Share

2| Feng Tian Yi

Author: Megumin_DSG
last update publish date: 2020-09-07 15:39:43

Feng Xian Wu POV

Aku perlahan membuka mataku, lalu melihat sekeliling

"Ini dimana?"

Gumamku dengan suara yang begitu serak, itu terdengar sangat lemah. Aku terkejut oleh seberapa lemah suaraku itu, ditambah...

Aku lalu duduk dan melihat sekeliling

I-ini...

Kenapa aku bisa berada di kamarku

Aku lalu mengingat kembali keadaanku yang lampau

'

Aku mati dalam ledakan gedung, dan entah bagaimana aku terlahir kembali di dunia ini sebagai miss yang dijuluki Good for nothing, dia dan miss ini memiliki nama yang sama, sebelum dia menempati tubuh ini, pemilik sebelumnya telah diplot oleh tunangannya sendiri dan sudah berada dalam keadaan hampir mati saat dia tiba di dunia ini. Ingatan terakhirnya sebelum ia kehilangan kesadaran adalah dia dipangku oleh pria yang dibuatnya membuat kesepakatan absrud dengannya, hal gila yang hanya pernah dia baca di novel kini telah ia alami sendiri

Ngomong-ngomong, Pria itu dimana?'

Aku lalu mencoba untuk berdiri

syung

Eh?

Bahkan tak menunggu 3 detik saat aku berhasil berdiri aku sudah kehilangan keseimbanganku.

"Orang sakit seharusnya istirahat di tempat tidur, kenapa kau malah melakukan sebaliknya, hm..?" Bisik seorang laki-laki dari belakangku sambil menopangku.

Aku refleks ingin menjauh darinya, tapi tangannya yang berada dipinggangku tak mengizinkannya.

Melihat ini, aku hanya bisa pasrah dan ini membuatku sedikit kesal.

"Kalau begitu bisakah kau membaringkanku di tempat tidur kembali?" Tanyaku datar.

Tak menjawab, dia langsung membaringkanku di tempat tidur.

Aku melihat kearah pria yang membaringkanku itu.

Tinggi dia sepertinya sekitar 180-an, rambut seperti satin hitam yang halus dan indah, kulit putih bersih, bibir merah vermillion cerah yang menggoda, mata elang tajamnya yang menawan...

Secara keseluruhan dia benar-benar terlihat bagaikan indah, penampilan pria itu benar-benar cocok dengan kalimat

Bahkan dewa pun akan iri dengan penampilannya.

Melihat penampilan indah pria itu, aku hanya bisa menghela nafas sambil mengingat kembali kejadian di rumah tua itu

Sepertinya pepatah itu ada benarnya

Semakin indah suatu hal, maka semakin berbahaya itu.

??? POV

Gadis itu hanya terus menatapku tanpa mengeluarkan 1 pun suara. Aku melihat dia sepertinya menganalisis(?)ku dengan muka datar tanpa ada perubahan ekspresi di wajahnya, mata ungu legamnya benar-benar kelam, seperti tak memiliki dasar hingga sulit untuk menebak apa isi pikiran gadis itu. Benar-benar gadis yang unik.

Melihat gadis itu menghela nafas, dia bertanya-tanya apa yang dipikirkan gadis itu.

Normal POV

"Kenapa? Terpesona dengan keindahanku?" Tanya pria itu dengan nada menggoda

"Kenapa kau bisa tahu alamatku?" Tanya Feng Xian Wu menghiraukan godaan pria didepannya itu

Mendengar pertanyaan Feng Xian Wu, pria itu benar-benar merasa rasa humor gadis di depannya ini benar-benar kurang

'Kurasa aku harus memberi sedikit usahaku untuk membesarkan gadis ini, jika tidak keindahan yang belum mekar sepenuhnya yang berada di depanku sekarang ini benar-benar akan terlalu disia-siakan' pikir pria itu

"Hm~ aku tak tau alamatmu, hanya menebak" jawab pria itu setengah bercanda.

"Begitu. Kenapa kau masih disini? Bukankah kesepakatan kita sudah selesai?" Tanya Feng Xian Wu benar-benar malas meladeni tipe pria merepotkan ini. Sekarang bahkan Feng Xian Wu curiga apakah pria misterius sedingin es yang berada di rumah tua itu benar-benar orang yang sama dengan orang yang sekarang berdiri di depannya, jika bukan karena penampilannya yang tak berperikemanusiaan itu Feng Xian Wu benar-benar akan berfikir demikian.

