Home / All / May i Love you? / Pesta Dansa

Share

Pesta Dansa

Author: Aprilian
last update publish date: 2020-11-01 17:45:29

Tiara berada di dalam Mobil Bastian, mereka sedang melakukan perjalanan bisnis. Tiara hanya membawa baju seadanya saja, karena dia tak sempat mempersiapkan segalanya. Informasi mendadak yang diterimanya sungguh menyebalkan.

Namun hal itu tak memudarkan semangatnya, karena ini adalah kali pertamanya melakukan perjalanan bisnis. Dia sangat bersemangat sekali, apalagi dia memiliki niat terselubung di perjalanan bisnis pertamanya. Hal ini dapat menambah pengalamannya sekaligus membantunya menghindar dari Nathan.

“Tiara kamu boleh tidur jika mengantuk, perjalanan kita masih sangat jauh. Dan juga ini sudah larut malam”

“Aku masih belum mengantuk Bas, aku masih ingin menikmati pemandangan yang sangat saying untuk dilewatkan”

“Baiklah jika itu maumu, jika sudah mengantuk kamu harus segera tidur. Besok masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan.”

Tiara hanya mengangguk saja, lalu dia melanjutkan lamunannya sambil memandang keluar jendela. Ingatannya melayang kemana mana, saat ini dia mengingat waktu pertama kali dia pergi bersama keluarganya keluar kota. Saat iu dia masih sangat kecil, dia sangat senang melihat hal yang indah. Namun orang tuanya melarangnya jadi dia hanya bisa duduk diam di tempat saja.

Dulu saat seperti itu dia hanya bisa diam memandangi orang lain yang sedang berlalu lalang. Dia hanya bisa duduk diam mengikuti perintah orang tuanya. Sedangkan orang tuanya pergi berkeliling tanpa dirinya. Sedih pasti, hal yang sangat menyakitkan bagi seorang anak kecil dengan rasa penasaran yang sangat besar.

Setelah puas memandangi pemandangan luar Tiara memutuskan untuk tidur. Dia tidak ingin merusak pekerjaannya hanya karena tak ingin melewatkan pemandangan indah yang tersuguh di depannya. Apalagi dia ingat nasehat Kenzo, bahwa tidak baik untuk selalu begadang.

*******

Waktu sangat cepat berlalu, sekarang Tiara berada diperusahaan tempat dimana Bastian melakukan pertemuan Bisnis. Tiara mengikuti berbagai rapat dengan Bastian, dan ini adalah jadwal terahir Bastian di hari ini. Jadi Tiara sangat berhati hati karena dia tidak ingin menutup hari dengan masalah.

“Terimakasih Tuan Bastian, sudah mau meluangkan waktu tuan yang sangat sibuk. Untuk mampir diperusahaan saya yang tidak seberapa ini”

“Tidak perlu sungkan Tuan Alan, saya juga senang bisa berkunjung ke perusahaan anda”

Mereka lalu berjabat tangan tanda persetujuan kontrak kerja di antara keduanya. Tiara yang melihat tersebut hanya tersenyum bahagia. Harinya berlalu dengan sangat lancar, jadi dia sangat bahagia dia tak sabar ingin bertemu dengan Kasur empuknya.

“Bas, kenapa lo jadi kaku begini?”

“Gue enggak kaku, Cuma inikan ceritanya acara formal. Masak ia gue harus kayak biasanya pas kita Cuma berduan”

“Berduan, kok gue jijik dengar kata kata lo. Jangan sampe sekertaris cantik lo salah paham sama gue ya”

Bastian melirik kearah Tiara, mimic wajah Tiara terlihat lucu saat bingung.

“Gak mungkin sekertaris gue salah paham, dia itu sangat rasional gak kayak lo yang udah kayak orang gila tiap hari”

“Berani lo ngatain gue ya, sini lo”

Alan memiting kepala Bastian, sampai Bastian memohon ampun pada Alan. Tiara yang melihat hal itu hanya tertawa kecil saja. Hal kekanak kanakkan yang ia lihat sangat menyenangkan. Hal tersebut bahakan mampu menghilangkan penatnya seharian ini.

“Udahlah kayak anak kecil lo Lan, malu noh sama Tiara”

“Oh, jadi nama si cantik ini Tiara. Halo Tiara, kenalin gue Alan, temen si Bastian dari dia masih sekecil ini”

Alan mengatakannya sambil menunjukkan jari kelingkingnya.

