LOGINHujan lebat turun saat dia menggerakkan tangannya, dia perlahan membuka matanya dan menemukan dirinya terbaring di pinggir sungai, lalu perlahan membuat penilaian tenang tentang keadaan ini.
Dia mati dalam ledakan di sebuah gedung bersama mantan patnernya, lalu entah bagaimana dia sampai di sini, di sebuah tubuh nona muda yang memiliki nama yang sama dengannya, Feng Xian Wu.
Dia berada di dunia baru yang aneh. Menggantikan jiwa yang sekarat dan menempati tubuh ini, dan saat ia sedang mencari fragmen ingatan yang membajiri otaknya, dia menemukan identitasnya dan alasan mengapa tubuhnya bisa berada di hutan belantara ini.
Dia adalah cucu Li wang dari kerajaan Yue, yang dikenal sangat di manja oleh kakeknya dan memiliki sikap arogan, bodoh dan seorang yang dicap sebagai nona yang baik untuk tidak apa-apa.
Li wang dan raja pertama kerajaan Yue sendiri adalah saudara seperjuangan, saat kerajaan Lin dibentuk sang raja memberikan gelar yang membuatnya berkuasa hampir sama dengan keluarga kerajaan, yang bahkan raja sendiri harus bersikap sopan terhadap mereka. Li wang memiliki 2 putra dan seorang cucu yaitu dirinya, Feng Xian Wu. Li wang sangat memanjakan cucunya.
Dan alasan mengapa dirinya berada di situasi menyedihkan sekarang ini adalah karena ulah tunangannya sendiri, pangeran mahkota Mo Lian Yi. Dia adalah pangeran dengan paras rupawan dan bakatnya yang dikatan nomor 1 di kerajaan Yue ini. Pangeran dengan status seperti itu tidak mungkin ingin menikahi sampah seperti Feng Xian Wu. Maka dari itu dia merencanakan pembunuhan terhadapnya.
Feng Xian Wu perlahan memeriksa keadaan tubuhnya sendiri.
'Tulang rusuk, humerus, ulna patah , memar ditambah pendarahan berlebih yang diakibatkan luka eksternal. Keadaan yang sudah mencapai pintu kematian, dan luar biasa untuk masih bisa mempertahankan kesadarannya'
Feng Xian Wu hanya bisa menghela nafas panjang menghadapi penggantian scene paling parah yang pernah dihadapinya sepanjang yang dia ingat.
Dikhianati orang yang dikasihinya dan organisasinya... dia kira itu sudah cukup sebagai alasan dia mati, yah paling tidak mati di tangan cinta pertama mungkin tidak akan seburuk itu.
Tapi... sepertinya Tuhan tak berkehendak demikian dan mentransfer jiwanya ke tubuh miss good-for-nothing yang kurang lebih memiliki nasib yang sama dengannya dalam hal hubungan dengan orang lain, itu adalah 'pengkhianatan'. Untuk Feng Xian Wu itu tak masalah untuknya, mau jiwanya ditranfer ke tubuh manapun oleh Tuhan dia tak akan memiliki masalah jika Tuhan mengkehendaki dia memiliki kehidupan kedua, tapi... bisakah Dia tak mengirimku ke tubuh orang yang hanya selangkah lagi ke liang kubur ditambah disini benar-benar tak ada apapun yang bisa dipakai untuk pertolongan pertama yang ampuh di saat krisis seperti ini...
Feng Xian Wu lalu memperhatikan bahwa keadaan alam disekitar masih benar-benar asri dan tak tercemar oleh polusi, tak seperti di zamannya dulu.
'Sigh...
Tak ada pilihan lain.'
Feng Xian Wu melepas bajunya, hanya menyisahkan doudo* ,Feng Xian Wu membersihkan tubuhnya dengan air sungai, dia lalu merobek bajunya (dengan bantuan rahangnya) menjadi beberapa helai, dan membungkus luka yang ada di sekujur tubuhnya, dia melakukan semuanya itu dengan lancar walaupun hanya dengan 1 tangan.
*Doudou adalah pakaian dalam perempuan China zaman dahulu
Setelah beberapa saat Feng Xian Wu memulihkan sedikit staminanya.
Feng Xian Wu lalu berdiri dan berjalan ke arah utara, setelah beberapa saat dia berhenti dan memeriksa sekeliling.
