Compartilhar

Ini Dimana?

Autor: Aprilian
last update Data de publicação: 2020-10-12 00:50:02

Sinar matahari yang menyilaukan membuat Tiara yang sedang tertidur terganggu.

“Enggh”

Tiara terbangun dari tidurnya, Tiara kebingungan kerena dia berada dikamar yang tidak dia kenal. Lalu dia memeriksa pakainnya, dia menghembuskan nafas lega karena masih memakai pakaian lengkap.

‘Ini gue dimana? Kenapa gue bisa tidur disini?’

Terdengar suara gemericik air dari kamar mandi yang membuat Tiara merasa penasaran. Tak lama Bastian keluar dari kamar mandi dengan keadaan topless dan rambut basah. Tiara tertegun melihat keadaan Bastian yang sangat indah dipandang mata. Kemudian Tiara sadar lalu membalikkan tubuhnya.

“Aaaa! Bapak kenapa bisa disini?!”

“Bukannya saya yang seharusnya bertanya seperti itu, ini apartemen saya lo”

“Apartemen bapak? Kenapa saya bisa disini?”

“Tiara, pertama stop panggil saya bapak jika hanya ada kita berdua dan diluar jam kantor. Kedua, apa kamu lupa dengan kejadian semalam?”

“Ma maaf Bas, tapi bolehkah aku bertanya. Kenapa aku bisa disini? Aku benar – benar lupa apa yang terjadi semalam. Yang terahir kuingat aku sedang berada di acara Nathan”

“Semalam kamu memang ke acara Nathan, lalu kamu menangis. Aku membawamu pergi dan kamu tertidur karena kelelahan. Aku bingung harus mengantaru kemana, membawamu pulang ke kosan sama saja merusak nama baikmu. Aku juga tidak bisa membawamu pulang, ahirnya aku membawamu kesini. ”

“Ah aku ingat sekarang, maaf aku sudah merepotkanmu. Sebentar, dimana tasku?”

“Dinakas sebelah kanan, barang - barangmu semuanya disana. Aku tidak menyentuhnya sama sekali”

“Makasih Bas, makasih udah nolongin aku, klo bukan kamu entah apa yang terjadi sama aku”

Tiara mengambil tasnya yang berada di nakas, lalu mengambil handphonenya. Dia terkejut melihat jam sudah menunjukan pukul delapan artinya dia sudah terlambat untuk masuk kerja.

“Bas kamu punya handuk lagi tidak?”

“Aku sudah meletakkannya di kamar mandi, kamu hanya tinggal memakainya saja.”

“Makasih Bas, sekali lagi makasih banget”

Tiara dengan terburu - buru turun dari ranjang menuju kamar mandi, lalu dia membersihakan badannya. Sekitar lima belas menit kemudian, Tiara keluar denagn keadaan segar. Kemudian dia mengambil peralatan make up sederhana yang ia bawa lalu memakainya.

“Kenapa kamu terlihat terburu buru?”

“Bagaimana tidak Bas, ini sudah jam delapan artinya aku sudah terlamabat ke kantor.”

Bastian tertawa mendengar perkataan Tiara. Tiara yang mengetaui hal itu hanya melihatnya dengan tampang kebingungan.

“Kenapa kamu tertawa Bas?”

“Memangnya kamu mau bekerja di hari minggu Tiara? Kamu ada ada saja, hahaha.”

Tiara terpana, dia baru menyadari ternyata saat tertawa Bastian terlihat sangat tampan.

‘Pantas saja mb Farah mati matian godain Bastian, ternyata Bastian memang sangat tampan’

“Kenapa kamu melihatku seperti itu, kamu terpana melihat ketampananku?”

Perkataan Bastian membuyarkan lamunan Tiara, dia membalikkan badannya malu. Malu karena tertangkap basah terpana dengan ketampanan Bastian sekaligus malu karena dia lupa hari ini hari libur.

“Ehm ehm, tidak mana mungkin aku terpesona denganmu. Kamu aja yang kepedean”

Setelah mengatakan itu Tiara Kembali keranjang untuk mengambil smartphonenya. Tadi dia hanya sempat melihat jam saja, tanpa melihat notifikasi smartphonenya. Setelah menyadari hal tersebut Tiara sangat terkejut. Banyak sekali missed call dan pesan dari Nathan dan Kenzo.

Tiara membuka aplikasi chat, dia melihat lima pulah pesan dari Kenzo dan seratus pesan dari Nathan. Kebanyakan pesan pesan tersebut menanyakan keberadaannya. Dia kaku saat melihat pesan dari Kenzo dan Nathan yang berisikan hal yang sama.

Kenzo : “Tiara lo dimana? Gue pagi pagi kekosan lo, tapi lo gak ada di kosan. Kata anak kosan lain lo gak pulang dari semalem. Lo kemana?”