"A~ masalah itu, kau mengatakan untuk melepaskan borgolku, tapi kau hanya membuka 1. Yah itu tak menjadi masalah, kenyataannya aku dapat keluar dan kau disini dirawat sekarang..." katanya dengan nada bermain-main, tapi matanya menunjukkan kemesteriusan yang tak sesuai dengan itu.

"Kalau begitu---"

"Tapi aku sedang bosan sekarang, dan kau terlihat menyenangkan. Makanya aku memutuskan untuk tinggal di sampingmu"

"..."wth!

"Ditambah kau berhutang perawatan kepadaku, gadis kecil" kata pria itu dengan senyum simpul di wajahnya

"... Aku tak pernah memintamu untuk merawatku. Kesepakatannya hanyalah membawaku ke RS" balas Feng Xian Wu dingin.

"Ya~ kau benar-benar gadis kecil tanpa perasaan. Sayangnya aku tak tau dimana RS di sini." Timpal pria itu mengangkat bahunya sambil menunjukkan senyum tak berdaya.

"..." 'Orang ini dapat mengetahui kediamanku tapi tak tau dimana RS? Apa sedang kau mencoba menipu anak kecil ?'

Melihat pria di depannya seperti tak ingin menyerah akan argumennya. Feng Xian Wu memilih diam dan membiarkannya. Sepertinya pria itu memiliki niat lain terhadapnya, tapi Feng Xian Wu yakin itu tak akan menjadi niat yang sangat buruk terhadapnya. Paling tidak pria itu kelihatannya tak berniat membunuhnya atau sesuatu seperti itu. Memikirkan hal itu Feng Xian Wu memutuskan untuk mendiamkan hal ini, dan mengalihkan pandangannya kearah lain.

Melihat gadis kecil di depannya sepertinya tak tertarik untuk melanjutkannya percakapan, pria itu hanya menghela nafas diam-diam.

'Apakah setelah sekian lama terkurung di rumah tua itu, pesonanya menghilang? Atau karena gadis kecil ini terlalu polos? Tak peduli apa alasannya tak baik membiarkan keindahan itu tak mengeluarkan mekar dengan sempurna. Ditambah aku penasaran apakah wajah itu bisa memiliki ekspresi lain selain ekspresi datar itu,' Pikirnya sambil terus menatap Feng Xian Wu.

Keheningan pun berlalu agak lama, mereka berdua tenggelam dalam pikiran masing-masing.

"Oh ya, gadis kecil..." Sebelum bisa menyelesaikan kalimatnya, itu sudah dipotong lebih dulu oleh Feng Xian Wu

"Feng Xian Wu"

?

"Namaku, Feng Xian Wu. Bukan gadis kecil"

Melihat gadis kecil... Feng Xian Wu memperkenalkan dirinya sendiri kepada pria itu. Pria itu tak tau tapi dia merasa sedikit senang.

"Haha, maaf jika kau merasa tersinggung, Feng Xian Wu. Namaku Feng Tian Yi."

Mendengar perkenalan pria di depannya, Feng Xian Wu hanya menganggukkan kepala.

Melihat keminiman reaksi Feng Xian Wu, Feng Tian Yi hanya bisa menggelengkan kepala secara diam-diam.

"Feng Xian Wu... Agak merepotkan menyebut nama lengkap, jadi mulai sekarang aku akan memanggilmu Xian-er, Ah Xian atau Xiao Xian. Sebagai gantinya kau bisa memanggilku Brother Tian" Kata Feng Tian Yi dengan mantap tanpa meninggalkan satupun tempat untuk bernegosiasi.

Feng Xian Wu, hanya mengangguk tanpa masalah di wajahnya. Benar-benar datar, tanpa perasaan.

Melihat bahwa Feng Xian Wu tak keberatan, ia hanya mengangguk kan kepalanya puas.

Untuk pertama kalinya, Feng Tian Yi merasakan kepuasan hanya karena hal kecil seperti ini.

Melihat bahwa Feng Xian Wu sepertinya benar-benar tak tertarik untuk memulai percakapan atau bahkan membuka mulutnya mengatakan sepatah dua kata. Feng Tian Yi memilih untuk menyerah kali ini.

"Xiao Wu, aku akan keluar untuk sebentar, apa kau memiliki sesuatu sebagai oleh-oleh?" Tanya Feng Tian Yi.