Feng Xian Wu mendapati sebuah rumah tua yang kelihatannya sudah lama ditinggalkan.
'Tidak salah, bau itu berasal dari rumah itu'
Feng Xian Wu berjalan dengan sekuat tenaga kearah rumah tua itu, dia masuk dan melihat mayat yang bertebaran di mana-mana, dapat dipastikan bahwa mayat ini telah ditinggalkan selama beberapa hari, dan lagi itu adalah kematian seketika. Melihat mayat itu, Feng Xian Wu menyadari bahaya yang dia tujuh sekarang, Feng Xian Wu hanya menutup mata dan menarik nafas secara perlahan untuk mendapatkan ketenangannya kembali, Feng Xian Wu lalu terus berjalan ke dalam rumah tersebut dan mengabaikan mayat yang bertebaran di mana-mana.
Dia lalu berjalan dan berhenti di tengah rumah, dia menunduk dan melihat pijakannya sekarang.
'Mungkinkah!'
Feng Xian Wu mundur 1 langkah besar, dan pijakan di kaki kirinya berdiri seperti tak konsisten dengan pijakannya yang 1nya lagi. Lalu pintu ke ruang bawah tanahpun terbuka tepat 1 langkah di depan dirinya.
Matanya berkilau kesal melihat hal ini.
'Itu memang pintu rahasia.
Tsk, tapi orang idiot mana yang memasang pintu dan pembukanya begitu dekat 1 sama lain, bahkan tanpa perangkat 1 pun. Sigh, apakah aku beruntung atau tidak'
Feng Xian Wu tanpa menunggu lebih lama lagi, dia langsung turun ke ruang bawah tanah tersebut.
Gelap
Lembab
Dan sedikit menyeramkan
Itulah kesan pertamanya untuk ruang bawah tanah ini. Perlahan mata Feng Xian Wu mulai terbiasa dengan kegelapan yang ada.
Oh yah dan tentu saja ditambah sedikit bau darah. Yah inilah alasan Feng Xian Wu datang ke sini. Karena dari saat dia membersihkan tubuhnya di sungai tadi, dia sudah mencium bau darah segar.
Awalnya Feng Xian Wu ragu untuk datang ke sini, tapi dia tak punya pilihan lain. Feng Xian Wu tak tahu jalan kembali, dia tak tahu bagaimana keadaan pasti geografis daerah sekitar sini, dan yang lebih penting, dia terluka parah. Walaupun dia sudah membungkusnya tapi itu tak berarti Feng Xian Wu sudah selamat dari liang kuburnya.
Tidak!
Justru waktu demi waktu inilah yang menentukan hidupnya selanjutnya, jika dia benar-benar tak mendapatkan pertolongan medis dalam kurun waktu kurang lebih 1 jam, dirinya akan benar-benar menemui raja yama*.
*The king of hell
Oleh karena itu, yang dilakukannya sekarang ini mungkin adalah hal terbodoh yang pernah dilakukannya selama masa hidupnya. Dia mempertaruhkan hidupnya pada orang yang akan dia temui, yang bahkan keadaan hidup dan mati orang tersebut masih belum dapat dipastikannya.
Cring
'Suara rantai besi?'
Feng Xian Wu berjalan menuju arah suara.
"...."
Feng Xian Wu terkejut melihat pria yang duduk di depannya.
Dia melihat seorang pria dengan penampilannya yang berantakan dan pakaian kusut dan lusuhnya membuatnya seperti seorang gelandangan, di sudut mulutnya terdapat bekas darah.
Tapi bukan itu yang membuatnya terkejut, tapi rantai besar dan berat yang dililitkan pada tubuh pria itu yang membuatnya terkejut, kedua tangannya di borgol ke tembok, dari kelihatannya pria itu hanya bisa menggerakkan kepalanya dengan leluasa, tapi tidak untuk bagian tubuh yang lainnya.
Pria itu lalu mengangkat kepalanya dan menatap dingin kearah Feng Xian Wu. Dia tak dapat melihat penampilan pria di depannya karena pencahayaan yang sangat minim.
"Kau siapa? " tanya pria itu.
Pria itu memiliki suara yang mempesona ditambah dengan sedikit keserakan dan hawa dingin dari suara dan keberadaan pria itu, membuatnya makin misterius dan memiliki pesona tersendiri. Akan tetapi Feng Xian Wu tak memiliki waktu untuk menghargai hal tersebut karena waktu untuk dirinya sendiri semakin menipis.
