LOGINBab 5 Lubang yang Mana?
☆☆☆
"Ya ampun bisa gila aku ditaruh anak yang satu ini,” rengek Natsu sambil memegang kepalanya.
"Memang kamu tahu?” Naoki dengan begitu polos dan percaya diri, seolah-olah dialah yang paling benar.
"Kan ada gambarnya di buku paket, tidak kau perhatikan ya? Padahal waktu ujian kenaikan kelas salah satu soal kita adalah gambarkan sel telur dan sel sperma, kau dapat nilai 100 kok, tapi kenapa kau tidak tahu itu sel sperma atau sel telur, asal kau gambari ya?” jelas Natsu, sekalian meledeknya.
"Oh, kan aneh sih coba pikirkan ibu guru bilang sel sperma jika masuk ke tubuh wanita akan mencapai jutaan atau ribuan. Coba bayangkan kalau sebanyak itu kayak mana mau masuknya baru itu kecil-kecil lagi.” Apa Natsu bisa menjawab pertanyaan Naoki.
"Mati saja sana!” Wajar jika Natsu marah terhadap Naoki, pertanyaan kayak begitu semua orang pasti merasa geli jika harus menjawab pertanyaan itu. Bahkan jika dia pun menanyakannya pada anak SMP, mereka pasti akan mengirakan kalau Naoki itu bodoh.
"Yang paling anehnya lagi, ibu guru bilang sel sperma berasal dari pria, jika sel sperma masuk ke tubuh wanita katanya kan akan langsung membuahi sel telur walaupun sih ada sedikit tahapnya," sambung Naoki lagi.
"Anehnya di mana?” tanya Natsu, jelas tidak ada yang aneh dalam pertanyaan Naoki kali ini.
"Bagaimana sel sperma bisa bertemu dengan sel telur? Apa mereka berjanji?” terang Tae.
‘Sabar Natsu, sebodoh-bodohnya dia. Dia adalah teman akrabmu mulai dari kecil, tahan emosi jangan sampai marah, kalau tidak dia bisa marah sampai lama uda itu kayak anak kecil lagi,’ batin Natsu.
"Ada golok tidak?" tanya Natsu sedikit sinis.
"Tidak, buat apa?”
"Mau, bunuh loh!” Mata Naoki, yang semula memandang seperti biasanya kini berubah seperti menatap seekor hantu yang tiba-tiba muncul di hadapannya, rasanya sakit. Saat teman sendiri bilang mau bunuh dirinya sendiri.
‘Sabar ya, mungkin Naoki lagi marah. Mungkin juga tadi dia di rumah habis dimarahi Honoka, makanya emosinya dibawa-bawa ke sini dan dilampiaskan ke aku. Sebagai teman yang baik, pasrah saja, membiarkanku sebagai luapan kemarahan,’ batin Naoki, dengan wajah lesu.
"Jahat!” bentak Naoki.
"Ai ... haruskah aku jadi guru biologi untuk mengajari anak satu ini? Dengarkan ya, sel sperma itu memiliki mata jadi dia bisa sendiri mencari tempat di mana sel telur itu berada, tidak perlu berjanji. Jelas?”
"Di mana?" tanyanya di mana sel telur itu berada.
"Di otakmu!” jawab tegas Natsu, kali ini kata-kata kasar mulai keluar dari mulut Natsu, Naoki hanya bisa menundukkan kepala, dia tahu kalau Natsu sekarang sedang marah padanya.
"Oh,” jawabnya dengan kepala tertunduk, melihat itu Natsu sedikit merasa bersalah atas perbuatannya.
"Astaga, apa salahku sampai aku harus bertemu dengan anak yang satu ini?”
"Loh, kan sel sperma banyak, padahal ibu guru bilang biasanya cuman satu sel sperma yang berhasil membuahi sel telur, terus sisanya ke mana?
"Akh, uda lupa, aku gak guru biologi. Gak usah tanya-tanya! Kepalaku pening jadinya.”
“Loh, jadi yang tahu jawabannya guru biologi ya?” tanya Naoki dengan jari telunjuk di dagu, kepala mendongak ke atas dan mata sedikit diputar.
“Sabar, ya Tuhan. IYA FURAKAWA NAOKI!” cetus Natsu sambil memayungkan bibirnya, dia hendak pergi tapi Naoki melarangnya dengan kata-kata yang cukup membuat orang emosi.
"Oh... Natsu pintar juga ya,” ucapnya seraya tersenyum manis.
"Jadi, maksudmu aku gak pintar? Terus kalau aku gak pintar kenapa bisa lulus? Harusnya aku yang tanya sama kamu, kenapa kamu itu polosnya atau bodohnya keterlaluan? Kamu kira aku gak capek apa?” teriak Natsu kuat mengeluarkan seluruh amarahnya dan membuat Naoki menelan ludahnya kasar.
“Eh, maaf.”
