Share

2

Penulis: dievil author
last update Tanggal publikasi: 2020-09-14 22:00:09

Alena menaikkan sudut bibir bagian kanan. Kemudian, kepalanya diangguk-anggukan dengan ringan. Menandakan bahwa ucapan sang atasan disetujui. Sesuai dengan fakta. Ia tak akan dapat untuk menampik. Mengakui adalah hal yang harus dilakukannya.

"Aku memang tidak akan pernah membuat kau kecewa, Miss Geovant. Aku juga sadar diri. Jadi, aku akan meminta maaf kepadamu untuk sikapku yang tidak mengenakan," ujar Alena sungguh-sungguh, walau santai saja.

"Tidak usah. Aku tidak pernah marah. Aku profesional. Hanya aku suka mengatakan apa yang ada di dalam kepalaku jujur. Kau juga sudah tahu sifatku bagaimana bukan?"

Alena mengangguk ringan. Senyumannya kian melebar. Tawa diloloskan. Mencairkan suasana yang sedikit tegang. Kemudian, ia menduduki kursi di depan meja kerja atasan sekaligus salah satu sahabat baiknya itu.

Alena menegapkan tubuh dan kedua tangan disilangkan di dada. Masih dipandanginya lekat sosok Amanda Geovant. Ekspresi yang ditunjukkan oleh wanita itu berbeda dari kemarin. Membuatnya menjadi kian curiga. Tentu saja, ia harus mengonfirmasi segera.

"Kau menelepon dan memberitahukanku jika ada projek baru untukku. Jelaskan cepat kepadaku. Kau jangan menunda-nunda lagi dan menyebabkanku ingin tahu terus," pinta Alena dengan suaranya yang tidak santai. Intonasi juga ditinggikan.

"Kau bahkan mengirimkan  bodyguard  khusus untuk menjemputku, Boss. Kau tidak percaya bukan jika aku akan sungguh menerima pekerjaan ini?" Alena pun tak segan mengungkapkan kecurigaannya.

"Kau sangat pandai menebak pikiranku. Kau benar. Aku baru hendak menjemputmu. Tapi, baguslah kau sudah datang dan memenuhu janjimu kepadaku."

Alena terus mengembangkan senyuman. "Nah jika sudah begitu, bisakah cepat jelaskan kepadaku?"

"Hahaha. Kau tidak sabaran, Nona. Aku akan jelaskan jika kau mau menerima. Maksudku benar akan menyanggupi. Kau sudah sering menolak. Aku tidak mau kau ulangi. Aku yang harus menanggung malu pada klien karena perubahan kau buat."

Alena tak cepat menjawab, kali ini. Memang tidak akan mudah membujuk atasannya. Ia harus menetapkan kesepakatan serta juga negoisasi. Namun, Alena bukan tipikal yang dapat segera memutuskan akan mengambil tawaran. Tidak ingin dirinya sampai merugi.

Di sisi lain, keuangannya pun telah semakin menipis saja. Hampir tiga bulan ia menolak semua projek diberikan. Sebab, belum ada yang sesuai dengan apa diinginkannya.

"Kau ingin berubah pikiran lagi? Oke, aku tidak akan memaksa. Jika bagimu tidak bagus. Akan aku limpahkan pada yang lain. Tapi, kau sungguh bodoh jika menolak bayaran satu juta dollar setiap bulan. Kau akan bekerja selama kurang dari 200 hari."

Kedua mata Alena seketika membulat. "Apa katamu tadi? Satu juta dollar? Wow, jumlah yang fantastis. Dia pasti pria kaya raya. Kau tidak bilang padaku."

"Jelas saja. Dia adalah billionaire muda. Dia memiliki paras yang tampan. Kau pasti akan suka dan terpesona dengan pria itu. Aku punya foto dia. Akan aku perlihatkan. Memang sengaja tidak aku jelaskan karena rasanya tidak akan penting bagimu. Aku tahu kau tidak terlalu suka dengan uang."

