Share

5| Cultivation and Blood Contract

Penulis: Megumin_DSG
last update Tanggal publikasi: 2020-09-07 15:45:05

Feng Xian Wu yang menfokuskan perhatiannya pada Kultivasi nya tak menurunkan kewaspadaannya terhadap sekitar dan menyadari bahwa seseorang ada di depan pintu beberapa saat sebelum menutupnya, samar-samar ia bisa mendengar suara helaan nafas yang terasa akrab... Itu adalah kakek?

Menyadari bahwa kakeknya hanya datang dan melihat sebentar tanpa melakukan sesuatu, Feng Xian Wu lalu hanya menanggap itu sebagai angin lalu.

Ia terus menfokuskan pikirannya kepada Kultivasi nya, rasa sakit yang dialaminya mungkin adalah salah satu yang paling menyakitkan dibanding dengan berbagai hal yang ia alami di kehidupan lalunya.

Rasa sakit yang intens terus menerus meningkat. Itu benar-benar terasa menyakitkan, tapi Feng Xian Wu menahan dirinya untuk tetap tenang tanpa mengeluarkan satupun suara. Keringat dingin terus menerus membasahi dirinya. Feng Xian Wu sekarang terlihat seperti bermandikan keringat, nafasnya mulai tak stabil tapi ia mempertahankan fokusnya dalam berkultivasi tanpa menyadari bahwa ia benar-benar menyerap energi disekitarnya dengan kecepatan abnormal.

Samar-samar Feng Xian Wu merasakan sesuatu di dalam dirinya. Ia melihat secercah cahaya putih yang terlihat terus menerus menyerap energi yang ia serap untuk berkultivasi, kabut disekeliling dirinya menambah kesan misterius.

'Apakah ini jiwaku? Tapi sejak kapan jiwaku memiliki hal hal seperti ini?' pikir Feng Xian Wu sejenak sebelum memutuskan untuk mendekat kearah cahaya tersebut.

Sebelum sempat mengklarifikasi cahaya apa itu, cahaya itu sudah menarik diri Feng Xian Wu ke dalamnya.

°°°

Sedangkan disisi lain, seekor kucing putih yang sedang asik berjalan santai sambil membawa kantongan dengan mulut kecilnya itu, tiba-tiba berlari ke arah kediaman Feng dengan kecepatan tinggi.

'Kenapa tiba-tiba koneksiku terputus dengan Nona?! Apa yang sebenarnya terjadi?! Nona......! Kumohon, bertahanlah!'

°°°

Feng Xian Wu perlahan membuka matanya dan memperhatikan sekeliling. Feng Xian Wu berada di lingkungan yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Sebuah pohon besar berada di depannya, kebun tanaman herbal langka dan kabut tebal menutupi sekitar. Feng Xian Wu mencoba melewati kabut itu, tapi tak berhasil karena kabut itu seperti barrier yang tak dapat ditembus. Menyadari bahwa upayanya sia-sia, Feng Xian Wu memutuskan untuk menjelajahi sekitar.

Setelah beberapa menit, Feng Xian Wu tak menemukan apapun selain fakta bahwa tanaman disini memiliki kualitas yang sangat bagus. Ia belum pernah melihat tanaman yang begitu baik dibandingkan dengan ini.

"Hey, gadis kecil. Berhentilah bergerak seperti itu. Aku merasa lelah melihatnya." 

Suar malas nan mempesona terdengar dari atas pohon yang menjulang tinggi di tengah tempat tersebut.

Mendengar suara pihak lain, Feng Xian Wu langsung menjadi waspada.

'Sejak kapan ia ada di situ?'

Sesosok laki-laki jangkung tiba-tiba melompat dari atas pohon itu. Feng Xian Wu meningkatkan kewaspadaannya.

Sebagai pembunuh nomor 1 di kehidupan sebelumnya, Feng Xian Wu sangat jarang menemukan orang yang memiliki kemampuan diatasnya, tapi sejak ia tiba di dunia aneh ini Feng Xian Wu sudah menemui 2 orang. Feng Tian Yi dan orang di depannya sekarang ini.

Ia memiliki sosok yang rupawan, rambut putih bagaikan satin, wajah tampan mematikan itu benar-benar sosok iblis ditambah dengan aura malas, sembrono dan kemegahan seorang raja disaat yang sama yang terpancar dari dalam dirinya membuat Feng Xian Wu tanpa sadar mengambil satu langkah mundur.

'Orang ini berbahaya!' 

Insting Feng Xian Wu mengatakan demikian. 

"Siapa kau?" Tanya Feng Xian Wu menyelidiki.

