LOGINSetelah beberapa lama berkultivasi didalam ruang rahasia, Feng Xian Wu memutuskan untuk keluar meninggalkan Bai Ze yang sedang asik sendiri dengan tanaman di ruang rahasia.
Saat Feng Xian Wu keluar, ia mendapati bahwa hari sudah menjelang malam dan disaat yang bersamaan seorang pelayan datang dan membawanya kepada kakek yang menunggunya di ruang makan. Ia agak terkejut sekaligus bingung, kenapa kakek tiba-tiba mengajaknya untuk makan malam bersama setelah kejadian kurang mengenakkan pagi tadi?
Tapi kemudian Feng Xian Wu mendapati bahwa kakeknya sepertinya ingin meminta maaf akan kejadian tadi pagi dan... Entah bagaimana hubungan cucu-kakek ini menjadi lebih baik dari sebelumnya. Entah itu dikarenakan keinginan pemilik(Feng Xian Wu) sebelumnya yang sebelumnya atau Feng Xian Wu sendiri.Ditengah makan malam mereka, sesosok keindahan telah berdiri di depan pintu tanpa disadari siapapun, dia memiliki senyum tipis diwajahnya melihat sosok yang sedang sibuk memakan makanannya.
Setelah beberapa saat memandangi wajah Feng Xian Wu, dia lalu mengetuk pintu. Semua orang sontak melihat kearahnya. Feng Xian Wu mengerutkan kening melihat dia, merasa tak senang.
Melihat Feng Xian Wu yang mengerutkan kening saat melihatnya, dia merasa sedikit tak senang.
'apakah Xiao Wu tak menyukaiku?'Dia hanya bisa menahan perasaan tak menyenangkan itu, dan berjalan menuju Feng Li. Memberi senyum menawan yang tak sampai dimata*.
*Senyum palsu tanpa ketulusan :)"Tian Yi menyapa kakek" kata Feng Tian Yi dengan alami.
Mendengar perkataannya, Feng Xian Wu melirik tajam kearahnya tapi Feng Tian Yi seperti tak menyadari tatapan tajam dari Feng Xian Wu.
Feng Li seperti tak merasa ada yang aneh dengan salam Feng Tian Yi, dia hanya mengangguk sebelum membiarkan Feng Tian Yi bergabung untuk makan malam, dia duduk tepat di depan Feng Xian Wu.
"Wu-er kenalkan dia adalah Tian Yi, aku mengangkatnya menjadi cucu angkatku di militer setahun yang lalu. Panggil dia Tian Yi-ge," jelas Feng Li dengan lembut kearah Feng Xian Wu.
"Ya, Kakek," angguk Feng Xian Wu sambil melirik kearah Feng Tian Yi yang masih memiliki senyum memikat diwajahnya. "Salam kenal ...Tian Yi-ge*?"
*Gege=big brother"Ya, salam kenal Wu-er" senyum di wajah Feng Tian Yi tak berubah saat melihat mata Feng Xian Wu yang perlahan menjadi semakin dingin menatapnya.
Melihat entah bagaimana suasananya menjadi sedikit canggung, Feng Li hanya bisa menyuruh mereka melanjutkan makan malam untuk menghindari kecanggungan yang lebih lama.
Melihat maksud kakeknya, Feng Xian Wu hanya bisa melepaskan sejenak segala pemikirannya dan fokus ke makanannya. Feng Tian Yi yang membaca situasi, tak lagi terus terusan memandang kearah Feng Xian Wu dan memutuskan untuk makan.
Beberapa saat kemudian, ketiganya menyelesaikan acara makan mereka. Saat Feng Li hendak berbicara untuk memulai percakapan, Feng Xian Wu sudah membuka mulutnya terlebih dahulu.
"Kakek, aku ingin belajar kedokteran"
Mendengar perkataan cucunya itu, Feng Li terkejut sesaat kemudian disusul rasa gembira dari dalam hatinya. Cucunya yang selalu bersikap manja dan semaunya dalam ingatannya ingin mempelajari sesuatu.
"Kenapa tiba-tiba ingin mempelajari kedokteran?" Tanya Feng Li, walaupun ia gembira, ia tetap harus memastikan apakah cucunya serius ingin mempelajari suatu hal apalagi ini adalah kedokteran, bidang yang tak akan bisa dicapai hanya dengan usaha setengah hati.
