Share

Naughty Roommate

Author: Anita An
last update publish date: 2020-08-07 14:48:09

Kemudian aku dan Luna bergegas keluar dari kamar ini. Luna mengunci pintu dan menyembunyikan kuncinya. Lalu kami berdua jalan bersamaan, kami akan berkeliling tempat yang luas ini.

Sembari berjalan, Luna bicara padaku. She berucap, “An Jinshi, apakah kamu orang asia?”

“Ya, saya orang asia! Apakah disini bermasalah dengan orang asia?”

“Oh tidak, disini baik-baik saja. Oh ya, pertama kita akan menuju lapangan basket. Aku yakin Ace dan Aaron ada disana!”

“Siapa Ace dan Aaron?”

Dengan senyum manis dan wajah yang ceria, Luna menjawab “Ya dua pria idola di university ini. Kamu suka yang mana? Ace atau Aaron?”

“Oh, aku belum mengenal mereka. Aku tidak tahu mereka seperti apa!”

“Ya ampun, aku harap kamu menyukai mereka berdua. Mereka tidak hanya sekedar idola, tetapi juga pria yang hebat!”

“Oh, semoga begitu!”.

Kami berdua pun bersama-sama tersenyum manis. Ya sepertinya Luna sangat menyukai pria ini, entah siapa yang she sukai. Tetapi she tampak dekat dengan dua pria ini.

Lapangan basket University Malvado.

Terlihat banyak penonton disini, dan dua kelompok pemain basket yang menunjukan bakat dan kemampuan mereka. Para gadis yang menyoraki idola mereka.

“Aaron!”

“Ace!”

“Aaron!”

“Ace!”

“Aaron!”

“Ace!”

“Aaron!”

“Ace!”

“Aaron!”

“Ace!”

“Aaron!”

“Ace!”

“Aaron!”

“Ace!”

“Aaron!”

“Ace!”

Teriakan itu terus bergeming di telingku. Penonton yang sangat bersemangat memberi dukungan pada idola mereka. Aku pun mengikuti langkah Luna yang berjalan menuju tepi lapangan basket. Kami menghampiri teman Luna disini. Seorang pria bergegas mendekati kami, he mengambil minuman di dalam tas miliknya. He menyiram wajahnya dengan air di dalam botol minuman dengan gaya yang keren hingga membuat para gadis yang melihat bertambah gila dan memujanya.

Bahkan Luna, dirinya bahkan rela basah karena percikan air dari wajah pria itu. Aku sendiri tidak mau, aku segera menutupi wajahku dengan kain dan menjauh. Ini gila dan pria itu seperti tidak punya sopan santun, percikan air dari wajahnya itu sangat jorok. Itu campuran dari keringat yang bau.

Setelah membasahi wajahnya, he segera mengeringkan wajah dengan handuk. Kemudian he mendekati Luna, dan bicara padanya.

“Hai, Luna! Ada apa? Siapa orang di sampingmu?”

“Hai, Ace. She mahasiswa baru, dan teman sekamarku. An Jinshi, perkenalkan ini namanya Ace. Ace, kenalkan ini An Jinshi!” ucap Luna memperkenalkan kami berdua.

Pria ini mengulurkan tangannya padaku, bermaksud untuk berjabat tangan tetapi aku hanya membalasnya dengan anggukkan kepala. Luna yang melihat ini sedikit canggung, she merasa tidak nyaman atas perkenalan ini. She sendiri menyadari kalau Ace sedikit jorok pada gadis yang baru dikenalnya.

“Ah ya maaf! Aku kotor ya, mungkin lain kali kita perlu makan bersama. Hai, Luna?” ucap Ace menarik tangannya kembali.

“Ya ada apa?”

“Apakah kamu malam ini akan ikut?”

“Kemana?”

Ace tersenyum, he berupaya memberi bahasa isyarat akan sesuatu. He menggerak-gerakkan tangannya. Hingga Luna mengingat sesuatu yang telah direncanakan.

