Share

The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)
The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)
Penulis: Megumin_DSG

Prologue - Betrayal

Penulis: Megumin_DSG
last update Tanggal publikasi: 2020-09-07 15:18:53

Di sebuah gedung pencakar langit, di tengah kota.


2 orang berbaju hitam dan seorang lagi memakai baju ungu gelap sedang berdiri.

Dua diantaranya adalah seorang gadis, dan seorang laki-laki.

Laki-laki itu memiliki perawakan yang tinggi dan tampan, menatap acuh tak acuh kearah gadis yang ada di depannya.

Gadis yang berdiri di depan pria tersebut memakai baju ungu, rambut hitam kelam yang indah, terlihat bersinar di bawah sinar bulan. Dia memiliki wajah yang indah dan mempesona, dia terlihat sangat muda sekitar 18 tahun, dengan kulit putih mulus yang cerah tanpa cela. Dia menatap laki-laki dan gadis yang ada di depannya dengan tatapan dingin menyembunyikan kepahitan dan kekecewaan.

Sedangkan untuk yang terakhir, gadis tersebut terlihat lebih tua dua-tiga tahun dari gadis didepannya, dia memiliki wajah yang cantik dan centil, tetapi jika dibandingkan dengan gadis depannya dia terlihat sangat pucat*, dia melihat gadis cantik didepannya dengan penuh kebenciaan dan iri hati.

*terlihat biasa-biasa saja

"Haha, ini benar-benar mengejutkan, Tak kusangka organisasi juga menginginkan hidupku.

Dan yang lebih mengejutkannya lagi...

Yang ditugaskan adalah kalian berdua, haha ini benar-benar mengelikan"

Gadis berbaju ungu tersebut tertawa, tapi matanya telah menjadi sedingin glester 1000 tahun.

"Feng Xian Wu, aku akui kau memang hebat, tapi aku tidak akan pernah mengakui mu sebagai nomor 1!" Kata laki-laki itu dengan sikap dinginnya kepada gadis berbaju ungu itu, Feng Xian Wu.

"Hahaha, Xian Wu kira kau adalah yang paling cantik?

Kau kira Xuan-ge menyukaimu? Hahahaha, sayang sekali kau harus menghadapi kenyataan sekarang! Xuan-ge lebih memilih kekuasaan daripada dirimu" kata gadis berbaju hitam itu dengan tawa tak terkendali.

Feng Xian Wu hanya mengungkapkan senyum sedingin glester dan melihat kedua orang di depannya secara bergantian.

Dalam ingatannya, kedua orang inilah orang terkedekat dalam hidupnya.

Mungkin selama ini dia salah.

Mungkin apa yang dikatakan gadis berpakaian hitam itu, Li Meng Yu itu ada benarnya, dia terlalu arogan, acuh tak acuh dan dengan serakah menganggap kedua orang di depannya seperti saudara, seperti  keluarga kecil yang menyenangkan dalam dunianya yang gelap. 

Perlahan ingatan tentang saat pertama kali dia masuk ke organisasi, saat pertama kali dia bertemu dengan Xuan-ge dan Mu-jie, saat pertama kali dia melakukan segala sesuatu dengan ke orang ini dengan penuh kehangatan seolah kami adalah keluarga hangat dalam lingkungan kejam organisasi, tapi....... apakah ke 2 orang ini benar-benar seperti para manusia biadab lainnya yang dia ketahui selama ini? Apakah tidak akan pernah ada manusia yang benar-benar menggapnya seumur hidupnya?

Sigh...........

Mungkin dia memang terlalu serakah untuk meminta kehangatan keluarga.

Feng Xian Wu, lalu menarik nafas dalam dalam menenangkan pikirannya.

Dia tahu bahwa kedua orang ini mengkhianatinya tapi...

"Kenapa kalian setuju dengan permintaan Organisasi untuk membunuh ku?" Tanya Feng Xian Wu dengan nada dingin.

"Hah? Kenapa kau bertanya mengapa kami menyetujuinya?

Humph, kau kira kita benar-benar menyayangimu? Apa kau bercanda? Orang berdarah dingin sepertimu? Hahaha, sayang sekali dari awal aku dan Xuan-ge sudah saling mencintai dan kau tiba-tiba datang, awalnya Xuan-ge dan aku hanya ingin memaanfaatkanmu sebagai pion,tapi kau mengganggu hubunganku dengan Xuan-ge dan mengambil peringkat teratas organisasi yang seharusnya menjadi milikku dan Xuan-ge," jelas Li Meng Yu.