Alena menambah tinggi lagi kedua ujung bibirnya. Melebarkan senyuman. Sosok pria berdiri tegap dengan setelan jas hitam di dalam foto, begitu dilihatnya lekat. Alena pun langsung merasakan ketertarikan dengan alasan tak cukup bisa logis.

"Baiklah. Aku akan menerima kerja sama dengannya. Apakah aku juga harus bercinta bersama dia?" tanyanya to the point.

"Itu urusan kau dan dia. Aku tidak ingin ikut campur. Aku memberi hak kau untuk mau atau tidak. Jangan menanyakan kepadaku. Lagipula, kau dan dia yang akan bercinta. Bukanlah aku yang terlibat, Miss Amanda."

Alena pun segera menanggapi dengan anggukan sembari tersenyum jahil. "Terima kasih, Miss Amanda. Aku rasanya akan menerima, asalkan dia pria yang aku inginkan," jawabnya dengan jujur.

"Maka dari itu, aku merekomendasikan kau kepadanya. Aku selalu memerhatikan para staf agar bisa nyaman bekerja dengan klien. Tidak semata-mata karena uang saja."

Alena menggangguk-anggukan kepalanya dengan gerakan lebih ringan. "Kau memang bos terbaik, Miss Amanda. Aku betah di sini bekerja karena kau memikirkan kami."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Sexy Secretary & Her Boss (INDONESIA)   23

    Alena merasakan perubahan pada sifat sang atasan sejak beberapa menit lalu berubah drastis. Lebih banyak diam, setelah David Morgan pergi dari ruangan. Hanya dua sampai tiga patah kata saja yang keluar dari mulut sang atasan.Tadi, pria itu sempat tersenyum dan menatapnya dengan hangat. Bahkan, memberikan perlakuan yang manis. Namun hanya bertahan sampai rekan bisnis pria itu tidak bersama mereka lagi.Alena pun enggan semakin lama menghadapi sikap aneh ditunjukkan oleh Davae. Sepertinya ia harus memulai terlebih dahulu. Menciptakan sebuah topik pembicaraan. Entah apa yang harus dibahas, tidak terlalu dipikirkan dengan matang.“Mr. Hernandez…,”“Ada apa?” Davae menanggapi cepat. Namun tak memandang Alena. Asyik membaca dokumen. Namun, percayalah ia benar-benar sedang tidak dalam konsentrasi yang penuh.“Rapat akan mulai lima belas menit lagi. Aku sarankan kau segera pergi ke ruangan rapa

  • Sexy Secretary & Her Boss (INDONESIA)   10

    .............................."Kau pasti gagal memperoleh proyek besar jika kegiatanmu hanya memandangiku."Davae memperlebar senyuman, ketika Alena menatap balik dirinya. "Tidak akan gagal.""Aku mempunyai dirimu. Kau pasti memberi hasil terbaik dalam membantuku. Aku telah membayarmu mahal. Ingatlah Miss Alena. Kau harus menolongku," imbuhnya santai.Hari ini akan menjadi momen pertamanya dan Alena berbagi ruangan kerja. Benar, ia sudah mengangkat resmi wanita itu menjadi sekretaris pribadinya. Mereka berdua akan menghabiskan waktu bersama kurang lebih delapan jam setiap hari selama satu minggu.Ditambah pula dengan menetap dalam satu apartemen, maka ia dan Alena berinteraksi setiap saat. Sangat rasional jika rasa tertarik dan hasratnya melihat wanita itu semakin menjadi-jadi. Tidak mampu dikendalikan.Alena terus saja menggoda. Wanita itu selalu memiliki pesona tersendiri untukny

  • Sexy Secretary & Her Boss (INDONESIA)   9

    Berangkat dari apartemen mewah sang atasan saat waktu menunjukkan pukul sembilan pagi bersama dengan mengendarai mobil sport mahal dari Davae Hernandez menuju ke kantor pria itu. Mereka berdua hanya membutuhkan 30 menit untuk menempuh jarak. Tidak ada hambatan berarti terjadi, misalkan saja kemacetan yang panjang. New York cukup bisa diajaknya bersahabat pagi ini. Alena tentu berharap hingga nanti malam, kendaraan tidak padat di jalan."Bagaimana menurutmu, Miss Alena?"Alena segera mengalihkan pandangan dari julangan gedung besar dan berarsitektur modern, berlantai hampir dua puluhan yang baru saja dimasuki oleh kendaraan mewah kemudikan sang atasan. Ia pun menebak bahwa mereka akan menuju ke basement guna memarkirkan mobil sport Davae.Sebagai tanggapan atas pertanyaan diajukan oleh pria itu yang sudah mampu dimengerti maksudnya, kepala dianggukan dengan mantap. "Penilaianku?""Aku semak

