LOGINNathan kebingungan mencari Tiara, hampir setiap hari, jam, dan menit dia menelpon dan memberi pesan pada Tiara. Namun Nathan tidak pernah mendapat balasan apapun, hal tersebut membuatnya sangat frustasi. Dia tidak tau apa kesalahannya, tapi yang dia tau Tiara menghidarinya tanpa sebab yang jelas.
Hari ini hari ketiga Tiara mengabaikannya, Nathan tidak sanggup lagi. Hari ini dia memutuskan untuk mencari Tiara di perusahaannya. Bukan hanya menunggu di depan kantornya saja, dia bahkan akan mencari Tiara di setiap sudut Gedung perusahaan.
‘Tiara lo kenapa menghidar dari gue, apa salah gue sama lo?’
Nathan pagi pagi sekali, sudah bersiap untuk pergi ke kantor Tiara. Dia tidak tahuTiara sebenarnya juga tidak ada di kantor, karena Tiara sedang melakukan perjalanan bisnis bersama Bastian. Tiara sengaja tidak memberi tahu Nathan sedangkan Kenzo juga tidak ingin memberitahu keberadaan Tiara pada Nathan.
Menurutnya Nathan perlu diberi pelajaran agar bisa memahami perasaan orang lain. Kenzo juga sebenarnya sudah sangat kesal dengan sifat Nathan yang suka seenaknya sendiri. Tapi mau bagaimana lagi dia tidak bisa berbuat apa apa karena Tiara menyukainya.
Setelah 20 menit perjalanan Nathan sudah sampai ke kantor Tiara. dia bertanya pada resepsionis dimana kantor CEO berada. Dia berpura pura memiliki kepentingan dengan CEO tapi sebenarnya dia hanya ingin mengetahui keberadaan Tiara.
“Maaf pak, saat ini CEO sedang tidak ada di ruangan.”
“Kalau boleh tau dia pergi kemana?”
“Untuk lebih tepatnya kemana perginya saya juga tidak tahu pak.”
“Baik jika seperti itu, beri tahu dimana letak ruang kerja Tiara Arteri Vena sekertaris CEO”
“Ruangan ibu Tiara berada di lantai 30”
Setelah mendengar hal tersebut Nathan langsun pergi ke lift menuju ruangan kerja Tiara berada. Tanpa pikir Panjang setelah sampai lantai 30 Nathan berteriak teriak memanggil nama Tiara.
“TIARA! TIARA LO DIMANA?! LO JANGAN SEMBUNYI DAR GUE!”
“TIARA!”
Bukan hanya berteriak teriak saja Nathan bahkan nekat masuk kedalam ruangan CEO tanpa permisi. Disana dia mengobrak abrik seluruh isi ruangan. hingga membuat seluruh pegawai kantor heboh. Karena kehebohan yang Nathan perbuat, Kenzo ahirnya mendengar hal tersebut.
Kenzo tanpa berfikir lagi langsung lari menuju Nathan berada. Dia tidak ingin tindakan bodoh Nathan akan membuat Tiara malu untuk pergi ke kantor. Walau dia sadar bahwa apa yang akan dia lakukan sia sia saja, Karena Nathan sudah merusak segalanya.
Setelah sampai di tempat keributan Kenzo lagsung mencari keberadaan Nathan. Setelah menemukannya dia membekap mulut Nathan yang tidak berhenti berteriak. Dan membawanya pergi dari sana.
“Lo apa apan sih Ken, lepasin gue!”
“LO yang apa apan! Lo mikir gak sih! Apa yang lo lakuin ini sama aja lo ngerusak nama baik Tiara! Lo masih punya otakkan!”
“Gak Ken! Gue harus ketemu sama Tiara! LO lepasin gue sekarang!”
“Lo gak bakalan nemuin Tiara disini, karena Tiara emang gak ada disini. Makanya lo ikut gue dulu, biar gue jelasin semuanya”
“Okey, gue ikut lo. Tapi lepasin gue sekarang!”
Kenzo mengendurkan genggamannya, lalu Nathan menyetakkan tangannya keras. Kenzo sedikit terkejut tapi dia membiarkannya saja. lalu membawa Nathan ke tempat yang lebih tenang dan menjelaskan keberadaan Tiara sekarang.
Kenzo mengajak Nathan ke café terdekat untuk memberi tahunya dimana keberadaan Tiara. Karena menurutnya Nathan sungguh sudah sangat keterlaluan. Berani beraninya dia membuat onar di tempat kerja sahabatnya sendiri. Entah otak Nathan sudah rusak atau apa, Kenzo tak habis fikir.
“LO duduk sekarang!”
“Santai aja kenapa”
“Santai lo bilang, setelah apa yang lo lakuin tadi di kantor. Gak, gue gak bisa santai lagi, mau di taruh dimana muka Tiara, setelah dia pulang nanti.”
