LOGIN
Namanya Dimas Sakti Wiraguna. Seorang pengusaha mapan dan sukses asal Indonesia. Memiliki wajah yang tampan dan karismatik, membuatnya banyak digandrungi para kaum hawa. Terlebih bibit, bebet, bobotnya, yang menyebabkan para wanita sangat mendambakan diri untuk menjadi istri Sakti.
Sakti sendiri sebenarnya bukanlah tipe lelaki yang mudah jatuh cinta kepada wanita. Sifat dan karakter playboy-nya hanya sekadar untuk hura-hura dan bersenang-senang. Tidak dipungkiri, kadang-kadang Sakti merasa jenuh sendiri. Mengurus bisnis properti yang diturunkan oleh sang ayah membuatnya harus ekstra mandiri dan ekstra energi. Itulah sebabnya, Sakti merasa wajar bila menggunakan sedikit materi yang dimilikinya untuk membahagiakan para gadisnya.
Meskipun playboy, Sakti bukan tipe lelaki cabul yang senang bermain ranjang dengan para wanita. Ia juga bukanlah pembohong ulung yang suka mengibuli para wanitanya dengan mengatakan, “Kau pacarku satu-satunya.” Atau, “Kau kekasihku yang paling kucintai.”
Sakti tidak pernah membohongi para wanita dengan berbohong seperti itu. Ia lebih suka mengatakan hal jujur kepada para wanitanya, “Sebenarnya aku punya beberapa pacar. Tapi kalau kau mau menjadi pacarku, aku pun masih membuka ruang untukmu.” Begitu katanya.
Ajaibnya, para wanita belum pernah ada yang menolaknya. Meskipun Sakti mengatakan dirinya punya beberapa pacar, mereka tetap mau dipacari Sakti. Ya, wajar, sih. Kebanyakan dari mereka adalah wanita materialistis yang cukup dengan diberi kemewahan dari Sakti.
Sakti adalah pribadi yang royal terhadap para wanita. Ia tidak segan membelanjakan uangnya demi menyenangkan hati para wanita. Juga memanjakan mereka dengan perawatan dan spa di salon. Ya, begitulah seorang Sakti dalam menggaet para kaum hawa.
Ada satu wanita yang paling disukai Sakti. Namanya Belvina Sandra Ivona. Cantiknya paras Sandra, secantik Sandra Dewi. Memiliki postur tubuh yang tinggi dan langsing. Rambut lurus, gigi rapi, kulit putih bersih, dan senyum yang menawan. Bila dideskripsikan, Sandra adalah salah satu wanita yang masuk kategori sempurna.
Sandra merupakan seorang model cantik asal Indonesia. Memiliki wajah yang cantik jelita adalah daya tarik tersendiri baginya. Ia juga lahir dari rahim seorang dokter kecantikan terkenal. Ivone nama mamanya.
Ivone sudah lama bercerai dengan ayah Sandra. Itulah mengapa, Sandra kini tinggal hanya berdua dengan sang mama.
Menjadi seorang model terkenal adalah cita-cita Sandra sedari remaja. Di usianya yang sekarang sudah menginjak 24 tahun, Sandra benar-benar selektif dalam memilih pasangan. Dan akhirnya, hati Sandra sudah terpaut pada Sakti.
Sandra tahu bahwa Sakti adalah playboy. Pernah beberapa kali, Sandra memohon agar Sakti memutuskan hubungan dengan gadis lainnya. Akan tetapi, Sakti tidak mau. Sakti mengatakan dirinya akan memutuskan semua pacarnya, apabila ia sudah benar-benar mantap ingin menikahi satu gadis.
Sandra terbilang spesial dibanding kekasih Sakti yang lainnya. Itu karena bagi Sakti, di antara pacar-pacarnya, hanya Sandra yang benar-benar tulus mencintainya. Hanya Sandra yang sering merengek minta dinikahi.
Namun, Sakti tetaplah Sakti. Jika ia sudah berprinsip, maka sulit untuk orang-orang menggugatnya. Sakti hanya akan menikah apabila sudah menemukan gadis yang cocok di hatinya.
Sepertinya, prinsip Sakti tidak berlaku lagi untuk selanjutnya, di mana ia dipaksa untuk dijodohkan dengan seorang gadis tomboi yang sama sekali bukan tipenya.
***
“Beb, makasih, ya? Aku puas sekali berbelanja hari ini, muah!”
