak oppa memanggil namaku, "RIN" dia memanggil ku "RIN" sama seperti dulu hanya oppa yang memanggil ku "RIN"
" ah ya oppa , maaf aku sedikit jetleg " ucap ku
" hemm kamu pasti lelah " lalu oppa mengarahkan badan nya ke arah ku , wajah nya sekarang tepat di depan ku, jantung ku seketika berdegup kencang seakan meminta keluar untuk di bebaskan dari kurungan, aku hanya kaku dan memandang nya.
" Pakailah sabuk pengaman mu " ujar oppa sambil memasangkan sabuk pengaman di tubuhku, dan aku hanya terdiam.
Didalam mobil Ryu oppa mengajak ku berbicang bertanya tentang kuliah ku, dan kehidupan ku di sana, Aku hanya menjawab. singkat semua pertanyaan Ryu oppa sambil memandang lurus kedepan. Reaksi ku membuat Ryu oppa kehabisan kata , dan suasan berubah senyap.
" Oppa, apa kabar mu ?" tanya ku membuka suara
" ah aku sangat baik "
" ah bagus lah " mendengar itu aku semkin yakin bahwa dia sangat bahagia
" Yerin, bagaimana hubungan mu dengan laki - laki itu ?" pertanyaan yang tidak ingin aku dengar dari mulut oppa
" siapa maksud oppa ?"
" Laki - laki yang kamu ceritakan kepada Hana "
" ah maksud mu Jordan, kami hanya teman "
" aku fikir kalian berkencan "
" tidak "
" Kenapa ? apa kamu tidak ingin berkencan "
" Tujuan ku ke inggris untuk belajar bukan berkencan " ujar ku dingin
" Kamu memang pekerja keras, tekad mu juga kuat, aku bangga padamu " puji oppa sambil mengusap kepalaku seperti majikan kepada kucing peliharaannya.
Dan aku hanya tersenyum.
Semua ucapan oppa berhasil membuat hatiku semakin remuk.
(** RUMAH **)
" Yerin, õmma merindukan mu " ujar õmma sambil memeluk ku, aku pun memeluk õmma
" Ayo masuk dulu, yerin pasti sangat lelah " ujar helmõni , tanpa sengaja aku melihat oppa yang sudah melingkarkan tangannya di pundak õnni.
Kami pun masuk ke rumah , dan aku masuk ke kamar untuk mandi menyegarkan tubuhku yang sudah lengket dan sangat lelah, setelah itu aku turun lagi ke bawah karena sudah waktunya makan malam.
" Akhirnya kau pulang, bagaimana kabar mu ?" tanya õnni
" Baik õnni, bagaimana keadaan keponakan ku ?" tanya ku sambil mengelus perut õnni
" dia sehat dan sangat merindukan mu " ujar nya sambil mengelus kepalaku
" appa sangat senang kamu sudah pulang "
" aku pun appa "
" kamu sepertinya sangat senang di inggris, sampai tidak pulang selama 2 tahun ini " tanya helmõni
" Ya aku memiliki banyak teman disana " jawab ku sambil tersenyum manja pada nya
" Kang Yerin , mana laki - laki itu kenapa tidak kau ajak pulang bersama mu "
Aku tau siapa yang dimaksud õnni
" Untuk apa aku mengajaknya ?"
" bukan kah kalian berkencan ?" tanya õnni
" Dia teman ku õnni, aku ke inggris untuk belajar bukan untuk mencari pacar " jawab ku
" YA ..... , kau sudah umur berapa ?" teriak õnni
" Kenapa dengan umurku ?" tanya ku dingin
" Kang Yerin dengan umurmu bukan kah kau seharus nya sudah memiliki pacar "
" Hana sudah lah adik mu baru sampai, kenapa kau bertanya hal seperti itu, dia ke inggris untuk belajar bukan berkencan, biarkan dia melakukan apa yang membuat nya bahagia jangan selalu memaksanya " ujar appa , õnni langsung diam mendengar appa bicara.
tiba - tiba õmma menbuka suara yang tak jauh beda dengan õnni
" Sayang benar kata Hana " sambil merilik appa
" Mulailah berkencan Yerin, umur mu sudah 21 tahun, apa kau mau õmma kenal kan dengan anak teman õmma, oh atau kau dengan Jay saja" mendengar ucapan õmma membuat ku sangat kesal dan tak bisa menahan amarah ku
" Ada apa dengan kalian, kenapa selalu menyuruh ku untuk berkencan, tidak bisa kah kalian membiarkan aku sendiri, ini hidup ku biarkan aku yang menentukan jalannya, dan aku sudah memiliki orang yang aku cintai jadi diam lah kalian " Teriak ku sambil berdiri, semua orang kaget melihat ku marah, karena pasalnya aku tak pernah marah, dan tak pernah melawan apa yang keluarga ku perintahkan, aku berlalu menuju kamar sambil menangis tanpa suara.
