LOGINSehari setelah pertemuan dengan Mo Lian Yi, tersebar kabar bahwa Feng Xian Wu dan Mo Lian Yi telah memutuskan pertunangan secara informal, semua orang mulai membicarakan bahwa Feng Xian Wu memang tak pantas menjadi tunangan putra mahkota, betapa malangnya jendral Feng Li yang dihormati harus memiliki cucu seperti Feng Xian Wu dan lain sebagainya bahkan ada yang menyatakan wajah Feng Xian Wu hancur karena beberapa hal menyebabkan ia menjadi malu untuk menjadi tunangan Mo Lian Yi. Rumor beredar secepat suara di dalam kota. Tapi tak ada seorangpun dikediaman Feng yang terpengaruh, walaupun samar para penjaga dan pelayan di kediaman Feng menyadari bahwa sikap Miss muda mereka telah berubah sejak beberapa hari yang lalu. Sebagian besar pelayan di kediaman Feng telah melihat nona muda mereka dari lahir, walaupun tak ada kasih sayang sekuat Feng Li tapi masih ada rasa kasih murni kepada nona muda mereka itu.
Disisi lain, Feng Xian Wu yang menjadi topik utama pembacaraan sedang sibuk dengan dunianya sendiri di dalam ruang kerjanya. Feng Tian Yi seperti biasa berdiri di samping ruangan memperhatikan Feng Xian Wu yang sedang bekerja dengan serius, ini telah menjadi hobi barunya untuk memperhatikan setiap tindakan yang dilakukan Feng Xian Wu.
Satu hari itu dilalui Feng Xian Wu dengan lancar, tanpa satupun hambatan yang berarti. Kecuali dengan Feng Tian Yi, kakak barunya yang aneh ini terus menerus menempel pada Feng Xian Wu seperti lem.
Tapi kemudian Feng Tian Yi lagi-lagi menghilang dan hanya meninggalkan sepucuk surat untuk Feng Xian Wu
'Wu-er aku akan keluar lagi untuk beberapa hari'
°°°
Keesokan harinya
Seluruh istana kerajaan disibukkan oleh persiapan perjamuan, tak sedikit dari para bangsawan melakukan persiapan diri selama berjam-jam demi menampilkan penampilan terbaik mereka di perjamuan nanti.
Disisi lain, kediaman Feng tetap menjaga ketenangannya. 35 menit sebelum perjamuan dimulai, Feng Li sudah mempersiapkan dirinya. Pakaian formal seorang jendral melekat pada dirinya menampakkan maskulinitas dan kegagahan nya.
Ia menunggu Feng Xian Wu untuk pergi bersamanya ke perjamuan, setelah menunggu sekitar 5 menit. Ia akhirnya melihat cucunya keluar dan tak bisa menyembunyikan keterkejutannya melihat Feng Xian Wu. Jejak nostalgia dan bangga menyelimuti hatinya saat melihat Feng Xian Wu. Cucunya telah tumbuh menjadi lebih dewasa.
"Sangat indah, seperti yang diharapkan dari cucuku" puji Feng Li dengan nada penuh rasa bangga.
Mendengar pujian Feng Li, bibir Feng Xian Wu tanpa sadar membuat senyum meningkatkan keindahannya.
Tanpa menunda waktu lebih lama lagi mereka lalu pergi ke istana menggunakan gerbong kuda hitam yang terlihat sederhana namun memiliki kemegahan dan rasa elegan di dalamnya.
Jarak antara kediaman Feng dan istana utama kerajaan tak bisa dikatakan dekat tapi juga sebaliknya, membutuhkan sekitar 20 menit untuk sampai kesana menggunakan kereta kuda. Sepanjang jalan, Feng Xian Wu melirik keluar melihat pemandangan semarak kota. Pemandangan itu sedikit berbeda dari pemandangan yang sering ia lihat di dunia modern, antusiasme para penjual, para penduduk dan pendatang terasa sangat hidup. Ia tak dapat melihat gelandangan atau pengemis di jalan atau lorong-lorong kota yang biasa ia lihat di dunia modern.