“Oh ya tentu saja, aku akan ikut.”

“Bagaimana dengan she? Apakah kamu akan mengajaknya? Aku rasa Aaron akan sangat senang mendapat yang baru itu!” ucap Ace menyembunyikan maksud tertentu.

“Oh, apa maksudnya? Kamu menyukainya? Ajak saja she. Aku akan memberikan kuncinya padamu. Lagi pula tidak ada yang bisa menolak dirimu itu!” jawab Luna sembari menunjuk tubuh Ace.

“Oh ya ampun! Tetapi bagaimana kalau she tidak menyukaiku?”

“Huh... apa kamu bersikap ramah pada seseorang? Lakukan saja dengan si merah segar itu dan she pasti akan merasa gerah lalu memulainya sendiri. Aku sangat sibuk dengan priaku, malam ini pasti akan menjadi malam yang panjang.”

“Kamu sama sekali tidak membantu, Luna. Rencanakan lah sesuatu untukku agar aku bisa bersama dengannya!” ucap Ace sembari melihat teman baru Luna yang memperhatikan pertandingan basket berlangsung.

“Oh baiklah, tenang saja! Kamu siapkan saja sesuatu itu” ucap Luna sembari mendekati Ace dan berbisik di telinga, “Staminamu jangan sampai kalah, atau kamu akan dikucilkan!”.

Ace yang mendengar ucapan itu tersenyum sinis, lalu he menjawab “Ya bagaimana mungkin aku akan kalah dalam bertempur! Katakan saja kapan aku bisa memulainya?”

“Ya baiklah, aku akan memberi kabar padamu selanjutnya!” ucap Luna kembali mendekati An Jinshi.

Aku melihat Luna kembali mendekat, she sepertinya telah selesai bicara.

“An, ayo kita pergi!” ajak Luna padaku.

“Eh, mau pergi? Yang baru saja namanya Ace kan? Lalu dimana Aaron?” jawabku.

“Oh he? He sibuk! Mungkin saja he sedang sibuk di kamarnya. Saat ini kegiatan kampus sedang tidak banyak, ya kamu tahu lah lebih baik tidur di kamar kan?” ucap Luna sembari menarik tanganku, membawaku pergi.

Aku pun mulai mengikuti langkah Luna. Kami berdua kembali mengelilingi tempat ini. Luna memperkenalkanku pada tempat lainnya hingga kami kembali ke asrama lagi.

Setiba di asrama, Luna mulai membuka pintu kamar. Aku dan Luna pun segera masuk. Berjalan menuju tempat tidur masing-masing. Luna terlihat kelelahan, she mengambil minuman segar yang di simpannya di bawah kasur. Aku yang memperhatikan Luna sesaat, melihat tingkahnya dan dibuat terkejut. Aku pikir she akan mengambil sesuatu di bawah kasurnya. She menarik sebuah kota yang terbuat dari kayu, kotak berbentuk peti harta karun. She mulai membuka peti harta karun, dan mengambil sebotol minuman red wine. Aku yang memperhatikan Luna terkejut. Aku tidak menyangka bahwa gadis ini menyukai minuman seperti itu.

Luna membuka minuman red wine, dan meminumnya. Gadis ini meminum banyak red wine hingga tubuhnya merasa kepanasan, she pun mulai berbaring di tempat tidur dan mengambil ponselnya. Mengirim pesan pada seseorang.

“Sayang, aku disini merasa gerah. Tapi ada anak baru disini, aku akan pergi menemuimu” tulis Luna di ponselnya, lalu mengirim pesan ini pada seseorang.

Aku melihat hal itu dan berpikir Luna baik-baik saja. Aku pun mempersiapkan diri untuk pergi jalan-jalan lagi. Sebelum pergi aku berucap, “Luna, aku pergi dulu”ucapku berpamitan.

Luna bergegas bangun dari tempat tidurnya, lalu she berucap “Oh baiklah, kapan kamu akan kembali?”

“Ya, aku pikir nanti malam!”