"Jadi kalian ingin membunuhku untuk mendapatkan kekuasaan, martabat, kekayaan dan hal-hal semacam itu?" Kata Feng Xian Wu dengan nada semakin dingin. Jadi sejak awal semua kehangatan itu adalah palsu? 

"Sayang sekali kalian tidak memiliki kemampuan untuk itu," Feng Xian Wu mengejek .

"Apakah kau yakin?" Tanya Xuan dengan mata dingin.

?

Disaat berikutnya tembakan peluru dari segala arah menuju ke titik vital Feng Xian Wu.

Menyadari terdapat beberapa peluru menuju kearahnya, Feng Xian Wu menghindari mereka semua, hanya saja respon Feng Xian Wu sangat lambat, paha kirinya, pundak kanan, dan Perutnya terluka ditambah goresan kecil di pipi kanannya.

"Tsk" sepertinya aku benar-benar lengah sekarang, emosi hanya akan membawa keburukan untukku. Aku harus tetap tenang.

Feng Xian Wu berdecak kesal, lalu menatap dingin kearah kedua orang yang pernah ia anggap keluarga nya itu.

Gu Li Xuan, Li Meng Yu. Aku benar-benar tak menyangka akan menjadi seperti ini. Feng Xian Wu lalu menghela nafas dalam dalam lalu masuk ke dalam mode serius.

Dia lalu menyadari dari tembakan barusan, ada 32 Sniper di sekelilingnya.

Dia lalu melirik mereka semua dalam sekejap.

Walaupun samar-samar dia mengenali semua sniper itu, mereka adalah top-notch di  dunia.

Dan juga... 

Feng Xian Wu benar-benar tidak mengerti sikap mereka, apakah manusia akan benar-benar mudah berubah hanya demi kekuasaan dan kekayaan semata? 

Huh.... 

Dia harusnya memilih untuk tidak percaya siapapun sejak pertama kali.

Rasa sakit dari luka peluru di badan Feng Xian Wu tidak menganggu dia sama sekali.

"Hm.... bahkan disaat seperti ini? Kau tahu Aku benar-benar membenci dirimu yang selalu sok tenang itu" cemooh Li Meng Yu. 

'Tuan! Izinkan saya keluar untuk mencabik-cabik mereka semua' tiba-tiba suara berdegung di kepala Feng Xian Wu.

'Lupakan saja, aku benar-benar sudah muak dengan dunia ini' kata Feng Xian Wu dalam pikirannya.

'Tuan.... sigh.... baiklah aku akan selalu mengikuti tuan kemana pun anda pergi' jawab suara dalam pikiran Feng Xian Wu dengan sangat hormat.

Lalu tanpa aba-aba Gu Li Xuan menembakkan peluru kearah Feng Xian Wu, hanya saja itu bukan di titik vital.

Feng Xian Wu lalu menepis dengan belati kecilnya.

Li Meng Yu menerjangnya dengan long Swordnya dibarengi dengan bantuan tembakan dari Gu Li Xuan.

Tetapi Feng Xian Wu membalas serangan Li Meng Yu dan Gu Li Xuan dengan santai, lalu memotong tangan kanan Li Meng Yu, lalu menyadari bahwa ada peluru dari arah jam 3,7,9 dan 12.

Dia menggunakan Li Meng Yu sebagai Tameng, lalu ke 2 peluru tersebut menembus kepala, dan 2 lainnya tepat berada di jantungnya dan mati seketika.

Feng Xian Wu yang melihat mayat Li Meng Yu meletakkannya dengan cepat dan menutup matanya yang terbelalak tak percaya.

Bahkan disaat saat terakhir Li Meng Yu dia masih tak bisa memproses apa yang terjadi, yang dia tahu hanyalah dia dikalahkan dalam sekejap oleh juniornya yang 3 tahun lebih muda darinya.

Melihat hal itu, Gu Li Xuan menembakkan 4 peluru secara bergantian sambil menyerang Feng Xian Wu dengan katana.

Ditambah dengan serangan dadakan dari 32 sniper, hal itu sedikit membuat Feng Xian Wu kewalahan, tapi dia tidak bisa untuk tidak menyergitkan kening.

Ada sesuatu yang salah!

Feng Xian Wu memperhatikan sekeliling sekali lagi.

Memang benar bahwa yang melawannya ini adalah peringkat ke 2 di organisasi bahkan di dunia setelahnya (aka GLX), juga para Sniper ini akuransi mereka tidak bisa dibantah lagi 99% ketepatan menembak, tapi jika dibandingkan dengan dirinya dia masih menggangap mereka lemah, ditambah Li Meng Yu walaupun dia menduduki kursi ke 5 terkuat di organisasi dia masih terlalu lemah untuk menjadi lawannya.

