Share

Jijik

Author: Affry Siadari
last update publish date: 2020-09-26 16:29:10

Bab 3 Jijik

☆☆☆

Natsu terus memainkan tangannya dengan sangat manja di balik baju Honoka. Kali ini buka hanya itu saja, dia mulai menghisap gundukan tersebut dan memainkan benda kecil menonjol berwarna merah jambu di dalam mulutnya. Membuat Honoka mengeluarkan suara yang sangat indah.

“Akh,” rintih Naoki, menghancurkan pandangan Affry.

“Ada apa?” tanya Affry, sambil melihat Naoki dengan sedikit heran.

“Sepertinya di celanaku ada yang ingin keluar.” Pernyataan yang sangat vulgar, Affry langsung menunduk dan melihat celana milik Naoki. Dia heran, kenapa celana Naoki bisa tiba-tiba jadi besar dan seperti ada yang menonjol.

“Naoki, celanamu kok tiba-tiba jadi besar?”  Affry semakin menatapnya tajam dan heran. Kali ini dia semakin aneh karena bagian itu semakin besar dan seperti ingin keluar.

“Tidak tahu." Dengan nada polosnya, Naoki mengucapkannya.

“Ya sudah sini, aku bantu tutupi.” Affry membantu Naoki, menutup celana yang menonjol itu. Bukannya semakin tertutup bagian itu semakin membesar. Affry semakin cemas karena mereka akan malu kalau Natsu dan Honoka melihatnya.

Kali ini Affry, mengelusnya dan itu makin membuat barang milik Naoki semakin menggejolak ingin keluar. Dia heran, kenapa bisa jadi seperti itu? Kenapa tidak semakin mengecil?

Naoki, semakin merintih kesakitan. Kali ini dia tahan lagi. Mengeluarkan barang itu adalah satu-satunya cara agar dia tidak sesak lagi.

"Akh ... rasanya sangat sakit, aku harus mengeluarkannya,” ucap Naoki sambil memegang celananya, dan meloncat tak tahan lagi.

“Jangan bodoh! Nanti ada yang lihat, lebih baik kita pulang saja,” tawar Affry, dan Naoki setuju. Mereka langsung keluar ruangan tanpa pamit terlebih dahulu kepada sang empunya rumah. Lagian mereka juga semakin asyik dengan permainan panas mereka itu, jadi jika Naoki dan Affry pergi mereka tidak akan sadar, begitulah pemikiran mereka.

Ternyata tidak, Natsu dan Honoka menyadarinya, walau mereka sekarang sedang menyatu. 

“Mereka bodoh ya, sudah terangsang seperti itu ... bukanya ikut main malah pulang.” Wajar saja, mereka ‘kan sepasang kekasih yang sangat polos atau bisa dibilang sepasang kekasih yang sangat bodoh, sama-sama tidak mengerti bagian sex.

“Biar saja, setidaknya kita puas. Biarkan pasangan polos itu melakukan sesukanya.”

Di rumah Naoki dan Affry, Affry masih melihat Naoki dengan sedikit cemas. Dia berpikir kalau Naoki memiliki penyakit yang dapat menyebabkan sesuatu di balik celananya itu menjadi besar seketika.

“Naoki, itu kamu masih sakit?” tanya Affry sambil melihat bagian yang menonjol tersebut.

“Iyah,” jawab Naoki dengan nada pelan.

“Ya sudah, buka saja.” Affry menyuruhnya, Naoki kemudian membuka celananya beserta pakaian dalamnya dan terlihatlah  sebuah kejantanan yang sangat besar dan panjang yang membuat Affry terkejut.

“Besar kali, gunanya itu buat apa?” Affry melihatnya dengan rasa penasaran yang cukup dalam. Gunanya itu saja dia bahkan tidak tahu sama sekali. 

"Tidak tahu, kata ibuku untuk buang air kecil.” Ternyata sama-sama tidak tahu sama sekali, dan bahkan memberikan jawaban seperti anak kecil. Yang lebih anehnya lagi, Affry malah percaya dengan ucapan Naoki. Gunanya hanya untuk buang air kecil saja, tidak ada yang lain.

“Oh, boleh aku pegang.” Kali ini Affry mengucapkan kata-kata yang sangat bagus. Apa mereka akan melakukannya nanti?

“Jangan,” ucap Naoki sambil menutup juniornya. Kenapa harus ditutup? Padahal itu bisa membuat mereka memiliki seorang anak. Benar-benar pasangan polos.

“Kenapa? Pendeta bilang ‘kan semua milikmu menjadi milikku, berarti itu juga.” Affry sedikit marah dan kesal karena Naoki menolaknya. Memang benar pendeta bilang kalau sudah menikah mereka harus saling memiliki satu sama lain.

“Eh ... tapi aku malu, ibu bilang tidak ada yang boleh memegang ini selain aku sendiri. Memangnya untuk apa?” tanya Naoki.

