Share

Chapter - 2

Penulis: Megan Fe
last update Tanggal publikasi: 2020-09-23 23:57:33

Lucien Salvatore, pria kelahiran California yang berdarah setengah Italia berumur 32 tahun itu merenungkan perkataan Antonio sepanjang perjalanannya menuju rumah. Dengan posisinya saat ini, sebagai ketua mafia terbesar di California

tentu bukan hal yang mustahil untuk menjadi seperti Antonio. Penguasa Amerika Serikat (AS). Namun pertanyaannya adalah kapan ia akan menjadi seperti itu? Antonio menguasai AS sekitar sepuluh tahun lalu. Itu artinya saat Antonio berusia 50 tahun. Apa ia juga harus menunggu sekitar 20 tahun untuk menguasai apa yang telah Antonio capai?

Ah, itu terlalu lama. Belum tentu hidupnya akan mencapai umur setua itu. Jika dilihat dari banyaknya musuh yang ingin membunuhnya, bisa bertahan hingga saat ini pun ia sudah termasuk beruntung. Jadi, apakah ia harus menerima tawaran Antonio untuk duduk di singgasana pria itu tanpa harus menunggu belasan tahun agar bisa mencari musuh terbesarnya?

Keningnya berkerut memikirkan kelebihan dan kekurangan jika ia mengambil tawaran itu. Satu – satunya kekurangan yang ada dari pilihan itu adalah ia harus mengorbankan kehidupannya untuk seorang wanita yang tidak ia kenal. Yaitu putri satu – satunya dari pria tua itu. Ia pernah mendengar Antonio memiliki satu putri tapi tidak pernah tahu lebih lanjut karena itu bukan sesuatu yang ia ingin cari tahu.

Tiba di rumah mewah bergaya Victorian itu, Lucien masuk bergegas ke ruang kerjanya.

Andrew, sang asisten atau yang biasa ia sebut tangan kanannya buru – buru masuk mengikutinya ke dalam begitu melihat Lucien sudah kembali menuju ruangan untuk melaporkan laporan harian karena pagi ini ia melewatkan sesi laporan demi menemui Antonio.

“Luce, klan elang hitam menyatakan akan menyerahkan wilayah barat jika kau bersedia memberi anak buahnya pekerjaan. Enrico tidak sanggup menghidupi mereka setelah kekacauan yang terjadi.” Ujar Andrew begitu ia duduk di kursinya.

Lucien memijit keningnya dengan dua jari selagi mendengarkan Andrew melanjutkan laporannya.

“Andrew, Antonio menawarkan kerjasama dengan kita.” Tapi ia berpikir lagi, kita bukanlah kata yang tepat karena yang Antonio minta sebagai syarat adalah perngorbanan dirinya untuk menjadi suami dari putri Antonio. Jadi ia mengganti kalimatnya pada Andrew, “Maksudku, denganku. Antonio menawarkan kerjasama padaku.”

“Oh ya?” Andrew menghentikan laporannya. Menunggu atasannya itu menceritakan lebih lanjut mengenai kerjasama yang disebutkan.

“Kau ingat bahwa aku ingin menguasai Amerika Serikat, bukan?” Tanya Lucien.

Andrew mengangguk. “Tentu saja, itu memang ambisimu sejak dulu karena kau ingin mencari dan menghabisi kelompok mafia yang melakukan hal kejam pada ibu dan tunanganmu.”

Lucien mengusap dagunya sambil bersandar pada kursi. “Tadi Antonio menawarkan untuk memberikan kekuasaannya padaku.”

Reaksi Andrew hampir sama dengan dirinya saat mendengar Antonio mengucapkan hal yang serupa. “Lantas kau menerimanya?”

“Belum. Aku harus berpikir sebelum memutuskan untuk menolak atau menerimanya.”

Andrew tidak dapat memberikan saran untuk Lucien. Ia tahu bosnya itu menginginkan kekuasaan setinggi Antonio. Tujuan hidupnya hanya satu, yaitu menemukan pembunuh yang menyebabkan Lucien masuk ke dalam dunia kegelapan seperti sekarang. Jika Antonio dengan murah hati menawarkan itu, maka sebaiknya Lucien menerimanya, bukan? Andrew tidak mengerti mengapa Lucien harus berpikir dua kali.

“Lalu mengapa kau harus berpikir lagi? Bukankah itu kesempatanmu agar dapat menemukan apa yang kau cari selama ini?”

Lucien menghela napasnya dan menyisirkan jemarinya pada rambut yang sudah berantakan. “Ada yang harus kukorbankan jika menerima tawaran Antonio.”

“Dia meminta imbalan untuk hal yang ia tawarkan?”

