LOGINRatmi yang hamil di tengah usianya yang masih remaja dan kuliah merasa putus asa. Perbuatannya dengan Jhon sang pacar terlalu melawati batas. Jhon tidak mau bertanggung jawab dan lari meninggalkan Ratmi. Ratmi yang putus asa karena bingung harus berbuat apa berniat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri di jembatan kali angker yang arusnya sangat besar. Ketika hendak melompat, bertemulah Ratmi dengan Pak Kuncoro, seorang para normal yang akan membantunya.
View MoreRatmi berjalan tergopoh-gopoh setelah seharian bekerja tanpa makan. Janin di dalam perutnya mungkin lapar, kepalanya Ratmi pusing, sejak tadi pagi Ratmi belum menyentuh makanan apapun sampai sore ini. Ratmi sengaja membuat anak ini lapar lalu menghilang dari tubuhnya. Paman dan Bibi Ratmi belum tahu jikalau keponakan kebanggannya itu sedang hamil satu bulan. Ratmi yang kuliah semester awal telah membuat dia semakin pusing harus berbuat apa, lantaran Jhon sang pacar kabur begitu mengetahui kalau dia hamil satu bulan. Ratmi yang bigung dan gundah banyak sekali pikira di otanya nekat menghakhiri hidupnya.
Ya tuhan, aku gak tahu haru bagaimana lagi, gumam Ratmi dalam hati.
***
Ratmi Indah Pertiwi adalah seorang mahasiswa tingkat kedua yang sedang gemar ikut membuat seminar, kegemarannya ini yang membuatnya harus sering berumpul dengan kelompya. Dari siilah berawal Ratmi bertemu dengan Jhon. Dia merupaan wakil ketua kelompok seminar da Ratmi sebagai sekertaris, sering bersama dengan Jhon. Awalnya mereka hanya jalan bareng bersama, bercanda dan bergurau bersama. Sampai suatu ketika Ratmi dan Jhon terjebak di suatu gedung yang mereka datangi untu acara seminar. Di gedung yang cukup luas mereka berdua sibuk mendesian gambar untuk contoh ke ketua kelompok mereka. Ada satu kamar yang biasa di pakai untuk gudang. Nah, di sinilah peristiwa naas itu terjadi.
Hujan turun dengan deras, ratmi dan Jhon terjebak di gudang itu. Mereka pun saling bercanda dan ahirnya mulai berciuman, lalu terjadilah peristiwa yang tiak seharusnya terjadi kepada ratmi. Kesucian Ratmi pun kandas karena nikmat sesaat itu.
"Apa yang terjadi? Kenapa kita berbuat hal semacam ini?" ucap Ratmi.
"Tadi kamu menikmatnya, kenapa sekarang kamu protes?" jawab Jhon.
"Apa kamu bilang?"
"Lah, emangnya ada aku maksa kamu, sudah ya kejadian ini jangan sampe ada orang yang tahu, aku gak mau nama aku jadi jelek hanya karena kamu menggoda aku tadi,"
"EH, gila kamu, kalau aku sampai hamil bagaimana?"
"Urus sendiri! Au gak perduli, kamu jagan berharap ya aku akan menikahi kamu gitu, aku sudah punya pacar!"
"Tega kamu, suatu hari nanti aku akan balas apa yang kamu lakukan terhadap aku ini,"
"AH, banyak bacot! pulang sana sendiri!"
"Awas kamu suatu saat nanti kamu akan menyesal, dan memita ampun kepadaku,"
"Perduli setan!"
Jhon langsung pergi meninggalkan Ratmi sendiri yang sedang sedang menangis, dia tidak perduli karena Ratmi bukan tipenya. Dia juga sedang dekat dengan Maulida, seorang gadis cantik perawan manado.
Ratmi yang menngisi kebodohannya hanya bisa pasrah, dia tidak ingin hal ini sampai membuat sesuatu yang mempermalukanya. Yaitu hamil di luar nikah.
Dua minggu kemudian hal yang Ratmi takutkan pun terjadi. Seharusnya hari in dia datang bulan namun, sampai sekarang hal ini pun belun terluhat tanda-tandanya. Ratmi terlihat sering lemas dan tak nafsu makan, bahkan sampai mual dibuatnya.
Ratmi semakin ketakutan, apalagi bibinya mulai melihat ada hal yang aneh yang terjadi di tubuh Ratmi. Ratmi muntah saat jam maan malam.
