Share

6| Secret room

Author: Megumin_DSG
last update publish date: 2020-09-07 15:47:10

Feng Xian Wu perlahan membuka matanya, melihat kearah kucing putih, Bai Ze yang memandangnya dengan penuh rasa cemas.

"Meow!" Nona kau membuatku cemas setengah mati!

Melihat Bai Ze yang mengeluhkan kekhawatirannya tanpa henti kepadanya, tapi matanya dipenuhi kelegaan dan rasa syukur membuat Feng Xian Wu merasa manis dan bingung disaat yang sama. Kenapa ia terus mengeluh saat dia merasakan sebaliknya?

Tapi Feng Xian Wu memilih tuk tak menyuarakan pikirannya itu melihat Bai Ze yang tanpa henti mengoceh. Setelah beberapa saat Bai Ze masih terus berceloteh Feng Xian Wu mengerutkan keningnya, merasa terganggu.

"Berisik"

Mendengar nada dingin nonanya, Bai Ze akhirnya menutup mulutnya. Bai Ze membuka mulut kecilnya lagi ingin mengatakan sesuatu, tapi Feng Xian Wu melirik kearah Bai Ze dengan tak acuh.

"Aku ingat kau tak seberisik ini dulu."

Mendengar perkataan Feng Xian Wu, Bai Ze hanya bisa merasa sangat dirugikan, tapi tak berani membalas dan hanya bisa meminta maaf. 

'Nona! Aku hanya tak memiliki topik untuk diperbincangkan dengan diri nona yang dulu...' teriak batin Bai Ze. Ia memang bukan pribadi yang pendiam seperti Feng Xian Wu, ia adalah kucing yang cenderung aktif daripada bersikap tenang seperti Feng Xian Wu. Saat Bai Ze pertama kali bertemu Feng Xian Wu, ia mengira Feng Xian Wu adalah anak yang bisu atau mungkin seorang autisme. 

Ia memiliki kepribadian yang begitu mantap dan emosi yang terkendali sejak usia dini, atau mungkin itu lebih tepat untuk mengatakan bahwa Feng Xian Wu memiliki terlalu sedikit emosi dalam dirinya. Hal ini sangat berhubungan erat dengan kurangnya kasih sayang dan interaksi Feng Xian Wu dengan sesamanya. Diri Feng Xian Wu yang dulu sangat menghemat kata, Bai Ze bahkan bisa menghitung berapa banyak kalimat yang Feng Xian Wu ucapkan dalam setahun dengan kedua kaki depannya.

Saat memasuki organisasi pembunuhan, Feng Xian Wu mulai sedikit belajar berinteraksi dan mempercayai orang lain. Itu membuat ekspresi di wajahnya sedikit terlihat lebih bervariasi, paling tidak selain wajah datarnya ia sesekali menunjukkan senyum tipis yang hampir tak terlihat atau emosi marah. Walaupun sangat sulit di bedakan, Bai Ze dapat melihat hal itu dengan jelas dan ia senang dengan perkembangan tuannya. Paling tidak sampai ia kehilangan orang yang dikasihaninya satu per satu lalu terakhir dikhianati oleh kedua orang yang tersisa untuk dipercayai. 

Mengingat hal itu, Bai Ze mulai merasa kesal tapi ia menahan dirinya untuk tak meledak dalam amarahnya. Bai Ze melirik ke wajah Feng Xian Wu yang masih memiliki ekspresi datar diwajahnya sedang merenungkan sesuatu dengan serius.

"Apa yang dipikirkan Xiao Wu hingga membuat wajah seserius itu? Hmm?"

Bai Ze melihat sesosok pria tampan yang tiba-tiba muncul entah darimana, hal ini membuat Bai Ze meningkatkan kewaspadaannya. Pria itu mencoba untuk memeluk Feng Xian Wu dari belakang, tapi sebelum ia bisa melakukannya dengan sempurna jarum berkilauan telah berada di ujung leher pria itu, hampir menusuk leher pria tersebut.

