Home / All / The Hurting Wife / Bukti pengkhianatan (1)

Share

Bukti pengkhianatan (1)

last update publish date: 2020-09-08 16:35:50

Keesokan harinya.

Cahaya matahari pun masuk dari celah-celah jendela yang tanpa sengaja mengenai wajah seorang wanita yang masih saja memejamkan matanya sambil memeluk erat putranya.

Wanita itu adalah Meisya.

Meisya langsung membuka matanya secara perlahan dan saat melihat kearah jam dinding, Meisya pun merasa sangat terkejut.

"Oh tidak! Kenapa aku bisa bangun se siang ini!" Ucap Meisya. Dia pun langsung melepaskan pelukannya dan segera bangun dari tempat tidurnya. 

Meisya langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.

Namun, saat Meisya baru saja menyalakan kompornya. Meisya baru ingat jika suaminya belum pulang sejak tadi malam.

"Oh iya. Aku lupa! Mas Arya kan belum pulang sejak tadi malam, hhhmm … menginap dimana ya dia tadi malam?!" Ucap Meisya. Dia merasa penasaran bercampur dengan rasa khawatir karena, dia takut terjadi hal buruk dengan suaminya.

Meisya pun mengurungkan niatnya untuk membuat sarapan. Dia pun mencuci piring, mencuci baju dan membersihkan rumah, seperti setiap hari dia lakukan selama ini.

Saat Meisya sedang sibuk membersihkan rumahnya.

Terdengar suara mobil Arya pun datang.

Meisya pun langsung tersenyum cerah dan meninggalkan kain pel yang sedang berada didalam genggamannya dan secepatnya menghampiri Arya untuk menyambut kepulangannya.

Meisya pun melihat Arya yang sedang berjalan masuk dan saat itu juga, Meisya langsung memeluknya.

"Mas, akhirnya kamu pulang juga. Kamu kemana saja semalaman, aku merasa sangat khawatir. Aku takut jika ada hal buruk terjadi dengan kamu mas,* ucap Meisya. Dia tersenyum dan hendak menyentuh pipi Arya, namun Arya langsung menepisnya.

Dia begitu dingin dan tatapannya kepada Meisya tidak ada cinta lagi untuknya.

"Aku baik-baik saja. Sekarang aku sangat lelah dan jangan ganggu aku hingga sore nanti," ucap Arya. Dia pun melepaskan dirinya dari pelukan Meisya.

Arya lun pergi meninggalkan Meisya yang masih berdiri dengan penuh kebingungan.

Meisya tidak mengerti, kenapa suaminya bisa seperti itu.

Meisya menoleh dan melihat punggung suaminya yang semakin terlihat jauh dari pandangannya. Sama seperti sikapnya yang semakin sulit untuk dia kenali lagi.

Saat Arya baru sampai diatas tangga, Arya pun menoleh dan melihat kearah Meisya.

"Satu lagi, tolong jangan sampai Abian menangis atau berteriak. Aku tidak suka dengan suara gaduhnya. Kamu mengerti kan maksud aku?" Ucap Arya. Dia berkata dengan suara tegasnya.

Meisya mengerti dan dia pun menganggukkan kepalanya.

"Baiklah, aku akan berusaha agar Abian tidak mengganggu istirahat kamu. Oh ya mas, kamu sudah sarapan atau belum?" Tanya Meisya.

Arya hanya menghela nafas pendek dan menjawab, "Belum. Kamu siapkan sarapan untukku dan antarkan ke kamar ya! Malam ini sungguh sangat melelahkan," ucap Arya. Dia memalingkan wajahnya dan tersenyum sendiri. Dia mengingat kejadian tadi malam. Kejadian yang membuatnya hanyut dalam dunia fantasi cinta yang indah bersama Juwita. Baginya, hanya Juwita lah yang bisa memuaskannya dan wanita didepannya saat ini, tidak bisa menarik minatnya sama sekali dan di mata Arya saat ini. Meisya hanyalah seperti pembantu rumah tangga yang bisa membantunya dalam mengurus rumah dan juga putranya. Hanya itulah yang ada dimatanya saat ini.

Setelah bicara. Arya pun masuk kedalam kamarnya dan sangat malas untuknya jika harus melihat wajah Meisya dan penampilan lusuhnya itu.

