Kuteguk segelas air hingga tersisa seperempatnya. Akhirnya setelah melewati pertemuan dengan dramstis tadi, kami bisa makan dengan tenang hasil kerja keras seseorang yang masih saja menyunggingkan senyum cerah khas seorang ibu. Usahanya tidak sia-sia karena masakannya terasa sangat lezat. "Ini sudah terlalu malam. Bagaimana jika kau menginap saja di sini, Leta?" usul wanita yang sebaya dengan ibuku itu. "Itu benar, sabaiknya kau menginap saja." Sahut suaminya setuju. Aku tersenyum tidak enak. "Ah, sepertinya lain kali saja. Besok aku harus bekerja," ujarku mencoba menolak. "Bagaimana jika kau berangkat dari sini saja? Aku akan menelepon orang tuamu, tidak baik jika kau pulang jam segini, bukan?"Aku tidak tahu harus menolak seperti apa lagi. Mataku sempat melirik Raga yang menghentikan gerakan sendoknya untuk menunggu jawabanku. Sebenarnya aku ingin tetap tinggal, aku juga belum puas melihat pria yang kini melihatku itu. Tet
Last Updated : 2020-11-06 Read more