"Kakek tahu rumor yang beredar bahwa aku sampah dalam berkultivasi, karena tak bisa itu, maka aku akan menjadi yang terbaik dalam bidang kedokteran." Ucap Feng Xian Wu setengah berbohong tanpa rasa bersalah. Sekarang ia bisa berkultivasi, tapi bukan berarti hal ini bisa disebarluaskan begitu saja mengetahui bahwa kekuatannya sendiri belum cukup kuat untuk bisa dibanggakan. Maka dari itu Feng Xian Wu menunggu waktu yang tepat untuk menunjukkan taringnya demi melindungi dirinya. Ditambah jika dirinya sendiri langsung menunjukkan kemampuannya tanpa penjelasan yang jelas, itu hanya akan menambah masalah yang tak diperlukan.
Mendengar perkataan Feng Xian Wu, Feng Tian Yi hanya bisa menahan senyumnya, melihat tingkat kultivasi Feng Xian Wu yang sengaja disembunyikannya. Beberapa hari yang lalu dia memang tanpa kultivasi, hanya manusia biasa, tapi sekarang dia telah mencapai tahap ini, jika kucing kecil ini mengatakan ia sampah kultivasi? Jika ia adalah sampah maka siapa yang berani menyebut dirinya jenius?
Walaupun Feng Tian Yi memiliki pemikiran seperti itu, tapi bagi Feng Li yang tak benar-benar melihat kebenaran nya mempercayai perkataan cucunya itu dan merasa terharu. Ya! Jika cucunya tak bisa berkultivasi maka masih banyak jalur lain dan dokter adalah pekerjaan mulia yang dihormati oleh banyak orang, jika cucunya menjadi dokter maka siapa di kerajaan ini yang masih berani merendahkan cucunya.
Feng Li lalu langsung menyetujui permintaan Feng Xian Wu, lalu meninggalkan Feng Xian Wu dan Feng Tian Yi di ruang makan demi mempersiapkan semua keperluan Feng Xian Wu.
Melihat kakeknya yang begitu bersemangat, Feng Xian Wu merasa sedikit bersalah telah membohonginya tapi juga merasa tersentuh disaat yang bersamaan. Kapan dia pernah mendapatkan perlakuan tulus dari orang-orang disekitarnya di masa lalu?
Feng Tian Yi melihat kearah Feng Xian Wu yang masih memandang kearah pintu tempat kakek pergi sambil sedikit melamun, Feng Tian Yi mendapatkan sedikit kejutan karena wajah dingin dan tanpa ekspresi Feng Xian Wu seperti sedikit mencair memperlihatkan senyum tipis yang hampir tak terlihat membuat Feng Xian Wu meningkatkan pesonanya tanpa sadar.
Setelah beberapa detik, Feng Xian Wu menghadapkan dirinya kearah Feng Tian Yi, senyumanya telah menghilang dari wajahnya menyisahkan dirinya yang dingin, tanpa satupun kehangatan melekat menatap orang di hadapannya.
"Apa yang kau lakukan pada kakek?" Tanya Feng Xian Wu dingin. Bai Ze yang berada di samping Feng Xian Wu merasa bahwa suhu disekitarnya seperti turun beberapa derajat.
"Hm? Aku tak begitu mengerti maksud Wu-er. Apakah yang kau maksud adalah saat aku sedikit bermain dengan ingatan kakek atau seluruh orang di kediaman Feng? Jika itu masalahnya maka~ jika kau bersikap baik maka itu akan menjadi baik-baik saja jika Wu-er tak melakukan hal hal lain" kata Feng Tian Yi dengan senyum disertai nada ambigu menatap Feng Xian Wu, matanya yang dalam membuat emosinya sulit untuk dibaca tapi Feng Xian Wu mengerti bahwa ia sedang dalam keadaan yang kurang menguntungkan dan orang di depannya sedang mengancamnya secara terang terangan.
"Apa yang kau mau? Apa tujuanmu?" Tanya Feng Xian Wu.
"Bukankah aku sudah pernah mengatakannya, aku akan tetap disini untuk menghilangkan kebosanan" jawab Feng Tian Yi menatap lurus ke wajah Feng Xian Wu dengan wajah serius, seolah yang dikatakannya benar-benar sesuatu yang penting.
Mendengar alasannya, Feng Xian Wu kehilangan kata-kata untuk membalas. Apa kau yakin ingin menghilang kebosanan? Dengan memanipulasi ingatan orang-orang dari kediaman Feng?
"Baiklah, asalkan kau tak menyakiti orang-orang ku maka itu akan baik-baik saja" kata Feng Xian Wu dingin, tak bermaksud melonggarkan penjagaannya terhadap pria aneh di hadapannya ini.