Semuanya menjadi hening dan kali ini Natsu lolos dari kebodohan Naoki, dia hendak tersenyum tapi seketika Naoki berbicara lagi dan menghancurkan semua yang diharapkannya
"Oh, iya aku mau tanya cara sel sperma masuk ke tubuh wanita kayak mana?” tanyanya polos
"Tinggal masukkan ke itu ke lubang milik istri loh,” jawab Natsu santai.
"Lubang mana?” tanya Naoki sambil memegang pundak Natsu, matanya serius tapi otaknya sanggat polos membuat sahabat karibnya itu pasrah dan ingin mengubah Naoki menjadi pria gigolo.
"Aku uda capek, jangan tanya yang lain lagi.” Natsu langsung diam sedangkan Naoki memaksanya untuk menjawab pertanyaan yang dia berikan pada Natsu.
“Jawab aku, Natsu. Ada banyak lubang, lubang yang mana? Lubang hidung? Lubang telinga? Aku harus pilih lubang yang mana?” rengek Naoki sedangkan Natsu sudah memijit kepalanya menahan pusing, dan jawaban apa yang harus dia lontarkan lagi.
Kalau dipikir, anak SD saja tahu lubang mana yang dipakai saat berhubungan dan sekarang Naoki mala menawarkan lubang telinga dan hidung. Bagaimana cara masuknya kalau lubangnya sekecil itu? Sungguh laki-laki polos.
"Pas pelajaran biologi kerjamu cuman tidur saja ya?!” Natsu tidak mungkin menyatakan secara vulgar bagian lubang mana yang akan dipakai, bisa-bisa nanti Naoki menanyakan pertanyaan yang luar biasa sangat aneh.
"Kagak,” jawabnya santai.
"Guru kan uda jelaskan bagaimana cara sel sperma menjumpai sel telur," terang Natsu pelan.
Naoki berpikir, apa pernah guru menjelaskannya seperti itu? Kalau pernah kenapa dia tidak pernah ingat? Gak mungkin kan Naoki lupa ingatan setengah? Naoki terus memandang Natsu, berpikir keras dan akhirnya matanya terbelalak, dia ingat.
"Oh. Yang waktu itu ya?” tanya Naoki sepenuhnya belum percaya.
"Ya." Natsu memalingkan wajahnya, jika Naoki ingat kenapa dia harus jadi polos dan menanyakan pertanyaan yang sangat menggelikan ini, bahkan Natsu yang menjawabnya saja ingin muntah dan membunuh Naoki.
"Aku gak mengerti pas di bagian itu.”
Natsu menatapnya, tidak mungkin Naoki tidak mengerti. Sejarahnya kan dia orang pintar bahkan lebih pintar dari Natsu, bagian mana yang membuatnya ragu hingga tidak memperhatikan pelajaran itu? Padahal pelajaran itu adalah pelajaran yang paling dinantikan oleh semua laki-laki yang ada di kelas..
"Tumben biasanya otakmu langsung tangkap pelajaran,” curiga Natsu sedikit, pasti akan ada hal yang aneh lagi keluar dari mulut Naoki.
"Ya, itu salah gurunya sih, pas pelajaran tanaman dikotil dan monokotil praktik ... tapi pas pelajaran pembuahan sel telur dan cara masuk sel sperma kagak dipraktiki."
"Mampus aku.” Bagaimana mungkin pelajaran itu bisa dipraktik kan, bisa-bisa seluruh cewek yang ada di kelas pada lari lagi..
"Kenapa?" ucap Naoki sambil memegang kepalanya.
Natsu mengacak-ngacak rambutnya, kali ini dia ingin mengakhiri tanya jawab yang dilakukan oleh Naoki. Dia sudah capek memikirkan jawaban apa yang harus diberikan kepada Naoki, apalagi pertanyaan yang semua orang tahu kalau itu tidak masuk akal dan gak akan pernah dilakukan .
"Hm, kalau itu sekolah ada buat praktik kayak yang kamu bilang mungkin sekolah itu uda ditutup.” Semoga dia mengerti.
"Oh, kok git .....” Sebelum Naoki selesai ngomong, Natsu menyelanya. Kali ini dia mau kabur dan gak akan berhadapan dengan Naoki lagi.
"Tidak apa, aku mau masuk kelas dulu,” ucap Natsu dengan nada kecewa sambil pergi meninggalkan Naoki, tapi di lain sisi dia bangga. Biasanya saat Natsu mau pergi Naoki selalu menghalanginya.
"La, kita kan satu kelas, kenapa gak bareng, jahat amat sih," ucap Naoki sambil memajukan bibirnya sedangkan Natsu tersenyum senang melihatnya.