Mereka semua adalah orang-orang top yang bukan hanya organisasi tetapi perserikatan dunia untuk membunuhnya.

Yah, dia akui harga kepalanya sendiri cukup untuk membeli negara-negara di Eropa.

Tapi, Feng Xian Wu merasa ada yang benar-benar salah disini! Tapi apa! 

Dia lalu mencoba untuk menjadi lebih fokus lagi, lalu dia mendengar dan mencium sesuatu............

Booom! 

Ditambah ini adalah bom dengan ledakan yang sangat besar!

Tanpa sadar dia langsung membalikkan tangannya dan dengan sekuat tenaga dia berhasil memotong pedang Gu Li Xuan.

"Li Xuan! Apakah kau tak menyadari ada bom yang terpasang di sekitar sini?" Kata Feng Xian Wu refleks.

Mendengar kata-kata perempuan cantik di depannya ini, dia sedikit  membeku lalu tersenyum mengejek.

Pip.............................

Terdengar suara yang membuat ekspresi dingin Feng Xian Wu retak.

Dalam sekejap 32 bangunan pencakar langit dalam radius 1 mil di dari tempat Feng Xian Wu jatuh karena ledakan bom dan juga dia merasa sesuatu yang hangat memeluknya dengan erat. Tanpa mengangkat kepalanya, Feng Xian Wu sudah akrab dengan bau ini. Itu adalah Gu Li Xuan. 

Lalu disaat berikutnya terdengar ledakan tepat 1 lantai di bawah Feng Xian Wu.

"Aku minta maaf dan terima kasih Wu-er, aku mencintaimu"

'TUAN......!!!!'

Hanya kata-kata sialan itu dan berisik yang berdegung di kepalanya, dan tanpa sadar Feng Xian Wu tersenyum mengejek dan meneteskan air matanya tanpa sadar sebelum dunia yang dilihatnya menjadi gelap sepenuhnya.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   10| Banquet

    Sehari setelah pertemuan dengan Mo Lian Yi, tersebar kabar bahwa Feng Xian Wu dan Mo Lian Yi telah memutuskan pertunangan secara informal, semua orang mulai membicarakan bahwa Feng Xian Wu memang tak pantas menjadi tunangan putra mahkota, betapa malangnya jendral Feng Li yang dihormati harus memiliki cucu seperti Feng Xian Wu dan lain sebagainya bahkan ada yang menyatakan wajah Feng Xian Wu hancur karena beberapa hal menyebabkan ia menjadi malu untuk menjadi tunangan Mo Lian Yi. Rumor beredar secepat suara di dalam kota. Tapi tak ada seorangpun dikediaman Feng yang terpengaruh, walaupun samar para penjaga dan pelayan di kediaman Feng menyadari bahwa sikap Miss muda mereka telah berubah sejak beberapa hari yang lalu. Sebagian besar pelayan di kediaman Feng telah melihat nona muda mereka dari lahir, walaupun tak ada kasih sayang sekuat Feng Li tapi masih ada rasa kasih murni kepada nona muda mereka itu.Disisi lain, Feng Xian Wu yang menj

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   10| Banquet

    Sehari setelah pertemuan dengan Mo Lian Yi, tersebar kabar bahwa Feng Xian Wu dan Mo Lian Yi telah memutuskan pertunangan secara informal, semua orang mulai membicarakan bahwa Feng Xian Wu memang tak pantas menjadi tunangan putra mahkota, betapa malangnya jendral Feng Li yang dihormati harus memiliki cucu seperti Feng Xian Wu dan lain sebagainya bahkan ada yang menyatakan wajah Feng Xian Wu hancur karena beberapa hal menyebabkan ia menjadi malu untuk menjadi tunangan Mo Lian Yi. Rumor beredar secepat suara di dalam kota. Tapi tak ada seorangpun dikediaman Feng yang terpengaruh, walaupun samar para penjaga dan pelayan di kediaman Feng menyadari bahwa sikap Miss muda mereka telah berubah sejak beberapa hari yang lalu. Sebagian besar pelayan di kediaman Feng telah melihat nona muda mereka dari lahir, walaupun tak ada kasih sayang sekuat Feng Li tapi masih ada rasa kasih murni kepada nona muda mereka itu.Disisi lain, Feng Xian Wu yang menj

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   9| Spoil (?)

