Home / All / Polos (Indonesia) / Menonton Secara Langsung

Share

Menonton Secara Langsung

Author: Affry Siadari
last update publish date: 2020-09-23 17:23:06

Besok paginya Naoki dan Affry memulai pelajarannya di kampus, masing-masing mereka memasuki kelas yang mereka pilih. Kurang lebih tiga jam pelajaran pertama telah selesai dan semua murid dapat beristirahat. 

Naoki pergi ke kantin bersama Natsu sedangkan Affry pergi ke kantin sendirian, dari arah jauh Naoki melihat Affry sedang kebingungan mencari tempat duduk untuk ia duduki. 

"Affry!” Naoki yang melihatnya langsung memanggil Affry, Affry menoleh ke asal suara itu. Dia melihat Naoki dan langsung saja menghampirinya tanpa basa-basi sedikit pun.

Jika dilihat, mereka hanya seperti teman sekampus saja, padahal tidak. Affry mendatangi Naoki dan langsung duduk bersamanya, bukan hanya itu saja, Natsu. juga ada di tempat itu. 

"Apa kalian sudah melakukan yang kubilang semalam?” Naoki dan Affry terdiam, mereka malu jika harus bilang belum. Tapi, bagi Naoki tidak boleh berbohong. 

"Belum.” Affry melihat Naoki, dia tidak menyangka kalau Naoki akan memberitahu yang seharusnya itu adalah urusan mereka sendiri. 

"Kamu bilang kamu tidak tahu cara membuatnya, padahal orang tuamu ingin cepat-cepat punya cucu, iya kan?” tanya Natsu menyeringai. 

"Iyah, aku sudah membilangnya bukan?” 

"Kamu tahu kan istriku sudah hamil?” Itu sudah jelas, kenapa Natsu harus menanyakannya lagi? Apa dia ingin melakukan sesuatu? 

"Honoka, ya? Iya memang kenapa?" Naoki penasaran apa yang akan dilakukan oleh Natsu nantinya. 

"Bagaimana kalau aku saja yang menghamili istrimu?” tanya Natsu dengan nada hampir tertawa dan sedikit menyeringai. 

"Kamu serius? Ya sudah kalau begitu buat saja dia hamil.” Sungguh polos atau bodoh, memberikan istrinya pada orang lain, Affry hanya diam dan tidak tahu harus melakukan apa pun.

Tok.... 

Satu jitukan mendarat di kepala Naoki, ternyata Natsu hanya bercanda dan Naoki menganggapnya serius. Seorang teman yang baik tidak akan mungkin menghamili istri temannya kan? 

"Kamu gila ya?" Jelas saja Naoki bukan gila, tapi kepolosannya itu melebihi orang gila yang sama sekali tidak tahu apa pun. Bahkan orang gila sekali pun jika punyanya diambil pasti akan marah, tapi tidak dengan Naoki, dia memberikannya sendiri. 

"Tidak kok.” Naoki memegang kepalanya dan Affry hanya diam, dia juga sedikit kesal karena dirinya diberikan pada Natsu.

"Akh ... ya sudahlah, setelah pelajaran selesai kalian ke rumahku saja, aku akan mengajari kalian." Apa yang akan dilakukan Natsu ya? Bagaimana cara dia mengajarinya? Dia mengajari atau langsung menyentuh Affry? Perlu dipertanyakan? 

Tapi, Naoki dan Affry percaya saja. Sekarang mereka malah senang karena Natsu akan membantu mereka. Pasangan polos yang sangat menganehkan. 

♡♡♡ 

"Sayang.” Di rumah Natsu, Natsu memanggil istrinya dan mencari ke setiap ruangan yang ada di rumah tersebut. 

"Iya, aku di dapur,” jawab Honoka, sambil terus memotong sayuran yang akan dimasak menjadi makan malam nanti. 

Naoki kemudian langsung pergi ke dapur, dia melihat Honoka sedang memotong sayuran. Kangen tidak berjumpa dengan istrinya selama satu hari, Natsu memeluk Honoka dengan erat dari belakang dan mencium bau tubuhnya. 

"Ada apa?" tanya Honoka penasaran, sambil memegang tangan Natsu yang melingkar di pinggangnya. 

"Temanku ingin diajari buat anak.” Dengan santainya Natsu mengatakannya, sekalian minta jatah juga sih. Karena Honoka hamil, Natsu dibatasi menyentuh dirinya. 

"Haa? Serius? Sudah besar, bahkan sudah menikah minta diajari?” Honoka tidak percaya dengan perkataan suaminya itu, bagi Honoka, Natsu hanya mengada-ngada. Padahal memang benar kalau Naoki tidak tahu sama sekali. 

"Mereka berdua polos banget, ya sudah tidak masalah, sekalian kita melakukan hal itu, sudah lama kan tidak berhubungan?” Dugaan Honoka  benar, Natsu hanya ingin meminta jatah. 

"Di depan mereka? Baiklah dengan syarat jangan dimasuki ya, nanti si kecil susah napas." Sama saja kalau tidak dimasuki, tapi. Setidaknya Natsu masih bisa menyentuh bagian itu. Membuat Honoka terangsang akan memudahkan Natsu memasuki surga itu. 

