Home / All / May i Love you? / Makan Siang

Share

Makan Siang

Author: Aprilian
last update publish date: 2020-10-19 14:41:24

Waktu yang di tunggupun datang, Tiara tidak sabar menunggu Bastian keluar dari ruangannya. Bahkan dari tadi Tiara tak henti hentinya melihat kearah jam dinding. Menunggu jam makan siang datang, dan entah kenapa rasanya sangat lama sekali.

Tak lama kemudian Bastian keluar dari ruangannya dengan wajah kusut. Tiara tak ambil pusing dan langsung mengajak Bastian untuk makan siang. Tapi dia memberi tahu Bastian untuk menunggu di lobi beberapa saat sebelum keluar dari Gedung kantor.

“Pak, mari pak kita makan siang bersama”

“Baik Tiara mari kita turun sekarang”

“Mohon maaf sebelumnya pak, saya minta tolong nanti kita menunggu di lobi sebentar”

“Memangnya ada apa Tiara?”

“Saya mengajak teman saya untuk ikut makan siang bersama juga”

“Baiklah”

“Terima kasih atas pengertiannya pak”

Bastian hanya menganggukan kepalanya saja. Lalu mereka secara bersamaan berjalan menuju lift. Mereka memasuki lift, dan menekan tombol lantai satu untuk menuju lobi. Setelah sampai lantai satu pintu liftpun terbuka.

Tadinya Tiara ingin menunggu sebentar apabila Kenzo belum turun. Tetapi ternyata Kenzo sudah duluan berada di lobi sebelum dirinya. Tiara dan Bastian berjalan mengahampiri Kenzo, lalu Tiara menarik Kenzo untuk ikut berjalan bersamanya.

“Eh eh, siapa yang narik?”

“Gue! kenapa mau marah?”

“Lo Ra, tiba tiba datang narik narik”

“Biar cepet, gue udah laper tau”

Tiara mengucapkannya dengan nada lucu yang terkesan manja. Hal itu membuat Bastian tersenyum kecil, sedangkan Kenzo berakting seperti orang mau muntah.

“Lo kenpa Ken, lo mual mual. Apa jangan janagn lo hamil lagi”

CTAk..

“Enak aja lo bilang, lo kira gue cowok apaan hamil segala. Kayaknya otak lo mesti di kasih deterjen biar bersih”

“Aww sakit ni jidat gue, salah sendiri sok sok an mau muntah”

“Lo juga aneh, kayak orang kerasukan manja manja gak jelas”

“Mana ada gak jelas, ini namanya imut tau”

Lalu Tiara mengedipkan kedua matanya cepat. Hal itu terlihat lucu sekali, Kenzo yang tak tahan ahirnya tertawa terbahak bahak.

“Ara lo udah cocok jadi anak kucing. Sini sini jadi anak kucing nanti gue adopsi”

“Mau doang kakak di adopsi”

Belum sempat Kenzo membalas perkataan Tiara. Bastian lebih dulu mengintrupsi membuat keduanya menatap Bastian dengan muka cengo.

“Kalo kamu tidak mau di adopsi oleh Kenzo saya siap mengadopsimu”

Perkataan Bastian sungguh di luar ekspektasi mereka berdua. Padahal Tiara dan Kenzo hanya bermain saja. Tapi melihat jawaban Bastian barusan membuat mereka berdua sedikit bingung. Apakah Bastian bercanda atau serius.

Bastian mengatakan hal itu dengan muka serius. Namun mereka hanya menganggap candaan saja, jadi Tiara dan Kenzo hanya menatap Bastian dengan wajah mereka yang di hiasi senyum aneh.

“Baiklah aku putuskan, aku tidak mau di adopsi siapaun” ujar Tiara sambil melingkarkan jarinya membentuk tanda ok.

“Itu keputusan yang tepat” Kenzo menanggapi ucapan Tiara.

“Ahirnya sampai juga, kalian boleh pesan sesuka kalian. Hari ini aku yang traktir, maaf Bas aku tidak mengajakmu makan di restoran mahal”

“Aku tidak apa apa, selain itu aku suka makanan disini”

“Untunglah, aku kira kamu kan keberatan makan disini”

“Ara mau sampe kapan kita berdiri disini, gue udah laper”

“Baiklah, ayok kita masuk, kalian pesan makanan yang kalian suka. Kenzo pesenin aku makanan yang biasanya. Aku mau toilet bentar”

“Okey, lo tenang aja. Yaudah sana kalo mau ke toilet”

Tiara menganggukkan kepalanya lalu berlari menuju toilet. Setelah Tiara pergi hanya tersisa Kenzo dan Bastian yang sedang melihat menu makanan. Setelah itu mereka memanggil pelayang untuk memesan makanan yang sudah mereka pilih.