Ini adalah kota yang damai, kerajaan yang baik, pikir Feng Xian Wu sambil terus memandangi kota di sepanjang perjalanan setelah puas ia lalu makan cemilan bersama Feng Li di dalam kereta.Setelah beberapa saat mereka akhirnya bisa melihat gerbang istana dari jarak beberapa meter. Jamuan besar ini mengundang banyak bangsawan untuk hadir mengakibatkan kemacetan di sepanjang jalan. Feng Xian Wu sekali lagi melihat keluar dan memperhatikan sekitar.
Gerbang itu lumayan besar dengan hiasan emas diatasnya. Banyak bangsawan yang datang bersama dengan anak mereka ke perjamuan kali ini.
Saat Feng Xian Wu melihat sekeliling, ia sedikit penasaran dengan tamu terhormat yang datang ke kerajaan Yue, sebuah kerajaan Yue yang kecil ini yang bahkan belum mencapai usia 200 tahun dan raja membuat perjamuan mewah untuk menyambut mereka, ini sedikit menarik tapi setelah semua itu hal tersebut tak ada hubungannya dengannya, Feng Xian Wu. Ia hanya berharap menjalani kehidupan damai bersama dengan kakek barunya yang menyayanginya.
Setelah beberapa lama, akhirnya mereka memasuki wilayah luar istana. Sebelum turun dari kereta Feng Xian Wu memakai cadar hingga menutupi separuh wajahnya, hanya menyisahkan mata cerahnya yang indah. Feng Li bingung melihat tindakannya tapi melihat cucunya tak berniat menjelaskan, ia memilih untuk diam.
Karena kereta kuda itu tak diizinkan untuk masuk ke istana lebih jauh lagi, Feng Xian Wu, Feng Li dan para bangsawan lainnya hanya bisa berjalan bersama masuk ke dalam aula perjamuan.
Di dalam aula perjamuan, beberapa orang sudah mengambil tempat sesuai dengan posisi mereka masing-masing, tempat para bangsawan wanita dan pria itu dipisahkan di sebelah kiri dan kanan aula, mereka saling berhadapan mirip dengan drama kerajaan yang sering dilihat Feng Xian Wu di dunia modern dulu.
Aula itu dihiasi dengan sangat meriah dan mewah, jika Feng Xian Wu tak tahu salah satu tujuan awal perjamuan ini ia akan mengira bahwa yang terjadi sekarang adalah perayaan ulang tahun salah seorang anggota inti kerajaan.
Feng Li berjalan lurus kearah tempatnya dan duduk tepat dibawah singgasana raja. Feng Xian Wu tak mengikuti kakeknya dan memilih tempatnya sendiri untuk duduk.
Menurut ingatan pemilik sebelumnya, ia jarang mengikuti acara-acara seperti ini ia hanya sesekali hadir tapi ia memiliki pengetahuan umum untuk tempat duduk berdasarkan statusnya.
Di setiap meja sudah disediakan makanan dan minuman untuk para tamu, Feng Xian Wu mendapati bahwa makanan dan minuman yang disajikan seperti kue masih hangat seperti baru keluar dari oven berkat Qi tipis yang mengelilingi setiap hidangan yang ada.
Feng Xian Wu mengambil makanan itu dan memberikan kue-kue itu kepada Bai Ze, sama sekali tak berniat menikmati makanan itu. Ia hanya memperhatikan sekeliling dengan tenang tanpa niat bergabung dengan percakapan para gadis disekitarnya.
Feng Xian Wu mendapati ada beberapa orang yang hanya melirik kearahnya dan beberapa diantaranya membicarakan tentang dirinya. Karena dirinya sudah berkultivasi, setiap panca inderanya meningkat secara signifikan sehingga ia pembicaraan mereka mencapai telinganya.
"Hei, bukankah itu nona muda dari manor Feng? Kenapa ia memakai cadar? Apakah rumor tentang wajahnya yang hancur itu adalah benar?" Kata salah satu nona muda kepadanya yang lain.
