
Istri Tomboiku (Indonesia)
Dimas Sakti Wiraguna adalah seorang playboy kaya keturunan konglomerat. Saking seringnya bergonta-ganti pasangan, kedua orang tuanya, termasuk sang kakek menjadi cemas dengan tingkah playboy Sakti.
Pada suatu makan malam, sang kakek tiba-tiba mengatakan bahwa Sakti akan dijodohkan dengan seorang gadis yang merupakan cucu dari sahabat sang kakek. Tentu saja, Sakti tidak menyetujuinya. Namun, sang kakek tetap kekeuh untuk menjodohkan Sakti.
Alea Maharani namanya, gadis tomboi yang sontak membuat Sakti terkejut dan bergidik ngeri melihat penampilan Alea. Alea sama sekali bukan tipenya, bahkan sangat jauh dari gadis idaman Sakti.
Alea : “Aku tidak menyetujui perjodohan ini! Apalagi dengan pria sok perfeksionis sepertimu! Kamu bukan seleraku!”
Sakti : “Jangan terlalu PD. Kamu juga sama sekali bukan tipeku! Gadis urakan, ingusan, dan ... jorok! Apa kamu tidak pernah mencuci rambutmu?”
Alea : “Aku hanya mandi sesuka hati. Tergantung mood.”
Kocak! Di pertemuan pertama, Alea dengan sengaja mendorong Sakti hingga jatuh ke kolam renang. Dan di situlah kelemahan Sakti diketahui Alea. Bahwa Sakti yang notabene adalah pria tampan dan super keren itu, ternyata tidak bisa berenang.
Read
Chapter: Duel KentutAlea benar-benar tidak menyangka, candaannya yang dikira hal biasa justru mengakibatkan Sakti sangat marah. Tidak mau ambil pusing, Alea pun masuk ke dalam kamarnya dan tidur.***Keesokan harinya.Alea bangun pukul lima pagi. Seperti biasa, ia langsung menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Ya, meskipun Alea adalah gadis tomboi, tetapi perihal salat, ia jarang melalaikannya. Setelah itu, ia pun segera mandi dan mempersiapkan diri untuk turun dan sarapan pagi.Setelah memakai pakaian rapi dan menguncir rambutnya seperti biasanya, Alea turun ke bawah. Anas Khan yang tengah duduk di sofa bersama Sujarwo memanggil Alea.“Alea! Kemari, Cu!” panggil Anas.Alea pun berjalan menghampiri kedua orang kakek tua yang tengah asyik mengobrol itu.“Duduklah!” perintah Anas sembari menepuk sofa di sisinya, agar Alea duduk di sebelahnya.Alea pun duduk. “Ada apa, Kek?”“Kakek ingin mengobrol denganmu.”“Iya, Kek.”
Last Updated: 2020-11-12
Chapter: Makan Malam BersamaSetelah mengantarkan Sakti ke kamar, Diana mengajak Alea ke kamar tamu agar mengeringkan tubuh dan rambutnya, serta mengganti pakaiannya yang sudah basah kuyup.“Pakailah ini. Ini dress yang pernah tante pakai sewaktu muda dulu.”Diana memberikan sebuah dress santai berwarna hijau muda kepada Alea. Alea pun menerimanya dan segera terkejut begitu melihat model dress tanpa lengan itu.“Aduh, Tante. Alea tidak biasa memakai pakaian seperti ini.”“Lho, memangnya kenapa? Kamu ini, kan, gadis, dan ini tante rasa akan cocok di tubuhmu.”Alea merasa tidak enak hati bila menolak dress tersebut. Akan tetapi, Alea juga merasa konyol bila harus memakai pakaian feminim yang tidak biasa dikenakannya.“Lihat, ini akan cocok di tubuhmu. Kamu juga lumayan langsing, kok,” ujar Diana membujuk.Diana tersenyum dan memaklumi perasaan Alea. Ia pun tidak berusaha memaksa.“Tunggu sebentar. T
Last Updated: 2020-11-11