"Tak peduli siapa aku... a-aku kesini hanya ingin membuat kesepakatan denganmu..." balasnya dengan sekuat tenaganya.
Sebuah kilasan melintas di mata dingin pria itu.
"Apa itu?" Tanyanya lagi.
"Aku akan membebaskanmu dari rantai ini tapi kau harus segera membawaku ke rumah sakit setelahnya! " balasnya membuat pernyataan sepihak pria di depannya.
Tanpa menunggu balasan dari pria asing tersebut, dan langsung duduk di samping pria tersebut mengambil jepit rambutnya dan dengan sisa kesadaran yang dimilikinya dan mencoba membuka borgol itu secepatnya.
Click
Borgol tersebut terbuka.
Crack
Pria itu lalu menghancurkan sisa borgol dan rantai pada dirinya.
Feng Xian Wu lalu melihat pria tersebut berdiri lalu memangkunya ala bride style.
Pria itu dengan cepat keluar dari rumah tua tersebut.
Saat melihat wajah pria tersebut mata Feng Xian Wu menunjukkan sedikit kejutan, tapi itu segera menjadi wajah datar dan tanpa ekspresinya lagi, beberapa saat kemudian dia benar-benar kehilangan kesadarannya.
Melihat kenihilan reaksi gadis kecil yang kehilangan kesadaran dalam pelukannya saat melihat penampilannya membuat pria tersebut merasa aneh.
'Gadis yang menarik'
Di wajah pria tersebut merekah senyuman yang sangat indah, yang bahkan tak disadari oleh sang pemilik senyuman itu sendiri.
Tanpa membuang waktu lebih lama lagi pria tersebut lalu menghilang dari pandangan di detik berikutnya.
Sehari setelah pertemuan dengan Mo Lian Yi, tersebar kabar bahwa Feng Xian Wu dan Mo Lian Yi telah memutuskan pertunangan secara informal, semua orang mulai membicarakan bahwa Feng Xian Wu memang tak pantas menjadi tunangan putra mahkota, betapa malangnya jendral Feng Li yang dihormati harus memiliki cucu seperti Feng Xian Wu dan lain sebagainya bahkan ada yang menyatakan wajah Feng Xian Wu hancur karena beberapa hal menyebabkan ia menjadi malu untuk menjadi tunangan Mo Lian Yi. Rumor beredar secepat suara di dalam kota. Tapi tak ada seorangpun dikediaman Feng yang terpengaruh, walaupun samar para penjaga dan pelayan di kediaman Feng menyadari bahwa sikap Miss muda mereka telah berubah sejak beberapa hari yang lalu. Sebagian besar pelayan di kediaman Feng telah melihat nona muda mereka dari lahir, walaupun tak ada kasih sayang sekuat Feng Li tapi masih ada rasa kasih murni kepada nona muda mereka itu.Disisi lain, Feng Xian Wu yang menj
Sehari setelah pertemuan dengan Mo Lian Yi, tersebar kabar bahwa Feng Xian Wu dan Mo Lian Yi telah memutuskan pertunangan secara informal, semua orang mulai membicarakan bahwa Feng Xian Wu memang tak pantas menjadi tunangan putra mahkota, betapa malangnya jendral Feng Li yang dihormati harus memiliki cucu seperti Feng Xian Wu dan lain sebagainya bahkan ada yang menyatakan wajah Feng Xian Wu hancur karena beberapa hal menyebabkan ia menjadi malu untuk menjadi tunangan Mo Lian Yi. Rumor beredar secepat suara di dalam kota. Tapi tak ada seorangpun dikediaman Feng yang terpengaruh, walaupun samar para penjaga dan pelayan di kediaman Feng menyadari bahwa sikap Miss muda mereka telah berubah sejak beberapa hari yang lalu. Sebagian besar pelayan di kediaman Feng telah melihat nona muda mereka dari lahir, walaupun tak ada kasih sayang sekuat Feng Li tapi masih ada rasa kasih murni kepada nona muda mereka itu.Disisi lain, Feng Xian Wu yang menj
Mendengar penolakan Feng Xian Wu, semua orang mengubah ekspresi mereka masing-masing.Feng Tian Yi yang paling dekat dengan Feng Xian Wu merasakan bahwa perasaan tak mengenakkan itu makin bertambah. Kenapa ia menolak? apakah Wu-er ingin terus menjadi pasangan Mo-apalah itu?!Suhu disekitarnya mulai turun beberapa derajat lagi.Mo Lian Yi sudah mempertimbangkan berbagai macam kemungkinan, tapi tak mengharapkan kenihilan ekspresi Feng Xian Wu setelah semua.Mo Lian Yi ingin mengatakan sesuatu untuk membalasnya, tapi Feng Xian Wu telah membuka mulutnya terlebih dahulu."Tapi yang mulia tenang saja, Objek ini setuju untuk pembatalan pertunangan," jelas Feng Xian Wu. Feng Xian Wu merasakan emosi negatif dalam tubuhnya telah berkurang sedikit. Apakah ia* ingin dirinya membalaskan perbuatan Mo Lian Yi sebelumnya?
