Home / All / May i Love you? / Penjelasan

Share

Penjelasan

Author: Aprilian
last update publish date: 2020-10-12 14:35:27

Bastian dan Tiara baru sampai Kosan Tiara. Baru saja Tiara turun dari mobil Bastian, dia sudah di sambut oleh Kenzo dan Nathan. Mereka terlihat sangat marah, membuat Tiara ketakuan. Bastian melihat hal tersebut bergegas keluar dari mobil dan menghampiri Tiara.

“Tiara mereka siapa?”

Kemudian Tiara berbicara dengan berbisik pada Bastian.

“Mereka yang aku bicarakan tadi, kamu hati – hati mereka itu ganas”

Kenzo dan Nathan yang meliat hal tersebut menatap dengan tidak suka. Menurut mereka kedekatan Tiara dengan pria itu sangat tidak wajar. Dan dalam hati mereka, mereka sangat tidak suka melihat Tiara dekat dengan laki -laki lain selain mereka.

“Tiara kamu berani sekarang, udah nyoba enggak pulang semaleman. Sekarang malah berani bisik bisik dihadapan kita”

“Maaf kenzo, aku gak maksud gak pulang kok seriusan deh”

“Aku udah nungguin kamu pulang dari semalem, tapi kamu gak pulang pulang. Badanku habis dimakan nyamuk gara – gara kamu”

“Aku beneran gak niat buat gak pulang Nath, serius tadi malem ada sedikit masalah. Kalo kalian gak percaya, kalian tanya aja sama Bastian, dia bakal jadi saksi”

Tiara mengatakan hal itu dengan perasaan takut, lalu dia bersembunyi di belakang tubuh Bastian.

“Kamu mau sembunyi kemana, berani beraninya kamu jadiin orang ini tameng heh”

Nathan menarik Tiara dari balik badan Bastian. Mereka berdua lalu menyembunyikan Tiara di belakang tubuh mereka.

“Kamu tunggu disini, janga kemana mana. Kita mau urus orang itu dulu”

“Kalian jangan jahat sama dia, asal kalian tau dia bos gue. Kenzo dia CEO Clarke Corp’s, lo jangan aneh aneh pokoknya”

“Dia emang bos di perusahaan, tapi disisni dia jadi laki – laki bermasalah yang berani nyembunyiin lo. Jadi dia harus dapat pelajaran, kalo dia professional dia juga gak bakal campurin urusan pribadi dalam perusahaan, iya gak Nath?”

“Bener banget lo Ken, sekarang dia harus dapet pelajaran. Karena berani banget buat Tiara kita sampe gak pulang semalaman.”

“Oke deh kalo gitu terserah kalian, aku pergi dulu bye bye! Bastian semangat dan Hati – hati!”

Tiara berlari meninggalkan mereka bertiga, dia tidak mau ikut campur urusan laki - laki. Biar semuanya diurus sama Nathan, Kenzo dan Bastian saja. Dia lebih milih kabur dari pada dia kena omelan lebih lama lagi dari Nathan dan Kenzo.

“Hey Tiara! Kamu mau lari kemana! Kita belum selesai bicara sama kamu!”

“Bodo amat! Wlekk!”

Nathan dan Kenzo ahirnya hanya bisa membiarkan Tiara masuk kedalam kosannya. Mereka memutuskan untuk menanyakan segalanya pada Bastian. Nathan mengajak Kenzo dan Bastian untuk pergi ke Kafe terdekat untuk mengintrogasi Bastian.

“Ken, bawa dia pindah dari sini, gak enak rebut rebut disini. Nanti Tiara yang bakal kena imbasnya”

“OK Nath”

Bastian, Kenzo dan Nathan duduk di café music, mereka memilih duduk di dekat jendela. Agar tidak megundang keributan, saat proses introgasi berlangsung.

“Lo, semalam lo bawa Tiara kemana?”

“Saya dan Tiara tidak kemana mana, semalam saya membawa Tiara ke apartemen saya. Itu saja”

“Itu aja lo bilang, lo bawa anak gadis orang ke apartemen lo dan lo bilang itu saja. Wah sakit ni orang”

“Saya membawa Tiara ke apartemen saya karena saya tidak punya pilihan lain”

“Kenapa bisa tidak ada pilihan lain, lo bisa anterin Tiara balik ke kosannya”

“Semalam posisinya sangat tidak menguntungkan, Tiara sudah ketiduran. Dan juga, semalam sudah terlalu larut. Peraturan kosan Tiara sangat ketat, kalian pasti juga tau tentang hal itu. Semalam Tiara sudah ketiduran, waktu juga sudah menunjukkan jam sebelas lewat dan juga saya laki – laki. Saya tidak mau nama Tiara tercemar di kosan hanya karena saya.”