" Cihh , kenapa anak itu jadi seperti itu " ketus Hana õnni
" ini salah mu sayang kenapa selalu memanjakannya " ujar õmma yang menyalahkan appa
" Kenapa dengan aku, bukan kah kalian yang salah " jawab appa sambil melirik kearah õmma dan õnni. Appa beranjak dari meja makan menuju kamar ku.
Ryu oppa hanya diam bingung melihat ku berteriak seperti itu, itu kali pertama dia melihat ku yang penuh dengan amarah, dan mataku menyiratkan kesakitan yang luar biasa.
Saat aku sengan menangis di kamar appa sudah duduk di sampingku, entah kapan dia masuk, dia langsung mengelus kepalaku.
" Appa, kenapa aku sangat bodoh ?" tanya ku dengan suara bergetar karena menangis sambil menyembunyikan wajah ku di antara kedua lutut ku.
" Yerin sudah lah, jangan menangis hati appa sakit jika terus melihat mu menangis "
" Appa kenapa aku belum bisa melupakan dia, kenapa hatiku begitu bodoh, apa yang harus aku lakukan ?"
" Appa mengerti, tapi sekarang nasi sudah menjadi bubur, dia suami kakak mu. Relakan lah dia dan hiduplah bahagia " suara appa bergetar menahan tangis, membuat ku menatap nya lekat dan memeluknya.
" Appa biar kan aku besok bekerja di Kang Hospital dan tinggal disana, aku tidak bisa tinggal di sini bersamanya " pinta ku dan appa hanya mengangguk.
Sejak õnni mengandung, õnni memutuskan untuk tinggal di rumah appa sampai ia melahirkan, karena oppa selalu sibuk di kantor nya, menjadi seorang CEO perusahaan Kim memang membuat oppa jarang dirumah.
Setelah menangis akupun tertidur di temani appa yang terus mengelus kepalaku.
" Berbahagialah nak, kau sudah cukup menderita, kau sudah cukup menuruti kemauan keluarga ini, lakukan lah apa yang kau mau " lirih appa lalu mengecup kening ku dan meninggalkan kamar ku.
(** paginya **)
Semua orang telah berkumpul di ruang makan saat aku menuruni anak tangga, aku lihat Ryu oppa dan Hana õnni sedang mengobrol dan tertawa bersama.
Saat itu aku hanya tersenyum melihat pemandangan penuh cinta di hadapan ku.
Aku pun berlalu menuju pintu tanpa menyapa siapapun karena kesal ku masih menumpuk.
" YAA ... Kang Yerin .... " Teriak Hana õnni dengan nada tinggi menyirat kan kemaraha nya, aku pun menghentikan langkah ku, tanpa berbicara apa pun.
" Mau kemana kamu sepagi ini ? Ada masalah apa kau sampai mengabaikan kami , Ada apa dengan sikap mu ?" begitu banyak pertanyaan yang õnni lontarkan membuat ku semakin malas untuk menanggapi dan berlalu pergi.
POV KANG HANA
" YAA ..... Kang Yerin " teriak ku
" Sayang sudah lah, mungkin dia masih ingin menyendiri, berhentilah menanyainya, biarkan dia lakukan yang dia mau " ujar Kim Ryu
Aku pun seketika hening.
" Aku pergi ke kantor ya, kamu istirahatlah dan jaga anan kita " ujar Ryu seraya mengelus perut ku yang belum terlalu membuncit.
" Berhati - hatilah " Ryu pun mencium keningku dan meninggalkan ku di rumah
Semenjak hamil aku sangat cepat sekali marah , apa lagi jika berhubungan dengan Yerin, aku selalu khawatin tidak jelas dan mendadak merasa bersalah.
" õmma aku pergi kekamar " ujar ku õmma pun mengangguk
Di dalam kamar aku termenung dan mengambil box hitam yang selalu di bawa suami ku.
Ya box hitam itu berisi surat - surat suami ku yang dia tulis saat dia di inggris dan mengirim nya ke alamat kami.
" Yerin Maaf kan aku seharus nya kamu yang ada disini, tapi aku sangat mencintai nya, saat dia kembali dari inggris dia menjadi sangat tampan bukan lagi Ryu yang gendut dan pendek, sekarang dia menjadi Ryu yang tampan, gagah, berbadan atletis, aku tidak bisa membiar kan dia menjadi milik orang lain sekalipun itu kamu "
------------------------------------------
flashback
Seoul 2006
" õppa sudah kembali " Yerin berteriak dengan gembira saat melihat laki - laki seumuran ku yang berwajah tampan yang berdiri dipintu rumah kami.