“Dia gak angkat telpon gue, dia juga gak balas pesan pesan gue terus gue harus gimana? Lo gak pernah ngerasain di posisi gue. Jadi lo gak bakal ngerti sama apa yang gue rasain Ken”
“Gak pernah di posisi lo” Kenzo tersenyum miring.
“Andai lo tau dulu, Tiara bahkan gak anggep gue ada Nath. Lo bilang gue gak pernah ada diposisi lo, dan yang lo rasain sekarang juga karena ulah lo sendiri. Tolong biarin Tiara tenang dulu, jangan lo ganggu dia dulu. Dia butuh waktu biar dia bisa ketemu lagi sama lo”
“Emangnya apa salah gue? sampe Tiara ngelakuin ini sama gue?”
“Lo pikir aja sendiri apa salah lo, karena selama ini gue juga udah muak sama kelakuan lo. Gue malah seneng kalo Tiara ngejauh dari lo”
“APA MAKSUD LO?!” teriak Natahn dengan penuh penekanan.
“Tiara udah cukup teralu sering makan hati, Cuma gara gara lo Nath. Tapi lo gak pernah sadar sama yang lo lakuin, mending sekarang lo intropeksi diri lo dulu. Kenapa bisa Tiara bisa sampe sembunyi dari lo. Karena gue sebagai sahabat Tiara juga, udah cape liat dia sakit hati Cuma gara gara lo Nath.”
“Tapi semua keputusan juga ada di tangan lo, mau lo intropeksi diri. Atau lo masih mau bertahan sama sifat lo yang kayak gini. Tapi kalo lo gak mau intropeksi diri, mohon maaf, gue bakal jauhin Tiara dari lo. Walaupun dia nanti udah maaafin lo”
Nathan emosi mendengar perkataan Kenzo, tanpa bisa di tahan pukulan Nathan melayang mengenai sudut bibir Kenzo. Kenzo yang terkejut, hanya menguspa sudut bibirnya yang sidikit robek. Lalu Kenzo tersenyum miring melihat ke arah Nathan.
“Lo emang perlu intropeksi diri lo dulu Nath, sampe lo berani nemuin Tiara dengan emosi lo yang kayak gini. Maaf maaf, Tiara bakal gue bawa pergi jauh dari lo”
Kenzo bangkit dari duduknya, sebelum meninggalkan Nathan Kenzo mengatakan dimana keberadaan Tiara pada Nathan. Dia tak ingin Nathan membuat keributan lebih dari ini. Dan Nathan akan benar benar membuat nama Tiara tercoreng.
“Oh iya, Taiar sekarang gak ada disini. Dia ada kepentingan tentang pekerjaan, dia pergi sama Bastian untuk kepetingan kantor.”
Setelah mengatakan itu Kenzo berbalik pergi meniggalkan Nathan yang masih duduk terpaku. Kenzo bahkan tidak ada niat sedikitpun untuk membalik badannya sekedar melihat Nathan sekilas. Sedangkan Natahn masih di tempat duduknya sambil menyesali apa yang baru saja dia perbuat.
‘Ck, makin banyak aja masalah hidup gue, kenapa juga gue harus mukul Kenzo.’
Nathan menyesali perbuatannya barusan, dia sangat frustasi saat ini. Namun nasi sudah menjadi bubur, dia tidak bisa berbuat apa apa lagi. Bahkan rambutnya sudah tak berbentuk lagi, karena tangannya tak berhenti mengacak acaknya. Setelah Nathan sedikit tenang dia memutuskan untuk pulang kerumahanya.
Dia akan mengikuti perkataan Kenzo, dia akan intropeksi diri terlebih dahulu. Dia tak ingin lama lama berjauhan dari Tiara. Saat Tiara tidak ada disisinya, rasa hampa dan kesepian sangat terasa. Dia benar benar akan meminta maaf atas apa yang dia perbuat pada Tiara.