Nathan dan Kenzo yang mendengar penjelasan Bastian sedikit paham dengan situasinya. Tetapi mereka masih tidak habis fikir, bagaimana bisa Tiara pergi lewat jam malam. Seingat Nathan, semalam Tiara pergi lebih dulu dari acanya dibawa oleh Bastian.

“Ok, gue paham keadaan lo semalem.

Tapikan, masih ada pilihan lain. Lo bisa hubungin temen – temennya Tiara, terutama kita. Bahkan kita ada di panggilan cepatnya Tiara, kenapa harus lo bawa dia ke apartemen lo?”

“Dan satu lagi yang gue bingung, seingat gue lo semalem pergi sama Tiara lebih dulu dari gue. Tapi kenapa lo sama Tiara bisa kemaleman? Sedangkan gue aja semalem sampe kosan Tiara masih jam sebelas kurang.”

“Bener kata Nathan, masih banyak pilihan lain selain lo bawa Tiara ke apartemen lo. Tapi kenapa lo malah bawa dia kesana? Lo gak mau ambil kesempatan dalam kesempitan kan?”

Kenzo yang terlalu emosi sudah tak bisa memilih kata kata yang sopan dan tidak. Dia dengan tegas menyuarakan apa yang dia fikirkan. Karena jalan fikiran Bastian sungguh membuatnya tak bisa dia tebak, Nathan juga sudah mulai diliputi emosi. Bagaimana tidak, orang yang baru saja dikenal Tiara sudah berani membawanya pergi sampai larut malam, bahkan tidak pulang.

“Saya paham kekhawatiran kalian terhadap Tiara. Tapi semalam saya benar benar terdesak. Saya juga tidak tau harus menghubungi siapa dan say juga tidak mengenal kalian, malam sudah sangat larut. Handphone Tiara ada di dalam tasnya, namun keadaaannya terkunci. Dan kenapa saya bisa terlalu larut mengantarkan Tiara pulang, dia sekertaris saya. Saya dan dia sedang membicarakan pekerjaan namun dia tertidur karena kelelahan”

“Dan satu lagi, saya tidak boleh membawa Tiara ke apartemen saya. Tapi kalian ingin membawa Tiara menginap di rumah kalian. Bukannya itu sama saja melepaskan Tiara dari kadang buaya dan mendorongnya ke kandang singa”

Kata Bastian sarkastik, sambal tersenyum miring.

“Wah! lo gila ya! Tiara udah lama kenal sama kita. Sedangkan sama lo, baru berapa hari”

Bastian tidak menjawab perkataan Nathan, dia hanya diam. Bastian sudah mengatakan kebenarannya, namun dia tidak mengatakan alasan sebenarnya kenapa dia bisa bersama Tiara hingga larut malam. Dia menyadari bahwa mereka tidak tahu perasaan Tiara tehadap Nathan. Jadi Bastian dengan insiatifnya sendiri, menututupi rahasia Tiara. Rahasia bahwa Tiara bersamanya hingga larut di karenakan Tiara menangisi Nathan.

“Kamu itu pinter bos, tapi cuma nanganin smartphone yang terkunci kamu gak bisa. Apa memang cuma seperti ini bos gue selama ini.”

“Bukan seperti itu maksud saya Kenzo”

Kenzo yang benar benar emosi, mengatakan kata kata sakarme. Namun dia mulai tersadar, bahwa ada satu hal satu hal lagi yang tidak dia ketahui. Nathan membawa Tiara ke acara apa?

“Bantar deh Nath, lo semalem ngajak Tiara ke acara apa?”

“Ken bukan itu permasalahannya sekarang, sekarang itu masalah si cowok kurang ajar ini yang udah berani beraninya nyulik Tiara”

“Jawab gue dulu Nath, kemana lo aja Tiara semalem?” ujar Kenzo penuh penekanan.