“Halo pak Alan, perkenalkan nama saya Tiara Arteri Vena. Saya sekertaris baru pak Bastian, mohon bimbingannya untuk kedepannya”

Ujar Tiara sambil membingkukkan badannya sopan.

“Tidak perlu seformal itu jika hanya ada kita bertiga. Aku tidak sekaku Bastian yang kolot ini”

“Enak aja gue kolot, gini gini Tiara udah jadi temen gue ya”

“Gak usah ngada ngada, mana mungkin seorang Bastian bisa berteman dengan orang lain selain gue”

“gak usah kepedaan deh lo, lo kira gue gak punya temen selain lo apa”

“Lah kan emang begitu kenyataannya, dari dulu lo Cuma ngikutin gue kemana mana”

“Jangan ngerusak nama baik gue ya Lan”

Bastian mengatakannya dengan muka merah padam. Dia merasa kesal dengan Alan yang sudah berani beraninya membuka aibnya di depan Tiara. selama ini di kantor imagenya terkenal tegas dan dingin, tapi entah mengapa di hadapan Tiara dia bahakan bisa bersikap sebobrok ini.

“Udahlah, kalo ngobrol sama lo sampe besok pagi juga gak akan kelar kelar. Oh iya Bas, lo nanti malem ada acara gak? Nanti malem lo ikut gue ke pesta dansa, ajak juga si cantik Tiara. Dijamin gak nyesel kalo lo ikut nanti malem, gimana Tiara lo mau ikutkan?”

“Maaf saya tidak bisa ikut dengan anda”

“Kenapa kamu tidak mau ikut denganku?” ujar Alan dengan mimic sedih.

“Saya pergi kesini dengan terburu buru jadi saya tidak memiliki persiapan untuk pergi ke pesta. Saya hanya membawa setelan untuk bekerja saja”

“Untuk urusan itu serahkan saja semuanya kepadaku, kamu hanya perlu duduk dan ikuti semuanya perkataanku. Nah Bas, Tiara udah setuju buat pergi sama gue, jadi lo mau gak mau harus ikut gue. Hahaha”

Alan tertawa sangat keras, menertawakan nasib teman karibnya yang sedang ia permainkan. Bastian yang tidak punya pilihan lain, ahirnya menuruti perkataan Alan. Dia tidak mungkin meninggalkan Tiara sendirian dengan Alan si buaya darat.

“Alan lo buat gue makin pusing, oke gue ikut ke pesta bareng lo.”

“Nah gitu dong, sekarang kalian ikut gue. Terutama kamu Tiara”

“Kita mau pergi kemana pak Alan?”

“Jangan panggil gue pak, panggil aja gue Alan. Kita mau pergi buat make over kamu, biar Bastian terpesona denganmu”

Kata kata Alan membuatnya bingung, karena menurutnya sangat tidak mungkin Bastian sampai terpesona olehnya. Dia bahkan berfikir selera Bastian pastilah sangat tinggi. Bahkan gadis secantik Farah saja ditolak oleh Bastian apalagi dirinya yang tidak mempunyai paras secantik Farah.

“Udah gak usah banyak berfikir, sekarang ikut aku”

Alan menarik tangan Tiara membawanya pergi dari perusahaannya. Mereka bertiga pergi menuju mall terbesar yang ada di kota itu. Tiara bahkan sempat terperangah akan kemegahan mall yang ia kunjungi. Untung saja dia bisa menutupi ekspresi keterkejutannya dengan baik.

Sekitar 3 jam mereka berada di mall tersebut, Bastian dan Alan sudah siap dengan setelan mereka masing masing. Sekarang mereka sedang  menunggu Tiara yang sedang dirias. Tak berapa lama Tiara keluar dengan menggunakan gaun selutut berwarna biru muda yang sangat anggun.

Rambutnya di ikat kebelakang dengan menyisakan sedikit helaian kecil membuatnya terkesan sangat cantik dan anggun. Tiara menggunakan riasan sederhana yang membuatnya terlihat cantik alami. Hal tersebut membuat Bastian bahkan sampai tidak berkedip melihat kecantikan Tiara.

“Wow, Tiara kamu cantik banget, aku gak ngira kamu bakal jadi secantik ini”

Tiara yang  mendengar pujian Alan hanya tersipu malu.