Nathan kebingungan mencari Tiara, hampir setiap hari, jam, dan menit dia menelpon dan memberi pesan pada Tiara. Namun Nathan tidak pernah mendapat balasan apapun, hal tersebut membuatnya sangat frustasi. Dia tidak tau apa kesalahannya, tapi yang dia tau Tiara menghidarinya tanpa sebab yang jelas.Hari ini hari ketiga Tiara mengabaikannya, Nathan tidak sanggup lagi. Hari ini dia memutuskan untuk mencari Tiara di perusahaannya. Bukan hanya menunggu di depan kantornya saja, dia bahkan akan mencari Tiara di setiap sudut Gedung perusahaan.‘Tiara lo kenapa menghidar dari gue, apa salah gue sama lo?’Nathan pagi pagi sekali, sudah bersiap untuk pergi ke kantor Tiara. Dia tidak tahuTiara sebenarnya juga tidak ada di kantor, karena Tiara sedang melakukan perjalanan bisnis bersama Bastian. Tia
Tiara berada di dalam Mobil Bastian, mereka sedang melakukan perjalanan bisnis. Tiara hanya membawa baju seadanya saja, karena dia tak sempat mempersiapkan segalanya. Informasi mendadak yang diterimanya sungguh menyebalkan.Namun hal itu tak memudarkan semangatnya, karena ini adalah kali pertamanya melakukan perjalanan bisnis. Dia sangat bersemangat sekali, apalagi dia memiliki niat terselubung di perjalanan bisnis pertamanya. Hal ini dapat menambah pengalamannya sekaligus membantunya menghindar dari Nathan.“Tiara kamu boleh tidur jika mengantuk, perjalanan kita masih sangat jauh. Dan juga ini sudah larut malam”“Aku masih belum mengantuk Bas, aku masih ingin menikmati pemandangan yang sangat saying untuk dilewatkan”&ldq
Waktu yang di tunggupun datang, Tiara tidak sabar menunggu Bastian keluar dari ruangannya. Bahkan dari tadi Tiara tak henti hentinya melihat kearah jam dinding. Menunggu jam makan siang datang, dan entah kenapa rasanya sangat lama sekali.Tak lama kemudian Bastian keluar dari ruangannya dengan wajah kusut. Tiara tak ambil pusing dan langsung mengajak Bastian untuk makan siang. Tapi dia memberi tahu Bastian untuk menunggu di lobi beberapa saat sebelum keluar dari Gedung kantor.“Pak, mari pak kita makan siang bersama”“Baik Tiara mari kita turun sekarang”“Mohon maaf sebelumnya pak, saya minta tolong nanti kita menunggu di lobi sebentar”“Memangnya ada apa
Senin pagi yang cerah, menyambut Tiara. Hari ini, Tiara berniat berterima kasih pada Bastian karena sudah membantunya menjelaskan semuanya pada Nathan dan Kenzo. Karena bantuan Bastian dia tidak harus mendengar ocehan Nathan dan Kenzo.Tapi dia merasa bersalah pada Kenzo, karena Kenzo mendengar hal yang seharusnya dia dengar dari Tiara malah dia dengar dari orang lain. Jadi siang ini Tiara berniat mengajak Bastian dan Kenzo untuk makan bersama. Dia ingin meminta maaf pada Kenzo sekaligus berterima kasih pada Bastian.Dengan memakai setelan yang sederhana namun tetap sopan. Tiara berangkat menuju kantornya, dia memilih menggunakan angkutan umum. Sebenarnya pagi ini menerima pesan dari Nathan, bahwa Nathan ingin mengantarkannya ke kantor tapi Tiara menolak.Bukan tak beralasan, Tiara masih belum in
Kenalin gue Kenzo Adera Putra, gue temen Tiara semenjak SMA. Kenapa gue bisa jadi temen Tiara? gue sendiri kurang paham. Dulu pertama kali ketemu Tiara gue merasa, dia itu sangat menarik dan berbeda dari cewek cewek lainnya.Kenapa gue bisa ketemu sama dia, waktu itu dia lagi mau pergi ke kantin. Dia pergi sama temen cowoknya, tapi temennya jailin dia sampe dia mau jatuh. Gue bantuin dia buat enggak jatuh, tapi dia cuma bilang makasih lalu pergi gitu aja.Di situ gue ngerasa dia beda, biasanya kalo anak cewek lain pasti lama lamain natap gue. Bukannya gue kepedean tapi itu kenyataaannya. Mulai dari situ gue minta kenalan sama dia, bukannya dia langsung mau kenalan sama gue. Apa coba yang di lakuin ke gue.“Hei, kamu tadi yang mau jatuh kan? Boleh kenalan gak? Kenalin nama gue Kenzo”
Bastian dan Tiara baru sampai Kosan Tiara. Baru saja Tiara turun dari mobil Bastian, dia sudah di sambut oleh Kenzo dan Nathan. Mereka terlihat sangat marah, membuat Tiara ketakuan. Bastian melihat hal tersebut bergegas keluar dari mobil dan menghampiri Tiara.“Tiara mereka siapa?”Kemudian Tiara berbicara dengan berbisik pada Bastian.“Mereka yang aku bicarakan tadi, kamu hati – hati mereka itu ganas”Kenzo dan Nathan yang meliat hal tersebut menatap dengan tidak suka. Menurut mereka kedekatan Tiara dengan pria itu sangat tidak wajar. Dan dalam hati mereka, mereka sangat tidak suka melihat Tiara dekat dengan laki -laki lain selain mereka.“Tiara kamu berani se