“Oke gue jawab, semalem gua ajak Tiara buat bantuin gue nyatain perasaan ke Monica”

Kenzo yang mendengar hal itu sangat terkejut, dia tak habis fikir sama Nathan. Bisa bisanya, dia meminta tolong ke Tiara ngelakuin hal tersebut. Dia itu bodoh apa pura – pura bodoh, apa dia gak mikirin perasaaan Tiara. Kenzo yang emosinya sudah di ubun ubun menggebrak meja.

BRAKK…

“LO GILA YA NATH!”

“Apaan sih Ken! Kenapa lo malah marah sama gue!”

“Lo itu bodoh apa pura pura bodoh sih! Bisa bisanya lo minta batuan Tiara buat ngercenanain acara kaya gitu. Kayak gue mulai paham, kenapa Tiara bisa sampe pulang kemaleman”

“Emang salah gue dimana?! Kenap lo malah nyalahin gue!”

Kenzo tidak menjawab pertanyaan Nathan, dia hanya mentapnya sinis. Dia memilih berbicara pada Bastain, daripada menanggapi pertanyaan Nathan.

“Bas, gue minta maaf sama lo, gue mulai paham keadaan lo. Gue minta maaf tadi gue udah bicara kasar sama lo. Yang belum paham kenapa si Tiara gak ngasih tau gue masalah ini”

“Ok gak papa, thaks juga kalo lo paham gimana situasi gue. Mungkin Tiara punya alasan tersendiri buat ngelakuin hal itu.”

“Ini kenapa kesannya gue yang salah, padahal disini yang itu Bastian. Lo juga kenapa jadi aneh sih ken?!”

“Gue gak aneh, tapi lo yang aneh!”

Kenzo memilih pergi meninggalkan Bastian dan Nathan di kafe setelah mengatakan hal itu. Dia pergi untuk menemui Tiara dan ingin meminta penjelasanya. Kenapa Tiara nyembunyiin masalah ini dari dia. Padahal biasanya Tiara selalu cerita masalah apapun dengannya.

*******

DRRT…

Kenzo : “Tiara keluar, gue di depan kosan lo”

Tiara yang melihat pesan tersebut langsung terbangun dari tidurnya. Karena Gerakan yang tiba - tiba membuat keplanya sedikit pusing. Tiara segera membalas pesan dari Kenzo lalu keluar dari kamarnya.

Tiara : “Ken lo ngagetin gue, kepala gue sampe sakit nih gara gara tiba tiba bangun”

Tiara : “Tunggu bentar, gue keluar”

Kenzo yang melihat pesan tersebut menjadi khawatir, karena dia sering merasakan betapa sakitnya tiba tiba terbangun.

“Hai Kenzo, lo itu suka banget ngagetin gue. Kepala gue nyeri gara gara lo”

“Maaf Ara, gue gak sengaja, sakit banget ya sini gue pijitin”

Kenzo meraih lengan Tiara pelan membuat Tiara menabrak tubuh Kenzo. Kenzo lalu memijat pelan kepala Tiara, agar Tiara merasa sedikit lebih baik.

“Udah Ken, udah enakkan ini, bertanggung jawab juga lo hehehe”

Mendengar kata kata Tiara tersebut membuat Kenzo sedikit menunduk. Tanpa sengaja dia malah mencium kening Tiara. Kenzo yang menyadari hal itu langsung, mundur satu Langkah. Hal tersebut membuat jantung Kenzo berpacu dengan cepat. Tapi Kenzo berusaha bersikap biasa saja.

“Lo apa – apaan sih Ken, segala cium cium gue lagi. Kayak gak ada kerjaan aja”

“Maaf Ara, gue gak sengaja tadi”

“Dasar modus!”

Kenzo mengajak Tiara duduk di bangku yang tersedia. Dia kemudian melanjutkan obrolan mereka.

“Udah ah, gue kesini bukan mau lo omelin. Tapi gue mau ngomelin lo”

“Emang salah gue apaan? lo tiba tiba dating mau marahin gue?”

“Salah gue apaan, salah gue apaan. Kenapa lo gak bilang sama gue kalo Nathan minta bantuan sama lo buat nyiapain acara buat nyatain perasaan ke Monica”

Tiara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, mendengar perkataan Kenzo.