Nathan : “Kamu kemana Tiara? dari semalam aku menunggumu di depan kosan, tapi kamu tidak pulang pulang. Kamu pergi kemana? Dan siapa laki laki yang bersamamu semalam?”

‘Mampus gue, kenapa mereka pada ke kosan. Kalo kayak gini makin ruyam urusan, bodoh, Tiara bodoh kenapa semalem harus ketiduran sih. Kalo kayak gini mana berani gue ketemu sma si Nathan sama Kenzo, bisa abis gue di makan sama mereka’

Tiara hanya diam saja semenjak dia melihat handphonenya membuat Bastian penasaran. Apalagi ekspresi Tara yang dari tadi berubah berubah, terkesan sedikit aneh bagi Bastian. Tiara terlihat seperti adik yang melakukan kesalahan, dan akan dihukum oleh kakaknya.

“Tiara kamu kenapa, kenapa ekspresimu seperti itu?”

“Aduh Bas gawat, semalem si Nathan liat kamu bawa aku pergi. Trus si Nathan sma Kenzo malah pergi kekosan buat nyarin aku. Bisa abis aku kalo ketemu sama mereka, ini gimana Bas bantuin aku”

“Emangnya mereka siapa sampai kamu takut seperti itu Tiara?”

“Mereka sahabat aku, si Nathan pria yang semalem kamu liat. Kalo Kenzo, dia salah satu pegawaimu juga dia satu devisi denganku sebelum aku menjadi sekertarismu”

‘Ah ternyata pria yang waktu itu makan dengannya Namanya Kenzo’

“Memangnya semenakutkan apa mereka, sampai kamu ketakutan seperti ini?”

“Kalau kamu sudah bertemu dengan mereka kamu juga akan mengetauinya. Plis tolong aku Bas, tlong jelaskan semuanya pada mereka.”

Tiara memohon pada Bastian dengan puppy eyesnya. Bastian yang tak tahan dengan rengekan Tiara ahirnya meneyetujuinya. Bastian mengajak Tiara keluar dari kamar untuk sarapan. Sebelum Tiara bangun tadi Bastian sudah memesan makanan pesan antar, dan saat Tiara mandi makanan sudah datang.

“Baiklah aku akan membantumu nanti, sekarang kita sarapan dulu. Makanan yang kupesan sudah sampai”

“Makasih Bastian, makasih banget. Pokoknya sekarang hidupku tergantung padamu. Yaudah yok kita sarapan”

Bastian tersenyum senang melihat Tiara yang sudah mulai terbuka terhadapnya. Tidak seperti pertama kali bertemu, Tiara terlihat sangat kaku sekali. Sekarang Tiara terlihat lebih santai dari sebelumnya, hal itu membuatnya senang.

Bastian dan Tiara sarapan bersama, menikamati semua makanan yang terhidang di meja. Tiara terlihat sangat gembira, karena dia bisa menghadapi Kenzo dan Nathan dengan lebih tenang. Dia memilik alasan sekaligus Tameng yaitu Bastian.

‘Bas maafin aku ya, kamu aku jadiin tumbal hehe’

“Tiara kenapa kamu melihatku seperti itu”

“enggak kok gak papa, kamu lucu aja kalo lagi makan. lihat deh ada nasi di bibir kamu”

Bastian lalu mengusap bibirnya, ternyata memang ada sebutir nasi disana. Bastian tersipu malu, karena hal itu. Tiara yang melihat hal iu hanya terkekeh, karena menurutnya saat Bastian malu – malu terlihat sangat lucu.

“Sudah jangan melihatku seperti itu, cepat habiskan makananmu. Aku akan mengantarkanmu pulang setelah itu”

Tiara hanya menganggukan kepalanya saja lalu melanjutkan sarapan Kembali. Bastian yang melihat hal itu juga Kembali focus untuk menghabiskan makanannya.  Setelah lima belas menit berlalu keduanya sudah menyelesaikan sarapannya. Bastian lalu mengajak Tiara turun untuk mengantarkannya Kembali ke kosan.

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • May i Love you?   Amarah Nathan

    Nathan kebingungan mencari Tiara, hampir setiap hari, jam, dan menit dia menelpon dan memberi pesan pada Tiara. Namun Nathan tidak pernah mendapat balasan apapun, hal tersebut membuatnya sangat frustasi. Dia tidak tau apa kesalahannya, tapi yang dia tau Tiara menghidarinya tanpa sebab yang jelas.Hari ini hari ketiga Tiara mengabaikannya, Nathan tidak sanggup lagi. Hari ini dia memutuskan untuk mencari Tiara di perusahaannya. Bukan hanya menunggu di depan kantornya saja, dia bahkan akan mencari Tiara di setiap sudut Gedung perusahaan.‘Tiara lo kenapa menghidar dari gue, apa salah gue sama lo?’Nathan pagi pagi sekali, sudah bersiap untuk pergi ke kantor Tiara. Dia tidak tahuTiara sebenarnya juga tidak ada di kantor, karena Tiara sedang melakukan perjalanan bisnis bersama Bastian. Tia