"Rat, kamu kenapa? sakit?" ucap bibinya Ratmi.
"Enggak, Bi. Aku baik-baik aja," jawab Ratmi.
"Coba kamu periksa sana ke puskesmas depan, mungkin kamu kecapean kegiatan kampus,"
" Iya, Bi,"
Akhirnya Ratmi menelepon Jhon, namun lagi-lagi dia pun menolak panggilannya.
***
Esoknya di kampus, Ratmi bertemu dengan Gea sahabatnya, Gea memberi tahu bahwa dirinya baru saja dikeluarkn dari tim acara seminar kampus, karena dia telah hamil. Ratmi pun yang bingung itu berita dari mana langsung menuju ruang kegiatan seminar.
"Apa-apaan ini? siapa yang nyebar fitnah KEJI ini," ucap Ratmi.
"Udah lah nagku aja, lu itu pekerja malam kan' foto luh udah kesebar kok di mading kampus," jawab Gita, sang ketua kegiatan seminar kampus.
"Siapa yang udah tega nyebarin hal gak masuk aal ini," ucap Gea.
"Lah, yang masang siapa? tanya anak mading, lu bilang aja sama dia," ungkap Gita.
"Sumpah suatu hari nanti gua baalan bales luh semua," tukas Ratmi
"Ih, aneh luh, gua mah cuma menjalanan tugas dari semuanya, sebagai ketua gua wajib menghilangkan hama model kayak luh gini," ejek Gita.
"Lu, tuh yang hama," jawab Gea yang tak sudi sahabatnya ini menjadi bahan cemohan semua orang.
Belum jauh Ratmi melangkah, ada seorang teman memberitahu Ratmi bahwa dirinya di panggil oleh dosen dan Rektornya.
Ratmi yang semakin ketakutan mencoba pasrah dengan keadaan yang terjadi.
"Kamu ini mau mempermalukan kampus hah! bisa-bisanya kamu hamil di luar nikah dan menjadi pekerja malam begitu, inget kampus tempat orang yang terpelajar dan punya moral, kamu seenaknya merusak gitu aja," ucap Pak Budi sang dosen.
"Maaf pak, sedari tadi pada membicarakan apa saya pun tak tahu," jawab Ratmi.
"Kamu bisa menjelaskan ini!" sahut Bu Dian yang merupakan Rektornya.
Ratmi diberi sekumpulan poto-poto dia sedang berpakaian minimdan berjodet di klub bersama orang-orang yang bahkan dia pun tak kenal. Dia punmemakai baju sexy sekali dan tampak mabuk. Dia ingat betul tiga hari yang lalu Jhon mengajanya bertemu di taman, namun setelahnya dia tidak ingat apa yang terjadi. Dia akhirnya tersadar bahwa dirinya ternyata di jebak oleh Jhon.
Seketika Ratmi pun terdiam seribu bahasa, dia sudah menjelaskan apa yang terjadi namun, pihak kampus pun tidak mau menerima alasan tanpa bukti, Ratmi yang pasrah hanya bisa diam.
Tak lama Bibi dan keponaannya Ratmimuncul, ternyata masalah ini sungguh besar pihak kampus telah memberikan ultimatum bahwa Ratmi di nyataka Droup Out dari universitasnya.
"Pak, saya mohon dengan sangat, apakah ada pertimbangan jika dilihat dar nilai Ratmi yang sangat bagus , Pak," ucap Bibi Ratmi.
"Maaf, Bu. Tapi Ratmi sudah melanggar peraturan kampus," ucap Bu Dian.
"Lihat Mi, apa yang sudah kamu perbuat, kamu kenapa? Aku masih sanggup membiayai kamu, kenapa kamu tega meghianati kepercayaanku, kamu kenapa? Huhuhu," ucap Bibi Ratmi.
"Maaf,Bu. sebaiknya masalah ini ibu bicarakan di rumah saja," ucap Pak Budi.
"Baik, Pak, saya selaku bibinya Ratmi meminta maaf yang sedalam-dalamnya.
"Iya, Bu, sama-sama," jawab Pak Budi.
"Bibi tuggu di rumah ya, Rat," ucap bibinya setelah keluar dari ruang Rektor.
Ratmi hanya mengangguk, Gea yang menunggu di luar dari tadi da ta tahu apa yang terjadi di dalamhanya bisa memeluk sahabatnya tanpa tahu apa masalahnya.
