Share

Sembuh

Author: Hyune
last update publish date: 2020-11-06 23:14:53

Entah jam berapa David terbangun. Ia langsung mencari sosok Freya di ruangan itu. Beruntung gadis itu masih menemani David. David tersenyum, lalu perlahan turun dari ranjangnya. Ia melangkah mendekati Freya sambil membawa selimutnya.

David berlutut di depan Freya yang tertidur sambil duduk. “Aku tidak sabar ingin tahu kenapa aku jadi seperti ini.” Ucap David.

“Tapi apapun alasannya, aku yakin kau gadis yang baik untukku.”

Untuk beberapa lama David memandangi wajah polos Freya. “Kau hanya tidak menyadari kalau kau cantik.” Ucap David.

“Cepat atau lambat, kau harus menyadarinya. Itu akan membuatmu lebih bahagia.”

David tersenyum lalu kembali berdiri. Ia lalu menutup tubuh Freya dengan selimut yang ia bawa tadi. David mengambil ponselnya. “Sudah pukul sebelas, pantas saja dia sudah tidur.” Gumam David.

David kembali berbaring di ranjangnya. Ia lalu mengirim pesan pada Krisna untuk menjemputnya besok pagi. Tak lama, Krisna justru menelepon David.

“Hei, bagaimana keadaanmu?” tanya Krisna.

“Aku sudah boleh pulang besok pagi.” Jawab David.

“Apa Freya masih ada disitu?” tanya Krisna.

“Ya, tapi dia sudah tidur.” Jawab David.

“Aku memperbolehkannya pulang, tapi dia tinggal disini karena tidak ada yang menemaniku.”

“Gadis pertama yang menemanimu di rumah sakit bukan?” tanya Krisna.

“Hmm.. itu benar.” Jawab David.

“Aku senang dia ada disini. Tapi, kasihan juga sebenarnya.”

“Dia harus tidur sambil duduk di kursi.”

“Kau kenapa tidak membawaku ke rumah sakit yang lebih nyaman?”

“Kau hanya menginap semalam, untuk apa menghabiskan uang di rumah sakit besar?” ucap Krisna kesal.

“Setidaknya, Freya bisa tidur dengan lebih nyaman.” Ucap David.

“Kalau kau mau dia tidur dengan nyaman, harusnya kau tidak ke rumah sakit.” Ucap Krisna.

“Iya, iya. Ini salahku. Maaf.” Ucap David.

“Aku tidak akan mengulanginya lagi.”

“Baiklah, aku akan menjemputmu besok pagi.” Ucap Krisna.

“Terimakasih.” Jawab David sambil tersenyum.

David meletakkan ponselnya lalu mencoba tidur kembali. Sebelum memejamkan mata, ia melihat gadisnya satu kali lagi dan kembali tersenyum. “Selamat malam.” Gumam David.

***

Dering ponsel membuat David terkejut. Sambil mengusap matanya, ia langsung mengambil ponsel dan menerima telepon yang entah dari siapa.

“Hei, kau sudah bangun? Aku akan menjemputmu sekarang.” Ucap Krisna.

“Jam berapa ini? Kenapa pagi sekali?” tanya David.

“Kau masih ingin berlama-lama disitu?” tanya Krisna.

“Tidak, tidak, jemput aku sekarang.” Jawab David.

“Baik, bersiaplah.” Ucap Krisna.

David mematikan teleponnya lalu duduk. Ia melihat seluruh ruangannya tapi tak menemukan sosok Freya. Selimut yang semalam juga sudah terlipat dengan rapi di sisi ranjang. “Kemana dia?” gumam David.

David melihat sebuah kertas yang diatas meja. Ia pun beranjak untuk mengambilnya.

Maaf, aku pulang lebih dulu. Aku sudah tidak tahan ingin mandi. Terimakasih untuk selimutnya, semoga lekas sembuh. Freya.

David tersenyum sambil membaca catatan itu. “Ada-ada saja.” Ucap David sambil tertawa kecil.

“Kenapa tidak mengirim pesan ke ponselku saja?”

David mengambil kertas itu lalu menyimpannya. Setelah itu ia bersiap untuk pulang.

***

Krisna membuka pintu ruangan David, dan melihat pria itu sudah siap untuk pulang ke apartemen. “Ayo pulang.” Ucap David.