Melihat bahwa Feng Xian Wu begitu tanpa ampun, pria itu hanya bisa menjauhkan dirinya dari Feng Xian Wu dan duduk di berhadapan dengan Feng Xian Wu.

Feng Xian Wu hanya melihat pria itu dengan mata ungu indahnya yang sedalam lautan. Tak ada yang bisa menebak apa pikirannya, termasuk pria yang duduk didepannya sekarang, Feng Tian Yi.

Melihat sosok Feng Tian Yi yang berada di depan dirinya, Feng Xian Wu sedikit mengerutkan kening

"Aku benci bau darah," singkatnya.

Mendengar kata pertama yang dilontarkan Feng Xian Wu kepadanya, Feng Tian Yi sedikit terkejut, ia tak bisa membalas untuk beberapa saat. Sebelum datang ke kediaman Feng, Feng Tian Yi memastikan tak ada setitik darah pada dirinya dan apakah gadis ini menyebutkan tentang bau darah? Sungguh penciuman yang tajam.

Melihat Feng Xian Wu sepertinya tak memiliki niat untuk berada di ruangan yang sama dengannya lebih lama lagi, Feng Tian Yi hanya bisa memutuskan untuk pergi membersihkan dirinya sebelum bertemu Xiao Wu-nya lagi. Feng Tian Yi pergi tanpa menghiraukan kucing putih kecil yang menatapnya dengan tatapan penuh kewaspadaan dan ketakutan kepadanya. 

Melihat bahwa pria mengerikan itu sudah pergi, Bai Ze memutuskan untuk mengajukan puluhan pertanyaan kepada Feng Xian Wu. Apa yang terjadi selama ia koma? Siapa pria menakutkan itu? Kenapa hubungan batinnya dengan nona bisa terputus beberapa saat yang lalu? Dan bla bla bla...

Feng Xian Wu, hanya melirik ke arah Bai Ze menjelaskan beberapa dan menghiraukan yang lain. Feng Xian Wu memutuskan untuk memasuki ruang rahasia itu lagi bersama Bai Ze.

Bai Ze benar-benar memerlukan beberapa saat sebelum bisa mencerna segala sesuatu yang terjadi pada Nonanya. 

Di ruang rahasia, Xue menjelaskan beberapa hal tentang ruang rahasia.

Mendengar penjelasan Xue, Feng Xian Wu memiliki sedikit kejutan dimatanya.

Xue adalah seekor binatang mitologi kuno, Kirin. Lalu ruang rahasia ini seperti dimensi kecil atau mungkin ruangan ini sudah bisa disebut sebagai dunia kecil yang diciptakan oleh pemilik terdahulu ruangan ini, 10000 tahun yang lalu. Banyak rahasia yang terkandung dalam ruang rahasia ini yang bahkan untuk Xue yang telah tinggal beribu-ribu tahun disini tak dapat pecahkan, dan mungkin masih ada yang belum ia temui. Pemilik terdahulu ruang rahasia ini dikenal dengan sebutan Almighty Wu, karena alasan yang tak diketahui dia menghilang tanpa jejak meninggalkan segala miliknya termasuk Xue di dalamnya. Banyak orang yang mencari peninggalannya tapi tak akan ada yang menyangka bahwa peninggalan yang dicari-cari itu adalah di dalam jiwa seorang gadis kecil, Feng Xian Wu.

Saat Feng Xian Wu bertanya mengapa hal seperti ruang rahasia ini tertanam dalam jiwanya, Xue membeku sedetik sebelum menjawab dengan ringan 

"Aku juga tak tahu itu nona" sikap abnormal Xue itu tak lepas dari pengamatan Feng Xian Wu tapi melihat Xue yang mengalihkan pembicaraan dia tak mencoba mendorongnya untuk memberitahukannya. Setiap tindakan punya alasan, dan sepertinya alasan Xue menyembunyikan sesuatu dari Feng Xian Wu tak akan menyakitinya. 