Chapter: Tidak Bisa BerenangAlea dan Sakti tengah asyik berbincang-bincang, berkenalan satu sama lain.“Berapa usiamu?” tanya Alea yang berjalan di sisi Sakti.Keduanya berdampingan di sisi kolam renang.“Dua puluh delapan. Kenapa?” Sakti balik bertanya.“Apa kau tidak bisa mencari seorang gadis untuk kau nikahi? Sampai-sampai kakekmu harus main jodoh-jodohan semacam ini! Menyebalkan!” gerutu Alea.“Hei, apa kau tidak lihat? Coba perhatikan diriku! Mana mungkin orang sepertiku tidak bisa memiliki pacar? Tentu saja aku punya pacar.”Alea melirik Sakti, memperhatikannya sejenak, kemudian bergumam, “Yah, secara nalar memang kau tidak terlalu buruk. Tapi kenapa kau tidak menikahi pacarmu saja?”“Aku hanya akan menikahi satu gadis. Dan itu adalah gadis yang sudah mantap di hati!”“Kau terlalu pilih-pilih. Coba rundingkan lagi dengan kakekmu itu. Aku malas sekali kalau harus bermain jodoh-jodohan denganmu!”Perkataan Alea menyebabkan Sakti menghentikan langkah. “
Last Updated: 2020-11-09
Chapter: Pertemuan Pertama, Kesan PertamaMalam yang paling tidak Sakti tunggu tiba. Di mana ia harus siap dipertemukan dengan gadis asing yang akan kakeknya jodohkan dengannya. Malam itu, di kediaman Sakti, para pelayan rumah tangga tengah sibuk memasak di dapur, guna menyiapkan hidangan penyambutan tamu spesial.Berbagai hidangan telah siap menggugah selera, tersaji di atas meja makan. Sementara Adi dan Diana sudah berpakaian rapi. Begitupun Sakti yang tengah mempersiapkan diri untuk menyambut jodoh yang paling tidak dinantinya itu.Malam ini, Sakti berpenampilan keren seperti biasanya. Kemeja warna putih menambah aura ketampanannya. Pakai baju apa saja, kalau dasarnya memang sudah ganteng, Sakti tetap terlihat ganteng.Anas Khan sendiri sudah duduk di ruang tamu. Ia tengah menunggu sahabat karibnya datang bersama sang cucu perempuannya.Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam lebih. Benar saja, tidak menunggu lama, sebuah taksi masuk ke halaman rumah Sakti. Anas segera bangkit dari d
Last Updated: 2020-11-05
Chapter: Ultimatum Sang KakekPukul tujuh malam, Sakti baru pulang dari kantornya. Setelah memarkirkan mobilnya di garasi, ia pun masuk ke dalam rumah. Sang mama menyambutnya dengan hangat.“Sayang, kamu baru pulang?”“Iya, Ma.”“Mandilah dulu. Setelah itu kita makan malam bersama.”“Sakti sudah makan, Ma.”“Sayang, ada yang ingin kami bicarakan.”“Apa itu penting?”“Ya. Kakek ingin mengatakan sesuatu padamu.”Sakti menghela napas panjang. “Aku mandi dulu.”Bila sudah menyebut tentang kakeknya, sudah pasti Sakti menurut. Sang kakek lebih dekat dengan Sakti bila dibandingkan papa dan mama Sakti. Selain memiliki hubungan yang sangat dekat, bila sang kakek sudah memberikan titah, maka siapapun tidak bisa mengganggu gugat. Maklum, Anas Khan—nama sang kakek—sudah sangat tua. Sakti khawatir bila tidak dituruti, maka penyakit jantung kakeknya akan kam
Last Updated: 2020-11-03
Chapter: PrologNamanya Dimas Sakti Wiraguna. Seorang pengusaha mapan dan sukses asal Indonesia. Memiliki wajah yang tampan dan karismatik, membuatnya banyak digandrungi para kaum hawa. Terlebih bibit, bebet, bobotnya, yang menyebabkan para wanita sangat mendambakan diri untuk menjadi istri Sakti.Sakti sendiri sebenarnya bukanlah tipe lelaki yang mudah jatuh cinta kepada wanita. Sifat dan karakter playboy-nya hanya sekadar untuk hura-hura dan bersenang-senang. Tidak dipungkiri, kadang-kadang Sakti merasa jenuh sendiri. Mengurus bisnis properti yang diturunkan oleh sang ayah membuatnya harus ekstra mandiri dan ekstra energi. Itulah sebabnya, Sakti merasa wajar bila menggunakan sedikit materi yang dimilikinya untuk membahagiakan para gadisnya.Meskipun playboy, Sakti bukan tipe lelaki cabul yang senang bermain ranjang dengan para wanita. Ia juga bukanlah pembohong ulung yang suka mengibuli para wanitanya dengan mengatakan, “Kau pacarku satu-satunya.” Atau, “Kau kekasihku yang palin
Last Updated: 2020-11-02