Rotterdam. William. Shit! Sepanjang jalan aku mengumpat, bahkan Big tampak marah dengan kelakuanku. Oh my God, Willy. What is happening to you? Sial, aku terus mengutuk diriku sendiri dan juga Lisa, pemilik kedai tempat Rosie bekerja. Bagaimana mungkin suara desahan wanita itu terus mengganggu otakku sepanjang perjalanan pulang. Aku sungguh tidak fokus menyetir, aku membayangkan wanita itu di bawahku, mendesah karena aku memasukinya, dan dia mendesahkan nama ku. Damn, ini gila!Aku benar-benar sudah gila. Kemarin wanita bermantel merah yang mengganggu pikiranku, dan sekarang desahan Lisa yang bahkan wujud wanita itu belum aku ketahui. Dan lebih gila lagi sekarang aku merasakan ngilu, bahkan sakit pada junior ku yang sudah menegang. Aku mengetik beberapa kata untuk Rosie, tapi aku gamang untuk mengirim pesan itu. Apa yang akan dipi
Last Updated : 2020-11-15 Read more