“Dimana Freya?” tanya Krisna.

“Dia sudah pulang lebih dulu.” Jawab David.

Krisna hanya mengangguk. “Kalau begitu aku akan mengantarmu ke apartemen.” Ucap Krisna.

Mereka pun melangkah menuju ke mobil. “Kau mau pulang ke apartemen baru atau apartemen lamamu?” tanya Krisna.

“Apartemen baru.” Jawab David.

“Oh ya, kau sudah urus apartemen untuk Freya?”

“Ya. Aku sudah membuat sebuah rekening baru. Rencananya Dita akan memberitahu Freya untuk membayar uang sewa ke rekening itu.” Ucap Krisna.

“Berapa yang harus dia bayar?” tanya David.

“Itu urusanmu. Apartemen itu kan milikmu.” Ucap Krisna.

“Aku tidak bisa menentukan harga untuk gadis yang kusukai.” Jawab David.

“Ck, tentukan saja supaya dia tidak curiga.” Ucap Krisna.

“Satu juta?” tanya David.

“Kau bodoh? Mana ada uang sewa apartemen seperti itu satu juta per bulan.” Jawab Krisna.

“Lalu berapa? Lebih tinggi dari itu? Aku takut itu akan memberatkan dia.” Jawab David.

“Aku lebih takut Freya curiga padaku dan Dita.” Sahut Krisna.

“Jadi berapa dua juta per bulan? Apa itu tidak terlalu banyak?” tanya David.

“Memangnya berapa gaji yang kau berikan?” tanya Krisna.

“Aku bahkan belum memikirkannya.” Gumam David.

“Ck.. aku tidak tahu kenapa tiba-tiba saja kau jadi bodoh seperti ini.” Sahut Krisna.

“Kapan dia akan pindah?” tanya David.

“Mungkin besok.” Jawab Krisna.

***

Freya menghela napas ketika ia akhirnya bisa berbaring di ranjang Dita yang nyaman. Tubuhnya terasa lebih segar setelah mandi. Tidur di kursi semalaman sama sekali tak nyaman untuk Freya.

“Untung saja Dita memberikan satu kunci untukku.” Ucap Freya.

“Kalau tidak, entah dimana aku bisa beristirahat.”

“Dan untungnya aku tidak harus pergi ke kantor hari ini.”

Freya mengambil ponselnya. Ia memeriksan ponsel yang sepi pemberitahuan itu. “Apa David membaca suratku?” gumam Freya.

“Apa dia sudah pulang sekarang?”

“Ssshhh.. berhenti Frey. Kau tidak boleh memikirkannya.”

Baru saja mengatakan itu, ponsel Freya tiba-tiba berdering. Sebuah nomor tidak dikenal menghubunginya.

“Halo, selamat pagi.” Ucap Freya dengan ragu.

“Hai Frey, ini aku David.” Jawab pria di seberang telepon.

“Oh, iya.” Ucap Freya dengan gugup.

“Aku baru saja pulang dari rumah sakit. Terimakasih sudah menemaniku.” Jawab David.

“Hmm iya.” Jawab Freya singkat.

“Maaf karena merepotkanmu.” Ucap David.

“Tidak masalah.” Jawab Freya

Freya benar-benar merasa gugup mendengar suara David. Otaknya serasa berhenti berpikir. Bahkan telapak tangannya kini mulai berkeringat.

“Kau tidak pergi ke kantor kan?” tanya David.

“Tidak, aku di tempat Dita.” Jawab Freya.

“Ada apa denganmu? Suaramu terdengar berbeda. Kau baik-baik saja?” tanya David.

“Ya.. aku baik-baik saja.” Jawab Freya.

“Kau sudah makan?” Tanya David.

“Kau tidak sedang sakit kan Frey?”

“Siapa tahu kau menemaniku semalaman dan sekarang kau malah sakit.”

“Tidak, tidak, aku baik-baik saja.” Jawab Freya.

“Kau yakin? Suaramu terdengar aneh.” Ucap David.

“Ya, aku baik-baik saja.” Ulang Freya.

“Baiklah kalau begitu. Sampai bertemu besok di kantor.” Ucap David.

“Ya, sampai bertemu besok.” Ucap Freya.

Setelah David mematikan teleponnya, Freya menghela napas kasar. “Ck, kenapa aku jadi seperti ini?” gumam Freya.

