Home / All / Polos (Indonesia) / Percakapan Polos yang Menggelikan

Share

Percakapan Polos yang Menggelikan

Author: Affry Siadari
last update publish date: 2020-09-30 16:56:46

Bab 4 Percakapan Polos yang Menggelikan

☆☆☆

Happy Reading :)

Di malam hari ini, mereka masih saja memperdebatkan kepolosan atau bisa dibilang juga kebodohan mereka masing-masing, di mana yang satu mengatakan kalau punyanya  tidak bau, dan yang satu lagi mengatakan itu wajar karena tempat pembuangan.

"Tidak kok, tempat pipisku harum kok, lihatlah.” Affry membuka semua celananya dan tampaklah semua pemandangan jarang yang membuat Naoki heran, apa itu sebenarnya.

“Eh ... punyamu kok beda denganku ya?” tanya Naoki dengan rasa penasaran.

“Aku tidak tahu, padahal kita sama-sama manusia.” 

Jawaban yang sangat polos, walau sama-sama manusia, pasti memiliki perbedaan ‘kan? Apalagi dengan sesama lawan jenis. Tapi, Naoki yang mendengarnya hanya menjawab, iya. Lalu kembali memperhatikan perbedaan mereka berdua.

"Nah sekarang kamu isap punyaku, pasti harum," ucap Affry sambil mengangkang, dia memberikan punyanya secara terang-terangan terhadap suaminya tanpa rasa malu sedikit pun.

Naoki, yang mendengar perintah Affry. Langsung jongkok dan melihat Miss V milik istrinya tersebut, kali ini ada yang lain juga. Lagi-lagi junior miliknya mengeras dan membuatnya sedikit risi.

Aktivitasnya terhenti karena itu, kini dia hanya fokus memegang miliknya dan mengabaikan Affry, membuat Affry kesal dan membentaknya. "Cepat isap, capek tahu mengangkang terus!” teriak Affry 

Tanpa pikir panjang lagi, Naoki mendekatkan mulutnya. Dia terhenti, matanya mencari sesuatu, tidak tahu apa yang dia inginkan. Wajahnya semakin masam, dia mengganti pandangannya ke arah Affry.

"Akh ... apa yang mau kucium dan kuisap, semuanya terlihat datar, tidak sepertiku ada yang memanjang.” Affry sedikit heran.

“Masa iya?” Affry kemudian melihat Miss v miliknya dan mulai berpikir apa yang dikatakan oleh Naoki benar, dia sedikit takut, apa dia memiliki kelainan atau tidak.

"Eh ... kok bisa begini ya, bentuknya kok aneh, apa aku cacat?" tanya Affry dengan rasa cemas.

Naoki hanya diam, dia tidak tahu apa yang harus dikatakan. Jika Affry cacat mungkin itu adalah nasibnya. Seluruh bagian intimnya berbeda dengan miliknya. Naoki hanya bisa pasrah, jika Affry cacat.

“Tidak tahu.” Pandangan Naoki kembali menatap Miss v Affry, ada sesuatu yang membuatnya tersenyum, dan lantas langsung memberitahukannya pada istri tercintanya tersebut.

“Eh ... tunggu bentar, ini ada yang tidak datar agak panjang sikit , apa ya?" ucap Naoki, memperhatikannya terus.

Affry yang mendengarnya langsung melirik dan memperhatikan yang dikatakan oleh Naoki, dia memegang sesuatu yang sedikit memanjang itu.

"Akh ...  geli!” pekik Affry, saat tangannya memainkan bentuk tersebut.

“Kalau begitu biarkan aku mencobanya.” Affry membiarkan Naoki memegang klitoris miliknya, tangannya perlahan menyentuh kulit berwarna merah muda yang sedikit basah.

Digerakkannya sedikit ke kiri, Naoki merasa seperti agar-agar yang kenyal. Semula tangannya digerakkan perlahan tapi lama-kelamaan semakin cepat dan membuat Affry menahan rasa sakit dan nikmatnya.

Kini desahannya tak tertahan kan lagi, suara jeritan penuh gairah dikeluarkan Affry dari mulutnya dengan nada dan alunan yang membuat junior Naoki semakin mengeras dan membesar.

“Akh ... mmm ... geli Naoki, jangan mainkan lagi!” desah Affry sambil memukul kepala Naoki, yang akhirnya menghentikan aktivitas tersebut.

“Iya, berarti yang kuisap yang ini kan!” unjuk  Naoki sambil menatapnya dengan penuh rasa penasaran, seperti apa rasanya. Apa seperti agar-agar manis atau tidak.

“Sepertinya iya, tapi nanti saja setelah mandi, biar aku juga bisa isap punya kamu. Mandi yang bersih ya!” tolak Affry.

“Ok deh,” jawab Naoki, dan menunggu Affry selesai mandi.