Karena percakapan kedua orang itu, tak ada yang benar-benar memperhatikan bahwa Bai Ze yang berada di belakang Feng Xian Wu melihat Xue dengan tatapan aneh sejak tadi. Bai Ze merasakan perasaan akrab melihat Xue, tapi ia memiliki ingatan pernah bertemu dengan Xue bahkan jika mereka hanya bertemu sekali Bai Ze yakin ia akan bisa mengingat pria tampan seperti Xue. Bai Ze semakin merasa aneh, sejak ia datang ke dunia ini ia dapat merasakan perasaan asing dan akrab secara bersamaan, hubungan batinnya dengan Feng Xian Wu juga semakin menguat dari sebelumnya seolah sesuatu yang hilang dari Feng Xian Wu telah didapatkannya kembali setelah datang ke dunia ini.

Merasakan sakit kepala memikirkan semua hal rumit itu. Bai Ze memutuskan untuk tak memikirkannya lagi, baginya tak ada yang lebih penting dari kebahagiaan nonanya. Bai Ze lalu memutuskan untuk berkeliling di sekitar ruang rahasia.

Setelah sesi percakapan dengan Xue berakhir, Feng Xian Wu memutuskan untuk berkultivasi dan menemukan bahwa diruangan ini ia dapat menyerap berkali-kali lipat lebih baik daripada di dunia luar. Tapi semakin ia menyerap energi sekitar, semakin Feng Xian Wu mengerutkan keningnya. 

"Xue," panggil Feng Xian Wu, dan menghentikan dirinya sementara dari berkultivasi.

"Ya nona," jawab Xue tiba disampingnya.

"Aku menyerap energi disekitar, tapi aku merasa hanya sekitar 3% yang masuk ke dantianku," Feng Xian Wu sedikit mengerutkan kening, kebingungan.

Mendengar hal itu, Xue membeku beberapa detik sebelum memutuskan untuk berbicara, "nona ini.... Kurasa ada hubungannya dengan ruang rahasia"

"Apa maksudmu?" Tanya Feng Xian Wu semakin bingung, mungkinkah ruang rahasia ini mengambil energi yang ia serap? 

"..." Xue tak ingin membuat nonanya berfikir bahwa ruang rahasia ini merugikannya.

Feng Xian Wu melihat sekeliling dan mendapati bahwa ruang rahasia itu telah menjadi sedikit lebih besar, tanaman disekitar menjadi lebih besar dan terlihat lebih baik, ia lalu mengingat perkataan Xue saat pertama kali mereka bertemu lalu merasa bahwa ia telah mendapatkan jawabannya. Sepertinya tebakannya benar, tapi ia masih ingin memastikan kebenaran nya.

Feng Xian Wu lalu melihat kearah Xue yang masih diam seribu bahasa.

"Bicaralah" PerintahFeng Xian Wu datar.

"Itu... Nona sepertinya sudah menyadari bahwa ruangan ini menjadi sedikit lebih besar dari sebelumnya dan hal hal didalamnya termasuk energi disini menjadi lebih baik. Itu semua dikarenakan sistem yang sudah diciptakan tuanku Almighty Wu di ruang rahasia ini. Jadi saat nona berkultivasi disini akan ada energi yang ditransmisikan ke ruangan ini kembali dalam bentuk yang lebih baik lagi. Sebenarnya hal ini tak terlalu memengaruhi kemurnian energi dan isi ruang rahasia ini karena hal-hal seperti itu telah diatur untuk meningkat tiap bulan disini, tapi hal ini dilakukan pendahulu sebagai pengukur tingkat kekuatan dan hak akses sebagai pemilik ruang. Jadi....." Xue tak berani melanjutkan perkataannya melihat wajah Feng Xian Wu yang menjadi lebih dingin

Feng Xian Wu merasa bahwa hukum sistem yang diciptakan Almighty Wu ini berhasil membuat Feng Xian Wu nilai menurunkan evalusinya terhadapnya . Sungguh kekanak-kanakan.