"Haha, jika rumor itu memang benar maka Miss muda sombong itu telah mendapat ganjaran akan tindakannya di masa lalu"
"Ya ya, aku sempat merasa kasihan pada pangeran mahkota kita yang luar biasa itu harus bertunangan dengan miss muda tak berguna seperti dia"
"Haha ya, kau benar. Itu benar-benar seperti bunga mempesona yang jatuh pada kotoran sapi"
Mereka membicarakan Feng Xian Wu dengan nada penuh cemoohan.
Mendengar itu Feng Xian Wu, terus memberikan makan kepada Bai Ze. Terlihat sangat tenang, seolah yang objek pembicaraan mereka bukanlah ia tapi orang lain.
Walaupun Feng Xian Wu tak merespon sama sekali, tapi Bai Ze melirik tajam kearah para manusia tak tahu malu yang menghina tuannya itu. Ia mengingat setiap wajah mereka, sambil dengan senang hati menerima makanan dari tangan tuannya. Hm... Ini akan menjadi lebih menyenangkan saat aku membalas setiap manusia tak tahu malu yang menghina tuannya itu.
Setelah menunggu sekitar setengah sichen*, terdengar suara lantang dan nyaring dari salah seorang penjaga di luar. Mengumumkan kedatangan para protagonist hari ini yang telah ditunggu-tunggu.
*1 jam"RAJA MEMASUKI AULA...
RATU MEMASUKI AULA...
PANGERAN MAHKOTA MEMASUKI AULA...
PANGERAN KEDUA MEMASUKI AULA...
PUTRI PERTAMA MEMASUKI AULA...
MASTER PENG, MEDICAL CLOUD SECT MEMASUKI AULA...
MASTER XU, WU HONG ACADEMY MEMASUKI AULA...
MASTER LI, WU HONG ACADEMY MEMASUKI AULA..."
Setelah selesai mengumumkan semuanya, semua orang di aula berdiri untuk menyambut mereka. Mereka memasuki aula dengan penuh kemegahan.
Saat raja memasuki ruangan, Feng Xian Wu dapat merasakan tekanan samar pada tubuhnya, tapi itu tak berdampak banyak padanya, jika itu adalah dirinya di masa lalu tanpa energi kultivasi sedikitpun bisa dipastikan tubuhnya tak akan bisa menahan itu. Ia lalu melihat kearah raja, yang sedang menatapnya. Ia dapat melihat kilas kejutan melintas di mata sang raja. Sebuah pemikiran melintas dikepalanya melihat reaksi sang raja. Apakah dia sedang mengujiku? Tapi untuk apa?
Setelah memikirkan beberapa spekulasi, hanya bisa melirik sekali lagi ke arah raja lalu mengalihkan pandangannya pada yang lain.Para tamu undangan lainnya menghela nafas kagum melihat raja dan yang lainnya.
Raja, Mo Huang Li memakai Jubah emas dengan bordir naga diatasnya. Walaupun sudah berumur 40-an, penampilannya masih terlihat seperti pemuda berumur 20 tahun. Wajah tampannya membuat banyak wanita memerah ditempat, sayangnya raja ini hanya menerima 1 orang sebagai pasangan hidupnya yaitu ratu yang sekarang yang adalah ibu Mo Lian Yi.
Ratu, Xue Lian Yi memakai jubah emas yang serasi dengan yang dipakai raja dengan bordir Phoenix indah diatasnya. Wajahnya yang cantik dan menggoda, tubuhnya yang menggoda seperti gitar spanyol tak membuatnya terlihat seperti seorang p*lacur, senyum lembut diwajahnya, membuatnya seperti bunga peony yang cantik, tapi disaat yang bersamaan ia mengeluarkan aura sedingin es yang sulit didekati membuatnya memiliki pesonanya sendiri.
Mo Lian Yi memakai jubah emas dan hitam, wajahnya yang tanpa ekspresi menampilkan kesan dingin dan mewah.