Setelah mereka selesai mandi, tidak seperti yang kita bayangkan kalau mereka akan melanjutkan permainannya. Nyatanya tidak, selesai mandi Affry langsung tidur. Naoki, yang melihatnya juga langsung ikut tertidur di samping Affry.

Esoknya, di pagi hari yang cerah. Terdengar suara seorang wanita berteriak dengan keras, dan berlari menuruni anak tangga dengan cepat sambil mengecek isi tas yang dibawa olehnya.

"Naoki, cepat sudah terlambat!” teriak Affry, sambil meneguk sebuah gelas dan pergi memasuki mobil.

"Iya sabar,” jawab Naoki santai.

Sesampainya di kampus, mereka berpisah memasuki kelasnya masing-masing.

"Sampai jumpa,” ucap Naoki sambil melambaikan tangannya pada Affry.

"Iya,” jawab Affry, sambil tersenyum dan membalas lambaian tangannya.

"Woi! Kok langsung pulang semalam,” panggil Natsu sambil memukul bahu Naoki dari belakang, sontak dia merasa kaget dan memandang Natsu sinis. "Tidak apa kok,” jawabnya polos.

"Cie ... kau semalam terangsang ya? Makanya pulang buat lanjut di rumah, benar ‘kan? Tidak usah bohong lagi, sekarang kau sudah besar,” ledek Natsu. Tapi yang dilakukan Naoki bukanlah marah, tapi merasa heran dengan perkataan Natsu. Alisnya dinaikkan satu, dan bibirnya yang merah seksi itu sedikit terbuka.

"Terangsang? Apa itu terangsang?” tanya Naoki, pertanyaan yang membuat Natsu sekak, dan tidak bisa berkata apa lagi. Jika dipikirkan lagi, zaman sekarang anak kecil saja tahu apa artinya terangsang?  

"Mati saja deh sana, waktu pelajaran IPA di tingkat SMP kau ke mana si?” tanya Natsu sedikit kesal dan memutar bola matanya.

"Di dalam kelas.” 

"Jadi kok tidak tahu apa artinya?” tanya Natsu lagi, kali ini mereka hanya berdebat. Tidak ada aktivitas yang dilakukan selain menatap satu sama lain, dan menunggu jawaban dari pertanyaan yang diberikan.

"Apa gurunya ada ngomong kayak begini, anak-anak terangsang itu adalah ...,” jelas Naoki yang berubah profesi jadi seorang guru. "Kagak sih.” Pernyataan yang dikatakan Naoki memang benar, itu sebanya Natsu hanya menjawab simpel.

"Ya uda."

"Ya ampun kenapa aku harus punya teman sebodoh dia si?” gumam Natsu.

"Eh ... aku, tidak bodoh ya!" tegas Naoki dengan marah. Walaupun Jk hanya bergumam tapi Naoki bisa mendengarnya.

"Kau kan memang bodoh, bahkan lebih bodoh dari anak TK yang masih umur tiga tahun!”

"Tidak  ya, buktinya apa coba?" Kali ini Natsu diam, dia membuatnya berpikir sebelum berbicara. Tapi Natsu, tidak sebodoh itu. Dia bisa memberi alasan yang membuat Naoki menjadi diam.

"Cara buat anak saja kau tidak tahu, padahal waktu tingkat SMP dan SMA sudah dijelaskan. Jika sel sperma dan sel telur menyatu akan ter...." Sebelum Natsu selesai ngomong Naoki memotongnya.

"Tercipta embrio.” Ternyata Naoki pintar juga.

"Nah lu tahu,” jelas Natsu, kali ini sedikit sabar. Mungkin karena otak Naoki lagi lancar makanya bisa lanjuti perkataan Natsu. Walau hanya itu saja sih.

"Iyah sih, tapi aku tidak tahu mana yang sel sperma dan mana yang sel telur.” Ternyata kepintarannya hanya sesaat, kini Natsu hanya bisa memegang leher belakangnya, berharap dia tidak akan gila jika harus menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Naoki. Berpikir sebagai guru biologi dan harus mencari jawaban yang tepat agar Naoki tidak mengulangi pertanyaannya berulang kali.

JANGAN LUPA KASIH KOMEN

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Polos (Indonesia)   Lubang yang Mana?