“Tentu saja. Antonio seorang pria penguasa yang kejam. Bagaimana mungkin dia memberikan semua tahta dan kerajaan mafianya padaku dengan cuma – cuma.”

Andrew dibuat penasaran dengan apa yang diminta pria tua itu. Masalahnya, dia tahu Antonio dapat mendapatkan apapun dengan mudah. Mengapa ia harus meminta sesuatu dari Lucien yang berada jauh di bawah posisinya. Walaupun Lucien adalah yang terhebat di antara kelompok mafia Indonesia. Tapi, Antonio adalah penguasa setengah seperempat Asia. “Apa yang pria tua itu inginkan?”

“Dia ingin aku menikahi putrinya sebagai tanda bahwa aku telah terikat secara hukum dan kekeluargaan.”

“Maksudmu kau diminta untuk menikahi wanita gila itu?”

“Siapa yang kau maksud wanita gila?” Tanya Lucien dengan mengernyitkan keningnya.

“Putri Antonio. Antonio hanya memiliki satu anak perempuan. Dan perempuan itu gila, sehingga Antonio harus mengasingkannya ke negeri antah berantah. Tidak ada yang tahu di mana putri Antonio berada sekarang kecuali pria tua itu sendiri dan kaki tangan Antonio yang membantu proses pengasingan putrinya ke luar negeri.” Jelas Andrew.

Penjelasan Andrew membuat Lucien marah. Atau lebih tepatnya, fakta bahwa Antonio melemparkan wanita gila padanya lah yang membuat ia marah. “jadi maksudmu, Antonio memintaku untuk menikahi seorang wanita gila?”

“Jika benar pria itu hanya memiliki satu anak perempuan, maka wanita gila itu lah yang akan kau nikahi nantinya. Sejauh ini aku belum pernah mendengar Antonio memiliki putri lain.”

“Tidak, kau benar. Antonio sendiri mengakuinya padaku bahwa ia hanya memiliki satu anak, seorang perempuan yang sudah berusia 25 tahun. Wanita itu lah yang ia ingin aku nikahi sebagai ganti dari kekuasaan yang akan ia berikan padaku.”

Sekarang semuanya justru membuat Lucien pusing. “Arggh! Mengapa pria tua sialan itu harus memiliki anak yang gila? Jika tidak gila mungkin aku akan mempertimbangkannya.”

“Dari apa yang kudengar, perempuan itu mulai memiliki gangguan jiwa pada umurnya yang ke 20 tahun. Penyebabnya apa tidak ada yang tahu.”

“Mungkin saja dia memang sudah memiliki gangguan sejak kecil. Suatu kejadian di umurnya yang ke 20 tahun itu hanyalah sedikit pemicu yang menyebabkan gangguan itu lebih parah.”

Andrew mengangkat bahunya. “Bisa jadi memang seperti itu. Jadi apa yang akan kau lakukan?”

“Apa lagi? Apa menurutmu aku mau menghabiskan sisa hidupku untuk perempuan yang mentalnya terganggu seperti dia?”

“Tapi bukankah jika dia gila, itu akan semakin mempermudahmu?”

“Mengapa kau berpikir begitu?”

“Jika dia wanita sehat, kau memang harus menghabiskan sisa hidupmu dengannya. Tapi jika dia gila, dia tidak akan peduli pada apa yang akan kau lakukan. Kau masih bisa menjalani hidupmu dengan normal seperti sebelumnya bagaikan pria lajang. Wanita itu tidak akan mengerti apa yang kau lakukan di luar sana, aku rasa dia juga tidak mengerti bagaimana konsep dari sebuah pernikahan.”

Perkataan Andrew sepenuhnya benar. Seharusnya ia mengkhawatirkan hidupnya jika perempuan itu waras dan sehat seperti wanita normal pada umumnya. Karena jika ia tidak gila, itu tandanya kehidupannya akan terikat pada wanita itu. Tapi jika wanita itu gila, kehidupan pernikahan tidak akan ada di antara mereka berdua. Dirinya masih bisa melakukan hal – hal lain dengan bebas. Dengan siapa ia akan menghabiskan malam, dan apapun yang ia lakukan di luar, wanita gila itu tidak akan peduli. Bahkan untuk mengerti pun sepertinya tidak.