“Bukannya gue gak mau bilang Ken, tapi gue lupa mau bilang sama lo. Hehehe pisss”

Tiara mengatakan hal tersebut, sambal mengacungkan dua carinya membetuk huruf V”

“Bisa bisanya lo lupa sama gue”

“Abis gimana lagi, pagi sampe sore gue ke kantor. Terus pulang dari kantor gue bantuin Nathan siapin dekorasi. Setelah itu gue udah capek banget pulang ke kosan mandi terus tidur. Jadi ya gitu, gue jadinya lo deh, ngasih tau lo. Apalagi sekarangkan kita gak satu devisi lagi, jadi susah mau ngobrol sama lo”

“Lo kan bisa ngirim pesan ke gue Tiara”

“Maafin Tiara ya Ken, Tiara tau Tiara salah, besok besok gak bakal Tiara ulangin lagi”

“Sekarang caeritain kenapa Bastian bisa ada di acara Nathan? Kenapa Bastian bawa lo pergi dari tempat acara? Kenapa lo bisa kemaleman? Dan kenapa lo bisa sampe tidur di apertemen si Bastian?”

“Satu satu kenapa nanyanya, gue bingung mau jawab yang mana duluan”

“udah jawab aja Ara”

“Oke gue jawab, pertama kenapa Bastian bisa ada di tempat diadakannya acara Nathan, gue juga gak tau. Yang gue tau hari itu dia nyuruh gue pulang cepet karena diam mau meeting”

“Jawaban pertanyaan kedua sama ketiga lo itu berhubungan, Dia bawa gue pergi dari sana karena dia liat gue nangis. Trus kenapa gue bisa kemaleman karena gue nangisnya kelamaan”

“Ketiga kenapa gue bisa tidur di apartemen si Bastian, itu karena gue nangisnya sampe ketiduran. Lo kan tau gue kalo abis nangis pasti ketiduran”

Tiara mengatakan hal tersebut dengan santai.

“Kenapa lo harus nangis di depan dia Ara?!”

Kenzo frustasi melihat tanggapan Tiara yang terlalu santai.

“Mana gue tau kalo dia ada disana, orang dia muncul entah dari mana. Kedaannya gue udah nangis, dia cuma mau nutupin gue biar gak ada yang liat  gue nangis”

“Oke, kali ini gue maafinn lo, besok gak ada lagi nangis di depan dia oke?”

“Oke Ken, gue janji” ujar Tiara sambal mengacungkan ibu jarinya.

“Yaudah gue cuma mau bilang itu aja sama lo, sekarang gue balik dulu”

“udah gitu doang? Katanya lo mau marahin gue?”

“Mana bisa gue marah sama lo, yaudah gue pulang dulu”

Kenzo mengatakn hal itu sambi mencubit pipi Tiara gemas. Lalu dia pergi meninggalkan kosan Tiara untuk pulang kerumahnya.

“Hati hati di jalan Ken!”

Kenzo hanya mengangkat ibu jarinya tanda setuju, lalu melangkah pergi meninggalkan kosan Tiara.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • May i Love you?   Amarah Nathan

    Nathan kebingungan mencari Tiara, hampir setiap hari, jam, dan menit dia menelpon dan memberi pesan pada Tiara. Namun Nathan tidak pernah mendapat balasan apapun, hal tersebut membuatnya sangat frustasi. Dia tidak tau apa kesalahannya, tapi yang dia tau Tiara menghidarinya tanpa sebab yang jelas.Hari ini hari ketiga Tiara mengabaikannya, Nathan tidak sanggup lagi. Hari ini dia memutuskan untuk mencari Tiara di perusahaannya. Bukan hanya menunggu di depan kantornya saja, dia bahkan akan mencari Tiara di setiap sudut Gedung perusahaan.‘Tiara lo kenapa menghidar dari gue, apa salah gue sama lo?’Nathan pagi pagi sekali, sudah bersiap untuk pergi ke kantor Tiara. Dia tidak tahuTiara sebenarnya juga tidak ada di kantor, karena Tiara sedang melakukan perjalanan bisnis bersama Bastian. Tia

  • May i Love you?   Pesta Dansa

    Tiara berada di dalam Mobil Bastian, mereka sedang melakukan perjalanan bisnis. Tiara hanya membawa baju seadanya saja, karena dia tak sempat mempersiapkan segalanya. Informasi mendadak yang diterimanya sungguh menyebalkan.Namun hal itu tak memudarkan semangatnya, karena ini adalah kali pertamanya melakukan perjalanan bisnis. Dia sangat bersemangat sekali, apalagi dia memiliki niat terselubung di perjalanan bisnis pertamanya. Hal ini dapat menambah pengalamannya sekaligus membantunya menghindar dari Nathan.“Tiara kamu boleh tidur jika mengantuk, perjalanan kita masih sangat jauh. Dan juga ini sudah larut malam”“Aku masih belum mengantuk Bas, aku masih ingin menikmati pemandangan yang sangat saying untuk dilewatkan”&ldq