Dalam hati aku sangat bingung siapa dia kenapa Yerin memanggil nya Oppa ?
" Yerin kenapa kau mengenaliku " tanya pria itu sambil mengelus kepala yerin
Membuat ku semakin bingung, namun garis muka nya tampak tidak asing.
" Mana mungkin aku lupa dengen Ryu õppa, jika õppa memakai topeng pun aku akan mengenalimu "
Ryu .... Kim Ryu si gendut dan pendek itu, kenapa dia menjadi sangat tampan, tinggi, dan kemana semua lemaknya hilang, kenapa hanya dalam 5 tahun dia sangat berubah.
" Ryu " tanya ku
" Hai Hana " jawab nya sambil melempar senyum pada ku
Sunggu sangat tampan, aku jatuh cinta dengan hanya melihat nya.
Beberapa bulan berlalu setelah kepulangan Ryu
Hari ini aku tidak pergi ke sekolah karena kepalaku sedikit pusing
" Hana kau sudah tidak sekolah " tanya Ryu sambil menepuk pundak ku
" ah kau , iya, Menjemput Yerin ?" tanya ku sedikit ketus,
" ya " jawabnya sambil duduk di sampingku
Yerin dan Ryu bersekolah di tempat yang sama dari SMP hingga SMA, Yerin memang anak yang cerdas, tidak dengan aku, usia kami beda 5 tahun tapi jenjang pendidikan kami hanya beda 3 tahun. Sekolah mereka adalah sekolah yang memeliki gedung sama untuk SMP dan SMA dan menjadi salah satu sekolah terbaik di seoul.
" õppa, ayo berangkat aku sudah siap ” ajak Yerin
" ayo "
" õnni, aku pergi ya, cepatlah sembuh, sabtu ini kita pergi ke taman, iya kan õppa ?" Ryu hanya mengangguk
" baiklah, belajarlah dengan baik " ucap ku dingin
" oke " sambil mengakat jempolnya dan menggandengkan tangan nya di tangan Ryu.
Aku sangat kesal melihat nya, kenapa mereka sangat dekat, aku harus berbuat sesuatu sebelum terlambat.
Hari pun berlalu, hari ini adalah hari dimana kami akan pergi ke taman aku sudah siap sejak pagi, aku sedikit bedandan untuk menarik perhatian Ryu, aku tau dia sangat menyukai gadis yang lembut dan feminim, maka aku melakukan sebisa untuk menjadi seleranya.
" Hana " suara Ryu membuyarkan lamunanku
" ah kau mengagetkan ku "
" dimana Yerin ?" tanya Ryu
kenapa harus menanyakan Yerin, apa tidak bisa kita pergi hanya berdua ?
" ah aku akan memanggilnya, mungkin dia sedang bersiap " jawab ku sambil bangun dari duduk ku , belum aku melangkah Yerin berjalan menuju arah ku dan Ryu,
" Kenapa kamu masih belum siap ?" tanya ku meliha Yerin yang masih mengenakan baju tidur
" õnni dan õppa pergi saja, aku merasa tidak enak badan " jawab Yerin
mendengar ucapan Yerin hati ku sontak merasa sangat gembira. Aku dan Ryu akan pergi ke taman hanya berdua , ini sangat bagus, Terima kasih Yerin kamu telah sakit.
Mungkin terdengar jahat tapi itu lah yang ada dalam fikiran ku
" apa yang terasa sakit " tanya Ryu sambil memegang pipi Yerin, kesal sekali rasanya, ingin aku menjauhkan mereka.
" ah tidak apa - apa õppa, aku hanya sedikit lelah mempersiapkan ujian kali ini, kalian pergilah dan jangan lupa belikan aku permen jelly kesukaan ku ya õppa " ujar Yerin
" hemmm baik lah, cepat lah sembuh dan gantikan hari ini ,di sabtu depan " Yerin hanya mengangguk dan kami pun pergi menuju taman.
(** ditaman **)
" kotak apa yang kau bawa, kenapa isinya hanya surat - surat, dimana camilannya ?" tanya ku bingung, tapi saat aku memperhatikan lebih jelas aku tau dengan tulisan tangan itu, itu tulisan tangan Yerin, tulisan nya sangat rapi dan bagus, bahkan jauh di bandingkan tulisan tangan ku. Apa itu surat - surat balasan Yerin selama Ryu di Inggris. Bagaimana ini ?
" bukan kah itu tulisan tangan ku " ujar ku belaga kaget. Maaf Yerin aku menggantikan posismu agar aku bisa bersama dengannya
" ah jadi kamu yang membalas surat ku ?"