“Okey semua sudah siap, kita pergi sekarang”

Perkataan Alan barusan membuyarkan lamunan Bastian. Setelah itu, mereka bertiga melangkah pergi meninggalkan mall dan menuju tempat diselenggarakannya pesta. Tempat pesta tersebut sangatlah mewah dan indah, penjagaannya juga sangat ketat.

Saat Tiara, Alan dan Bastian turun dari mobil. Seluruh pandangan mata tertuju kearah mereka, Tiara merasa risih dipandang oleh begitu banyak orang. Salahnya sendiri kenapa harus mau datang kepesta, dan juga turun dari mobil yang sama dengan para pangeran bisnis.

Tiara menikmati segala acara yang ada di pesta, dia sangat menikmati waktunya disana. Dia bisa mencicipi berbagai hidangan yang bahkan belum pernah dia makan sebelumnya. Rasanya tidak menyesal dia datang ke pesta itu.

Tak berapa lama acara dansa akan dimulai, tiba tiba Bastian datang menghapirinya mengajaknya berdansa bersama.

“Tiara, kamu mau jadi pasangan dansaku?”

“Tapi Bas aku tidak bisa berdansa, aku takut nanti malah menginjak kakimu”

“Tidak apa apa aku akan mengajarimu, kamu hanya perlu meletakkan ujung kakimu di atas kakiku. Aku akan menuntunmu”

Akhirnya Tiara setuju, Tiara dan Bastian berjalan menuju ruang dansa. Bastian menuntun Tiara berdansa dengan sangat hati hati. Setiap Gerakan mereka sangat indah bahkan membuat setiap mata yang menyaksikannya terpukau.

Bastian sangat ahli saat berdansa, Tiara bahkan tidak merasa kewalahan mengikuti setiap Gerakan Bastian walaupun dia masih pertama kali melakukannya. Bastian menuntunnya dengan sangat baik, hingga tanpa sadar kakinya goyah.

Dia jatuh kedalam pelukan Bastian, Bastian yang terkejut akan hal tersebut. Tanpa sadar mencium kening Tiara. Tiara yang juga terkejut hanya mematung di tengah tengah ruang dansa sehingga keduanya menjadi tontonan.

Setelah tersadar Tiara langsung melepaskan diri dari Bastian. Dan berlari pergi meninggalkan tempat dansa. Bastian hanya menyetuh bibirnya yang tak sengaja mengenai kening Tiara, lalu dia tersenyum dengan sangat manis.

Tiara berada di salah satu bilik Toilet sedang menenangkan detakan jatungnya yang tak beraturan. Dia sangat berdebar debar, sampai sampai dia tidak dapat berfikir hal lain selain hal yang terjadi di ruang dansa. Dia mengusap keningnya sambil membayangkan hal yang terjadi barusan.

Tiara yang tak berani bertemu dengan Bastian, ahirnya berda di toilet sampai pesta berahir. Bahkan saat di dalam mobil mereka berdua sangat canggung. Tiara tidak berani menatap Bastian, sedangkan Bastian bingung ingin berbicara apa.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • May i Love you?   Amarah Nathan

    Nathan kebingungan mencari Tiara, hampir setiap hari, jam, dan menit dia menelpon dan memberi pesan pada Tiara. Namun Nathan tidak pernah mendapat balasan apapun, hal tersebut membuatnya sangat frustasi. Dia tidak tau apa kesalahannya, tapi yang dia tau Tiara menghidarinya tanpa sebab yang jelas.Hari ini hari ketiga Tiara mengabaikannya, Nathan tidak sanggup lagi. Hari ini dia memutuskan untuk mencari Tiara di perusahaannya. Bukan hanya menunggu di depan kantornya saja, dia bahkan akan mencari Tiara di setiap sudut Gedung perusahaan.‘Tiara lo kenapa menghidar dari gue, apa salah gue sama lo?’Nathan pagi pagi sekali, sudah bersiap untuk pergi ke kantor Tiara. Dia tidak tahuTiara sebenarnya juga tidak ada di kantor, karena Tiara sedang melakukan perjalanan bisnis bersama Bastian. Tia

