Share

The Secret Of Devil Girl ( Indonesia )
The Secret Of Devil Girl ( Indonesia )
Penulis: Anita An

University Malvado

Penulis: Anita An
last update Tanggal publikasi: 2020-08-07 14:47:07

 University Malvado

Pagi hari yang cerah, dimana arunika tampak bersinar terang. Di pusat kota, keramaian kota terdengar jelas. Suara knalpot mobil dan motor, suara orang-orang berbincang, kepadatan aktivitas di jalan dan aktivitas telah dimulai sejak matahari bersinar atau bahkan sebelum matahari menampakan dirinya. Kehangatan, dan pemandangan indah takjub dari keramaian kota ini. Semua orang terlihat sibuk.

Dari sebuah taksi yang terus menuju tempat tujuan, mobil taksi berwarna kuning dan seorang gadis sebagai penumpangnya. Seorang sopir pria yang berusia paruh baya dengan hati-hati mengemudikan mobil.

Gadis itu adalah diriku, ya aku sedang menuju sebuah tempat. Sebuah kehidupan baru, dan itu dimulai dari sekarang. Aku akan pergi ke University Malvado, sebuah tempat pendidikan tinggi yang populer di kota ini. Ini adalah Kota Malvado, tempat yang ramai dan salah satu kota besar di negeri ini.

Namaku adalah An Jinshi, aku berasal dari desa terpecil yang menuju kota. Aku biasa tinggal sendiri dan namaku memiliki arti tersendiri. Mungkin orang lain akan menilai namaku berasal dari bangsa asia. Tetapi nyatanya bukan, ada maksud tersendiri dari namaku ini. Tetapi tidak perlu dipermasalahkan, dari mana pun asalmu, kamu tetap lah dirimu dan kamu diterima dimana pun berada. Saling menghormati dan menghargai satu sama lain akan mengalahkan keegoisan yang ada di benak seseorang.

Ini adalah perjalanan pertamaku di kota ini, hingga perjalanan ini terhenti di sebuah tempat yang megah. Ya ini adalah tempat tujuanku, University Malvado, kampus terpoputer tahun ini di Kota Malvado.

Aku pun bergegas keluar dari taksi, dan sopir taksi membantuku mengeluarkan koper dari bagasi, lalu aku membayarnya biaya perjalanan ini. Aku menghirup udara kehidupan yang baru, dengan aroma kebebasan yang sangat bebas. Aku pun segera menarik koperku memasuki kampus ini.

Orang-orang memperhatikan diriku dengan seksama, aku pun memperhatikan mereka semua. Kebanyakan disini para gadis mengenakan rok mini dan sedikit yang mengenakan pakaian panjang. Para lelakinya pun sangat tampan, dan suka mengoda gadis-gadis. Para lelaki disini sepertinya sangat menjaga penampilan, mereka terlihat keren dan sedikit sekali terlihat pria cukup dan culun. Tempat ini benar-benar menarik, dan aku segera di sambut oleh seorang perempuan yang terlihat sangat disiplin disini. Aku memberinya hormat selaknya, dan hanya menyikapi apa yang dikatakannya seadanya. Aku tidak akan membuat orang kesal untuk pertemuan pertama kali, karna siapapun kamu, aku tidak akan melakukan hal mengesalkan. Karna ini juga bukan sinetron.

Berbincang dan diantar ke ruang kepala University Malvado. Kepala University Malvado menyambut diriku dengan baik, dan aku mulai diantar oleh pengawas mahasiswa disini ke asrama. Sepanjang jalan she terlihat kesal melihat tingkah laku mahasiswa yang tidak begitu baik, tetapi meski begitu tidak akan ada yang dikeluarkan dari kampus karna ini hanyah teguran. Mereka sepenuhnya tidak melakukan kesalahan yang besar.

Tiba di asrama, aku diperkenalkan dengan teman sekamar. Seorang gadis yang mengenakan rok mini dan berparas cantik.

“Hallo, perkenalkan namaku Luna. Siapa namamu?” tanya Luna padaku.

Aku tersenyum manis dan melihat seisi ruang kamar ini, gadis ini tidak terlalu buruk. She cukup rapi meski sendirian disini. Lalu aku menjawab, “Namaku An Jinshi. Senang bertemu denganmu!”

“Oh, apakah kamu dari Asia?”

“Ya, tidak juga. Tetapi apa ada masalah dengan itu?”

“Oh tidak, tentu aku senang. Aku akan punya teman sekamar yang berbeda tempat denganmu, bagaimana dengan bahasamu? Apa yang kamu gunakan?” ucapnya dengan ekspresi senang.

“Aku menggunakan bahasa indonesia, aku lebih suka itu. Bagaimana denganmu?”

“Hem.... ya aku juga suka, tapi itu termasuk pelajaran di kampus University Malvado ini. Aku kesulitan dengan itu. Tapi aku akan merasa terbantu jika kamu membantuku belajar mengenai bahasa itu. Bagaimana? Boleh?”

“Ya tidak masalah!”

“Oh asik! Aku senang. Mari, letakan barangmu. Disana adalah kasurmu. Ini tempatku. Aku sudah membuat pembatas untuk kita. Semoga kamu betah disini!”