“Bentuknya mirip permen  yang besar, aku jadi ingin memakannya, boleh ya.” Affry memohon pada Naoki agar Naoki mengizinkannya, walau sebenarnya itu wajar dilakukan oleh sepasang suami istri, Naoki menolaknya.

“Jangan dung ini kan bukan permen,” tolak Naoki sambil menutup barang miliknya itu dan  memakai celananya kembali.  “Ya.” Affry sedikit kecewa dengan jawaban Naoki.

“Jangan marah dung.” Affry tetap saja kesal bahkan dia sekarang mulai mengancam Naoki.

“Mulai sekarang kamu masak sendiri, jangan suruh-suruh aku lagi!” bentak Affry dengan nada tinggi sambil membalikkan badannya membelakangi Naoki dan kedua tangannya dilipat sejajar dengan dada.

“Jangan! Nanti aku bisa mati kalau tidak makan.” Naoki terus membujuk Affry tapi tanggapan Affry biasa saja seperti tidak ada masalah sama sekali.

“Biar, kamu saja jahat masa cuman mau mengisap doang tidak boleh.”

Kali ini pertentangan mereka berdua semakin rumit antara Affry yang ingin memakan milik suaminya itu dan Naoki yang menolaknya karena nasihat dari ibunya untuk tidak membiarkan orang lain menyentuhnya.

Setelah dipikir-pikir lagi akhirnya Naoki mengizinkan Affry untuk melakukan keinginannya tersebut. Bagi Naoki jika dia tidak makan maka dia akan mati dan Affry akan terus membencinya. 

"Ya sudah deh, kamu boleh melakukannya. Tapi, jangan digigit ya,” tawar Naoki sambil melepaskan celananya kembali. Affry tersenyum, akhirnya keinginannya tercapai .

“Iya.” Affry mulai jongkok dan memperhatikan kejantanan milik suaminya itu, awalnya dia ragu. Dia hanya menelan salivanya berpikir baru pertama kalinya dia melihat permen sebesar itu.

Apalagi tangannya sekarang sudah menyentuhnya terasa keras dan kokoh membuat Affry melihat Naoki, keadaan Naoki yang sekarang bisa dibilang sangat memprihatinkan. Dia menutup matanya menahan sesuatu akibat ulah yang dilakukan oleh istrinya itu. Ya, menahan kenikmatan yang dia sendiri tidak tahu sama sekali. Padahal Affry hanya memegangnya tanpa menggerakkan tangannya.

“Akh!” Naoki berteriak menahan kenikmatannya sendiri, tangannya mulai menyentuh dan membuat sebuah titik kenikmatan memuncrat.

“Sakit ya? Maaf!” Affry tertunduk, tangannya sekarang terhenti dan sedikit tidak menyentuh milik suaminya tercinta.

"Tidak kok cepat deh lakukan, aku mau ke kamar mandi!” titah Naoki.

“Baiklah.” Affry mulai melakukan aksinya, mendekatkan kepala ke bagian milik suaminya, saat mulutnya ingin melakukan aksi selanjutnya, Affry tersentak dan menjauhkan tubuhnya. "Akh, bau!” teriak Affry sambil menjauh kan tubuhnya sejauh-jauh mungkin.

Naoki, menatap istrinya yang bertingkah aneh layaknya sesuatu yang sangat bau menyelimuti bagian organ tubuh miliknya, membuatnya jijik padahal tadi dia menyentuh dan memohon agar memilikinya.

"Kamu tidak bersih mandi ya?”

“”Bersih kok!” Dengan cepat Naoki menjawabnya. “Buktinya ini bau!” jelas Affry

“Kan itu tempat kencing, pasti baulah ... makanya tadi aku tolak, ya karena ini.”

Jika dipikirkan lagi memang iya, tapi bagian itu jika sudah dibersihkan tidak akan menimbulkan bau bukan? Apa ada cairan lain yang membuat itu menjadi bau, dan membuat Affry menjadi jijik? Sayang sekali jika tidak dilakukan sekarang.

Affry menatap Naoki, kini dia mengelak kalau Naoki sedang berbohong padanya. Mungkin bagi Affry bagian miliknya tidak seperti milik Naoki, yang membuatnya kehilangan nafsu untuk melakukannya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Polos (Indonesia)   Lubang yang Mana?