Tiara Kembali dari toilet, lalu duduk diantara Kenzo dan Bastian.

“Kalian udah pesen makanan?”

“Udah Ara, tenang aja gue juga udah pesenin pesanan lo?”

“Makasih Kenzo”

“Sama sama”

“Aku hari ini ngajak kalian makan siang bareng karena ada alasannya”

“Kalo itu aku sudah menduganya, mana mungkin Tiara yang pelit ngajak makan siang secara Cuma Cuma”

Tiara melirik tajam kearah Kenzo, lalu berdecih

“Aku hari ini sengaja ngajak kalian makan bareng. Soalnya aku mau minta maaf sama lo Ken, dan mau berterima kasih sama Bastian”

“Pertama aku, mau ucapin terimakasih sekali lagi sama Bastian. Karena udah mau nolongin aku beberapa kali. Dan itu selalu di saat saat genting, jadi aku berterima kasih dari lubuk hati yang paling dalam. Maaf juga kalo aku banyak merepotkanmu”

“Sama sama Tiara, aku tidak merasa direpotkan olehmu. Aku merasa senang bisa membantumu”

“Iya seneng bantuin, sekalian ambil kesempatan dalam kesempitan”

Tiara melirik tajam pada Kenzo, karena kenzo mengatakan kata kata yang tidak sopan.

“Kenzo, gak boleh bilang seperti itu. Gue gak pernah ngajarin lo ngomong kasar ya”

“Ckk iya Ara, maaf keceplosan”

“Sudah Tiara, aku tidak apa apa. Mungkin Kenzo masih merasa kesal padaku, bagaimanapun kenzo hanya ingin melindungimu”

“Yang kedua, Kenzo gue minta maaf banget. Gue gak sempet cerita sama lo, tentang apa yang tejadi sama gue ahir ahir ini. Bukannya gue niat gak ngasih tau lo, Cuma memang keadaannya gak mendukung. Jadi gue bener bener minta maaf sama lo, lo harus denger hal itu dari orang lain”

Tiara memangdang Kenzo dengan mimik wajah yang sangat merasa bersalah. Tiara benar benar menyesal karena tidak memberi tahu Kenzo. Tentang apa yang terjadi padanya dan Nathan, bukan hanya itu. Kenzo harus mendengar hal yang tidak mengenakkan dari orang lain bukan dari dirinya sendiri.

“Kali ini gue maafin lo, tapi lain kali jangan harap. Gue Cuma mau mohon satu hal sama lo Ara”

“Lo mau minta apa dari gue Ken?”

“Gue Cuma mau minta satu hal, stop sakit hati gara  gara Nathan. Udah cukup selama ini lo nangis Cuma karena ulah dia. Gue gak suka liat lo buang buang air mata lo Cuma karena cowok brengsek kayak Nathan”

Tiara yang mendengar hal itu hanya terseyum lemah. Sebenernya dia juga lelah harus terus sakit hati hanya karena ulah Nathan. Tapi mau bagaimana lagi rasa suka pada Nathan, belum bisa terhapuskan. Kebersamaannya bersama Nathan selalu membayanginya. hal itu membuatnya semakin sulit untuk melupakan Nathan.

“Gue juga mau ngelepain dia, gue udah berusaha Ken. Tapi rasanya sulit banget, saat gue coba mau lupain dia saat itu juga bayangan dia terlintas di benak gue. Saat gue nangis karena sakit karena ulah dia. Tapi saat itu juga kenangan kenangan bareng dia muncul semua di otak gue”

“Gue juga capek tiap hari nangis Cuma karena dia, tapi gue bisa apa Ken. Semuanya rasa susah banget, padahal gue Cuma haru ngelupain rasa suka gue ke dia biar gue bisa bahagia. Tapi…”

Tiara tidak bisa melanjutkan kata katanya, air matanya Kembali terjatuh. Ingatannya Kembali pada saat Nathan pergi dengan perempuan selain dirinya. Dan hal yang paling membuatnya terluka adalah saat malam pernyataan Nathan.

Malam yang membuat Tiara tak ingin mengingatanya lagi. Malam di saat dia benar benar tak bisa menahan segalanya lagi. Malam dimana dia harus menangis di depan orang asing. Malam dimana dia harus membuat Kenzo kecewa padanya.

“Udah Tiara kamu tidak harus mengingat hal hal yang membuatmu sakit hati. Jika bisa cukup sampai disini saja kamu merasakan sakit hati karenanya. Masih banyak orang lain yang perduli padamu, masih banyak orang lain yang ingin membahagiakanmu. Lepaskan dia, jika dia hanya menyakiti hatimu”

“Bener kata Bastian Ara, lo udah cukup sakit hati gara gara dia. Saatnya lo melangkah maju, lupain kenangan yang menyakitkan Cuma karena cowok brengsek itu”

Tiara mengusapa air matanya, lalu mengambil nafas dalam dalam. Dia menenangkan dirinya, dan menyemangatidirinya sendiri. Dia percaya pada dirinya sendiri bahawa dia kuat, dan dia bisa melupakan rasa Sukanya pada Nathan.