Feng Xian Wu agak terkejut mendengar pertanyaan Feng Tian Yi. Tapi dia lalu memikirkan beberapa hal sebelum berkata

"Kuali alchemist dan tanaman obat"

Mendengar itu, Feng Tian Yi tak menyangka Feng Xian Wu, gadis kecil yang kelihatan baru berumur 9-10 tahun ini akan meminta hal itu. Tapi memikirkan beberapa hal, dia lalu mengangguk. Lalu Feng Tian Yi hanya berkata "kalau begitu aku pergi dulu" sebelum menghilang dari hadapan Feng Xian Wu.

Melihat bagaimana Feng Tian Yi menghilang dan benar-benar menghilangkan hawa keberadaannya dalam waktu yang bersamaan dihadapannya membuat Feng Xian Wu terkesan.

Sepertinya yang diharapkan dari dunia lain. Sihir, martial art, dan lainnya benar-benar terasa berbeda dari dunianya yang dulu. Hanya saja yang pasti ia tau adalah... Ia akan bertahan hidup disini, sesusah apapun itu. Karena baginya ini adalah kesempatan kedua yang diberikan untuk memulai hidup baru lagi.

Tanpa sadar Feng Xian Wu tersenyum simpul, hal ini dilihat hal oleh Feng Tian Yi yang masih berdiri di atap sambil memperhatikan Feng Xian Wu, awalnya dia berencana memperhatikan keadaan Feng Xian Wu sebelum ia pergi tapi tak mengira ia akan melihat senyum simpul Feng Xian Wu. Walaupun itu hanya senyum simpul itu sudah bisa menjadi senyum yang menjatuhkan sebuah negara.

'Indah, bagaimana jika ia memiliki senyum merekah diwajahnya? Itu pasti akan lebih indah' pikirnya, ia lalu memperhatikan Feng Xian Wu lebih lama lagi sebelum memutuskan untuk pergi. Ia harus membalas Budi pada orang-orang rendahan yang telah berani menjebaknya dan mengurungnya di rumah tua itu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   10| Banquet

    Sehari setelah pertemuan dengan Mo Lian Yi, tersebar kabar bahwa Feng Xian Wu dan Mo Lian Yi telah memutuskan pertunangan secara informal, semua orang mulai membicarakan bahwa Feng Xian Wu memang tak pantas menjadi tunangan putra mahkota, betapa malangnya jendral Feng Li yang dihormati harus memiliki cucu seperti Feng Xian Wu dan lain sebagainya bahkan ada yang menyatakan wajah Feng Xian Wu hancur karena beberapa hal menyebabkan ia menjadi malu untuk menjadi tunangan Mo Lian Yi. Rumor beredar secepat suara di dalam kota. Tapi tak ada seorangpun dikediaman Feng yang terpengaruh, walaupun samar para penjaga dan pelayan di kediaman Feng menyadari bahwa sikap Miss muda mereka telah berubah sejak beberapa hari yang lalu. Sebagian besar pelayan di kediaman Feng telah melihat nona muda mereka dari lahir, walaupun tak ada kasih sayang sekuat Feng Li tapi masih ada rasa kasih murni kepada nona muda mereka itu.Disisi lain, Feng Xian Wu yang menj

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   10| Banquet

    Sehari setelah pertemuan dengan Mo Lian Yi, tersebar kabar bahwa Feng Xian Wu dan Mo Lian Yi telah memutuskan pertunangan secara informal, semua orang mulai membicarakan bahwa Feng Xian Wu memang tak pantas menjadi tunangan putra mahkota, betapa malangnya jendral Feng Li yang dihormati harus memiliki cucu seperti Feng Xian Wu dan lain sebagainya bahkan ada yang menyatakan wajah Feng Xian Wu hancur karena beberapa hal menyebabkan ia menjadi malu untuk menjadi tunangan Mo Lian Yi. Rumor beredar secepat suara di dalam kota. Tapi tak ada seorangpun dikediaman Feng yang terpengaruh, walaupun samar para penjaga dan pelayan di kediaman Feng menyadari bahwa sikap Miss muda mereka telah berubah sejak beberapa hari yang lalu. Sebagian besar pelayan di kediaman Feng telah melihat nona muda mereka dari lahir, walaupun tak ada kasih sayang sekuat Feng Li tapi masih ada rasa kasih murni kepada nona muda mereka itu.Disisi lain, Feng Xian Wu yang menj

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   9| Spoil (?)

