Home / All / Perfect You / Berubah

Share

Berubah

Author: Hyune
last update publish date: 2020-10-02 14:22:32

Sampai di kamar, Freya langsung membanting tubuhnya ke ranjang. Ia tak bisa membendung air matanya. Ucapan Arga

sangat menyakitkan baginya. Ia sudah bersusah payah untuk belajar merias wajahnya. Freya pikir, itu akan berdampak baik baginya. Tapi, ia justru salah.

Keputusannya itu, justru membawa kekecewaan mendalam baginya. Suara Arga masih terngiang di telinganya. Bagaimana pria itu menyamakan Freya dengan badut dan bagaimana teman-teman David tertawa. Sesaat, ia memikirkan ucapan Dita. Memang benar kata sahabatnya itu. Berubah untuk orang lain hanya membawa sakit hati untuknya. 

Setelah beberapa lama menangis, Freya beranjak. Ia duduk di depan cerminnya sambil mengasihani dirinya sendiri. “Aku bersumpah tidak akan melakukan hal ini lagi.” Ucap Freya dengan marah. Dengan cepat Freya menghapus riasan wajahnya yang sudah bercampur dengan air mata. Ia lalu termenung.

“Sejak awal aku benar. Tidak mungkin pria populer seperti Arga akan menyukaiku.” Gumam Freya.

“Itu hanya terjadi di drama dan film.”

“Ck, betapa bodohnya aku. Kenapa aku bisa mengharapkan pria seperti itu?”

“Aku begitu menginginkannya hingga aku melakukan hal bodoh seperti ini.”

Lagi-lagi Freya bercermin. Ia tersenyum kecut melihat dirinya sendiri. Ia sendiri tak pernah suka dengan fisik yang ia miliki. Ia selalu berharap memiliki fisik seperti gadis-gadis lainnya.

“Apa aku begitu tidak pantas?”

“Apa salahku hingga aku menerima kata-kata kasar seperti itu?”

“Apa aku tidak boleh menyukaimu?”

“Apa hanya gadis-gadis cantik yang boleh menyukaimu?”

“Ya, mungkin aku ini hanya sampah untuk pria populer sepertimu.”

“Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa menyukaimu. Aku menyukaimu begitu saja.”

“Kenapa kau tidak bisa memperlakukan aku seperti gadis lainnya?”

Tangan Freya mengepal. Ia sudah sangat lelah dengan perlakuan yang ia terima dari para pria di sekitarnya.

“Baiklah, aku tidak akan peduli siapapun lagi.” Ucap Freya.

“Aku tidak akan peduli pria manapun, termasuk kau Arga.”

Setelah lama menenangkan pikirannya, Freya memutuskan untuk membersihkan tubuhnya. Dan setelah itu, ia langsung tidur. Ia tahu, hanya itu satu-satunya cara untuk melupakan apa yang terjadi hari ini.

***

Pagi hari, Freya terbangun dengan mata sembabnya. Kali ini ia sama sekali tak terburu-buru merias wajahnya. Tidak seperti kemarin. Lagipula, untuk apa berusaha jika berakhir dengan luka?

Seperti biasa, setelah membuka matanya Freya masih bermalas-malasan di ranjangnya. Ia masih bermain dengan ponselnya. Setelah tiga puluh menit, Freya baru beranjak dari ranjang lalu bersiap kuliah.

Sebelum sampai di kampus, Freya menyempatkan diri membeli sebuah roti dan air mineral. Setelah hatinya patah, ia tidak mau tubuhnya ikut tumbang.

Sampai di kampus, beberapa teman menanyai Freya perihal kenapa dia tidak memakai riasan wajah hari ini. Freya hanya tersenyum, ia terlalu malas untuk menjawab pertanyaan satu per satu.

“Frey, kau baik-baik saja?” tanya Dita.

“Aku baru belajar sesuatu yang berharga kemarin.” Jawab Freya sambil tersenyum.

“Frey, ada apa? Kau bisa memberitahuku kalau kau punya masalah.” Jawab Dita.

“Ini bukan masalah Dit, sudah kubilang ini pembelajaran.” Jawab Freya.

“Jangan berbohong padaku. Kataka  ada apa?” kata Dita.

“Aku menyukai orang yang salah.” Jawab Freya sambil tersenyum.

“Maksudmu, Arga?” kata Dita heran.

“Aku tidak ingin membahas hal ini lagi. Aku juga tidak mau peduli lagi padanya.” Jawab Freya dengan dingin.

Hari itu, Freya memutuskan untuk menghentikan kebiasaanya melihat Arga latihan basket. Untuk melupakan pria itu, Freya memilih pergi ke perpustakaan. Tempat favoritnya yang sudah lama tidak ia kunjungi.

***

Arga dan teman-temannya tengah duduk bersama ketika mereka melihat Freya dari kejauhan. “Hey, bukankah dia yang kemarin?” tanya seorang teman.

Arga memperhatikan langkah Freya. Gadis itu sudah berbeda dengan kemarin sore. “Bukankah dia biasanya melihat kita bermain basket?” sahut yang lain.

“Mungkin dia sudah tidak mau karena kejadian kemarin.”

“Apa aku keterlaluan?” tanya Arga.

“Mungkin.” Jawab yang lain.

“Tapi, bukankah kemarin memang dia seperti badut? Sama sekali tidak cantik dengan riasan wajah itu.” Jawab Arga sambil tertawa kecil.

“Mungkin dia menyukaimu.” Sahut teman Arga.

“Ck, tidak mungkin aku menyukai dia. Lagipula, kenapa harus dia?” tanya Arga.

“Masih banyak gadis lain yang lebih cantik darinya.”