"Baiklah" Feng Tian Yi langsung menyetujui nya, itu perkara mudah.
Mendengar jaminan dari Feng Tian Yi terhadap Feng Xian Wu, Bai Ze merasakan bahwa udara disekitarnya tak lagi sedingin sebelumnya. Feng Xian Wu menatap lurus kearah pria di hadapannya itu, walaupun tak dapat dipercayai sepenuhnya tapi dia masih tipe orang yang memegang kata-katanya.
Feng Xian Wu lalu memutuskan untuk kembali ke kamarnya, menghiraukan pria tertentu yang masih berdiri di ruang makan tanpa niat untuk melangkah sedikitpun.
Feng San, penjaga bayangan Feng Tian Yi terkejut melihat sikap tuannya terhadap miss kediaman Feng itu. Tuan tak pernah memiliki sikap begitu lembut seperti ini,
bahkan jika tuan tersenyum maka hanya ada nasib buruk bagi mereka yang mendapatkannya. Miss Feng ini memang besikap tak sopan di depan tuannya, jika itu tuan yang biasanya maka Miss Feng sudah lama menjadi genangan darah lalu ada apa dengan sikap tuan hari ini? Lalu apakah itu ...Menebak niat tuannya, Feng San hanya bisa merasakan bulu kuduknya naik. Lalu diam-diam berdoa untuk Miss Feng yang malang itu.
Disisi lain, Feng Tian Yi yang tak mengetahui pikiran liar bawahannya masih saja berdiri di ruang makan sambil menatap arah perginya Feng Xian Wu sambil tersenyum tipis. Hm... aku harus menjadi big brother yang baik untuk adik baruku, wajah cantik dan potensinya itu akan menjadi sia-sia jika ia tetap menjadi sebuah balok es, jadi sebagai big brothernya aku harus berusaha keras mengubahnya menjadi sesuatu yang indah dan hidup, ya itu benar. Hehe... Aku menjadi big brother Feng Xian Wu, perasaan baru ini terasa tak buruk.
Saat semua orang sedang asik dengan pemikiran mereka masing-masing, masih belum ada yang menyadari bahwa terjadi perubahan dalam pemerintahan kerajaan Yue ini.
Sehari setelah pertemuan dengan Mo Lian Yi, tersebar kabar bahwa Feng Xian Wu dan Mo Lian Yi telah memutuskan pertunangan secara informal, semua orang mulai membicarakan bahwa Feng Xian Wu memang tak pantas menjadi tunangan putra mahkota, betapa malangnya jendral Feng Li yang dihormati harus memiliki cucu seperti Feng Xian Wu dan lain sebagainya bahkan ada yang menyatakan wajah Feng Xian Wu hancur karena beberapa hal menyebabkan ia menjadi malu untuk menjadi tunangan Mo Lian Yi. Rumor beredar secepat suara di dalam kota. Tapi tak ada seorangpun dikediaman Feng yang terpengaruh, walaupun samar para penjaga dan pelayan di kediaman Feng menyadari bahwa sikap Miss muda mereka telah berubah sejak beberapa hari yang lalu. Sebagian besar pelayan di kediaman Feng telah melihat nona muda mereka dari lahir, walaupun tak ada kasih sayang sekuat Feng Li tapi masih ada rasa kasih murni kepada nona muda mereka itu.Disisi lain, Feng Xian Wu yang menj
Sehari setelah pertemuan dengan Mo Lian Yi, tersebar kabar bahwa Feng Xian Wu dan Mo Lian Yi telah memutuskan pertunangan secara informal, semua orang mulai membicarakan bahwa Feng Xian Wu memang tak pantas menjadi tunangan putra mahkota, betapa malangnya jendral Feng Li yang dihormati harus memiliki cucu seperti Feng Xian Wu dan lain sebagainya bahkan ada yang menyatakan wajah Feng Xian Wu hancur karena beberapa hal menyebabkan ia menjadi malu untuk menjadi tunangan Mo Lian Yi. Rumor beredar secepat suara di dalam kota. Tapi tak ada seorangpun dikediaman Feng yang terpengaruh, walaupun samar para penjaga dan pelayan di kediaman Feng menyadari bahwa sikap Miss muda mereka telah berubah sejak beberapa hari yang lalu. Sebagian besar pelayan di kediaman Feng telah melihat nona muda mereka dari lahir, walaupun tak ada kasih sayang sekuat Feng Li tapi masih ada rasa kasih murni kepada nona muda mereka itu.Disisi lain, Feng Xian Wu yang menj
Mendengar penolakan Feng Xian Wu, semua orang mengubah ekspresi mereka masing-masing.Feng Tian Yi yang paling dekat dengan Feng Xian Wu merasakan bahwa perasaan tak mengenakkan itu makin bertambah. Kenapa ia menolak? apakah Wu-er ingin terus menjadi pasangan Mo-apalah itu?!Suhu disekitarnya mulai turun beberapa derajat lagi.Mo Lian Yi sudah mempertimbangkan berbagai macam kemungkinan, tapi tak mengharapkan kenihilan ekspresi Feng Xian Wu setelah semua.Mo Lian Yi ingin mengatakan sesuatu untuk membalasnya, tapi Feng Xian Wu telah membuka mulutnya terlebih dahulu."Tapi yang mulia tenang saja, Objek ini setuju untuk pembatalan pertunangan," jelas Feng Xian Wu. Feng Xian Wu merasakan emosi negatif dalam tubuhnya telah berkurang sedikit. Apakah ia* ingin dirinya membalaskan perbuatan Mo Lian Yi sebelumnya?