Keesokan paginya, Feng Li telah menyiapkan ruang kerja sendiri untuk Feng Xian Wu lengkap dengan berbagai tanaman herbal, dan alat-alat yang dibutuhkan Feng Xian Wu di dalamnya.Feng Xian Wu agak terkejut melihat hal ini. Efisiensi kediaman Feng tak kalah dengan efisiensi orang-orang di dunia modern. Pujinya dalam hati.Feng Xian Wu lalu langsung menggunakan ruang kerja tersebut, ada beberapa bahan yang tak ada, tapi hal itu bisa ia temukan di ruang rahasia. Lalu Feng Xian Wu melakukan langsung melakukan eksperimen di ruang kerjanya.Bai Ze yang melihat tuannya tenggelam dalam dunianya sendiri hanya bisa menghela nafas, ini adalah penampilan yang sangat akrab baginya. Di kehidupan sebelumnya, selain melakukan beberapa hal di luar seperti menjalankan misinya, Feng Xian Wu biasanya hanya mengurung dirinya di ruang kerja tanpa mengenal waktu. Karena tak a
Setelah beberapa lama berkultivasi didalam ruang rahasia, Feng Xian Wu memutuskan untuk keluar meninggalkan Bai Ze yang sedang asik sendiri dengan tanaman di ruang rahasia.Saat Feng Xian Wu keluar, ia mendapati bahwa hari sudah menjelang malam dan disaat yang bersamaan seorang pelayan datang dan membawanya kepada kakek yang menunggunya di ruang makan. Ia agak terkejut sekaligus bingung, kenapa kakek tiba-tiba mengajaknya untuk makan malam bersama setelah kejadian kurang mengenakkan pagi tadi?Tapi kemudian Feng Xian Wu mendapati bahwa kakeknya sepertinya ingin meminta maaf akan kejadian tadi pagi dan... Entah bagaimana hubungan cucu-kakek ini menjadi lebih baik dari sebelumnya. Entah itu dikarenakan keinginan pemilik(Feng Xian Wu) sebelumnya yang sebelumnya atau Feng Xian Wu sendiri.Ditengah makan malam mereka, sesosok keindahan telah berdiri di depan pintu tanpa disadari siapap
Feng Xian Wu perlahan membuka matanya, melihat kearah kucing putih, Bai Ze yang memandangnya dengan penuh rasa cemas."Meow!" Nona kau membuatku cemas setengah mati!Melihat Bai Ze yang mengeluhkan kekhawatirannya tanpa henti kepadanya, tapi matanya dipenuhi kelegaan dan rasa syukur membuat Feng Xian Wu merasa manis dan bingung disaat yang sama. Kenapa ia terus mengeluh saat dia merasakan sebaliknya?Tapi Feng Xian Wu memilih tuk tak menyuarakan pikirannya itu melihat Bai Ze yang tanpa henti mengoceh. Setelah beberapa saat Bai Ze masih terus berceloteh Feng Xian Wu mengerutkan keningnya, merasa terganggu."Berisik"Mendengar nada dingin nonanya, Bai Ze akhirnya menutup mulutnya. Bai Ze membuka mulut kecilnya lagi ingin mengatakan sesuatu, tapi Feng Xian Wu melirik kearah Bai Ze dengan tak acuh."Aku ingat kau tak seberisik ini dulu."Mendengar perkataan Feng Xian Wu