    Bab 5 Lubang yang Mana?☆☆☆"Ya ampun bisa gila aku ditaruh anak yang satu ini,” rengek Natsu sambil memegang kepalanya."Memang kamu tahu?” Naoki dengan begitu polos dan percaya diri, seolah-olah dialah yang paling benar."Kan ada gambarnya di buku paket, tidak kau perhatikan ya? Padahal waktu ujian kenaikan kelas salah satu soal kita adalah gambarkan sel telur dan sel sperma, kau dapat nilai 100 kok, tapi kenapa kau tidak tahu itu sel sperma atau sel telur, asal kau gambari ya?” jelas Natsu, sekalian meledeknya."Oh, kan aneh sih coba pikirkan ibu guru bilang sel sperma jika masuk ke tubuh wanita akan mencapai jutaan atau ribuan. Coba bayangkan kalau sebanyak itu kayak mana mau masuknya baru itu kecil-kecil lagi.” Apa Natsu bisa menjawab pertanyaan Naoki."Mati saja sana!” Wajar jika Natsu marah terhadap Naoki, pertanyaan kayak begitu semua orang pasti merasa geli jika harus menjawab pertanyaan itu. Bahkan jika dia pun menanyakannya pada anak SM

  • Polos (Indonesia)   Percakapan Polos yang Menggelikan

    Bab 4 Percakapan Polos yang Menggelikan☆☆☆Happy Reading :)Di malam hari ini, mereka masih saja memperdebatkan kepolosan atau bisa dibilang juga kebodohan mereka masing-masing, di mana yang satu mengatakan kalau punyanya tidak bau, dan yang satu lagi mengatakan itu wajar karena tempat pembuangan."Tidak kok, tempat pipisku harum kok, lihatlah.” Affry membuka semua celananya dan tampaklah semua pemandangan jarang yang membuat Naoki heran, apa itu sebenarnya.“Eh ... punyamu kok beda denganku ya?” tanya Naoki dengan rasa penasaran.“Aku tidak tahu, padahal kita sama-sama manusia.”Jawaban yang sangat polos, walau sama-sama manusia, pasti memiliki perbedaan ‘kan? Apalagi dengan sesama lawan jenis. Tapi, Naoki yang mendengarnya hanya menjawab, iya. Lalu kembali memperhatikan perbedaan mereka berdua."Nah sekarang kamu isap punyaku, pasti harum," ucap Affry sambil mengangkang, dia memberikan punyanya secara terang-terangan ter

  • Polos (Indonesia)   Jijik

    Bab 3 Jijik☆☆☆Natsu terus memainkan tangannya dengan sangat manja di balik baju Honoka. Kali ini buka hanya itu saja, dia mulai menghisap gundukan tersebut dan memainkan benda kecil menonjol berwarna merah jambu di dalam mulutnya. Membuat Honoka mengeluarkan suara yang sangat indah.“Akh,” rintih Naoki, menghancurkan pandangan Affry.“Ada apa?” tanya Affry, sambil melihat Naoki dengan sedikit heran.“Sepertinya di celanaku ada yang ingin keluar.” Pernyataan yang sangat vulgar, Affry langsung menunduk dan melihat celana milik Naoki. Dia heran, kenapa celana Naoki bisa tiba-tiba jadi besar dan seperti ada yang menonjol.“Naoki, celanamu kok tiba-tiba jadi besar?” Affry semakin menatapnya tajam dan heran. Kali ini dia semakin aneh karena bagian itu semakin besar dan seperti ingin keluar.“Tidak tahu." Dengan nada polosnya, Naoki mengucapkannya.“Ya sudah sini, aku

  • Polos (Indonesia)   Menonton Secara Langsung

    Besok paginya Naoki dan Affry memulai pelajarannya di kampus, masing-masing mereka memasuki kelas yang mereka pilih. Kurang lebih tiga jam pelajaran pertama telah selesai dan semua murid dapat beristirahat.Naoki pergi ke kantin bersama Natsu sedangkan Affry pergi ke kantin sendirian, dari arah jauh Naoki melihat Affry sedang kebingungan mencari tempat duduk untuk ia duduki."Affry!” Naoki yang melihatnya langsung memanggil Affry, Affry menoleh ke asal suara itu. Dia melihat Naoki dan langsung saja menghampirinya tanpa basa-basi sedikit pun.Jika dilihat, mereka hanya seperti teman sekampus saja, padahal tidak. Affry mendatangi Naoki dan langsung duduk bersamanya, bukan hanya itu saja, Natsu. juga ada di tempat itu.

  • Polos (Indonesia)   Cara Melakukannya

    "Naoki, apakah kamu akan menyayangi istrimu seperti dirimu sendiri?" ucap pendeta sambil memegang buku agenda di tangannya dan menatap Naoki dengan serius."Iya," jawab Naoki.Setelah Naoki selesai berbicara dengan pendeta, kali ini adalah giliran Affry. Pasangan Naoki yang menemaninya di altar pernikahan, dengan menggunakan baju pengantin berwarna putih dan bunga merah di tangannya, menggandeng tangan Naoki dengan polosnya."Affry, apakah kamu akan selalu mencintai suamimu, bagaimana pun keadaannya?" ucap pendeta. Itulah namanya, Affry. Wanita yang akan menjadi istri dari Furakawa Naoki yang dulu namanya adalah Affry Yuu sekarang menjadi Furakawa Affry di depan semua orang. Affry berasal dari Amerika dan Naoki dari Jepang."Iya,” sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status