Bab 5 Lubang yang Mana?☆☆☆"Ya ampun bisa gila aku ditaruh anak yang satu ini,” rengek Natsu sambil memegang kepalanya."Memang kamu tahu?” Naoki dengan begitu polos dan percaya diri, seolah-olah dialah yang paling benar."Kan ada gambarnya di buku paket, tidak kau perhatikan ya? Padahal waktu ujian kenaikan kelas salah satu soal kita adalah gambarkan sel telur dan sel sperma, kau dapat nilai 100 kok, tapi kenapa kau tidak tahu itu sel sperma atau sel telur, asal kau gambari ya?” jelas Natsu, sekalian meledeknya."Oh, kan aneh sih coba pikirkan ibu guru bilang sel sperma jika masuk ke tubuh wanita akan mencapai jutaan atau ribuan. Coba bayangkan kalau sebanyak itu kayak mana mau masuknya baru itu kecil-kecil lagi.” Apa Natsu bisa menjawab pertanyaan Naoki."Mati saja sana!” Wajar jika Natsu marah terhadap Naoki, pertanyaan kayak begitu semua orang pasti merasa geli jika harus menjawab pertanyaan itu. Bahkan jika dia pun menanyakannya pada anak SM
Bab 4 Percakapan Polos yang Menggelikan☆☆☆Happy Reading :)Di malam hari ini, mereka masih saja memperdebatkan kepolosan atau bisa dibilang juga kebodohan mereka masing-masing, di mana yang satu mengatakan kalau punyanya tidak bau, dan yang satu lagi mengatakan itu wajar karena tempat pembuangan."Tidak kok, tempat pipisku harum kok, lihatlah.” Affry membuka semua celananya dan tampaklah semua pemandangan jarang yang membuat Naoki heran, apa itu sebenarnya.“Eh ... punyamu kok beda denganku ya?” tanya Naoki dengan rasa penasaran.“Aku tidak tahu, padahal kita sama-sama manusia.”Jawaban yang sangat polos, walau sama-sama manusia, pasti memiliki perbedaan ‘kan? Apalagi dengan sesama lawan jenis. Tapi, Naoki yang mendengarnya hanya menjawab, iya. Lalu kembali memperhatikan perbedaan mereka berdua."Nah sekarang kamu isap punyaku, pasti harum," ucap Affry sambil mengangkang, dia memberikan punyanya secara terang-terangan ter
Bab 3 Jijik☆☆☆Natsu terus memainkan tangannya dengan sangat manja di balik baju Honoka. Kali ini buka hanya itu saja, dia mulai menghisap gundukan tersebut dan memainkan benda kecil menonjol berwarna merah jambu di dalam mulutnya. Membuat Honoka mengeluarkan suara yang sangat indah.“Akh,” rintih Naoki, menghancurkan pandangan Affry.“Ada apa?” tanya Affry, sambil melihat Naoki dengan sedikit heran.“Sepertinya di celanaku ada yang ingin keluar.” Pernyataan yang sangat vulgar, Affry langsung menunduk dan melihat celana milik Naoki. Dia heran, kenapa celana Naoki bisa tiba-tiba jadi besar dan seperti ada yang menonjol.“Naoki, celanamu kok tiba-tiba jadi besar?” Affry semakin menatapnya tajam dan heran. Kali ini dia semakin aneh karena bagian itu semakin besar dan seperti ingin keluar.“Tidak tahu." Dengan nada polosnya, Naoki mengucapkannya.“Ya sudah sini, aku
Besok paginya Naoki dan Affry memulai pelajarannya di kampus, masing-masing mereka memasuki kelas yang mereka pilih. Kurang lebih tiga jam pelajaran pertama telah selesai dan semua murid dapat beristirahat.Naoki pergi ke kantin bersama Natsu sedangkan Affry pergi ke kantin sendirian, dari arah jauh Naoki melihat Affry sedang kebingungan mencari tempat duduk untuk ia duduki."Affry!” Naoki yang melihatnya langsung memanggil Affry, Affry menoleh ke asal suara itu. Dia melihat Naoki dan langsung saja menghampirinya tanpa basa-basi sedikit pun.Jika dilihat, mereka hanya seperti teman sekampus saja, padahal tidak. Affry mendatangi Naoki dan langsung duduk bersamanya, bukan hanya itu saja, Natsu. juga ada di tempat itu.
"Naoki, apakah kamu akan menyayangi istrimu seperti dirimu sendiri?" ucap pendeta sambil memegang buku agenda di tangannya dan menatap Naoki dengan serius."Iya," jawab Naoki.Setelah Naoki selesai berbicara dengan pendeta, kali ini adalah giliran Affry. Pasangan Naoki yang menemaninya di altar pernikahan, dengan menggunakan baju pengantin berwarna putih dan bunga merah di tangannya, menggandeng tangan Naoki dengan polosnya."Affry, apakah kamu akan selalu mencintai suamimu, bagaimana pun keadaannya?" ucap pendeta. Itulah namanya, Affry. Wanita yang akan menjadi istri dari Furakawa Naoki yang dulu namanya adalah Affry Yuu sekarang menjadi Furakawa Affry di depan semua orang. Affry berasal dari Amerika dan Naoki dari Jepang."Iya,” sa