Seorang wanita cantik yang baru keluar dari mal sembari bergelayut manja di lengan Sakti tampak berseri-seri. Ia senang sekali karena sudah diajak Sakti berbelanja banyak sekali.
“Sama-sama, Beb, muah!” Sakti balas mengecup pipi sang gadis.
“Kamu memang yang terbaik!” puji sang gadis berpakaian mini itu.
Mereka berjalan menuju mobil Sakti. Sang gadis sudah masuk duluan ke dalam mobil. Sedangkan Sakti tiba-tiba sibuk mengambil handphone-nya yang berdering.
“Halo.”
“Halo, Sayang. Aku baru saja selesai pemotretan, nih. Jemput aku, dong? Kita makan siang, yuk!”
“Aduh, Sayang, tidak bisa. Saat ini aku sedang sibuk banget. Kerjaan menumpuk ini.”
“Tidak mau tahu! Pokoknya jemput aku sekarang!”
“Aku sedang sibuk, Sayang.”
“Bohong! Tadi aku lihat postingan di instagram Ayumi. Dia sedang berbelanja bersamamu, kan?”
“Astaga!” Sakti meremas rambutnya sendiri.
Ayumi adalah gadis yang saat ini bersama Sakti.
Sakti menghela napas kasar. “Baik. Aku ke sana sekarang.”
Sakti membuka kembali pintu mobil di samping Ayumi duduk.
“Ada apa, Beb?” tanya Ayumi heran.
“Aduh, Beb. Tiba-tiba saja ada meeting mendadak. Jadi, aku harus segera kembali ke kantor. Maaf, ya,” kata Sakti.
“Meeting apa meeting?” Ayumi terlihat jengkel.
“Meeting beneran, Beb.”
“Bohong! Pasti mau ketemu sama pacar kamu yang lainnya, kan?!”
Sakti paling malas berdebat. “Kalau iya kenapa? Kamu mau minta putus?”
“Eh, enggak, enggak, kok, Beb.” Ayumi segera keluar dari mobil dan memeluk Sakti. “Aku tidak mau kita putus. Ya udah, deh, enggak apa-apa. Aku, kan, bisa pulang naik taksi. Kalau kamu ada urusan penting, ya, sudah. Maafin aku, ya, Beb.”
“Iya,” jawab Sakti cuek.
Akhirnya, Sakti pun masuk ke dalam mobil. Sedangkan Ayumi mengambil barang-barang belanjaannya, kemudian berdiri sembari melambaikan tangannya ke arah Sakti.
“Bye, Beb. Hati-hati di jalan, ya?”
***
Sesampainya di depan studio foto, Sandra sudah berdiri menyambut kedatangan Sakti. Ia pun berjalan melenggang menuju mobil.
Sakti menurunkan kaca mobilnya. “Ayo masuk!”
“Tidak bisakah kau turun dan membukakan pintu mobilnya untukku?”
“Apa kau tidak bisa melakukannya sendiri?”
“Sungguh, tidak romantis!” keluh Sandra kemudian membuka pintu mobil dan masuk.
“Mau makan di mana?”
“Terserah kamu saja.”
“Oke.”
Sakti pun segera melajukan mobilnya menuju sebuah restoran ternama di Jakarta.
*Halo, aku Nonashitha. Jangan lupa simak keseruannya dan simpan novel ini di rak, ya? Follow my instagram @nonashitha. Ikuti karya-karya mengesankan dari author yang paling menggemaskan ini, ya? Thank you ...!*
Alea benar-benar tidak menyangka, candaannya yang dikira hal biasa justru mengakibatkan Sakti sangat marah. Tidak mau ambil pusing, Alea pun masuk ke dalam kamarnya dan tidur.***Keesokan harinya.Alea bangun pukul lima pagi. Seperti biasa, ia langsung menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Ya, meskipun Alea adalah gadis tomboi, tetapi perihal salat, ia jarang melalaikannya. Setelah itu, ia pun segera mandi dan mempersiapkan diri untuk turun dan sarapan pagi.Setelah memakai pakaian rapi dan menguncir rambutnya seperti biasanya, Alea turun ke bawah. Anas Khan yang tengah duduk di sofa bersama Sujarwo memanggil Alea.“Alea! Kemari, Cu!” panggil Anas.Alea pun berjalan menghampiri kedua orang kakek tua yang tengah asyik mengobrol itu.“Duduklah!” perintah Anas sembari menepuk sofa di sisinya, agar Alea duduk di sebelahnya.Alea pun duduk. “Ada apa, Kek?”“Kakek ingin mengobrol denganmu.”“Iya, Kek.”