“Gue bakal berusaha, makasih saran saran dari kalian. Maaf kalian jadi dengerin ocehan gue lagi”

“Tenang aja gue siap jadi tempat curhat lo kapanpun lo butuh Ara”

“Masih Kenzo” ujar Tiara sambil terseyum manis.

Tak lama dari itu, pesana mereka sudah dating. Mereka bertiga makan pesanan mereka masing masing dengan sangat tenang. Mereka bertiga mempunyai kebiasaan yang sama yaitu tidak suka diganggu saat menikmati makanan.

Setelah tiga puluh menit berselang mereka sudah menyelesaikan makanan mereka. Bastian membuka pembicaraan dengan meminta izin. Dia meminta izin pada Kenzo untuk meminjam Tiara beberapa hari. Dia ingin membawa Tiara keluar kota, untuk melakukan perjalanan bisnis.

“Kenzo, disini peranmu adalah sebagai kakak dari Tiara bukan?”

Dahi Kenzo berkerut mendengar penuturan Bastian.

“Bisa dibilang seperti itu, memangnya kenapa?”

“Saya hanya ingin meminta izin, saya akan membawa Tiara ikut serta dalam perjalanan bisnis. Saya akan membawa Tiara keluara kota selama beberapa hari”

“Jika berkaitan denga pekerjaan, semua keputusan ada ditangan Tiara aku tidak ikut campur”

“Bentar Bas, kmu bilang perjalan bisnis keluar kota?”

Bastian hanya menganggukan kepala memebenarkan perkataan Tiara.

“Tapi kenapa aku baru tau sekarang”

“Ini terjadi mendadak, aku juga baru mendapatkan kabarnya pagi ini. Dan kita akan berangkat malam ini”

“Cepat sekali, aku belum menyiapakan semua barang barangku”

“Nanti aku akan mengantarmu pulang untuk bersiap siap”

“Jika kamu mengantarku pulang, bagaimna dengan barang barangmu?”

“Barangku semuanya ada di kantor, jadi aku tidak perlu repot menyiapkannya lagi”

Tiara tercengang dengan jawaban Bastian, bagaimana mungkin dia bisa menyiapakan segalanya dengan waktu yang sangat terbatas. Tetapi dia tidak punya pilihan lain selain menyetujuinya. Lagi pula hal ini membantunya untuk menghidari bertemu dengan Nathan.

“Baiklah Bas”

Setelah semuanya merasa cukup, mereka Kembali ke kantor. Sebelum itu Tiara izin ke toilet sebentar untuk memperbaiki riasannya. Dia takut riasannya rusak karena terkena keringatnya.

Dikasir Bastian dan Kenzo berebut membayar makanan yang mereka pesan. Namun ahirnya Kenzo mengalah membiarkan bosnya membayar makanan yang sudah mereka pesan. Bukan niat mengalah, namun dia tidak kuat di intimidasi oleh Bastian.

Setelah dari toilet Tiara berjalan menuju kasir. Dia menanyakan tagihan makanan yang harus dia bayar. Dia terkejut bahwa tagihannya sudah dibayarkan. Tiara alu keluar menghampiri Kenzo dan Bastian yang sedang menunggu di depan Restoran

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • May i Love you?   Amarah Nathan

    Nathan kebingungan mencari Tiara, hampir setiap hari, jam, dan menit dia menelpon dan memberi pesan pada Tiara. Namun Nathan tidak pernah mendapat balasan apapun, hal tersebut membuatnya sangat frustasi. Dia tidak tau apa kesalahannya, tapi yang dia tau Tiara menghidarinya tanpa sebab yang jelas.Hari ini hari ketiga Tiara mengabaikannya, Nathan tidak sanggup lagi. Hari ini dia memutuskan untuk mencari Tiara di perusahaannya. Bukan hanya menunggu di depan kantornya saja, dia bahkan akan mencari Tiara di setiap sudut Gedung perusahaan.‘Tiara lo kenapa menghidar dari gue, apa salah gue sama lo?’Nathan pagi pagi sekali, sudah bersiap untuk pergi ke kantor Tiara. Dia tidak tahuTiara sebenarnya juga tidak ada di kantor, karena Tiara sedang melakukan perjalanan bisnis bersama Bastian. Tia