Keesokan paginya, Feng Li telah menyiapkan ruang kerja sendiri untuk Feng Xian Wu lengkap dengan berbagai tanaman herbal, dan alat-alat yang dibutuhkan Feng Xian Wu di dalamnya.Feng Xian Wu agak terkejut melihat hal ini. Efisiensi kediaman Feng tak kalah dengan efisiensi orang-orang di dunia modern. Pujinya dalam hati.Feng Xian Wu lalu langsung menggunakan ruang kerja tersebut, ada beberapa bahan yang tak ada, tapi hal itu bisa ia temukan di ruang rahasia. Lalu Feng Xian Wu melakukan langsung melakukan eksperimen di ruang kerjanya.Bai Ze yang melihat tuannya tenggelam dalam dunianya sendiri hanya bisa menghela nafas, ini adalah penampilan yang sangat akrab baginya. Di kehidupan sebelumnya, selain melakukan beberapa hal di luar seperti menjalankan misinya, Feng Xian Wu biasanya hanya mengurung dirinya di ruang kerja tanpa mengenal waktu. Karena tak a
Setelah beberapa lama berkultivasi didalam ruang rahasia, Feng Xian Wu memutuskan untuk keluar meninggalkan Bai Ze yang sedang asik sendiri dengan tanaman di ruang rahasia.Saat Feng Xian Wu keluar, ia mendapati bahwa hari sudah menjelang malam dan disaat yang bersamaan seorang pelayan datang dan membawanya kepada kakek yang menunggunya di ruang makan. Ia agak terkejut sekaligus bingung, kenapa kakek tiba-tiba mengajaknya untuk makan malam bersama setelah kejadian kurang mengenakkan pagi tadi?Tapi kemudian Feng Xian Wu mendapati bahwa kakeknya sepertinya ingin meminta maaf akan kejadian tadi pagi dan... Entah bagaimana hubungan cucu-kakek ini menjadi lebih baik dari sebelumnya. Entah itu dikarenakan keinginan pemilik(Feng Xian Wu) sebelumnya yang sebelumnya atau Feng Xian Wu sendiri.Ditengah makan malam mereka, sesosok keindahan telah berdiri di depan pintu tanpa disadari siapap
Feng Xian Wu perlahan membuka matanya, melihat kearah kucing putih, Bai Ze yang memandangnya dengan penuh rasa cemas."Meow!" Nona kau membuatku cemas setengah mati!Melihat Bai Ze yang mengeluhkan kekhawatirannya tanpa henti kepadanya, tapi matanya dipenuhi kelegaan dan rasa syukur membuat Feng Xian Wu merasa manis dan bingung disaat yang sama. Kenapa ia terus mengeluh saat dia merasakan sebaliknya?Tapi Feng Xian Wu memilih tuk tak menyuarakan pikirannya itu melihat Bai Ze yang tanpa henti mengoceh. Setelah beberapa saat Bai Ze masih terus berceloteh Feng Xian Wu mengerutkan keningnya, merasa terganggu."Berisik"Mendengar nada dingin nonanya, Bai Ze akhirnya menutup mulutnya. Bai Ze membuka mulut kecilnya lagi ingin mengatakan sesuatu, tapi Feng Xian Wu melirik kearah Bai Ze dengan tak acuh."Aku ingat kau tak seberisik ini dulu."Mendengar perkataan Feng Xian Wu