Bahkan yang ada di pikiran Arya saat ini, dia memikirkan Juwita kembali dan ingin rasanya Juwita selalu ada bersamanya. 

Arya pun terus tersenyum sendiri dan setelah dia masuk ke dalam kamarnya. Arya tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak bisa menghubungi Juwita.

Arya pun bertukar pesan dengannya dan tanpa dia sadari, Arya pun ketiduran dalam posisi ponselnya masih menyala.

Dari luar, Meisya yang baru saja selesai membuat sarapan untuk Arya pun berjalan menuju kamarnya. Namun, karena putranya sudah bangun dari tidurnya. Meisya harus menanganinya terlebih dahulu.

Setelah selesai semuanya, Meisya pun meninggalkan putranya sebentar dan pergi menemui Arya yang pastinya sedang menunggu sarapan yang akan dia antarkan.

"Abi, mama mau menemui papa dulu ya! Kamu tunggu disini sebentar, tidak apa-apa kan kalau Abi mama tinggal disini sebentar?" Ucap Meisya. Dia mengusap lembut rambut putranya.

Abian pun tersenyum dan dia pun menganggukkan kepalanya. 

"Iya mama, Abi menunggu mama disini!" Jawab Abian dengan suaranya yang sangat lucu dan senyumannya yang juga sangat menggemaskan.

Meisya pun tersenyum dan dia pun mengambil sarapan itu yang sudah dia siapkan diatas nampan dan membawanya kembali menuju kamar dimana Arya yang sedang menunggunya disana.

Krekkk' …

Suara pintu pun terbuka. Meisya pun masuk dan meletakkan sarapannya diatas meja yang kebetulan letaknya  berada tidak jauh dari tempat tidur itu.

Setelah meletakkannya. Meisya pun melihat jika Arya sedang menutup matanya dan pakaiannya terlihat sangat berantakan.

Meisya pun tersenyum dan berjalan mendekatinyal lalu duduk disebelahnya karena Meisya ingin merapihkan pakaian Arya yang terlihat sangat berantakan.

Namun, saat Meisya duduk tepat disebelah Arya. Meisya melihat ada banyak tanda cinta yang sudah berwarna merah keunguan tertinggal di lehernya dan juga di dadanya saat ini.

Meisya langsung merasa sangat terkejut saat melihat itu semua. Apalagi dari aroma tubuh Arya tercium bau parfum yang wanita yang benar-benar melekat di tubuhnya.

Tangan Meisya pun bergetar saat itu juga dan dia langsung menarik tangannya yang hendak merapihkan pakaian Arya saat itu juga.

"Ada apa ini? Kenapa mas Arya seperti ini? Apa mungkin tadi malam dia bersama wanita lain?" Gumam Meisya yang mulai merasa curiga dengan Arya tapi dia masih saja berusaha untuk berpkiran positif terhadap suaminya itu.

Saat Meisya yang sibuk dengan pikirannya yang kini sedang bertarung Antara prasangka baik dan prasangka buruknya.

Tiba-tiba, ponsel Arya pun berbunyi.

Meisya pun merasa terkejut dan entah kenapa, batinnya membimbingnya untuk melihat ponsel itu.

Meisya pun meraihnya dan melihat nama ID si pengirim pesan itu yang bertuliskan 'Sayang'.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • The Hurting Wife   Aku harus membalas semuanya

    Kreeekkk ….Pintu pun terbuka.Meisya melihat jika kamar yang dahulu terasa hangat dan penuh cinta, kini berubah menjadi dingin dan hatinya sudah tidak bisa lagi merasakan ada getaran-getaran cinta didalam kamar ini. Meisya berjalan masuk dan dia melihat kearah Arya yang masih tertidur lelap karena kelelahan.Meisya menitikkan air matanya lagi namun dia langsung menghapusnya kembali. Dia memiliki sebuah tekad yang kuat dan dia harus tegar dan tujuan utamanya kali adalah memberi pelajaran kepada suaminya dan dia akan membalas semua yang Arya lakukan kepadanya."Aku harus kuat! Ya, aku harus kuat! Aku harus membuatnya menyesal karena dia telah menyakitiku," ucap Meisya sambil mengusap air mata yang tersisa di pipinya.Meisya pun berjalan mendekati lemari pakaian dan melihat banyak pakaian yang dahulu s