  • Sexy Secretary & Her Boss (INDONESIA)   8

    Biasanya, Davae akan sedikit malas menyambut hari baru karena mengingat sejumlah laporan yang di kantor harus dituntaskan sampai malam. Namun, pagi ini sangat berbeda. Ia tidak terbebani dengan pikiran tentang pekerjaan. Hanya diisi oleh sosok Alena. Mulai dari senyuman manis hingga tubuh wanita itu yang seksi. Membuatnya ingin terus saja berimajinasi. Tetapi, berusaha untuk dikontrolnya.Dan, daripada harus berkhayal menerus dan juga menciptakan fantasi semakin liar, Davae memilih menikmati pemandangan manis yang nyata tengah tersaji di hadapannya berkaitan dengan Alena. Ya, wanita itu tengah memasak, memunggunginya.Barang satu menit pun, tak mampu ia mengalihkan fokus dari Alena. Walaupun, hanya bagian belakang tubuh wanita itu dapat diabadikan. Namun, sudah dapat membangkitkan gairahnya. Terutama, bokong dan pinggang ramping Alena yang ingin sekali ia peluk secara erat. Merebahkan kepala juga di salah satu bahu putih wanita itu. Pastinya

  • Sexy Secretary & Her Boss (INDONESIA)   7

    .........................."Makanlah cepat, walau rasanya tidak enak. Tapi, bisa mengganjal lapar. Sekarang kau yang memilih. Mau makan atau tidak," ujar Alena santai. Namun, tetap ada penekanan dalam kalimat-kalimatnya."Aku akan makan semua ini. Rasanya tidak buruk. Masih bisa diterima oleh lidahku. Hmm harus aku akui kau cukup pandai memasak. Ada bakat."Alena menyiapkan sarapan yang sederhana. Menu tidak cukup sulit untuk ia buat. Roti panggang serta omelet. Ditambah dengan segelas susu hangat. Dirasanya akan mampu mengisi perut dari Davae hingga jam makan siang nanti tiba saatnya.Tadi, sekitar 30 menit yang lalu, Alena pun sempat dilanda oleh perasaan kesal. Sebab, tugasnya bertambah yakni membuatkan makanan untuk Davae Hernandez. Kewajiban yang tidak pernah tertulis di dalam kontrak.Alena terus berperang dengan ego dan juga rasa iba. Pada akhirnya, ia tak ragu memilih kata hati. Alena berpik

  • Sexy Secretary & Her Boss (INDONESIA)   6

    "Bangun, Mr. Davae!" seru Alena dengan sengajanya dalam intonasi begitu kencang."Astaga, kau ternyata menyebalkan dan pemalas juga." Alena mengungkapkan sindiran. Ia kesal.Nyaris seperti berteriak. Insting meminta ia melakukan hal yang demikian agar Davae Hernandez segera bisa mengakhiri tidur lelap. Mengingat waktu bangun sudah ditentukan. Alena juga mengguncang-guncang tubuh klien tampannya itu dengan cukup keras.Tak akan ada pemberlakuan toleransi atas kemalasan yang ditunjukkan. Alena hanya berusaha menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Jika tak sesuai, maka ia memiliki hak menegur. Tercantum jelas di kontrak."Ckck. Kau tidak mendengarkanku?" gumam Alena kesal karena tak mendapat respons.Davae masih tetap tertidur, bahkan sekalipun tidak bergerak. Sungguh, pria itu menciptakan kesan negatif pada dirinya dan ampuh mengurangi kekaguman ia miliki.Berkaitan dengan sifat. Jik

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status