Setelah beberapa saat, Feng Xian Wu memutuskan untuk melanjutkan kultivasinya tanpa menghiraukan Xue. Feng Xian Wu tak terlalu peduli lagi dengan hukum sistem yang diciptakan Almighty Wu. Karena segala sesuatunya tak pasti akan selalu menjadi begitu baik. Bahkan untuk ruang rahasia cheat ini. Entah ini berkat atau sebaliknya, tapi karena ini sudah ada ditangannya ia akan menggunakannya sebaik mungkin.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   10| Banquet

    Sehari setelah pertemuan dengan Mo Lian Yi, tersebar kabar bahwa Feng Xian Wu dan Mo Lian Yi telah memutuskan pertunangan secara informal, semua orang mulai membicarakan bahwa Feng Xian Wu memang tak pantas menjadi tunangan putra mahkota, betapa malangnya jendral Feng Li yang dihormati harus memiliki cucu seperti Feng Xian Wu dan lain sebagainya bahkan ada yang menyatakan wajah Feng Xian Wu hancur karena beberapa hal menyebabkan ia menjadi malu untuk menjadi tunangan Mo Lian Yi. Rumor beredar secepat suara di dalam kota. Tapi tak ada seorangpun dikediaman Feng yang terpengaruh, walaupun samar para penjaga dan pelayan di kediaman Feng menyadari bahwa sikap Miss muda mereka telah berubah sejak beberapa hari yang lalu. Sebagian besar pelayan di kediaman Feng telah melihat nona muda mereka dari lahir, walaupun tak ada kasih sayang sekuat Feng Li tapi masih ada rasa kasih murni kepada nona muda mereka itu.Disisi lain, Feng Xian Wu yang menj

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   10| Banquet

    Sehari setelah pertemuan dengan Mo Lian Yi, tersebar kabar bahwa Feng Xian Wu dan Mo Lian Yi telah memutuskan pertunangan secara informal, semua orang mulai membicarakan bahwa Feng Xian Wu memang tak pantas menjadi tunangan putra mahkota, betapa malangnya jendral Feng Li yang dihormati harus memiliki cucu seperti Feng Xian Wu dan lain sebagainya bahkan ada yang menyatakan wajah Feng Xian Wu hancur karena beberapa hal menyebabkan ia menjadi malu untuk menjadi tunangan Mo Lian Yi. Rumor beredar secepat suara di dalam kota. Tapi tak ada seorangpun dikediaman Feng yang terpengaruh, walaupun samar para penjaga dan pelayan di kediaman Feng menyadari bahwa sikap Miss muda mereka telah berubah sejak beberapa hari yang lalu. Sebagian besar pelayan di kediaman Feng telah melihat nona muda mereka dari lahir, walaupun tak ada kasih sayang sekuat Feng Li tapi masih ada rasa kasih murni kepada nona muda mereka itu.Disisi lain, Feng Xian Wu yang menj

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   9| Spoil (?)

    Mendengar penolakan Feng Xian Wu, semua orang mengubah ekspresi mereka masing-masing.Feng Tian Yi yang paling dekat dengan Feng Xian Wu merasakan bahwa perasaan tak mengenakkan itu makin bertambah. Kenapa ia menolak? apakah Wu-er ingin terus menjadi pasangan Mo-apalah itu?!Suhu disekitarnya mulai turun beberapa derajat lagi.Mo Lian Yi sudah mempertimbangkan berbagai macam kemungkinan, tapi tak mengharapkan kenihilan ekspresi Feng Xian Wu setelah semua.Mo Lian Yi ingin mengatakan sesuatu untuk membalasnya, tapi Feng Xian Wu telah membuka mulutnya terlebih dahulu."Tapi yang mulia tenang saja, Objek ini setuju untuk pembatalan pertunangan," jelas Feng Xian Wu. Feng Xian Wu merasakan emosi negatif dalam tubuhnya telah berkurang sedikit. Apakah ia* ingin dirinya membalaskan perbuatan Mo Lian Yi sebelumnya?