“Oh baiklah, selamat bersenang-senang!”

“Ya!” jawabku yang kemudian mulai pergi meninggalkan tempat ini.

Aku segera berjalan menuruni anak tangga, dan keluar dari asrama. Tetapi saat aku hendak pergi meninggalkan asrama, aku melihat seorang pria berjalan menuju asrama, pria yang berpenampilan layaknya pria nakal. Aku pun segera pergi meninggalkan tempat ini, menuju gerbang university Malvado dan mencari taksi untuk menuju tempat yang aku inginkan. Tidak perlu waktu yang lama, aku mendapat taksi dan segera masuk ke dalam.

“Sopir, antar aku cafe magie!” pintaku.

“Baik nona!” jawab sopir.

Ya sebelum aku tiba di kota ini, aku terlebih dahulu mencari tempat populer di kota ini dan aku menemukan tempat yang bagus untuk dikunjungi.

Sementara itu di asrama, kamar Luna.

Seseorang telah mengetok pintu kamar Luna, Luna yang mendengar ketokan pintu itu dengan tumbuh semboyongan she bergegas berdiri dan membuka pintu. She melihat kekasihnya datang, sang pria itu bergegas memeluk erat Luna dan masuk ke dalam kamar ini. Luna yang setengah sadar memeluk pria ini, dan pria ini membalas pelukan Luna dengan sebelah tangan. Sementara tangan yang satunya mengunci pintu kamar Luna, dan meletakan kunci di atas meja. Setelah itu, pria ini mulai memeluk erat Luna. Dengan setengah kesadaran Luna pun mencumbu pria ini dengan mesra, dan pria ini membalas kecupan Luna. 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • The Secret Of Devil Girl ( Indonesia )   Pesta di Ruang Bawah Tanah

    Tiba-tiba di tengah perbincangan, seorang pria lainnya datang. He berdiri di sampingku juga dan berucap “Huh, kenapa menyukai hutan seperti itu? Apa kau tahu tentang hutan itu?.’Aku menoleh ke arah kiri, seorang pria lainnya bicara padaku. Melihat wajahnya, aku pernah bertemu dengannya.

  • The Secret Of Devil Girl ( Indonesia )   Dua Aaron

    Hingga malam menjelang, di bawah cahaya bulan dan bintang bersinar terang. Kota Malvado tetap hidup tanpa kesepian, malam seperti siang. Keramaian terus terjadi tanpa henti.

  • The Secret Of Devil Girl ( Indonesia )   Sekte Iblis

    Sementara itu di asrama, kamar Luna.Seseorang telah mengetok pintu kamar Luna, Luna yang mendengar ketokan pintu itu dengan tumbuh semboyongan she bergegas berdiri dan membuka pintu. She melihat kekasihnya datang, sang pria itu bergegas memeluk erat Luna dan masuk ke dalam kamar ini. Luna yang setengah sadar memeluk pria ini, dan pria ini membalas pelukan Luna dengan sebelah tangan. Sementara tangan yang satunya mengunci pintu kamar Luna, dan meletakan kunci di atas meja. Setelah itu, pria ini mulai memeluk era

  • The Secret Of Devil Girl ( Indonesia )   Naughty Roommate

    Kemudian aku dan Luna bergegas keluar dari kamar ini. Luna mengunci pintu dan menyembunyikan kuncinya. Lalu kami berdua jalan bersamaan, kami akan berkeliling tempat yang luas ini.Sembari berjalan, Luna bicara padaku. She berucap, “An Jinshi, apakah kamu orang asia?”

  • The Secret Of Devil Girl ( Indonesia )    University Malvado

    University MalvadoPagi hari yang cerah, dimana arunika tampak bersinar terang. Di pusat kota, keramaian kota terdengar jelas. Suara knalpot mobil dan motor, suara orang-orang berbincang, kepadatan aktivitas di jalan dan aktivitas telah dimulai sejak matahari bersinar atau bahkan sebelum mataha

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status