"Hehe~ gadis kecil, seharusnya itu pertanyaanku. Siapa kau? Bagaimana kau bisa ada disini?" Suara mempesona dan senyum diwajahnya membuatnya terlihat tak berbahaya. Tapi itu hanya sebuah peringatan bagi diri Feng Xian Wu untuk meningkatkan kewaspadaannya.

"Aku Feng Xian Wu, saat berkultivasi aku kehilangan kesadaran dan saat bangun aku sudah ada di sini. Ini dimana? Dan siapa kau?" Jelas Feng Xian Wu dengan wajah datarnya.

Pria asing itu menyipitkan matanya, menyelidiki gadis cantik yang berdiri di depannya. 

Lalu pria tersebut menyerang langsung ke arah Feng Xian Wu tanpa peringatan apapun. Feng Xian Wu yang telah bersiap menghadapi situasi ini masih tertinggal 1 langkah di belakang pria itu. Saat pria itu hampir mencapai leher Feng Xian Wu, sebuah cahaya misterius yang begitu terang keluar dari tubuh Feng Xian Wu dan melempar pria itu menjauh dari tubuh Feng Xian Wu. Pria itu terlempar hingga menabrak keras pada pohon besar yang ada di tempat itu. Pria tersebut dengan acuh menghapus darah disudut mulutnya, ia melihat Feng Xian Wu dengan tatapan yang lebih intens dari sebelumnya tapi tanpa aura mengancam dan bermusuhan lagi.

Feng Xian Wu tak terlalu mengerti apa yang baru saja terjadi. Tapi ia tak melewatkan kesempatan itu untuk menyerang balik pria itu.

Melihat Feng Xian Wu menyerang balik, pria itu melompat ke atas pohon tapi Feng Xian Wu mengikuti pria itu dalam sekali lompatan super. Merasakan niat membunuh Feng Xian Wu, pria itu tak lagi berniat meremehkannya dan memasang pelindung di sekitar dirinya.

"Hei gadis kecil, tadi itu aku tak benar-benar ingin membunuhmu ok? Lagipula bukankah kau juga berhasil melukaiku? Itu terhitung impas kan? Aku tak akan menyerangmu lagi jadi bisakah kau menenangkan dirimu?" Pria itu berusaha menjelaskan, ia tak benar-benar tak ingin menyerang Feng Xian Wu lagi. Tapi melihat bahwa pihak lain terus memasang muka datar tanpa berniat menjawab, ia ingin menjelaskan lebih jauh lagi tapi Feng Xian Wu sepertinya tak berniat melakukan perbincangan lebih jauh lagi. Saat ia hendak bergerak untuk menyerang pria itu, dia membeku.

"Apa yang kau lakukan padaku" tanya Feng Xian Wu. Ia berusaha menggerakkan anggota tubuhnya, tapi tak bisa.

"Ayolah gadis kecil, jangan terlalu agresif ok? Aku berjanji tak akan menyakitimu, jadi jangan memandang aku sedingin itu. Kau membuatku sedih dengan tatapanmu itu" Jawab Pria itu setengah bercanda.

Pria itu lalu membuat sedikit luka di jari nya, darah merah segar mengalir keluar dari luka itu. Tanpa aba-aba ia mengambil tangan Feng Xian Wu dan melakukan hal yang sama. 

Saat darah dari kedua individu itu menyatu, itu mengeluarkan cahaya merah darah menyala yang indah, cahaya itu perlahan membesar hingga menyelimuti keduanya. Saat Feng Xian Wu berusaha untuk memahami situasi yang ada, sebuah kontrak darah telah tercipta diantara mereka berdua. 

Setelah melakukan kontrak darah, Feng Xian Wu bisa merasakan kekuatannya naik secara eksponensial, dan kini ia bisa menggerakkan tubuhnya lagi.

"Sekarang nona kecil, karena kontrak darah telah tercipta diantara kita. Kita telah dihitung berdamai kan?" Kata pria itu dengan senyum manis dan mata penuh harap di wajah tampannya. Seperti ia benar-benar menyesali perbuatannya.

Feng Xian Wu mengetahui bahwa pria di depannya tak berbohong. Walaupun ia tak terlalu mengerti apa itu kontrak darah, tapi ia mengetahui mencoba membunuh melukai salah satu pihak ini hanya akan membawa dampak negatif bagi pihak lainnya.

Melihat mata puppy penuh harap dari pria di depannya, Feng Xian Wu hanya bisa mengangguk, tak bisa berkata-kata. Pria ini benar-benar mengingatkannya pada teman lamanya di kehidupan sebelumnya.

Melihat bahwa Feng Xian Wu sepertinya sudah menerima dirinya, pria itu agak terkejut. Secepat itu?

Tapi pria itu juga tak ambil pusing. Tanpa aba-aba ia mengambil tangan Feng Xian Wu, dan ingin menciumnya tapi sebelum ia dapat melakukannya sebuah jarum perak telah berada terlebih dahulu di lehernya.