  • May i Love you?   Pesta Dansa

    Tiara berada di dalam Mobil Bastian, mereka sedang melakukan perjalanan bisnis. Tiara hanya membawa baju seadanya saja, karena dia tak sempat mempersiapkan segalanya. Informasi mendadak yang diterimanya sungguh menyebalkan.Namun hal itu tak memudarkan semangatnya, karena ini adalah kali pertamanya melakukan perjalanan bisnis. Dia sangat bersemangat sekali, apalagi dia memiliki niat terselubung di perjalanan bisnis pertamanya. Hal ini dapat menambah pengalamannya sekaligus membantunya menghindar dari Nathan.“Tiara kamu boleh tidur jika mengantuk, perjalanan kita masih sangat jauh. Dan juga ini sudah larut malam”“Aku masih belum mengantuk Bas, aku masih ingin menikmati pemandangan yang sangat saying untuk dilewatkan”&ldq

  • May i Love you?   Makan Siang

    Waktu yang di tunggupun datang, Tiara tidak sabar menunggu Bastian keluar dari ruangannya. Bahkan dari tadi Tiara tak henti hentinya melihat kearah jam dinding. Menunggu jam makan siang datang, dan entah kenapa rasanya sangat lama sekali.Tak lama kemudian Bastian keluar dari ruangannya dengan wajah kusut. Tiara tak ambil pusing dan langsung mengajak Bastian untuk makan siang. Tapi dia memberi tahu Bastian untuk menunggu di lobi beberapa saat sebelum keluar dari Gedung kantor.“Pak, mari pak kita makan siang bersama”“Baik Tiara mari kita turun sekarang”“Mohon maaf sebelumnya pak, saya minta tolong nanti kita menunggu di lobi sebentar”“Memangnya ada apa

  • May i Love you?   Sembunyi Darinya

    Senin pagi yang cerah, menyambut Tiara. Hari ini, Tiara berniat berterima kasih pada Bastian karena sudah membantunya menjelaskan semuanya pada Nathan dan Kenzo. Karena bantuan Bastian dia tidak harus mendengar ocehan Nathan dan Kenzo.Tapi dia merasa bersalah pada Kenzo, karena Kenzo mendengar hal yang seharusnya dia dengar dari Tiara malah dia dengar dari orang lain. Jadi siang ini Tiara berniat mengajak Bastian dan Kenzo untuk makan bersama. Dia ingin meminta maaf pada Kenzo sekaligus berterima kasih pada Bastian.Dengan memakai setelan yang sederhana namun tetap sopan. Tiara berangkat menuju kantornya, dia memilih menggunakan angkutan umum. Sebenarnya pagi ini menerima pesan dari Nathan, bahwa Nathan ingin mengantarkannya ke kantor tapi Tiara menolak.Bukan tak beralasan, Tiara masih belum in

  • May i Love you?   Sudut pandang Kenzo

    Kenalin gue Kenzo Adera Putra, gue temen Tiara semenjak SMA. Kenapa gue bisa jadi temen Tiara? gue sendiri kurang paham. Dulu pertama kali ketemu Tiara gue merasa, dia itu sangat menarik dan berbeda dari cewek cewek lainnya.Kenapa gue bisa ketemu sama dia, waktu itu dia lagi mau pergi ke kantin. Dia pergi sama temen cowoknya, tapi temennya jailin dia sampe dia mau jatuh. Gue bantuin dia buat enggak jatuh, tapi dia cuma bilang makasih lalu pergi gitu aja.Di situ gue ngerasa dia beda, biasanya kalo anak cewek lain pasti lama lamain natap gue. Bukannya gue kepedean tapi itu kenyataaannya. Mulai dari situ gue minta kenalan sama dia, bukannya dia langsung mau kenalan sama gue. Apa coba yang di lakuin ke gue.“Hei, kamu tadi yang mau jatuh kan? Boleh kenalan gak? Kenalin nama gue Kenzo”

  • May i Love you?   Penjelasan

    Bastian dan Tiara baru sampai Kosan Tiara. Baru saja Tiara turun dari mobil Bastian, dia sudah di sambut oleh Kenzo dan Nathan. Mereka terlihat sangat marah, membuat Tiara ketakuan. Bastian melihat hal tersebut bergegas keluar dari mobil dan menghampiri Tiara.“Tiara mereka siapa?”Kemudian Tiara berbicara dengan berbisik pada Bastian.“Mereka yang aku bicarakan tadi, kamu hati – hati mereka itu ganas”Kenzo dan Nathan yang meliat hal tersebut menatap dengan tidak suka. Menurut mereka kedekatan Tiara dengan pria itu sangat tidak wajar. Dan dalam hati mereka, mereka sangat tidak suka melihat Tiara dekat dengan laki -laki lain selain mereka.“Tiara kamu berani se

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status