Sontak, mereka semua tertawa. Memang benar, banyak gadis cantik lain yang ada di sekitar Arga. Kalau Arga sampai memilih Freya, berita itu pasti akan tersebar di kampus.

“Tapi, bermain dengan gadis itu mungkin menyenangkan.” Batin Arga sambil tersenyum tipis.

Setelah teman-temannya pergi, Arga melancarkan aksinya. Ia melangkah ke perpustkaan lalu mencari-cari sosok Freya disana. 

Tak lama, ia melihat seorang gadis duduk di sudut ruangan sambil membaca buku tebal. "Ck, kutu buku seperti dia kenapa bisa menyukaiku?" batin Arga. 

"Ah iya, aku lupa. Aku cukup populer, aku tampan, aku kaya, siapa yang tidak menyukaiku." batin Arga dengan sombong.

Arga melangkah mendekati Freya lalu duduk di sampingnya. Berbeda dengan kemarin, kali ini gadis itu begitu dingin padanya. 

"Hei, kau yang kemarin bukan?" tanya Arga. Freya hanya melirik ke arah Arga tanpa mengucapkan apapun. 

"Aku minta maaf atas ucapanku kemarin." ucap Arga dengan lembut.

"Aku tidak bermaksud menghinamu."

"Kenapa aku harus percaya padamu?" tanya Freya.

"Namamu Freya bukan?" tanya Arga. 

Freya mengernyitkan dahinya. Ia sedikit heran, bagaimana bisa Arga tahu namanya. 

"Aku sudah memperhatikanmu sejak lama. Tapi kupikir, kau lebih baik tanpa make-up kemarin." ucap Arga 

"Kau lebih cantik natural seperti ini."

Mata Freya membulat setelah mendengar ucapan Arga. Kali ini, hatinya sedikit luluh. Rasa benci yang kemarin terasa kuat di hatinya, sedikit demi sedikit hilang. 

"Sebagai permintaan maafku, kau mau makan bersama denganku?" tanya Arga.

Otak Freya ingin sekali menolak, tapi hatinya tak bisa. Meski belum sepenuhnya memaafkan, tapi akhirnya Freya pergi bersama Arga. 

Mereka mulai mengobrol dan lebih akrab sejak saat itu. Freya pun mulai melihat Arga dari sisi yang berbeda. Dan akhirnya, Freya merasa nyaman ada di sisi Arga. 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Perfect You   Sembuh

    Entah jam berapa David terbangun. Ia langsung mencari sosok Freya di ruangan itu. Beruntung gadis itu masih menemani David. David tersenyum, lalu perlahan turun dari ranjangnya. Ia melangkah mendekati Freya sambil membawa selimutnya. David berlutut di depan Freya yang tertidur sambil duduk. “Aku tidak sabar ingin tahu kenapa aku jadi seperti ini.” Ucap David. “Tapi apapun alasannya, aku yakin kau gadis yang baik untukku.” Untuk beberapa lama David mema

  • Perfect You   Menemani David II

    David terbangun dari tidurnya. Ia melihat jam di ponselnya. “Ck, baru pukul empat.” Gumam David. “Sampai kapan aku harus disini?”David memandang ke seluruh sudut ruangan. Ia sedikit kecewa karena tak menemukan sosok Freya disana. “Hmm.. dia pasti sudah pulang.” Gumam David. Seketika David merasa bosan. Tak ada yang bisa ia lakukan disana selain bermain ponsel. David melihat nomor Freya. Ia ingin sekali menghubungi gadis itu, tapi ia ragu. &

  • Perfect You   Menemani David

    Freya kembali dengan membawa beberapa bungkus roti. Ia lalu duduk di samping ranjang David. Freya melihat David yang sedang tidur. Ia tak bisa berbohong, pria itu terlihat tampan bagi Freya. Tapi, ia tak mau berharap banyak dari pria itu. Apalagi terlalu banyak perbedaan antara mereka. “Pasti akan sulit sekali kalau sampai aku menyukainya.” Batin Freya sambil tersenyum tipis. “Mungkin seperti pungguk merindukan bulan.” “Kenapa kau senyum-senyum?&

  • Perfect You   Sakit

    “Dit, besok bantu aku mencari tempat baru ya.” Ucap Freya. “Iya Frey, kau tenang saja tidak perlu buru-buru. Kalau besok belum dapat, kau bisa tinggal denganku dulu.” Jawab Dita. “Aku tidak mau terlalu lama merepotkanmu.” Jawab Freya.“Ck, kau ini.” Gumam Dita. “Kita kan sudah lama bersahabat,

  • Perfect You   Apartemen Baru

    Krisna cepat-cepat menghampiri Dita dan Freya yang sudah menunggunya. “Aku tidak bisa mengantar kalian pulang kali ini. Aku ada urusan mendadak.” Ucap Krisna. “Baiklah kalau begitu.” Ucap Freya. Dita masih terdiam sambil memasang wajah cemberutnya. “Kau bilang mau membelikanku es krim.” Gerutunya. “Besok pasti akan kubelikan. Tapi kali ini aku minta maaf sekali, aku tidak bisa mengantarmu pulang.” Ucap Krisna.

  • Perfect You   Rencana Pindah

    Dita melangkah bersama kekasihnya untuk kembali ke ruang kerja mereka masing-masing. “Rasanya sedikit aneh.” Ucap Dita.‘Sejak kapan ada lowongan untuk menjadi asisten David?” “Setahuku tidak ada lowongan kerja di posisi itu selama ini.” “Memang benar.” Kata Krisna.“Lagipula, untuk apa David butuh asisten? Sepertinya dia lebih nyaman bekerja sendirian.” Jawab Dita. “Apa ada sesuatu antara mereka?” “Tapi kelihatannya Frey

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status