Pria tersebut hanya bisa menyerah untuk mencium tangan Feng Xian Wu, dan menghela nafas diam-diam. Tuan barunya ini benar-benar tanpa ampun.

Ia lalu memilih untuk berlutut dengan salah satu kakinya.

"Xue memberi hormat pada nona" kata pria bernama Xue itu dengan hormat. Aura kemalasannya berkurang drastis membuatnya memberikan pesona lain pada dirinya.

Feng Xian Wu memperhatikan Xue selama beberapa saat sebelum menyuruhnya berdiri.

"Tempat apa ini? Kabut apa itu? Bagaimana cara keluar dari sini?" Tanya Feng Xian Wu sekaligus, benar-benar menghilangkan kewaspadaannya pada Xue dalam beberapa saat. Feng Xian Wu sendiri terkejut akan rasa percaya ini, tapi ia merasa itu ada hubungannya dengan kontrak darah.

"Nona bisa menyebut tempat ini ruang penyimpanan, tapi berbeda dengan ruang penyimpanan biasa, disini nona bisa menyimpan makhluk hidup. Jangka waktu disini dan diluar juga berbeda. Diruangan ini sebenarnya tak memiliki kabut itu tapi karena beberapa alasan kabut itu tercipta membuat ruang lain di tempat ini seperti terkunci oleh kabut itu dan untuk menghilangkannya adalah dengan meningkatkan kualitas ruang ini sendiri, cara tercepat adalah dengan meningkatkan kultivasi. Cara keluar dan masuk ke dalam ruangan ini sama, pusatkan pikiran nona pada salah satu tempat, ruangan ini atau dunia luar. Karena sekarang nona adalah pemilik ruang penyimpanan ini maka selain dari izin nona tak ada yang bisa memasuki ruangan ini dengan beberapa pengecualian seperti jika pihak lain memiliki kekuatan yang cukup besar untuk menembus ruang penyimpanan ini" Jelas Xue kepada Feng Xian Wu.

Mendengar penjelasan Xue, Feng Xian Wu sudah mengerti beberapa detail tempat ini sebelum ia ingin menanyakan hal lainnya Feng Xian Wu merasakan bahwa kucing putih kecil seperti berusaha memanggilnya. Ia lalu mengurungkan niatnya, dan memutuskan untuk keluar.

Melihat nonanya sudah keluar. Xue menghela nafas dan tersenyum penuh arti, matanya dipenuhi dengan perasaan nostalgia.

"Akhirnya kau kembali.... Wu-er" 

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   10| Banquet

    Sehari setelah pertemuan dengan Mo Lian Yi, tersebar kabar bahwa Feng Xian Wu dan Mo Lian Yi telah memutuskan pertunangan secara informal, semua orang mulai membicarakan bahwa Feng Xian Wu memang tak pantas menjadi tunangan putra mahkota, betapa malangnya jendral Feng Li yang dihormati harus memiliki cucu seperti Feng Xian Wu dan lain sebagainya bahkan ada yang menyatakan wajah Feng Xian Wu hancur karena beberapa hal menyebabkan ia menjadi malu untuk menjadi tunangan Mo Lian Yi. Rumor beredar secepat suara di dalam kota. Tapi tak ada seorangpun dikediaman Feng yang terpengaruh, walaupun samar para penjaga dan pelayan di kediaman Feng menyadari bahwa sikap Miss muda mereka telah berubah sejak beberapa hari yang lalu. Sebagian besar pelayan di kediaman Feng telah melihat nona muda mereka dari lahir, walaupun tak ada kasih sayang sekuat Feng Li tapi masih ada rasa kasih murni kepada nona muda mereka itu.Disisi lain, Feng Xian Wu yang menj

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   10| Banquet

    Sehari setelah pertemuan dengan Mo Lian Yi, tersebar kabar bahwa Feng Xian Wu dan Mo Lian Yi telah memutuskan pertunangan secara informal, semua orang mulai membicarakan bahwa Feng Xian Wu memang tak pantas menjadi tunangan putra mahkota, betapa malangnya jendral Feng Li yang dihormati harus memiliki cucu seperti Feng Xian Wu dan lain sebagainya bahkan ada yang menyatakan wajah Feng Xian Wu hancur karena beberapa hal menyebabkan ia menjadi malu untuk menjadi tunangan Mo Lian Yi. Rumor beredar secepat suara di dalam kota. Tapi tak ada seorangpun dikediaman Feng yang terpengaruh, walaupun samar para penjaga dan pelayan di kediaman Feng menyadari bahwa sikap Miss muda mereka telah berubah sejak beberapa hari yang lalu. Sebagian besar pelayan di kediaman Feng telah melihat nona muda mereka dari lahir, walaupun tak ada kasih sayang sekuat Feng Li tapi masih ada rasa kasih murni kepada nona muda mereka itu.Disisi lain, Feng Xian Wu yang menj

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   9| Spoil (?)

