Lisa. Kadang, hidup ini begitu lucu. Bertahun-tahun aku merindukannya, dia sama sekali tak tergapai. Kini, saat aku ingin semua masa lalu itu hilang, dia hadir tanpa diminta. Apakah ini jawaban atas ketakutanku? Suara magis itu menyebut namaku tanpa beban, tanpa dosa. Seolah memang tidak ada satu hal pun yang terjadi di antara kami berdua. Aku yakin, dia sadar tubuhku gemetar dan dingin saat jemarinya menyentuh bahuku yang telanjang. Kenapa harus sekarang dia datang? "Hi ... Iya?""Benar, Lisa, kan?" Jari telunjuknya menunjuk ke arah wajahku, yang aku yakin sudah pucat pasi. Aku tidak menjawab. Hanya tersenyum. "Masih ingat aku, kan? Enggak mungkin kamu lupa." Are you kidding me, Adrian? Aku lupa sama kamu? Mataku nanar menatap matanya. And
Last Updated : 2020-11-15 Read more