Share

chapter - 1

Author: Megan Fe
last update publish date: 2020-09-23 23:56:42

Di dalam ruang makan dengan meja panjang berisikan dua belas kursi itu, Antonio duduk di ujung kepala meja dengan seorang pria berumur tiga puluhan di samping kanannya. Di meja itu terhidang berbagai macam makanan untuk menjamu sang tamu yang hanya seorang diri.

Tamunya tidak menyentuh makanannya sama sekali, sementara Antonio sudah melahap steak yang dibuat oleh koki rumahnya. Dengan tenang, pria tua itu mengiris daging sapi itu sebelum memakannya. “Mengapa kau tidak makan?” Tanya Antonio tanpa mengalihkan wajah dari piringnya.

Pria tersebut memiringkan senyumnya. “Aku tidak berselera makan hingga kau memberi tahuku apa maksud undanganmu hari ini.”

“Kalau begitu tunggulah sebentar lagi. Aku akan menikmati makananku terlebih dahulu.” Ujar Antonio sambil mengunyah makanannya.

Dengan kesal, pria itu menuangkan wine ke dalam gelasnya sendiri sambil menunggu Antonio selesai dengan hidangan sialannya.

Cairah berwarna merah darah itu masuk melalui kerongkongannya. Sudah lama ia tidak bersantai semenjak masalah yang menyita waktunya belakangan ini. Pagi tadi, tiba – tiba saja tua bangka itu menghubunginya dan meminta ia datang ke kediaman mewah ini pada jam makan siang.

Ini bukanlah kunjungan persahabatan atau apa. Karena pada nyatanya, umur mereka terpaut jauh. Dirinya yang masih berusia 32 tahun, tidak mungkin dapat berteman akrab dengan pria tua yang berumur 60 tahun. Satu – satunya kesamaan mereka adalah bisnis mafia yang menjadi pekerjaannya. Walaupun berada di beda kelompok tapi ia tidak pernah bersinggungan dengan klan Antonio.

Ia tidak bodoh. Klan Antonio adalah jaringan mafia terbesar di Amerika Serikat. Jika ia mencari masalah dengan pria itu, bukan tidak mungkin dirinya dan anggota klannya akan habis, hancur lebur di tangan pria tua itu. Hubungan di antara mereka berdua bisa dikatakan cukup baik walaupun tidak bisa dibilang akrab. Setidaknya, itulah mengapa ia berani datang ke kediaman Antonio seorang diri. Tanpa anak buahnya yang mengawal dan membuntuti karena ia yakin tidak pernah mengalami masalah apapun dengan klan Antonio sehingga dirinya dapat tenang saat memenuhi panggilan tiba – tiba dari pria itu.

Matanya menyipit saat melihat Antonio menyuapkan potongan steak terakhir ke dalam mulutnya. Kemudian pria itu mengelap bibirnya dengan sapu tangan setelah menenggak air putih yang sudah dituangkan oleh pelayan rumahnya.

“Baiklah. Aku akan memulainya sekarang.” Pria tua itu membenarkan duduknya dan sedikit menyandarkan badannya pada kursi. “Aku tahu saat ini kau adalah pemimpin kelompok paling kuat di negeri ini. Dengan jumlah anggota yang bergabung dan betapa berpengaruhnya orang – orang yang mengikuti klanmu.” Beberapa yang bergabung dengan klan miliknya memang dapat dikatakan berpengaruh, sesuai dengan penjelasan Antonio. Ada mantan Jenderal angkatan udara yang dipecat karena ketidakadilan, ada mantan anggota FBI yang membelot dan beberapa oknum polisi dan penegak hukum yang masih aktif bekerja pun mendukung klan miliknya.

“Lalu kenapa? Aku belum sehebat dirimu. Klanmu jauh lebih kuat dari pada milikku.”

Pria itu tertawa. “Tentu saja. Aku bilang kau paling kuat di negeri ini, jangan bandingkan denganku yang sudah berkuasa di Negara bagian Amerika Serikat.” Ucapnya dengan angkuh. Namun, ia tidak dapat membantahnya karena itu benar. “Tapi aku berniat memberikan segala yang kupunya padamu.”

Pria itu menaikkan alisnya saat mendengar ucapan Antonio. “Apa maksudmu?”

“Kau tahu aku tidak punya putra yang dapat meneruskan tahtaku. Semua anggota klanku tidak ada yang sebanding denganmu. Mereka memiliki darah seorang bawahan. Pelayan yang terus menerus menjilati kaki tuannya. Tidak bisa kuandalkan untuk memegang kekuasaan yang sudah kupegang selama ini. Tapi kau, aku memperhatikanmu selama lima tahun terakhir ini.”

“Jadi maksudmu kau akan menurunkan klanmu padaku?” Pria itu mendengus tak percaya.