“Kau benar, Andrew. Kalau begitu hubungi Antonio. Beritahu dia aku menerima tawarannya.”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • The Italian Mafia (Indonesia)   Chapter - 4

    Setelah Antonio keluar dari kamarnya, Serena merasakan kemarahan dalam dirinya memuncak. “Keluar.”Maria tercengang mendengar kalimat pertama yang terucap dari bibir Serena semenjak gadis itu tiba di rumah ini. “Ren, ada apa?”“Aku bilang keluar!” Teriaknya.“Calon suamimu sebentar lagi tiba. Lihat, sudah hampir jam 7 malam.” Maria masih membujuk Serena agar segera menyelesaikan riasannya. “Sudah hampir selesai. Lila akan melakukan sesuatu pada rambutmu.”“Keluarlah Maria! Aku bisa melakukannya.” Bentak Serena hingga membuat ketiga wanita itu berpandangan. Maria menghela napas dan mengedikkan kepala pada Sora dan Lila.

  • The Italian Mafia (Indonesia)   Chapter - 3

    Serena, atau yang akrab dipanggil Ren adalah seorang putri ketua mafia nomor satu di seluruh negara bagian Amerika Serikat. Ayahnya memimpin kelompok mafia tertua seantero benua ini, namun kini pria itu sudah berniat untuk lengser dari posisinya mengingat sudah menginjak usia ke enam puluh. Antonio, pria tua bangka itu dengan hati – hati memilih calon penerus tahta kekuasaannya yang telah ia duduki selama hampir tiga puluh tahun.Satu hal yang disayangkan Antonio adalah, ia tidak memiliki anak laki – laki yang dapat ia wariskan tahtanya. Satu – satunya anak yang ia miliki adalah Serena. Gadis itu memiliki wajah bak dewi yunani, cantik hingga nyaris membuat pria manapun yang melihat ingin memilikinya. Bentuk tubuh sensualnya membuat decak kagum kaum pria maupun wanita. Rambut berwarna cokelat keemasannya menambah kesan seksi sekaligus melembutkan wajah wanita itu. Be

  • The Italian Mafia (Indonesia)   Chapter - 2

    Lucien Salvatore, pria kelahiran California yang berdarah setengah Italia berumur 32 tahun itu merenungkan perkataan Antonio sepanjang perjalanannya menuju rumah. Dengan posisinya saat ini, sebagai ketua mafia terbesar di California tentu bukan hal yang mustahil untuk menjadi seperti Antonio. Penguasa Amerika Serikat (AS). Namun pertanyaannya adalah kapan ia akan menjadi seperti itu? Antonio menguasai AS sekitar sepuluh tahun lalu. Itu artinya saat Antonio berusia 50 tahun. Apa ia juga harus menunggu sekitar 20 tahun untuk menguasai apa yang telah Antonio capai?Ah, itu terlalu lama. Belum tentu hidupnya akan mencapai umur setua itu. Jika dilihat dari banyaknya musuh yang ingin membunuhnya, bisa bertahan hingga saat ini pun ia sudah termasuk beruntung. Jadi, apakah ia harus menerima tawaran Antonio untuk duduk di singgasana pria itu tanpa

  • The Italian Mafia (Indonesia)   chapter - 1

    Di dalam ruang makan dengan meja panjang berisikan dua belas kursi itu, Antonio duduk di ujung kepala meja dengan seorang pria berumur tiga puluhan di samping kanannya. Di meja itu terhidang berbagai macam makanan untuk menjamu sang tamu yang hanya seorang diri.Tamunya tidak menyentuh makanannya sama sekali, sementara Antonio sudah melahap steak yang dibuat oleh koki rumahnya. Dengan tenang, pria tua itu mengiris daging sapi itu sebelum memakannya. “Mengapa kau tidak makan?” Tanya Antonio tanpa mengalihkan wajah dari piringnya.Pria tersebut memiringkan senyumnya. “Aku tidak berselera makan hingga kau memberi tahuku apa maksud undanganmu hari ini.”“Kalau begitu tunggulah sebentar lagi. Aku akan menikmati makananku terlebih dahulu.” Ujar Ant

  • The Italian Mafia (Indonesia)   Prolog

    Lucien kesal pada Serena, istrinya. Hari ini Serena berdandan layaknya putri raja dan seperti sengaja mengenakan pakaian yang begitu mempertontonkan bagian tubuh indahnya sehingga mencuri perhatian semua tamu yang hadir di pestanya.Ia sudah meminta pelayan untuk mengawasi Serena agar tidak keluar dari dalam kamar tapi saat ia sedang menikmati hidangan bersama tamu dan rekannya, wanita itu justru menuruni tangga dengan penampilan memukau dan bahkan berani menggoda salah satu tamu pria di depan matanya. Pria itu bahkan tidak berusaha untuk mengalihkan pandangannya dan justru menanggapi permainan Serena dengan senang hati.Sialan!Tangannya mengepal saat menghampiri mereka berdua. Kepalan tinjunya terayun dengan cepat pada wajah pria itu yang tampak terkejut karena tiba – t

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status