"Kamu jangan sedih ada aku yang selalu terus berada di sampingmu dalam keadaan apapun," ucap Gea.
"Aku di keluarin dari kampus, aku di D.O," jawab Ratmi lemas.
"Astagfirulloh," Gea langsung memeluk sahabatnya itu.
"Aku pamit ya, jaga diri kamu baik-baik, jangan pernah percaya pada siapapun jika tidak mau bernasib sama kayak aku,"
"Tapi kamu belum memberian penjelasan apapun sama aku, Rat,"
"Nanti setelah tenang akau ke kosan kamu,"
"oke aku tunggu ya,"
"Iya,"
Ratmi dan Gea pun berpelukan tanda mereka berpisah karena esok Ratmi tidak aan kembali lagi ke kampus.
Ratmi pun berjalan lemas keluar kampus, sepanjang jalan dia di ejek anak-anak yang lainnya. Dia sudah tidak perduli, entah apa yang harus dia perbuat besok. Ratmi berjalan kaki dari kampusnya ke makam orang tuanya untuk berkeluh kesah, karena memang sudah tidak ada lagi tempat untuk bercerita.
Sesampainya di maam sang ibu Ratmi langsudng berkeluh kesah dan menangis, dia benar-benar sangat malu kepada mereka. Sudah menambah dosa yang memang sangat fatal. ratmi menangis sejadi-jadinya hingga sang penjaga makam pun menegurnya dan mempersilahkan pulang.
Ratmi tidak pulang ke rumah bibinya karena ia sangat malu kepada pamannya yang sudah merawat dia sejak orang tuanya meninggal. Dia adalah satu-satunya adik papanya yang sangat baik, begitu juga istrinya dan anak-anaknya. Terpaksa Ratmi pulang ke kosan Gea sesuai janjinya tdi kepada sahabatnya.
Sesampainya di rumah Gea didapatinya Jhon yang sedang berbicara dengan Gea.
"Kemana cewek jalang itu?" ucap Jhon.
"Mau apa emangnya? ada urusan apa lu sama Ratmi?" tanya Gea.
"Gua nanya malah balik nanya dasar,"
"Ye kagak jelas luh, dateng-dateng marah, dia belom kemari, emang ada apa?"
"Gak usah banyak baco! Pokoknya kalau itu cewek kemari, lu kabarin gua,"
"Dih, ogah banget, siapa luh,"
Jhon langsung pergi meninggalkan kosannya Gea, sementara Ratmi sedang bersembunyi dibalik tembok rumah sebelah kosannya Gea.
Setelah beberapa lama Jhon pergi akhirnya dengan mengendap-endap Ratmi pun masuk ke dalam kosan Gea.
"EH, gua kira lu siapa? Kenapa sembunyi-sembunyigini ada masalah apa?" tanya Gea melihat temannya itu tampak panik.
"Tadi Jhon ke sini?' tanya Ratmi.
"Iya, dia marah-marah nyariin eluh, udah lu duduk dulu nih minum, terus lu cerita ke gua, ada apa, janga bilang si Jhon di balik semua ini,"
"Kok luh bisa berpiiran kayak gitu,"
"Karna dia cowok gila kan, suka bertindak semaunya dan suka melindungi dirirnya dari kejahatan apapun,"
"Lu tau ini dari mana?"
"Kan dulu gia satu sekolah sama dia pas sekolah menengah pertama, pernah buat kasus pelecehan taapi malah si cewek yang di keluarkan dari sekolah nya,"
"Kok, bisa?"
"Nah, itu dia gua juga kurangtahu kenapa bisa begitu, gu juga udah lupa soalnya udah lama banget,"
"Ge, maafin gua ya yang gak pernah cerita soal Jhon sama luh,"
"Emang lu kenapa sama dia?"
"Gua hamil sama dia, Ge,"
"Astaga, ya ampun lu kenpa bis kejebak begni sih,"
"Maaf gu juga gak tahu kenapa?"
"Ya udah lu jangan sedih atau panik, lu bisa ting/gal di sini dulu sampai ketemu solusnya ya,"
"Makasih ya, Ge,"
"satu lagi kalau ada yang ngetok pintu lu liat dari jendela dulu ya, kalau gak enal gak usah di bukain,"
"Lah, emang kenapa?"