Antonio menangkup dagunya dengan tangan sambil mengusap janggut yang sudah berwarna putih itu. “Yah, aku kira kau jauh lebih mampu dari pria manapun yang kukenal. Aku sudah mengenalmu sejak kasus pembunuhan perdana menteri beberapa tahun lalu. Sejak itu aku melihat kemampuanmu mengendalikan klan dengan usiamu yang masih sangat muda.”

Ah, ia ingat. Saat itu, klannya tertuduh dalam kasus kematian seorang pejabat. Salah satu orang yang berpengaruh di negeri ini. Itulah yang membuatnya menjadikan seperti sekarang. Seorang ketua yang memimpin ratusan orang di bawahnya karena ia dipercaya mampu menangani kericuhan yang terjadi pada saat kasus tersebut muncul ke permukaan dan menjadi konsumsi publik.

“Lalu apa imbalan yang kau minta? Aku tak percaya kau akan dengan mudahnya memberikanku tahta kerajaan yang sudah kau bangun sejak berpuluh – puluh tahun yang lalu.”

Antonio tampak berpikir keras sebelum ia menjawab. “Aku tidak meminta imbalan apapun darimu. Memangnya kau kira apa yang kau punya yang tidak aku miliki, heh?”

“Jadi hanya terjadi begitu saja? Tiba – tiba aku memegang kendali seluruh klanmu?” Tanyanya sangsi. Ia tahu di dunia kelam seperti ini tidak ada yang namanya kebaikan. Hal – hal seperti ini harus ia waspadai sebelum terjadi konsekuensi yang menghancurkan dirinya.

“Ternyata kau pria yang cerdik.” Antonio mengulurkan tangan untuk mengambil gelas wine nya dan mulai menggoyangkan tangkai gelas itu agar isinya tercampur sebelum masuk ke dalam mulutnya. “Aku hanya ingin kau meyakinkanku bahwa kau tidak akan menghancurkan kerajaan yang sudah kubangun dengan susah payah ini.”

“Bagaimana caranya aku meyakinkanmu? Tidak mungkin kau memintaku menandatangani surat perjanjian. Hitam di atas putih.”

Antonio terkekeh lagi mendengar gagasan pria itu. “Sejujurnya ada benarnya yang kau katakan. Aku memang akan meminta kau menandatangani sesuatu. Tapi bukan surat perjanjian.”

“Lalu apa?” Tanyanya tidak sabar. Pria tua itu benar - benar menguji kesabarannya.

“Buku nikah. Aku akan memintamu menikahi putriku, dengan begitu aku tahu kau telah terikat secara hukum dengan keluargaku dan juga sekaligus tahta kerajaanku ini.”

Pria itu tercengang meminta permintaan Antonio.

“Permintaanmu terlalu banyak. Maksudmu aku harus mengorbankan hidupku pada putrimu demi bisa menjadi seperti dirimu?” Tawa sinis keluar dari mulut pria itu.

“Tidak. Permintaanku adalah hal yang wajar. Putriku saat ini berumur 25 tahun. Dan pertama kali aku membangun kerajaan ini adalah saat tepat putriku lahir. Jadi bisa dibilang, putriku dan kerajaan ini terlahir bersamaan dan tidak dapat dipisahkan. Jika dulu putriku tidak lahir, klanku tentu tidak pernah ada.”

Pria itu semakin tidak mengerti apa hubungannya klan ini dengan putrinya. Putri Antonio tentu saja tidak pernah turut andil dalam dunia kemafiaan. Jadi mengapa putrinya harus menjadi satu kesatuan dengan klan itu?

“Jika kau tidak mengerti. Saat putriku lahir, aku adalah pria miskin yang tidak dapat memberikan apa – apa pada istri dan anakku. Di hari pertama, aku melakukan pekerjaan kotor demi menghidupi mereka berdua. Hingga saat ini. Jadi, kau tahu mengapa putriku sangat penting untuk hidupku bukan?”

“Jika putrimu sangat penting untukmu lalu kenapa kau memberikan putrimu padaku? Apa kau yakin, aku tidak akan melakukan sesuatu yang berbahaya pada putrimu?”

Antonio tertawa lagi. “Aku serahkan itu padamu. Jika kau dapat melakukan sesuatu yang berbahaya padanya, terserah kau saja.”

