LOGINSeorang lelaki yang trauma karena masa lalu dikhianati oleh kekasihnya, mendapat surat misterius dari masa depan dan bertanya-tanya siapa sipengirim surat karena apa yang ditulis selalu benar dengan apa yang akan atau telah terjadi, dan sipengirim surat tersebut adalah dirinya dimasa depan. Apakah yang terjadi? Kenapa pria tersebut mendapatkan surat dari dirinya dimasa depan?
View More"Mas ini ada undangan" ucap Fika diujung pintu kamarku"Dari siapa Fik?" tanyaku padanya"Dari Mba.." jawab Fika kemudian terdiam
Kuputuskan untuk segera pulang setelah mendengar kabar pernikahan Putri dari Dinda. Kupacu sepeda motorku dengan pelan menikmati awan yang semakin gelap berharap hujan kembali turun dan membasahiku seperti saat itu.Awan sudah menghitam dan angin kembali menyerbu dengan membawa dedaunan kering melintasi jalanan,
Pagi telah datang membawa sedikit harapan untukku, menjujung tinggi mimpi yang telah lama ku pendam sendiri. Aku harus tetap berjuang dan terus berjuang, meskipun tanpa kamu, Putri.“Dit” sapa Doni dari ujung pintu di tempatku bekerja“Tumben nyapa, kayaknya lagi bahagia banget deh” jawabku“Eh tau ngga?” tanya Doni“Ya nggaklah Bambang” jawabku dengan heran“Ehem jadi gini,” ucap Doni“Iya kenapa?” tanyaku padanya“Hari ini gue diajak Icha kondangan ketemennya” jawab Doni dengan cengengesan“Menurut lu gua nrima apa nolak nih?” lanjutnya“Yaelah gitu aja tanya. Ya trimalah, lu juga jomblo kan?” jawabku“Lagian emang lu ngga kasihan kalo nolak tawaran dia? Lu juga jomblo sih, ngapain bingung mikir gituan” lanjutku“Widih gila, bahasanya udah di upgrade nih jadi lu gue sekarang? Haha” ledek Doni“Emangnya ngga boleh ya? Gue ngomong kayak gini?” tanyaku kembali“Ya boleh sih, tapi kurang cocok buat kar
“Move on dulu aja, Dit” saran Doni sambil memainkan HPnya“Iya Don, ini lagi aku coba, semoga aja aku bisa benar-benar lupa sama Putri.” Jawabku dengan seriusDoni pun merespon dengan tersenyum kearahku.Jam sudah menunjukkan angka 17.00 sedangkan Doni masihlah menemaniku“Pulang sana, udah sore nanti dicariin Mama kamu lho,” kataku pada Doni“Yaelah, dikira aku masih SD apa, kalo udah sore dicariin.” Jawab Doni“Ya kan ga baik bujang jam segini masih belum pulang, haha” jawabku dengan tertawa“Prawan kali dicariin!” jawab Doni dengan kesalAkhirnya Doni pun berpamitan pada Nenek untuk pulang.“Besok ngga ada alasan buat ga berangkat kerja kamu ya” ucap Doni sembari menyalakan motornya“Haha terserah aku dong mau berangkat atau tidak bukan urusanmu yee” jawabku pada Doni“Terserah!” jawab Doni dengan sinis“Ciee marah nih haha” jawabku“Jijik banget sumpah” jawab Doni sembari melototiku