"Gak apa, itu tukang kredit, gak usah lu layanin,"
"Haha sialan luh,"
"Tuh, kan ketawa,"
"Sekali lagi makasih ya, Ge,"
Akhirnya mereka saling berpelukan satu sama lainnya.
Esonya Ratmi mendengar percakap antar ayahnya Gea dan Gea di telepon bahwa merek tak bisa kirim uang banyak bulan ini karena memang sawah mli orang tuanya gagal panen. Ratmi yag tak enak hati terpaksa pergi dari kosan Gea untuk mencari kerja. Tak lama dia mendapat pekerjaan di sebyah toko pakaian.
***
Ratmi yang tak tahu harus bagaimana akhirnya memutusan untu mengakhiri hidupnya di sungai Granam yang terkenal arusnya sangat kencang.
Ketika hendak melompat seseorang menarik tangannya sehungga dia terjatuh ke aspal jalan.
Perempuan itu berbicara,"Mas, bagaimana ini kalau sampai minggu depan habislah aku sama istrimu,""Tenang sayang kita biarkan dulu dia bersenang-senang dengan anaknya nanti kita akan jadikan tumbal, Aku pun bosan hidup miskin bersamanya, belum lagi keponakan ku yang bodoh itu, bisa-bisanya di perkosa dan sekarang mati bunuh diri," ungkap Paman Ratmi.Ratmi pun kesal mendengarnya meski si Paman adalah keluarga kandungnya tetapi istri pamannya Ratmi yang lebih menyangi Ratmi. setelah pamannya pulang Ratmi menyusun rencana untuk menjadikan paman dan selingkuhannya sebagia tumbal.Keesokan harinya Ratmi meminta ijin untuk membalaskan dendam bibinya ke pada Pak Kun dia meminta mengganti nama tumbal paman dan selingkuhannya untuk melindugi bibinya. ibarat kata senjata makan tuan. Pak Kun setuju asal Ratmi mau menemani dia tidur."HAHA, saya bisa saja asal tidak ada yang gratis!" teriak Pak Kun."Saya akan lakukan apapun untuk melindungi bibi saya," ucap
Esoknya Ratmi mendengar percakapan antar ayahnya Gea dan Gea di telepon bahwa mereka tak bisa kirim uang banyak bulan ini karena memang sawah milik orang tuanya gagal panen. Ratmi yag tak enak hati terpaksa pergi dari kosan Gea untuk mencari kerja. Tak lama dia mendapat pekerjaan di sebuah toko pakaian.***Ratmi yang tak tahu harus bagaimana akhirnya memutusan untuk mengakhiri hidupnya di sungai Granam yang terkenal arusnya sangat deras.Ketika hendak melompat seseorang menarik tangannya sehingga dia terjatuh ke aspal jalan.Seseorang itu adalah Pak Kuncoro, dia seorag paranormal yang hebat. Sudah banyak pasien dia yang berhasil dalam meminta bantuan hal ghaib. Kebetulan pas Pak Kuncoro lewat, dia mencium bau janin yag sangat dia inginkan yaitu janin hasil dari perbuatan zinah, dari pada terbuang sia-sia dia mulai untuk merayunya agar anak dalam janinnya itu bisa dia tukar dengan jin."Hai buat apa kamu sia-siakan janin itu, ayo ikut saya,saya aka
Ratmi berjalan tergopoh-gopoh setelah seharian bekerja tanpa makan. Janin di dalam perutnya mungkin lapar, kepalanya Ratmi pusing, sejak tadi pagi Ratmi belum menyentuh makanan apapun sampai sore ini. Ratmi sengaja membuat anak ini lapar lalu menghilang dari tubuhnya. Paman dan Bibi Ratmi belum tahu jikalau keponakan kebanggannya itu sedang hamil satu bulan. Ratmi yang kuliah semester awal telah membuat dia semakin pusing harus berbuat apa, lantaran Jhon sang pacar kabur begitu mengetahui kalau dia hamil satu bulan. Ratmi yang bigung dan gundah banyak sekali pikira di otanya nekat menghakhiri hidupnya.Ya tuhan, aku gak tahu haru bagaimana lagi, gumam Ratmi dalam hati.***Ratmi Indah Pertiwi adalah seorang mahasiswa tingkat kedua yang sedang gemar ikut membuat seminar, kegemarannya ini yang membuatnya harus sering beru





