LOGINRiana dan Tefan dua insan manusia yang bersahabat sejak kecil. Lalu terpaksa terpisah karena konflik antar keluarga. Lalu bertemu lagi ketika dewasa saat mereka telah memiliki kekasih masing-masing. Namun perasaan masa kecil mereka telah membuat suatu letupan-letupan kecil di hati mereka. Hingga keduanya goyah dan menjalin hubungan secara diam-diam. Hubungan keduanya ditentang oleh orang tua Tefan, lalu sanggupkah mereka mempertahankan hubungan di saat sebuah kenyataan menerpa bahwa kekasih Tefan adalah sahabat dekat Riana? Bagaimana mereka terlibat dalam hubungan cinta yang rumit? Simak selengkapnya dalam cerita "A Complicated Love"
View More"Adakah hal yang lebih membuatmu nyaman selain berada di peluk kekasihmu?”Tefan langsung dipindahkan ke salah satu rumah sakit umum di Bandung, keadaannya tidak begitu parah begitupun dengan Reno. Reno mendapatkan tulang betisnya sedikit bergeser tapi menurut dokter tidak begitu serius dan bisa diatasi dengan penanganan yang cepat. Tefan mengalami luka di bagian kepala, terbentur namun tidak ada luka dalam yang serius. Aku belum bisa menjenguk Tefan di rumah sakit. Waktunya belum pas, orang tuanya kerap menunggui Tefan 24 jam. Nina sering mengajak pergi bersama, tapi aku menolak dengan halus. Meski aku tahu dia pasti bertanya - tanya mengapa aku belum menemui Tefan padahal Tefan adalah sahabat baikku.Mau bagaimana lagi, aku tidak bisa berbuat banyak. Aku harus menunggu sampai Tefan tidak dijaga ketat oleh orang tuanya. Mungkin besok atau lusa baru aku bisa menemuinya, sebab menurut info dari Nina orang tua Tefan akan kedatangan kolega bisnis dari
“Andai perasaan seperti angin, akan dengan mudah terbang begitu saja. Tanpa harus membekas atau meninggalkan jejak sakit.”“Gimana interview-nya?” Tanya Nina saat kita berdua sedang makan malam bersama di rumah.“Berjalan dengan baik. Tapi aku memutuskan untuk tidak bekerja di sana.”“Loh kenapa?”“Yah biasalah, mengenai salary.” Jawabku berbohong.“Bukannya itu bukan jadi salah satu pertimbangan kamu kerja ya?”“Dulu emang enggak, tapi sekarang iya.” Jawabku sekenanya.“Apa jangan-jangan kamu sudah bangkrut? Haha...” Tanyanya berseloroh.“Bukan. Ini gara - gara koleksi fashion di toko kamu lagi banyak yang aku incar makanya kudu punya budget yang memadai. Hehe...”“Huuu dasar... alasa
Lupakan soal wawancara kerja, aku kira ini sudah direncanakan oleh Papa Tefan sejak awal. Cukup mengejutkan bahwa Papa Tefan kini sukses dengan usaha periklanannya, namun disayangkan bahwa dia tidak pernah lupa pada kebenciannya terhadap Papa dan keluargaku. Saat keluar dari kantor tersebut, tak sengaja aku bersirobok dengan Tefan yang hendak masuk ke dalam kantor. Aku tak sengaja menabraknya karena sejak keluar dari ruangan papa Tefan, aku masih menundukkan kepala. Menyembunyikan sesuatu yang sudah meluncur bebas dari mataku sejak keluar dari ruangan Papa Tefan. Tefan kaget melihatku berada di kantor papanya, aku sendiri sangat terkejut melihat kehadirannya yang begitu tiba-tiba.“Riana ...” serunya kaget.“Tefan ...” Jawabku berusaha menghapus titik-titik air yang masih tersisa. Agar tidak menimbulkan kecurigaan Tefan yang pasti akan memancing amarahnya.“Kok bisa kamu ada di sini?” Tanyanya“
“Jalani seperti air mengalir, kadang kala ada benturan tapi air itu akan terus mengalir menuju muara seharusnya.”Hari kedua menikmati jadi pengangguran. Pagi-pagi sudah ditelpon mama, menanyakan apakah pekerjaanku lancar atau tidak. Dengan berbohong lantas kujawab iya saja, biar buntutnya tidak panjang ke mana-mana. Mama juga mengingatkan aku soal Tefan, mengingatkan untuk kesekian kalinya kalau Tefan sudah menjadi milik Karenina.“Iyah Mama, aku tahu.”“Riana sayang, Mama tidak mau kamu sampai mengorbankan banyak hal hanya karena Tefan. Kamu harus sadar posisi kamu. Orang tuanya membenci keluarga kita sayang.”“Iyah Ma.” Jawabku lemah.Dan aku mulai jengah kalau harus mendengar ini berulang kali, meski maksud mama itu baik tapi tidak juga harus dijelaskan seribu kali.“Ma, sudah dulu ya, aku mau mandi mau berangkat kerja.” Jawabku berkilah, m