  • The Hurting Wife   Bukti pengkhianatan (2)

    'Sayang.'Itulah ID si pengirim pesan itu.Tangan Meisya semakin bergetar, namun rasa penasarannya menuntunnya untuk melihat pesan itu.Meisya membuka pesan itu dan isi pesan itu adalah,"Sayang, kamu kenapa pulang sepagi ini? Apakah kamu sudah tidak menginginkan aku? Apakah aku memuaskan kamu tadi malam? Kamu jahat sekali sayang, kamu mengatakan jika istrimu tidaklah menarik sama sekali dan kamu selalu mengatakan jika aku ini jauh lebih cantik darinya dan pandai memuaskan kamu. Tapi kenapa kamu masih saja mempertahankan dia?"Deg …Jantung Meisya berdetak dengan cepat. Seluruh tubuhnya terasa lemas semua.Hatinya terasa sangat sakit saat membaca itu se

  • The Hurting Wife   Bukti pengkhianatan (1)

    Keesokan harinya.Cahaya matahari pun masuk dari celah-celah jendela yang tanpa sengaja mengenai wajah seorang wanita yang masih saja memejamkan matanya sambil memeluk erat putranya.Wanita itu adalah Meisya.Meisya langsung membuka matanya secara perlahan dan saat melihat kearah jam dinding, Meisya pun merasa sangat terkejut."Oh tidak! Kenapa aku bisa bangun se siang ini!" Ucap Meisya. Dia pun langsung melepaskan pelukannya dan segera bangun dari tempat tidurnya.Meisya langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.Namun, saat Meisya baru saja menyalakan kompornya. Meisya baru ingat jika suaminya belum pulang sejak tadi malam."Oh iya. Aku lupa! Mas Arya kan belum pulang sejak tadi malam, hhhmm … menginap dimana ya dia tadi malam?!" Ucap Meisya. Dia merasa penasaran bercampur dengan rasa khawatir kar

  • The Hurting Wife   Sedang dimabuk cinta

    Arya tidak menyadari jika ponselnya terus berbunyi karena dia terus sibuk bermesraan dengan Juwita di cafe itu.Baginya dunia ini hanyalah milik mereka berdua dan tidak ada yang boleh mengganggunya sama sekali.Keduanya pun terus larut didalam dunia cinta yang mereka berdua ciptakan. Tidak ada Meisya atau pun putranya karena didalam pikirannya saat ini adalah, ingin menikmati tubuh indahnya Juwita hingga dirinya merasa sangat puas.Setelah bermesraan dan menghabiskan waktu makan malam romantisnya.Mereka pun pergi meninggalkan restoran itu."Sayang, bisakah malam ini kamu menginap di apartemen ku? Aku merasa sangat kesepian jika harus tidur sendiri malam ini," ucap Juwita. Dia memeluk Arya dengan suara manja yang membuat Arya tidak rela untuk meninggalkannya.Arya tidak bisa menolaknya karena dia juga memang menginginkan tubuh Juwita yang sejak tadi terus menggodanya."

  • The Hurting Wife   Hubungan dibelakangku

    Lima tahun.Rumah tangga Meisya dan Arya berjalan dengan lancar. Mereka di karuniai seorang putra yang tampan dan juga pintar dan putra mereka itu bernama Abian.Dari awal menikah hingga lima tahun mereka bersama. Arya sangat mencintai Meisya dan bahkan melarang Meisya untuk bekerja dan merias diri.Arya adalah tipe pria yang pencemburu karena jika istrinya terlihat cantik, maka dia takut jika mata pria lain akan tertuju padanya.Egois.Itulah Arya, dia memang tipe pria egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri.Meisya merasa sangat bahagia karena jika suaminya seperti itu. Berarti suaminya memang sangat mencintainya.Akhirnya, Meisya memutuskan untuk berhenti bekerja dan menjalani hidup sebagai ibu rumah tangga.Rambut di ikat Cepol dan setiap hari hanya memakai pakaian rumah yang terlihat sangat seder

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status