Pangeran kedua, Mo Li Yu memiliki kesan yang berkebalikan dengan kakaknya, Mo Lian Yi. Dia memiliki senyum memikat di wajah tampannya, mata persiknya yang memikat dan kepribadian yang lebih mudah didekati membuat reputasinya lebih tinggi daripada Mo Lian Yi.
Disisi Mo Li Yi terdapat putri tunggal kerajaan Yue saat ini, Mo Xue Tang. Dengan wajah imut dan sikap polos yang ditunjukkannya membuat siapapun ingin melindunginya.
Lalu Master Peng, Xu, dan Li adalah tokoh besar dari sekte dan akademy yang tak seorangpun yang ingin menjadi lawan mereka. Apalagi kerajaan kecil yang baru seperti kerajaan Yue ini.
Setelah setiap dari mereka duduk di tempatnya masing-masing, raja lalu memberi tanda membiarkan setiap orang untuk duduk kembali.
Sebelum Mo Huang Li dapat mengatakan sesuatu, Mo Lian Yi sudah berdiri terlebih dahulu lalu memberi hormat ke Mo Huang Li.
"Ayah kekaisaran, anakmu ini ingin mengumumkan sesuatu sebelum perjamuan ini dimulai"
Sehari setelah pertemuan dengan Mo Lian Yi, tersebar kabar bahwa Feng Xian Wu dan Mo Lian Yi telah memutuskan pertunangan secara informal, semua orang mulai membicarakan bahwa Feng Xian Wu memang tak pantas menjadi tunangan putra mahkota, betapa malangnya jendral Feng Li yang dihormati harus memiliki cucu seperti Feng Xian Wu dan lain sebagainya bahkan ada yang menyatakan wajah Feng Xian Wu hancur karena beberapa hal menyebabkan ia menjadi malu untuk menjadi tunangan Mo Lian Yi. Rumor beredar secepat suara di dalam kota. Tapi tak ada seorangpun dikediaman Feng yang terpengaruh, walaupun samar para penjaga dan pelayan di kediaman Feng menyadari bahwa sikap Miss muda mereka telah berubah sejak beberapa hari yang lalu. Sebagian besar pelayan di kediaman Feng telah melihat nona muda mereka dari lahir, walaupun tak ada kasih sayang sekuat Feng Li tapi masih ada rasa kasih murni kepada nona muda mereka itu.Disisi lain, Feng Xian Wu yang menj
Sehari setelah pertemuan dengan Mo Lian Yi, tersebar kabar bahwa Feng Xian Wu dan Mo Lian Yi telah memutuskan pertunangan secara informal, semua orang mulai membicarakan bahwa Feng Xian Wu memang tak pantas menjadi tunangan putra mahkota, betapa malangnya jendral Feng Li yang dihormati harus memiliki cucu seperti Feng Xian Wu dan lain sebagainya bahkan ada yang menyatakan wajah Feng Xian Wu hancur karena beberapa hal menyebabkan ia menjadi malu untuk menjadi tunangan Mo Lian Yi. Rumor beredar secepat suara di dalam kota. Tapi tak ada seorangpun dikediaman Feng yang terpengaruh, walaupun samar para penjaga dan pelayan di kediaman Feng menyadari bahwa sikap Miss muda mereka telah berubah sejak beberapa hari yang lalu. Sebagian besar pelayan di kediaman Feng telah melihat nona muda mereka dari lahir, walaupun tak ada kasih sayang sekuat Feng Li tapi masih ada rasa kasih murni kepada nona muda mereka itu.Disisi lain, Feng Xian Wu yang menj
Mendengar penolakan Feng Xian Wu, semua orang mengubah ekspresi mereka masing-masing.Feng Tian Yi yang paling dekat dengan Feng Xian Wu merasakan bahwa perasaan tak mengenakkan itu makin bertambah. Kenapa ia menolak? apakah Wu-er ingin terus menjadi pasangan Mo-apalah itu?!Suhu disekitarnya mulai turun beberapa derajat lagi.Mo Lian Yi sudah mempertimbangkan berbagai macam kemungkinan, tapi tak mengharapkan kenihilan ekspresi Feng Xian Wu setelah semua.Mo Lian Yi ingin mengatakan sesuatu untuk membalasnya, tapi Feng Xian Wu telah membuka mulutnya terlebih dahulu."Tapi yang mulia tenang saja, Objek ini setuju untuk pembatalan pertunangan," jelas Feng Xian Wu. Feng Xian Wu merasakan emosi negatif dalam tubuhnya telah berkurang sedikit. Apakah ia* ingin dirinya membalaskan perbuatan Mo Lian Yi sebelumnya?