  • May i Love you?   Makan Siang

    Waktu yang di tunggupun datang, Tiara tidak sabar menunggu Bastian keluar dari ruangannya. Bahkan dari tadi Tiara tak henti hentinya melihat kearah jam dinding. Menunggu jam makan siang datang, dan entah kenapa rasanya sangat lama sekali.Tak lama kemudian Bastian keluar dari ruangannya dengan wajah kusut. Tiara tak ambil pusing dan langsung mengajak Bastian untuk makan siang. Tapi dia memberi tahu Bastian untuk menunggu di lobi beberapa saat sebelum keluar dari Gedung kantor.“Pak, mari pak kita makan siang bersama”“Baik Tiara mari kita turun sekarang”“Mohon maaf sebelumnya pak, saya minta tolong nanti kita menunggu di lobi sebentar”“Memangnya ada apa

  • May i Love you?   Sembunyi Darinya

    Senin pagi yang cerah, menyambut Tiara. Hari ini, Tiara berniat berterima kasih pada Bastian karena sudah membantunya menjelaskan semuanya pada Nathan dan Kenzo. Karena bantuan Bastian dia tidak harus mendengar ocehan Nathan dan Kenzo.Tapi dia merasa bersalah pada Kenzo, karena Kenzo mendengar hal yang seharusnya dia dengar dari Tiara malah dia dengar dari orang lain. Jadi siang ini Tiara berniat mengajak Bastian dan Kenzo untuk makan bersama. Dia ingin meminta maaf pada Kenzo sekaligus berterima kasih pada Bastian.Dengan memakai setelan yang sederhana namun tetap sopan. Tiara berangkat menuju kantornya, dia memilih menggunakan angkutan umum. Sebenarnya pagi ini menerima pesan dari Nathan, bahwa Nathan ingin mengantarkannya ke kantor tapi Tiara menolak.Bukan tak beralasan, Tiara masih belum in

  • May i Love you?   Sudut pandang Kenzo

    Kenalin gue Kenzo Adera Putra, gue temen Tiara semenjak SMA. Kenapa gue bisa jadi temen Tiara? gue sendiri kurang paham. Dulu pertama kali ketemu Tiara gue merasa, dia itu sangat menarik dan berbeda dari cewek cewek lainnya.Kenapa gue bisa ketemu sama dia, waktu itu dia lagi mau pergi ke kantin. Dia pergi sama temen cowoknya, tapi temennya jailin dia sampe dia mau jatuh. Gue bantuin dia buat enggak jatuh, tapi dia cuma bilang makasih lalu pergi gitu aja.Di situ gue ngerasa dia beda, biasanya kalo anak cewek lain pasti lama lamain natap gue. Bukannya gue kepedean tapi itu kenyataaannya. Mulai dari situ gue minta kenalan sama dia, bukannya dia langsung mau kenalan sama gue. Apa coba yang di lakuin ke gue.“Hei, kamu tadi yang mau jatuh kan? Boleh kenalan gak? Kenalin nama gue Kenzo”

  • May i Love you?   Penjelasan

    Bastian dan Tiara baru sampai Kosan Tiara. Baru saja Tiara turun dari mobil Bastian, dia sudah di sambut oleh Kenzo dan Nathan. Mereka terlihat sangat marah, membuat Tiara ketakuan. Bastian melihat hal tersebut bergegas keluar dari mobil dan menghampiri Tiara.“Tiara mereka siapa?”Kemudian Tiara berbicara dengan berbisik pada Bastian.“Mereka yang aku bicarakan tadi, kamu hati – hati mereka itu ganas”Kenzo dan Nathan yang meliat hal tersebut menatap dengan tidak suka. Menurut mereka kedekatan Tiara dengan pria itu sangat tidak wajar. Dan dalam hati mereka, mereka sangat tidak suka melihat Tiara dekat dengan laki -laki lain selain mereka.“Tiara kamu berani se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status