Pria tua sinting! Mana ada seorang ayah yang berkata seperti itu mengenai putrinya sendiri. Tapi tawaran untuk menggantikan posisi Antonio begitu menggoda. Jika ia dapat menguasai klan mafia seluruh bagian Negara Amerika Serikat, itu tandanya akses untuk dapat menemukan musuh bebuyutannya akan lebih mudah. Sejak awal, tujuan yang menjadi fokusnya adalah itu. Sekelompok mafia yang telah membunuh ibu serta calon istrinya, dan belum bisa ia temukan hingga saat ini siapa pelaku dari pembantaian sadis itu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • The Italian Mafia (Indonesia)   Chapter - 4

    Setelah Antonio keluar dari kamarnya, Serena merasakan kemarahan dalam dirinya memuncak. “Keluar.”Maria tercengang mendengar kalimat pertama yang terucap dari bibir Serena semenjak gadis itu tiba di rumah ini. “Ren, ada apa?”“Aku bilang keluar!” Teriaknya.“Calon suamimu sebentar lagi tiba. Lihat, sudah hampir jam 7 malam.” Maria masih membujuk Serena agar segera menyelesaikan riasannya. “Sudah hampir selesai. Lila akan melakukan sesuatu pada rambutmu.”“Keluarlah Maria! Aku bisa melakukannya.” Bentak Serena hingga membuat ketiga wanita itu berpandangan. Maria menghela napas dan mengedikkan kepala pada Sora dan Lila.

  • The Italian Mafia (Indonesia)   Chapter - 3

    Serena, atau yang akrab dipanggil Ren adalah seorang putri ketua mafia nomor satu di seluruh negara bagian Amerika Serikat. Ayahnya memimpin kelompok mafia tertua seantero benua ini, namun kini pria itu sudah berniat untuk lengser dari posisinya mengingat sudah menginjak usia ke enam puluh. Antonio, pria tua bangka itu dengan hati – hati memilih calon penerus tahta kekuasaannya yang telah ia duduki selama hampir tiga puluh tahun.Satu hal yang disayangkan Antonio adalah, ia tidak memiliki anak laki – laki yang dapat ia wariskan tahtanya. Satu – satunya anak yang ia miliki adalah Serena. Gadis itu memiliki wajah bak dewi yunani, cantik hingga nyaris membuat pria manapun yang melihat ingin memilikinya. Bentuk tubuh sensualnya membuat decak kagum kaum pria maupun wanita. Rambut berwarna cokelat keemasannya menambah kesan seksi sekaligus melembutkan wajah wanita itu. Be

  • The Italian Mafia (Indonesia)   Chapter - 2

    Lucien Salvatore, pria kelahiran California yang berdarah setengah Italia berumur 32 tahun itu merenungkan perkataan Antonio sepanjang perjalanannya menuju rumah. Dengan posisinya saat ini, sebagai ketua mafia terbesar di California tentu bukan hal yang mustahil untuk menjadi seperti Antonio. Penguasa Amerika Serikat (AS). Namun pertanyaannya adalah kapan ia akan menjadi seperti itu? Antonio menguasai AS sekitar sepuluh tahun lalu. Itu artinya saat Antonio berusia 50 tahun. Apa ia juga harus menunggu sekitar 20 tahun untuk menguasai apa yang telah Antonio capai?Ah, itu terlalu lama. Belum tentu hidupnya akan mencapai umur setua itu. Jika dilihat dari banyaknya musuh yang ingin membunuhnya, bisa bertahan hingga saat ini pun ia sudah termasuk beruntung. Jadi, apakah ia harus menerima tawaran Antonio untuk duduk di singgasana pria itu tanpa

  • The Italian Mafia (Indonesia)   chapter - 1

    Di dalam ruang makan dengan meja panjang berisikan dua belas kursi itu, Antonio duduk di ujung kepala meja dengan seorang pria berumur tiga puluhan di samping kanannya. Di meja itu terhidang berbagai macam makanan untuk menjamu sang tamu yang hanya seorang diri.Tamunya tidak menyentuh makanannya sama sekali, sementara Antonio sudah melahap steak yang dibuat oleh koki rumahnya. Dengan tenang, pria tua itu mengiris daging sapi itu sebelum memakannya. “Mengapa kau tidak makan?” Tanya Antonio tanpa mengalihkan wajah dari piringnya.Pria tersebut memiringkan senyumnya. “Aku tidak berselera makan hingga kau memberi tahuku apa maksud undanganmu hari ini.”“Kalau begitu tunggulah sebentar lagi. Aku akan menikmati makananku terlebih dahulu.” Ujar Ant

  • The Italian Mafia (Indonesia)   Prolog

    Lucien kesal pada Serena, istrinya. Hari ini Serena berdandan layaknya putri raja dan seperti sengaja mengenakan pakaian yang begitu mempertontonkan bagian tubuh indahnya sehingga mencuri perhatian semua tamu yang hadir di pestanya.Ia sudah meminta pelayan untuk mengawasi Serena agar tidak keluar dari dalam kamar tapi saat ia sedang menikmati hidangan bersama tamu dan rekannya, wanita itu justru menuruni tangga dengan penampilan memukau dan bahkan berani menggoda salah satu tamu pria di depan matanya. Pria itu bahkan tidak berusaha untuk mengalihkan pandangannya dan justru menanggapi permainan Serena dengan senang hati.Sialan!Tangannya mengepal saat menghampiri mereka berdua. Kepalan tinjunya terayun dengan cepat pada wajah pria itu yang tampak terkejut karena tiba – t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status