    Mendengar penolakan Feng Xian Wu, semua orang mengubah ekspresi mereka masing-masing.Feng Tian Yi yang paling dekat dengan Feng Xian Wu merasakan bahwa perasaan tak mengenakkan itu makin bertambah. Kenapa ia menolak? apakah Wu-er ingin terus menjadi pasangan Mo-apalah itu?!Suhu disekitarnya mulai turun beberapa derajat lagi.Mo Lian Yi sudah mempertimbangkan berbagai macam kemungkinan, tapi tak mengharapkan kenihilan ekspresi Feng Xian Wu setelah semua.Mo Lian Yi ingin mengatakan sesuatu untuk membalasnya, tapi Feng Xian Wu telah membuka mulutnya terlebih dahulu."Tapi yang mulia tenang saja, Objek ini setuju untuk pembatalan pertunangan," jelas Feng Xian Wu. Feng Xian Wu merasakan emosi negatif dalam tubuhnya telah berkurang sedikit. Apakah ia* ingin dirinya membalaskan perbuatan Mo Lian Yi sebelumnya?

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   8| Pertemuan

    Keesokan paginya, Feng Li telah menyiapkan ruang kerja sendiri untuk Feng Xian Wu lengkap dengan berbagai tanaman herbal, dan alat-alat yang dibutuhkan Feng Xian Wu di dalamnya.Feng Xian Wu agak terkejut melihat hal ini. Efisiensi kediaman Feng tak kalah dengan efisiensi orang-orang di dunia modern. Pujinya dalam hati.Feng Xian Wu lalu langsung menggunakan ruang kerja tersebut, ada beberapa bahan yang tak ada, tapi hal itu bisa ia temukan di ruang rahasia. Lalu Feng Xian Wu melakukan langsung melakukan eksperimen di ruang kerjanya.Bai Ze yang melihat tuannya tenggelam dalam dunianya sendiri hanya bisa menghela nafas, ini adalah penampilan yang sangat akrab baginya. Di kehidupan sebelumnya, selain melakukan beberapa hal di luar seperti menjalankan misinya, Feng Xian Wu biasanya hanya mengurung dirinya di ruang kerja tanpa mengenal waktu. Karena tak a

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   7| Big brother

    Setelah beberapa lama berkultivasi didalam ruang rahasia, Feng Xian Wu memutuskan untuk keluar meninggalkan Bai Ze yang sedang asik sendiri dengan tanaman di ruang rahasia.Saat Feng Xian Wu keluar, ia mendapati bahwa hari sudah menjelang malam dan disaat yang bersamaan seorang pelayan datang dan membawanya kepada kakek yang menunggunya di ruang makan. Ia agak terkejut sekaligus bingung, kenapa kakek tiba-tiba mengajaknya untuk makan malam bersama setelah kejadian kurang mengenakkan pagi tadi?Tapi kemudian Feng Xian Wu mendapati bahwa kakeknya sepertinya ingin meminta maaf akan kejadian tadi pagi dan... Entah bagaimana hubungan cucu-kakek ini menjadi lebih baik dari sebelumnya. Entah itu dikarenakan keinginan pemilik(Feng Xian Wu) sebelumnya yang sebelumnya atau Feng Xian Wu sendiri.Ditengah makan malam mereka, sesosok keindahan telah berdiri di depan pintu tanpa disadari siapap

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   6| Secret room

    Feng Xian Wu perlahan membuka matanya, melihat kearah kucing putih, Bai Ze yang memandangnya dengan penuh rasa cemas."Meow!" Nona kau membuatku cemas setengah mati!Melihat Bai Ze yang mengeluhkan kekhawatirannya tanpa henti kepadanya, tapi matanya dipenuhi kelegaan dan rasa syukur membuat Feng Xian Wu merasa manis dan bingung disaat yang sama. Kenapa ia terus mengeluh saat dia merasakan sebaliknya?Tapi Feng Xian Wu memilih tuk tak menyuarakan pikirannya itu melihat Bai Ze yang tanpa henti mengoceh. Setelah beberapa saat Bai Ze masih terus berceloteh Feng Xian Wu mengerutkan keningnya, merasa terganggu."Berisik"Mendengar nada dingin nonanya, Bai Ze akhirnya menutup mulutnya. Bai Ze membuka mulut kecilnya lagi ingin mengatakan sesuatu, tapi Feng Xian Wu melirik kearah Bai Ze dengan tak acuh."Aku ingat kau tak seberisik ini dulu."Mendengar perkataan Feng Xian Wu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status