    Mendengar penolakan Feng Xian Wu, semua orang mengubah ekspresi mereka masing-masing.Feng Tian Yi yang paling dekat dengan Feng Xian Wu merasakan bahwa perasaan tak mengenakkan itu makin bertambah. Kenapa ia menolak? apakah Wu-er ingin terus menjadi pasangan Mo-apalah itu?!Suhu disekitarnya mulai turun beberapa derajat lagi.Mo Lian Yi sudah mempertimbangkan berbagai macam kemungkinan, tapi tak mengharapkan kenihilan ekspresi Feng Xian Wu setelah semua.Mo Lian Yi ingin mengatakan sesuatu untuk membalasnya, tapi Feng Xian Wu telah membuka mulutnya terlebih dahulu."Tapi yang mulia tenang saja, Objek ini setuju untuk pembatalan pertunangan," jelas Feng Xian Wu. Feng Xian Wu merasakan emosi negatif dalam tubuhnya telah berkurang sedikit. Apakah ia* ingin dirinya membalaskan perbuatan Mo Lian Yi sebelumnya?

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   8| Pertemuan

    Keesokan paginya, Feng Li telah menyiapkan ruang kerja sendiri untuk Feng Xian Wu lengkap dengan berbagai tanaman herbal, dan alat-alat yang dibutuhkan Feng Xian Wu di dalamnya.Feng Xian Wu agak terkejut melihat hal ini. Efisiensi kediaman Feng tak kalah dengan efisiensi orang-orang di dunia modern. Pujinya dalam hati.Feng Xian Wu lalu langsung menggunakan ruang kerja tersebut, ada beberapa bahan yang tak ada, tapi hal itu bisa ia temukan di ruang rahasia. Lalu Feng Xian Wu melakukan langsung melakukan eksperimen di ruang kerjanya.Bai Ze yang melihat tuannya tenggelam dalam dunianya sendiri hanya bisa menghela nafas, ini adalah penampilan yang sangat akrab baginya. Di kehidupan sebelumnya, selain melakukan beberapa hal di luar seperti menjalankan misinya, Feng Xian Wu biasanya hanya mengurung dirinya di ruang kerja tanpa mengenal waktu. Karena tak a

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   7| Big brother

    Setelah beberapa lama berkultivasi didalam ruang rahasia, Feng Xian Wu memutuskan untuk keluar meninggalkan Bai Ze yang sedang asik sendiri dengan tanaman di ruang rahasia.Saat Feng Xian Wu keluar, ia mendapati bahwa hari sudah menjelang malam dan disaat yang bersamaan seorang pelayan datang dan membawanya kepada kakek yang menunggunya di ruang makan. Ia agak terkejut sekaligus bingung, kenapa kakek tiba-tiba mengajaknya untuk makan malam bersama setelah kejadian kurang mengenakkan pagi tadi?Tapi kemudian Feng Xian Wu mendapati bahwa kakeknya sepertinya ingin meminta maaf akan kejadian tadi pagi dan... Entah bagaimana hubungan cucu-kakek ini menjadi lebih baik dari sebelumnya. Entah itu dikarenakan keinginan pemilik(Feng Xian Wu) sebelumnya yang sebelumnya atau Feng Xian Wu sendiri.Ditengah makan malam mereka, sesosok keindahan telah berdiri di depan pintu tanpa disadari siapap

  • The Good for Nothing Miss: Genius Docter (Bahasa Indonesia)   6| Secret room

    Feng Xian Wu perlahan membuka matanya, melihat kearah kucing putih, Bai Ze yang memandangnya dengan penuh rasa cemas."Meow!" Nona kau membuatku cemas setengah mati!Melihat Bai Ze yang mengeluhkan kekhawatirannya tanpa henti kepadanya, tapi matanya dipenuhi kelegaan dan rasa syukur membuat Feng Xian Wu merasa manis dan bingung disaat yang sama. Kenapa ia terus mengeluh saat dia merasakan sebaliknya?Tapi Feng Xian Wu memilih tuk tak menyuarakan pikirannya itu melihat Bai Ze yang tanpa henti mengoceh. Setelah beberapa saat Bai Ze masih terus berceloteh Feng Xian Wu mengerutkan keningnya, merasa terganggu."Berisik"Mendengar nada dingin nonanya, Bai Ze akhirnya menutup mulutnya. Bai Ze membuka mulut kecilnya lagi ingin mengatakan sesuatu, tapi Feng Xian Wu melirik kearah Bai Ze dengan tak acuh."Aku ingat kau tak seberisik ini dulu."Mendengar perkataan Feng Xian Wu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status