Keesokan paginya, Feng Li telah menyiapkan ruang kerja sendiri untuk Feng Xian Wu lengkap dengan berbagai tanaman herbal, dan alat-alat yang dibutuhkan Feng Xian Wu di dalamnya.Feng Xian Wu agak terkejut melihat hal ini. Efisiensi kediaman Feng tak kalah dengan efisiensi orang-orang di dunia modern. Pujinya dalam hati.Feng Xian Wu lalu langsung menggunakan ruang kerja tersebut, ada beberapa bahan yang tak ada, tapi hal itu bisa ia temukan di ruang rahasia. Lalu Feng Xian Wu melakukan langsung melakukan eksperimen di ruang kerjanya.Bai Ze yang melihat tuannya tenggelam dalam dunianya sendiri hanya bisa menghela nafas, ini adalah penampilan yang sangat akrab baginya. Di kehidupan sebelumnya, selain melakukan beberapa hal di luar seperti menjalankan misinya, Feng Xian Wu biasanya hanya mengurung dirinya di ruang kerja tanpa mengenal waktu. Karena tak a
Setelah beberapa lama berkultivasi didalam ruang rahasia, Feng Xian Wu memutuskan untuk keluar meninggalkan Bai Ze yang sedang asik sendiri dengan tanaman di ruang rahasia.Saat Feng Xian Wu keluar, ia mendapati bahwa hari sudah menjelang malam dan disaat yang bersamaan seorang pelayan datang dan membawanya kepada kakek yang menunggunya di ruang makan. Ia agak terkejut sekaligus bingung, kenapa kakek tiba-tiba mengajaknya untuk makan malam bersama setelah kejadian kurang mengenakkan pagi tadi?Tapi kemudian Feng Xian Wu mendapati bahwa kakeknya sepertinya ingin meminta maaf akan kejadian tadi pagi dan... Entah bagaimana hubungan cucu-kakek ini menjadi lebih baik dari sebelumnya. Entah itu dikarenakan keinginan pemilik(Feng Xian Wu) sebelumnya yang sebelumnya atau Feng Xian Wu sendiri.Ditengah makan malam mereka, sesosok keindahan telah berdiri di depan pintu tanpa disadari siapap
Feng Xian Wu perlahan membuka matanya, melihat kearah kucing putih, Bai Ze yang memandangnya dengan penuh rasa cemas."Meow!" Nona kau membuatku cemas setengah mati!Melihat Bai Ze yang mengeluhkan kekhawatirannya tanpa henti kepadanya, tapi matanya dipenuhi kelegaan dan rasa syukur membuat Feng Xian Wu merasa manis dan bingung disaat yang sama. Kenapa ia terus mengeluh saat dia merasakan sebaliknya?Tapi Feng Xian Wu memilih tuk tak menyuarakan pikirannya itu melihat Bai Ze yang tanpa henti mengoceh. Setelah beberapa saat Bai Ze masih terus berceloteh Feng Xian Wu mengerutkan keningnya, merasa terganggu."Berisik"Mendengar nada dingin nonanya, Bai Ze akhirnya menutup mulutnya. Bai Ze membuka mulut kecilnya lagi ingin mengatakan sesuatu, tapi Feng Xian Wu melirik kearah Bai Ze dengan tak acuh."Aku ingat kau tak seberisik ini dulu."Mendengar perkataan Feng Xian Wu