    Bab 5 Lubang yang Mana?☆☆☆"Ya ampun bisa gila aku ditaruh anak yang satu ini,” rengek Natsu sambil memegang kepalanya."Memang kamu tahu?” Naoki dengan begitu polos dan percaya diri, seolah-olah dialah yang paling benar."Kan ada gambarnya di buku paket, tidak kau perhatikan ya? Padahal waktu ujian kenaikan kelas salah satu soal kita adalah gambarkan sel telur dan sel sperma, kau dapat nilai 100 kok, tapi kenapa kau tidak tahu itu sel sperma atau sel telur, asal kau gambari ya?” jelas Natsu, sekalian meledeknya."Oh, kan aneh sih coba pikirkan ibu guru bilang sel sperma jika masuk ke tubuh wanita akan mencapai jutaan atau ribuan. Coba bayangkan kalau sebanyak itu kayak mana mau masuknya baru itu kecil-kecil lagi.” Apa Natsu bisa menjawab pertanyaan Naoki."Mati saja sana!” Wajar jika Natsu marah terhadap Naoki, pertanyaan kayak begitu semua orang pasti merasa geli jika harus menjawab pertanyaan itu. Bahkan jika dia pun menanyakannya pada anak SM

  • Polos (Indonesia)   Percakapan Polos yang Menggelikan

    Bab 4 Percakapan Polos yang Menggelikan☆☆☆Happy Reading :)Di malam hari ini, mereka masih saja memperdebatkan kepolosan atau bisa dibilang juga kebodohan mereka masing-masing, di mana yang satu mengatakan kalau punyanya tidak bau, dan yang satu lagi mengatakan itu wajar karena tempat pembuangan."Tidak kok, tempat pipisku harum kok, lihatlah.” Affry membuka semua celananya dan tampaklah semua pemandangan jarang yang membuat Naoki heran, apa itu sebenarnya.“Eh ... punyamu kok beda denganku ya?” tanya Naoki dengan rasa penasaran.“Aku tidak tahu, padahal kita sama-sama manusia.”Jawaban yang sangat polos, walau sama-sama manusia, pasti memiliki perbedaan ‘kan? Apalagi dengan sesama lawan jenis. Tapi, Naoki yang mendengarnya hanya menjawab, iya. Lalu kembali memperhatikan perbedaan mereka berdua."Nah sekarang kamu isap punyaku, pasti harum," ucap Affry sambil mengangkang, dia memberikan punyanya secara terang-terangan ter

  • Polos (Indonesia)   Jijik

    Bab 3 Jijik☆☆☆Natsu terus memainkan tangannya dengan sangat manja di balik baju Honoka. Kali ini buka hanya itu saja, dia mulai menghisap gundukan tersebut dan memainkan benda kecil menonjol berwarna merah jambu di dalam mulutnya. Membuat Honoka mengeluarkan suara yang sangat indah.“Akh,” rintih Naoki, menghancurkan pandangan Affry.“Ada apa?” tanya Affry, sambil melihat Naoki dengan sedikit heran.“Sepertinya di celanaku ada yang ingin keluar.” Pernyataan yang sangat vulgar, Affry langsung menunduk dan melihat celana milik Naoki. Dia heran, kenapa celana Naoki bisa tiba-tiba jadi besar dan seperti ada yang menonjol.“Naoki, celanamu kok tiba-tiba jadi besar?” Affry semakin menatapnya tajam dan heran. Kali ini dia semakin aneh karena bagian itu semakin besar dan seperti ingin keluar.“Tidak tahu." Dengan nada polosnya, Naoki mengucapkannya.“Ya sudah sini, aku

  • Polos (Indonesia)   Menonton Secara Langsung

    Besok paginya Naoki dan Affry memulai pelajarannya di kampus, masing-masing mereka memasuki kelas yang mereka pilih. Kurang lebih tiga jam pelajaran pertama telah selesai dan semua murid dapat beristirahat.Naoki pergi ke kantin bersama Natsu sedangkan Affry pergi ke kantin sendirian, dari arah jauh Naoki melihat Affry sedang kebingungan mencari tempat duduk untuk ia duduki."Affry!” Naoki yang melihatnya langsung memanggil Affry, Affry menoleh ke asal suara itu. Dia melihat Naoki dan langsung saja menghampirinya tanpa basa-basi sedikit pun.Jika dilihat, mereka hanya seperti teman sekampus saja, padahal tidak. Affry mendatangi Naoki dan langsung duduk bersamanya, bukan hanya itu saja, Natsu. juga ada di tempat itu.

  • Polos (Indonesia)   Cara Melakukannya

    "Naoki, apakah kamu akan menyayangi istrimu seperti dirimu sendiri?" ucap pendeta sambil memegang buku agenda di tangannya dan menatap Naoki dengan serius."Iya," jawab Naoki.Setelah Naoki selesai berbicara dengan pendeta, kali ini adalah giliran Affry. Pasangan Naoki yang menemaninya di altar pernikahan, dengan menggunakan baju pengantin berwarna putih dan bunga merah di tangannya, menggandeng tangan Naoki dengan polosnya."Affry, apakah kamu akan selalu mencintai suamimu, bagaimana pun keadaannya?" ucap pendeta. Itulah namanya, Affry. Wanita yang akan menjadi istri dari Furakawa Naoki yang dulu namanya adalah Affry Yuu sekarang menjadi Furakawa Affry di depan semua orang. Affry berasal dari Amerika dan Naoki dari Jepang."Iya,” sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status