  • May i Love you?   Pesta Dansa

    Tiara berada di dalam Mobil Bastian, mereka sedang melakukan perjalanan bisnis. Tiara hanya membawa baju seadanya saja, karena dia tak sempat mempersiapkan segalanya. Informasi mendadak yang diterimanya sungguh menyebalkan.Namun hal itu tak memudarkan semangatnya, karena ini adalah kali pertamanya melakukan perjalanan bisnis. Dia sangat bersemangat sekali, apalagi dia memiliki niat terselubung di perjalanan bisnis pertamanya. Hal ini dapat menambah pengalamannya sekaligus membantunya menghindar dari Nathan.“Tiara kamu boleh tidur jika mengantuk, perjalanan kita masih sangat jauh. Dan juga ini sudah larut malam”“Aku masih belum mengantuk Bas, aku masih ingin menikmati pemandangan yang sangat saying untuk dilewatkan”&ldq

  • May i Love you?   Makan Siang

    Waktu yang di tunggupun datang, Tiara tidak sabar menunggu Bastian keluar dari ruangannya. Bahkan dari tadi Tiara tak henti hentinya melihat kearah jam dinding. Menunggu jam makan siang datang, dan entah kenapa rasanya sangat lama sekali.Tak lama kemudian Bastian keluar dari ruangannya dengan wajah kusut. Tiara tak ambil pusing dan langsung mengajak Bastian untuk makan siang. Tapi dia memberi tahu Bastian untuk menunggu di lobi beberapa saat sebelum keluar dari Gedung kantor.“Pak, mari pak kita makan siang bersama”“Baik Tiara mari kita turun sekarang”“Mohon maaf sebelumnya pak, saya minta tolong nanti kita menunggu di lobi sebentar”“Memangnya ada apa

  • May i Love you?   Sembunyi Darinya

    Senin pagi yang cerah, menyambut Tiara. Hari ini, Tiara berniat berterima kasih pada Bastian karena sudah membantunya menjelaskan semuanya pada Nathan dan Kenzo. Karena bantuan Bastian dia tidak harus mendengar ocehan Nathan dan Kenzo.Tapi dia merasa bersalah pada Kenzo, karena Kenzo mendengar hal yang seharusnya dia dengar dari Tiara malah dia dengar dari orang lain. Jadi siang ini Tiara berniat mengajak Bastian dan Kenzo untuk makan bersama. Dia ingin meminta maaf pada Kenzo sekaligus berterima kasih pada Bastian.Dengan memakai setelan yang sederhana namun tetap sopan. Tiara berangkat menuju kantornya, dia memilih menggunakan angkutan umum. Sebenarnya pagi ini menerima pesan dari Nathan, bahwa Nathan ingin mengantarkannya ke kantor tapi Tiara menolak.Bukan tak beralasan, Tiara masih belum in

  • May i Love you?   Sudut pandang Kenzo

    Kenalin gue Kenzo Adera Putra, gue temen Tiara semenjak SMA. Kenapa gue bisa jadi temen Tiara? gue sendiri kurang paham. Dulu pertama kali ketemu Tiara gue merasa, dia itu sangat menarik dan berbeda dari cewek cewek lainnya.Kenapa gue bisa ketemu sama dia, waktu itu dia lagi mau pergi ke kantin. Dia pergi sama temen cowoknya, tapi temennya jailin dia sampe dia mau jatuh. Gue bantuin dia buat enggak jatuh, tapi dia cuma bilang makasih lalu pergi gitu aja.Di situ gue ngerasa dia beda, biasanya kalo anak cewek lain pasti lama lamain natap gue. Bukannya gue kepedean tapi itu kenyataaannya. Mulai dari situ gue minta kenalan sama dia, bukannya dia langsung mau kenalan sama gue. Apa coba yang di lakuin ke gue.“Hei, kamu tadi yang mau jatuh kan? Boleh kenalan gak? Kenalin nama gue Kenzo”

  • May i Love you?   Penjelasan

    Bastian dan Tiara baru sampai Kosan Tiara. Baru saja Tiara turun dari mobil Bastian, dia sudah di sambut oleh Kenzo dan Nathan. Mereka terlihat sangat marah, membuat Tiara ketakuan. Bastian melihat hal tersebut bergegas keluar dari mobil dan menghampiri Tiara.“Tiara mereka siapa?”Kemudian Tiara berbicara dengan berbisik pada Bastian.“Mereka yang aku bicarakan tadi, kamu hati – hati mereka itu ganas”Kenzo dan Nathan yang meliat hal tersebut menatap dengan tidak suka. Menurut mereka kedekatan Tiara dengan pria itu sangat tidak wajar. Dan dalam hati mereka, mereka sangat tidak suka melihat Tiara dekat dengan laki -laki lain selain mereka.“Tiara kamu berani se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status