  • May i Love you?   Pesta Dansa

    Tiara berada di dalam Mobil Bastian, mereka sedang melakukan perjalanan bisnis. Tiara hanya membawa baju seadanya saja, karena dia tak sempat mempersiapkan segalanya. Informasi mendadak yang diterimanya sungguh menyebalkan.Namun hal itu tak memudarkan semangatnya, karena ini adalah kali pertamanya melakukan perjalanan bisnis. Dia sangat bersemangat sekali, apalagi dia memiliki niat terselubung di perjalanan bisnis pertamanya. Hal ini dapat menambah pengalamannya sekaligus membantunya menghindar dari Nathan.“Tiara kamu boleh tidur jika mengantuk, perjalanan kita masih sangat jauh. Dan juga ini sudah larut malam”“Aku masih belum mengantuk Bas, aku masih ingin menikmati pemandangan yang sangat saying untuk dilewatkan”&ldq

  • May i Love you?   Makan Siang

    Waktu yang di tunggupun datang, Tiara tidak sabar menunggu Bastian keluar dari ruangannya. Bahkan dari tadi Tiara tak henti hentinya melihat kearah jam dinding. Menunggu jam makan siang datang, dan entah kenapa rasanya sangat lama sekali.Tak lama kemudian Bastian keluar dari ruangannya dengan wajah kusut. Tiara tak ambil pusing dan langsung mengajak Bastian untuk makan siang. Tapi dia memberi tahu Bastian untuk menunggu di lobi beberapa saat sebelum keluar dari Gedung kantor.“Pak, mari pak kita makan siang bersama”“Baik Tiara mari kita turun sekarang”“Mohon maaf sebelumnya pak, saya minta tolong nanti kita menunggu di lobi sebentar”“Memangnya ada apa

  • May i Love you?   Sembunyi Darinya

    Senin pagi yang cerah, menyambut Tiara. Hari ini, Tiara berniat berterima kasih pada Bastian karena sudah membantunya menjelaskan semuanya pada Nathan dan Kenzo. Karena bantuan Bastian dia tidak harus mendengar ocehan Nathan dan Kenzo.Tapi dia merasa bersalah pada Kenzo, karena Kenzo mendengar hal yang seharusnya dia dengar dari Tiara malah dia dengar dari orang lain. Jadi siang ini Tiara berniat mengajak Bastian dan Kenzo untuk makan bersama. Dia ingin meminta maaf pada Kenzo sekaligus berterima kasih pada Bastian.Dengan memakai setelan yang sederhana namun tetap sopan. Tiara berangkat menuju kantornya, dia memilih menggunakan angkutan umum. Sebenarnya pagi ini menerima pesan dari Nathan, bahwa Nathan ingin mengantarkannya ke kantor tapi Tiara menolak.Bukan tak beralasan, Tiara masih belum in

  • May i Love you?   Sudut pandang Kenzo

    Kenalin gue Kenzo Adera Putra, gue temen Tiara semenjak SMA. Kenapa gue bisa jadi temen Tiara? gue sendiri kurang paham. Dulu pertama kali ketemu Tiara gue merasa, dia itu sangat menarik dan berbeda dari cewek cewek lainnya.Kenapa gue bisa ketemu sama dia, waktu itu dia lagi mau pergi ke kantin. Dia pergi sama temen cowoknya, tapi temennya jailin dia sampe dia mau jatuh. Gue bantuin dia buat enggak jatuh, tapi dia cuma bilang makasih lalu pergi gitu aja.Di situ gue ngerasa dia beda, biasanya kalo anak cewek lain pasti lama lamain natap gue. Bukannya gue kepedean tapi itu kenyataaannya. Mulai dari situ gue minta kenalan sama dia, bukannya dia langsung mau kenalan sama gue. Apa coba yang di lakuin ke gue.“Hei, kamu tadi yang mau jatuh kan? Boleh kenalan gak? Kenalin nama gue Kenzo”

  • May i Love you?   Penjelasan

    Bastian dan Tiara baru sampai Kosan Tiara. Baru saja Tiara turun dari mobil Bastian, dia sudah di sambut oleh Kenzo dan Nathan. Mereka terlihat sangat marah, membuat Tiara ketakuan. Bastian melihat hal tersebut bergegas keluar dari mobil dan menghampiri Tiara.“Tiara mereka siapa?”Kemudian Tiara berbicara dengan berbisik pada Bastian.“Mereka yang aku bicarakan tadi, kamu hati – hati mereka itu ganas”Kenzo dan Nathan yang meliat hal tersebut menatap dengan tidak suka. Menurut mereka kedekatan Tiara dengan pria itu sangat tidak wajar. Dan dalam hati mereka, mereka sangat tidak suka melihat Tiara dekat dengan laki -laki lain selain mereka.“Tiara kamu berani se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status