Di rumah baru seperti kata ibu, aku kembali menjadi seorang murid, belajar dari awal. Ingatan mengantarkanku pada kali pertama membuatkan sarapan untuknya. Sayur lodeh yang keasinan, kopi yang terlalu manis atau kebingungan dengan jadwal ngajar beliau yang belum kuhapal waktu dan tanggal-tanggalnya. Namun, suamiku selalu sabar dalam membimbing, tak pernah sekali pun memberengut jika aku lupa dengan kebiasaannya. Gusti …, lelaki itu menjaga perasaanku dengan caranya yang kubilang … manis.Ibu me
Huling Na-update : 2020-11-07 Magbasa pa