    Mendengar penolakan Feng Xian Wu, semua orang mengubah ekspresi mereka masing-masing.Feng Tian Yi yang paling dekat dengan Feng Xian Wu merasakan bahwa perasaan tak mengenakkan itu makin bertambah. Kenapa ia menolak? apakah Wu-er ingin terus menjadi pasangan Mo-apalah itu?!Suhu disekitarnya mulai turun beberapa derajat lagi.Mo Lian Yi sudah mempertimbangkan berbagai macam kemungkinan, tapi tak mengharapkan kenihilan ekspresi Feng Xian Wu setelah semua.Mo Lian Yi ingin mengatakan sesuatu untuk membalasnya, tapi Feng Xian Wu telah membuka mulutnya terlebih dahulu."Tapi yang mulia tenang saja, Objek ini setuju untuk pembatalan pertunangan," jelas Feng Xian Wu. Feng Xian Wu merasakan emosi negatif dalam tubuhnya telah berkurang sedikit. Apakah ia* ingin dirinya membalaskan perbuatan Mo Lian Yi sebelumnya?

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   8| Pertemuan

    Keesokan paginya, Feng Li telah menyiapkan ruang kerja sendiri untuk Feng Xian Wu lengkap dengan berbagai tanaman herbal, dan alat-alat yang dibutuhkan Feng Xian Wu di dalamnya.Feng Xian Wu agak terkejut melihat hal ini. Efisiensi kediaman Feng tak kalah dengan efisiensi orang-orang di dunia modern. Pujinya dalam hati.Feng Xian Wu lalu langsung menggunakan ruang kerja tersebut, ada beberapa bahan yang tak ada, tapi hal itu bisa ia temukan di ruang rahasia. Lalu Feng Xian Wu melakukan langsung melakukan eksperimen di ruang kerjanya.Bai Ze yang melihat tuannya tenggelam dalam dunianya sendiri hanya bisa menghela nafas, ini adalah penampilan yang sangat akrab baginya. Di kehidupan sebelumnya, selain melakukan beberapa hal di luar seperti menjalankan misinya, Feng Xian Wu biasanya hanya mengurung dirinya di ruang kerja tanpa mengenal waktu. Karena tak a

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   7| Big brother

    Setelah beberapa lama berkultivasi didalam ruang rahasia, Feng Xian Wu memutuskan untuk keluar meninggalkan Bai Ze yang sedang asik sendiri dengan tanaman di ruang rahasia.Saat Feng Xian Wu keluar, ia mendapati bahwa hari sudah menjelang malam dan disaat yang bersamaan seorang pelayan datang dan membawanya kepada kakek yang menunggunya di ruang makan. Ia agak terkejut sekaligus bingung, kenapa kakek tiba-tiba mengajaknya untuk makan malam bersama setelah kejadian kurang mengenakkan pagi tadi?Tapi kemudian Feng Xian Wu mendapati bahwa kakeknya sepertinya ingin meminta maaf akan kejadian tadi pagi dan... Entah bagaimana hubungan cucu-kakek ini menjadi lebih baik dari sebelumnya. Entah itu dikarenakan keinginan pemilik(Feng Xian Wu) sebelumnya yang sebelumnya atau Feng Xian Wu sendiri.Ditengah makan malam mereka, sesosok keindahan telah berdiri di depan pintu tanpa disadari siapap

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   6| Secret room

    Feng Xian Wu perlahan membuka matanya, melihat kearah kucing putih, Bai Ze yang memandangnya dengan penuh rasa cemas."Meow!" Nona kau membuatku cemas setengah mati!Melihat Bai Ze yang mengeluhkan kekhawatirannya tanpa henti kepadanya, tapi matanya dipenuhi kelegaan dan rasa syukur membuat Feng Xian Wu merasa manis dan bingung disaat yang sama. Kenapa ia terus mengeluh saat dia merasakan sebaliknya?Tapi Feng Xian Wu memilih tuk tak menyuarakan pikirannya itu melihat Bai Ze yang tanpa henti mengoceh. Setelah beberapa saat Bai Ze masih terus berceloteh Feng Xian Wu mengerutkan keningnya, merasa terganggu."Berisik"Mendengar nada dingin nonanya, Bai Ze akhirnya menutup mulutnya. Bai Ze membuka mulut kecilnya lagi ingin mengatakan sesuatu, tapi Feng Xian Wu melirik kearah Bai Ze dengan tak acuh."Aku ingat kau tak seberisik ini dulu."Mendengar perkataan Feng Xian Wu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status