"Ok.” Natsu menyeringai seraya mempererat pelukannya, Honoka yakin kalau Natsu akan menyentuhnya malam ini. 

Di kamar, Naoki dan Affry duduk di sofa sedangkan Natsu dan Honoka berada di atas kasur yang super besar. 

"Perhatikan kami.” Wow ... pernyataan yang sangat vulgar, apa yang akan dilakukan oleh Natsu? Apa dia akan membiarkan Naoki dan Affry menonton adegan dewasa secara langsung? 

Awalnya Honoka merasa malu, tapi karena dia tahu kalau Natsu dan Affry sangat polos, dia jadi berani dan menganggap bahwa mereka tidak ada di dalam kamar tersebut. 

Natsu perlahan memegang leher Honoka dan membuat Honoka merinding keenakan, mereka saling tersenyum dan menatap satu sama lain. Dengan perlahan Natsu mengusap bibir Honoka dan membuat Honoka tertunduk malu. 

Permainan yang sangat panas, Natsu mencium bibir Honoka dengan penuh kelembutan, tapi semua itu sirna saat hawa nafsu mengawasi Natsu. Dia menggigit kecil bibir Honoka membuat Honoka sedikit mengerang. 

Kesempatan bagi Natsu untuk mengabsen setiap gigi yang berada di dalam mulut pasangannya tersebut. Membuat Honoka sesak napas dan memukul badan bidang Natsu. 

“Sayang,” desah Honoka di sela-sela permainan mereka, Honoka ingin segera mengambil pasokan udara, tapi Natsu tetap mencium Honoka tanpa henti. 

"Naoki, temanmu kasar kali, istrinya sudah kesakitan masa dilanjuti terus, aku tidak mau kalau kamu buat kayak itu samaku," ucap Affry dengan polosnya sambil terus memperhatikan Natsu dan Honoka.

"Iyah, aku tidak akan melakukan itu padamu, aku mana bisa melihatmu kesakitan seperti itu. Natsu memang tidak memiliki rasa kasih sayang.” Benar-benar pasangan polos. 

Kini ciuman Natsu mulai turun dan menghisap gemas leher milik Honoka. Honoka menahan desahannya, membuat Natsu sedikit kesal. Dia semakin ganas menghisap leher milik Honoka dan alhasil dia berhasil membuat Honoka mendesah. 

Terdapat merah-kebiruan di leher Honoka akibat ulah Natsu, membuat Affry emosi dan tak sanggup untuk melihatnya lagi. 

"Jahat," ucap Affry, sambil memeluk Naoki dan menangis di dekapannya, Affry berpikir kalau Natsu melukai Honoka sampai membuat leher Honoka biru. Padahal itu adalah hal yang biasa. 

"Natsu mirip seperti penjahat, setega itu pada istrinya, dia membuat istrinya sendiri terluka," ucap Naoki sambil mengelus rambut Affry yang berada di dekapannya. Natsu dan Honoka yang melihat pasangan polos itu hanya bisa menatap kelakuan aneh mereka.

"Mereka sepertinya gila,” ucap Honoka. 

"Biarkan saja setidaknya kita puas," jawab Natsu sambil melanjutkan permainan yang dipenuhi oleh hawa nafsu itu. 

“Mph ... Akh....” Permainan yang dilakukan oleh Natsu dan Honoka semakin panas, membuat kedua insang tersebut mengeluarkan keringat yang sangat banyak. 

Perlahan tangan Natsu mulai membuka kancing baju Honoka, Honoka yang kaget langsung melarang Natsu untuk membuka kancing bajunya, walau Naoki polos tapi tetap saja kalau dia itu adalah laki-laki. 

“Aku malu.” Honoka memegang erat bajunya lalu menatap Naoki kemudian Natsu. Natsu tidak peduli, dia membuka paksa kancing baju milik istrinya itu. Affry yang melihatnya langsung menutup mata Naoki dengan tangannya. 

“Tutup matamu.” Naoki diam, dan menuruti keinginan Affry. 

Natsu semakin ganas bermain, setelah berhasil membuka seluruh kancing baju Honoka. Tangannya menyeludup masuk memegangi kedua gundukan besar yang masih tertutup. 

Honoka mendesah tak tahan menahan kenikmatan yang diberikan oleh suaminya itu, bukan hanya menyentuh, kini tangan itu mulai meremasnya dengan sangat brutal. 

“Naoki, aku ingin pipis,” ucap Affry sambil memegangi bagian bawahnya. Sepertinya Affry terangsang. 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Polos (Indonesia)   Lubang yang Mana?