" iya " jawab ku singkat
" sudah ku duga, tulisan tangan mu sangat indah, tapi kenapa kamu memanggil ku õppa di surat, dan sekarang kau hanya memangil ku Ryu, seperti dulu "
" ah aku sangat malu untuk memanggil mu õppa secara langsung "
" kenapa ?"
" karena aku sudah menyukaimu, sejak sekolah dasar, tapi aku malu mengakui nya, dan aku fikir kau menyukai Yerin, karena kalian sangat dekat "
" aku menganggap Yerin sebagai adik ku, dan aku menyukai sifat yang yang ceria,membuat semua orang bahagia "
" begitulah dia " jawab ku dingin
" Hana seperti di surat, saat kita lulus kuliah, ayo mulai berkencan " ujar Ryu sontak membuat ku kaget bercampur bahagia
Dan aku refleks mengangguk mendengar pernyataan Ryu.
-------------------------------------------
Seoul 2012
Aku dan Ryu telah meyelesaikan kuliah kami, maka kami pun resmi berkencan, dan aku pulang kerumah bersama Ryu.
Di rumah aku melihat Yerin sedang menonton TV dengan õmma dan Helmõni.
Ryu menyapa Yerin seperti biasa, dan yerin bertanya kami dari mana bersama. Haha bukan kan ini kesempatan bagus untuk membuat Yerin menjauh dari Ryu.
Aku pun menjawab pertanyaan Yerin, yang benar saja jawaban ku membuat raut muka Yerin berubah 360 derajat, aku tau dia sangat kesedih dan kecewa sekarang.
Yerin pergi kekamar Helmõni, dan aku mendengar dia menangis, sebenarnya aku tak tega melihat dia menangis seperti itu, bagaimanapun dia adikku tapi cintaku pada Ryu tak bisa di gantikan.
Sudah Satu tahun sejak saat pernyataan ku itu, Yerin berubah 360 derajat bukan lagi Yerin yang ceria dan banyak bicara , dia menjadi Yerin yang pendiam dan selalu murung, aku sediki menyesal tapi nasi sudah memjadi bubur, dan rasa cintaku pada Ryu semakin besar karena perlakuan hangat nya, dan kami sudah melakukan itu, saat malam tahun baru, jadi aku tidak akan mungkin melepaskanya.
Dan beberapa bulan lagi kami akan menikah, Yerin tiba - tiba memutuskan untuk melanjutkan S2 di inggris, satu sisi aku sedih karena dia akan pergi jauh, di satu sisi aku bahagia karena kebohongan ku tidak akan pernah terbongkar.
Selama Yerin di Inggris, Ryu selalu menanyakan kabar nya pada ku dan aku membohongi Ryu bahwa Yerin sedang mulai berkencan dengan teman kuliah nya, sejak saat itu Ryu tak pernah menanyakan Yerin lagi.
Hingga tahun 2016 dimana Yerin kembali dari Inggris, kami makan bersama dan aku melihat Yerin selalu melirik ke arah Ryu membuat ku jengah dengan pandangannya yang penuh cinta pada Ryu.
Hingga aku membuka mulut untuk bertanya prihal lelaki yang dekat dengan nya saat di inggris, aku begitu kaget mendengar jawaban Yerin yang mengatakan mereka hanya teman, tiba - tiba entah kenapa raut wajah Ryu berubah seperti lega, apa Ryu menyukai Yerin ?
Yerin begitu marah mendengar aku dan õmma menyuruh nya bekencan, dan dia mengatakan sudah ada pria yang dia cintai, sejenak jantung ku berdegup kencang akan kah Yerin mengatakan bahwa pria yang dia cintai adalah Ryu ?
Saat aku melirik ke arah Ryu sorot matanya menunjukan rasa kecewa mendengar ucapan Yerin, dan Yerin langsung pergi ke kamar nya.
Bagus lah dia tidak mengatakannya.
Maafkan aku Yerin tapi aku tidak akan pernah melepaskan Ryu, di tambah aku sedang mengadung anak nya, dan aku tidak mau berbagi cinta Ryu dengan siapapun, jadi enyah lah dari pandangan Ryu.
POV KANG YERIN" Selamat pagi Nona Kang "" Selamat pagi Paman Yu "
Seoul 2016POV KANG YERINAku sudah berada di Bandara Incheon 2 jam yang lalu, kali ini aku sedang menunggu keluarga ku untuk menjemput, aku tidak bisa menghubungi mereka karena daya HP ku habis, aku hanya berkata d
Nama ku Kang Yerin, margaku Kang yang berarti kesejahteraan dan namaku Yerin yang artinya Kuat,mungkin itu adalah satu do'a dari orang tua ku agar aku selalu kuat menjalanin kehidupan.Tapi Aku saat ini aku merasa hati ku tak sekuat namaku.Pasalnya aku telah menikah dengan orang ya