“Ya, terima kasih!”

“Oh ya, nanti kita bicarakan soal aturan disini ya? Tidak banyak hanya tentang privasi kita.”

“Oh itu bagus, soal larangan dan diijinkan ya?”

Luna menganggukkan kepala sebagai tanya ucapanku benar. Aku pun mulai menata barang-barangku di asrama ini.

Setelah selesai menata barang, aku mulai mendekati Luna. Gadis ini tampak sedang memainkan ponselnya. She mengenakan pakaian yang cukup minim, dan gadis ini cantik.

“Hai, Luna. Apakah kamu sedang sibuk?” tanyaku mendekati dan menyapanya.

“Ya, ada apa? Apakah aku baru saja mengganggu kamu?” jawab Luna sembari berhenti memainkan ponselnya.

“Oh tidak, bukan begitu. Apakah kamu mau menemaniku berkeliling tempat ini?”

Spontan Luna menggelengkan kepala, aku rasa Luna tidak mau. Mungkin she sangat sibuk. Namun dugaanku salah, Luna tersenyum manis setelah itu. She bergegas berdiri dan bersiap-siap, she mengambil tas miliknya lalu memasukan ponsel ke dalam tas.

“Aku sudah siap, bagaimana denganmu? Dengan senang hati aku akan mengajakmu jalan-jalan. Kamu mungkin harus mendengar beberapa kata dariku, dan mengingatnya. Ini penting!”

“Ya baiklah, aku sudah siap!”

Kemudian aku dan Luna bergegas keluar dari kamar ini. Luna mengunci pintu dan menyembunyikan kuncinya. Lalu kami berdua jalan bersamaan, kami akan berkeliling tempat yang luas ini.

Sembari berjalan, Luna bicara padaku. She berucap, “An Jinshi, apakah kamu orang asia?”

“Ya, saya orang asia! Apakah disini bermasalah dengan orang asia?”

“Oh tidak, disini baik-baik saja. Oh ya, pertama kita akan menuju lapangan basket. Aku yakin Ace dan Aaron ada disana!”

“Siapa Ace dan Aaron?”

Dengan senyum manis dan wajah yang ceria, Luna menjawab “Ya dua pria idola di university ini. Kamu suka yang mana? Ace atau Aaron?”

“Oh, aku belum mengenal mereka. Aku tidak tahu mereka seperti apa!”

“Ya ampun, aku harap kamu menyukai mereka berdua. Mereka tidak hanya sekedar idola, tetapi juga pria yang hebat!”

“Oh, semoga begitu!”.

Kami berdua pun bersama-sama tersenyum manis. Ya sepertinya Luna sangat menyukai pria ini, entah siapa yang she sukai. Tetapi she tampak dekat dengan dua pria ini.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • The Secret Of Devil Girl ( Indonesia )   Pesta di Ruang Bawah Tanah

    Tiba-tiba di tengah perbincangan, seorang pria lainnya datang. He berdiri di sampingku juga dan berucap “Huh, kenapa menyukai hutan seperti itu? Apa kau tahu tentang hutan itu?.’Aku menoleh ke arah kiri, seorang pria lainnya bicara padaku. Melihat wajahnya, aku pernah bertemu dengannya.

  • The Secret Of Devil Girl ( Indonesia )   Dua Aaron

    Hingga malam menjelang, di bawah cahaya bulan dan bintang bersinar terang. Kota Malvado tetap hidup tanpa kesepian, malam seperti siang. Keramaian terus terjadi tanpa henti.

  • The Secret Of Devil Girl ( Indonesia )   Sekte Iblis

    Sementara itu di asrama, kamar Luna.Seseorang telah mengetok pintu kamar Luna, Luna yang mendengar ketokan pintu itu dengan tumbuh semboyongan she bergegas berdiri dan membuka pintu. She melihat kekasihnya datang, sang pria itu bergegas memeluk erat Luna dan masuk ke dalam kamar ini. Luna yang setengah sadar memeluk pria ini, dan pria ini membalas pelukan Luna dengan sebelah tangan. Sementara tangan yang satunya mengunci pintu kamar Luna, dan meletakan kunci di atas meja. Setelah itu, pria ini mulai memeluk era

  • The Secret Of Devil Girl ( Indonesia )   Naughty Roommate

    Kemudian aku dan Luna bergegas keluar dari kamar ini. Luna mengunci pintu dan menyembunyikan kuncinya. Lalu kami berdua jalan bersamaan, kami akan berkeliling tempat yang luas ini.Sembari berjalan, Luna bicara padaku. She berucap, “An Jinshi, apakah kamu orang asia?”

  • The Secret Of Devil Girl ( Indonesia )    University Malvado

    University MalvadoPagi hari yang cerah, dimana arunika tampak bersinar terang. Di pusat kota, keramaian kota terdengar jelas. Suara knalpot mobil dan motor, suara orang-orang berbincang, kepadatan aktivitas di jalan dan aktivitas telah dimulai sejak matahari bersinar atau bahkan sebelum mataha

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status