“Ingat Frey, dia hanya atasanmu. Dia bukan siapa-siapa, bersikaplah biasa saja.”

Sekuat apapun Freya berusaha menenangkan dirinya sendiri tetap saja, jantungnya berdegup kencang. “Tidak, tidak, kau tidak boleh menyukainya.” Ucap Freya.

“Pria tampan hanya akan menyakitimu, Frey.”

“Kau harus jaga jarakmu dengan pria itu.”

Freya memejamkan matanya, namun itu justru membuat wajah David semakin membayanginya. ‘Arrgghh berhenti memikirkan dia!” seru Freya.

“Frey, dia tidak mungkin menyukaimu. Dan kau tidak boleh menyukainya.”

“Kau hanya gadis biasa dan dia itu pria tampan dan kaya. Kau sama sekali tidak cocok dengannya.”

“Ck, apa aku harus cari pekerjaan lain?”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Perfect You   Sembuh

    Entah jam berapa David terbangun. Ia langsung mencari sosok Freya di ruangan itu. Beruntung gadis itu masih menemani David. David tersenyum, lalu perlahan turun dari ranjangnya. Ia melangkah mendekati Freya sambil membawa selimutnya. David berlutut di depan Freya yang tertidur sambil duduk. “Aku tidak sabar ingin tahu kenapa aku jadi seperti ini.” Ucap David. “Tapi apapun alasannya, aku yakin kau gadis yang baik untukku.” Untuk beberapa lama David mema

  • Perfect You   Menemani David II

    David terbangun dari tidurnya. Ia melihat jam di ponselnya. “Ck, baru pukul empat.” Gumam David. “Sampai kapan aku harus disini?”David memandang ke seluruh sudut ruangan. Ia sedikit kecewa karena tak menemukan sosok Freya disana. “Hmm.. dia pasti sudah pulang.” Gumam David. Seketika David merasa bosan. Tak ada yang bisa ia lakukan disana selain bermain ponsel. David melihat nomor Freya. Ia ingin sekali menghubungi gadis itu, tapi ia ragu. &

  • Perfect You   Menemani David

    Freya kembali dengan membawa beberapa bungkus roti. Ia lalu duduk di samping ranjang David. Freya melihat David yang sedang tidur. Ia tak bisa berbohong, pria itu terlihat tampan bagi Freya. Tapi, ia tak mau berharap banyak dari pria itu. Apalagi terlalu banyak perbedaan antara mereka. “Pasti akan sulit sekali kalau sampai aku menyukainya.” Batin Freya sambil tersenyum tipis. “Mungkin seperti pungguk merindukan bulan.” “Kenapa kau senyum-senyum?&

  • Perfect You   Sakit

    “Dit, besok bantu aku mencari tempat baru ya.” Ucap Freya. “Iya Frey, kau tenang saja tidak perlu buru-buru. Kalau besok belum dapat, kau bisa tinggal denganku dulu.” Jawab Dita. “Aku tidak mau terlalu lama merepotkanmu.” Jawab Freya.“Ck, kau ini.” Gumam Dita. “Kita kan sudah lama bersahabat,

  • Perfect You   Apartemen Baru

    Krisna cepat-cepat menghampiri Dita dan Freya yang sudah menunggunya. “Aku tidak bisa mengantar kalian pulang kali ini. Aku ada urusan mendadak.” Ucap Krisna. “Baiklah kalau begitu.” Ucap Freya. Dita masih terdiam sambil memasang wajah cemberutnya. “Kau bilang mau membelikanku es krim.” Gerutunya. “Besok pasti akan kubelikan. Tapi kali ini aku minta maaf sekali, aku tidak bisa mengantarmu pulang.” Ucap Krisna.

  • Perfect You   Rencana Pindah

    Dita melangkah bersama kekasihnya untuk kembali ke ruang kerja mereka masing-masing. “Rasanya sedikit aneh.” Ucap Dita.‘Sejak kapan ada lowongan untuk menjadi asisten David?” “Setahuku tidak ada lowongan kerja di posisi itu selama ini.” “Memang benar.” Kata Krisna.“Lagipula, untuk apa David butuh asisten? Sepertinya dia lebih nyaman bekerja sendirian.” Jawab Dita. “Apa ada sesuatu antara mereka?” “Tapi kelihatannya Frey

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status