    Bab 5 Lubang yang Mana?☆☆☆"Ya ampun bisa gila aku ditaruh anak yang satu ini,” rengek Natsu sambil memegang kepalanya."Memang kamu tahu?” Naoki dengan begitu polos dan percaya diri, seolah-olah dialah yang paling benar."Kan ada gambarnya di buku paket, tidak kau perhatikan ya? Padahal waktu ujian kenaikan kelas salah satu soal kita adalah gambarkan sel telur dan sel sperma, kau dapat nilai 100 kok, tapi kenapa kau tidak tahu itu sel sperma atau sel telur, asal kau gambari ya?” jelas Natsu, sekalian meledeknya."Oh, kan aneh sih coba pikirkan ibu guru bilang sel sperma jika masuk ke tubuh wanita akan mencapai jutaan atau ribuan. Coba bayangkan kalau sebanyak itu kayak mana mau masuknya baru itu kecil-kecil lagi.” Apa Natsu bisa menjawab pertanyaan Naoki."Mati saja sana!” Wajar jika Natsu marah terhadap Naoki, pertanyaan kayak begitu semua orang pasti merasa geli jika harus menjawab pertanyaan itu. Bahkan jika dia pun menanyakannya pada anak SM

  • Polos (Indonesia)   Percakapan Polos yang Menggelikan

    Bab 4 Percakapan Polos yang Menggelikan☆☆☆Happy Reading :)Di malam hari ini, mereka masih saja memperdebatkan kepolosan atau bisa dibilang juga kebodohan mereka masing-masing, di mana yang satu mengatakan kalau punyanya tidak bau, dan yang satu lagi mengatakan itu wajar karena tempat pembuangan."Tidak kok, tempat pipisku harum kok, lihatlah.” Affry membuka semua celananya dan tampaklah semua pemandangan jarang yang membuat Naoki heran, apa itu sebenarnya.“Eh ... punyamu kok beda denganku ya?” tanya Naoki dengan rasa penasaran.“Aku tidak tahu, padahal kita sama-sama manusia.”Jawaban yang sangat polos, walau sama-sama manusia, pasti memiliki perbedaan ‘kan? Apalagi dengan sesama lawan jenis. Tapi, Naoki yang mendengarnya hanya menjawab, iya. Lalu kembali memperhatikan perbedaan mereka berdua."Nah sekarang kamu isap punyaku, pasti harum," ucap Affry sambil mengangkang, dia memberikan punyanya secara terang-terangan ter

  • Polos (Indonesia)   Jijik

    Bab 3 Jijik☆☆☆Natsu terus memainkan tangannya dengan sangat manja di balik baju Honoka. Kali ini buka hanya itu saja, dia mulai menghisap gundukan tersebut dan memainkan benda kecil menonjol berwarna merah jambu di dalam mulutnya. Membuat Honoka mengeluarkan suara yang sangat indah.“Akh,” rintih Naoki, menghancurkan pandangan Affry.“Ada apa?” tanya Affry, sambil melihat Naoki dengan sedikit heran.“Sepertinya di celanaku ada yang ingin keluar.” Pernyataan yang sangat vulgar, Affry langsung menunduk dan melihat celana milik Naoki. Dia heran, kenapa celana Naoki bisa tiba-tiba jadi besar dan seperti ada yang menonjol.“Naoki, celanamu kok tiba-tiba jadi besar?” Affry semakin menatapnya tajam dan heran. Kali ini dia semakin aneh karena bagian itu semakin besar dan seperti ingin keluar.“Tidak tahu." Dengan nada polosnya, Naoki mengucapkannya.“Ya sudah sini, aku

  • Polos (Indonesia)   Menonton Secara Langsung

    Besok paginya Naoki dan Affry memulai pelajarannya di kampus, masing-masing mereka memasuki kelas yang mereka pilih. Kurang lebih tiga jam pelajaran pertama telah selesai dan semua murid dapat beristirahat.Naoki pergi ke kantin bersama Natsu sedangkan Affry pergi ke kantin sendirian, dari arah jauh Naoki melihat Affry sedang kebingungan mencari tempat duduk untuk ia duduki."Affry!” Naoki yang melihatnya langsung memanggil Affry, Affry menoleh ke asal suara itu. Dia melihat Naoki dan langsung saja menghampirinya tanpa basa-basi sedikit pun.Jika dilihat, mereka hanya seperti teman sekampus saja, padahal tidak. Affry mendatangi Naoki dan langsung duduk bersamanya, bukan hanya itu saja, Natsu. juga ada di tempat itu.

  • Polos (Indonesia)   Cara Melakukannya

    "Naoki, apakah kamu akan menyayangi istrimu seperti dirimu sendiri?" ucap pendeta sambil memegang buku agenda di tangannya dan menatap Naoki dengan serius."Iya," jawab Naoki.Setelah Naoki selesai berbicara dengan pendeta, kali ini adalah giliran Affry. Pasangan Naoki yang menemaninya di altar pernikahan, dengan menggunakan baju pengantin berwarna putih dan bunga merah di tangannya, menggandeng tangan Naoki dengan polosnya."Affry, apakah kamu akan selalu mencintai suamimu, bagaimana pun keadaannya?" ucap pendeta. Itulah namanya, Affry. Wanita yang akan menjadi istri dari Furakawa Naoki yang dulu namanya adalah Affry Yuu sekarang menjadi Furakawa Affry di depan semua orang. Affry berasal dari Amerika dan Naoki dari Jepang."Iya,” sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status