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   8| Pertemuan

    Keesokan paginya, Feng Li telah menyiapkan ruang kerja sendiri untuk Feng Xian Wu lengkap dengan berbagai tanaman herbal, dan alat-alat yang dibutuhkan Feng Xian Wu di dalamnya.Feng Xian Wu agak terkejut melihat hal ini. Efisiensi kediaman Feng tak kalah dengan efisiensi orang-orang di dunia modern. Pujinya dalam hati.Feng Xian Wu lalu langsung menggunakan ruang kerja tersebut, ada beberapa bahan yang tak ada, tapi hal itu bisa ia temukan di ruang rahasia. Lalu Feng Xian Wu melakukan langsung melakukan eksperimen di ruang kerjanya.Bai Ze yang melihat tuannya tenggelam dalam dunianya sendiri hanya bisa menghela nafas, ini adalah penampilan yang sangat akrab baginya. Di kehidupan sebelumnya, selain melakukan beberapa hal di luar seperti menjalankan misinya, Feng Xian Wu biasanya hanya mengurung dirinya di ruang kerja tanpa mengenal waktu. Karena tak a

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   7| Big brother

    Setelah beberapa lama berkultivasi didalam ruang rahasia, Feng Xian Wu memutuskan untuk keluar meninggalkan Bai Ze yang sedang asik sendiri dengan tanaman di ruang rahasia.Saat Feng Xian Wu keluar, ia mendapati bahwa hari sudah menjelang malam dan disaat yang bersamaan seorang pelayan datang dan membawanya kepada kakek yang menunggunya di ruang makan. Ia agak terkejut sekaligus bingung, kenapa kakek tiba-tiba mengajaknya untuk makan malam bersama setelah kejadian kurang mengenakkan pagi tadi?Tapi kemudian Feng Xian Wu mendapati bahwa kakeknya sepertinya ingin meminta maaf akan kejadian tadi pagi dan... Entah bagaimana hubungan cucu-kakek ini menjadi lebih baik dari sebelumnya. Entah itu dikarenakan keinginan pemilik(Feng Xian Wu) sebelumnya yang sebelumnya atau Feng Xian Wu sendiri.Ditengah makan malam mereka, sesosok keindahan telah berdiri di depan pintu tanpa disadari siapap

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   6| Secret room

    Feng Xian Wu perlahan membuka matanya, melihat kearah kucing putih, Bai Ze yang memandangnya dengan penuh rasa cemas."Meow!" Nona kau membuatku cemas setengah mati!Melihat Bai Ze yang mengeluhkan kekhawatirannya tanpa henti kepadanya, tapi matanya dipenuhi kelegaan dan rasa syukur membuat Feng Xian Wu merasa manis dan bingung disaat yang sama. Kenapa ia terus mengeluh saat dia merasakan sebaliknya?Tapi Feng Xian Wu memilih tuk tak menyuarakan pikirannya itu melihat Bai Ze yang tanpa henti mengoceh. Setelah beberapa saat Bai Ze masih terus berceloteh Feng Xian Wu mengerutkan keningnya, merasa terganggu."Berisik"Mendengar nada dingin nonanya, Bai Ze akhirnya menutup mulutnya. Bai Ze membuka mulut kecilnya lagi ingin mengatakan sesuatu, tapi Feng Xian Wu melirik kearah Bai Ze dengan tak acuh."Aku ingat kau tak seberisik ini dulu."Mendengar perkataan Feng Xian Wu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status