Setelah mengantarkan Sakti ke kamar, Diana mengajak Alea ke kamar tamu agar mengeringkan tubuh dan rambutnya, serta mengganti pakaiannya yang sudah basah kuyup.“Pakailah ini. Ini dress yang pernah tante pakai sewaktu muda dulu.”Diana memberikan sebuah dress santai berwarna hijau muda kepada Alea. Alea pun menerimanya dan segera terkejut begitu melihat model dress tanpa lengan itu.“Aduh, Tante. Alea tidak biasa memakai pakaian seperti ini.”“Lho, memangnya kenapa? Kamu ini, kan, gadis, dan ini tante rasa akan cocok di tubuhmu.”Alea merasa tidak enak hati bila menolak dress tersebut. Akan tetapi, Alea juga merasa konyol bila harus memakai pakaian feminim yang tidak biasa dikenakannya.“Lihat, ini akan cocok di tubuhmu. Kamu juga lumayan langsing, kok,” ujar Diana membujuk.Diana tersenyum dan memaklumi perasaan Alea. Ia pun tidak berusaha memaksa.“Tunggu sebentar. T
Alea dan Sakti tengah asyik berbincang-bincang, berkenalan satu sama lain.“Berapa usiamu?” tanya Alea yang berjalan di sisi Sakti.Keduanya berdampingan di sisi kolam renang.“Dua puluh delapan. Kenapa?” Sakti balik bertanya.“Apa kau tidak bisa mencari seorang gadis untuk kau nikahi? Sampai-sampai kakekmu harus main jodoh-jodohan semacam ini! Menyebalkan!” gerutu Alea.“Hei, apa kau tidak lihat? Coba perhatikan diriku! Mana mungkin orang sepertiku tidak bisa memiliki pacar? Tentu saja aku punya pacar.”Alea melirik Sakti, memperhatikannya sejenak, kemudian bergumam, “Yah, secara nalar memang kau tidak terlalu buruk. Tapi kenapa kau tidak menikahi pacarmu saja?”“Aku hanya akan menikahi satu gadis. Dan itu adalah gadis yang sudah mantap di hati!”“Kau terlalu pilih-pilih. Coba rundingkan lagi dengan kakekmu itu. Aku malas sekali kalau harus bermain jodoh-jodohan denganmu!”Perkataan Alea menyebabkan Sakti menghentikan langkah. “
Malam yang paling tidak Sakti tunggu tiba. Di mana ia harus siap dipertemukan dengan gadis asing yang akan kakeknya jodohkan dengannya. Malam itu, di kediaman Sakti, para pelayan rumah tangga tengah sibuk memasak di dapur, guna menyiapkan hidangan penyambutan tamu spesial.Berbagai hidangan telah siap menggugah selera, tersaji di atas meja makan. Sementara Adi dan Diana sudah berpakaian rapi. Begitupun Sakti yang tengah mempersiapkan diri untuk menyambut jodoh yang paling tidak dinantinya itu.Malam ini, Sakti berpenampilan keren seperti biasanya. Kemeja warna putih menambah aura ketampanannya. Pakai baju apa saja, kalau dasarnya memang sudah ganteng, Sakti tetap terlihat ganteng.Anas Khan sendiri sudah duduk di ruang tamu. Ia tengah menunggu sahabat karibnya datang bersama sang cucu perempuannya.Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam lebih. Benar saja, tidak menunggu lama, sebuah taksi masuk ke halaman rumah Sakti. Anas segera bangkit dari d
Pukul tujuh malam, Sakti baru pulang dari kantornya. Setelah memarkirkan mobilnya di garasi, ia pun masuk ke dalam rumah. Sang mama menyambutnya dengan hangat.“Sayang, kamu baru pulang?”“Iya, Ma.”“Mandilah dulu. Setelah itu kita makan malam bersama.”“Sakti sudah makan, Ma.”“Sayang, ada yang ingin kami bicarakan.”“Apa itu penting?”“Ya. Kakek ingin mengatakan sesuatu padamu.”Sakti menghela napas panjang. “Aku mandi dulu.”Bila sudah menyebut tentang kakeknya, sudah pasti Sakti menurut. Sang kakek lebih dekat dengan Sakti bila dibandingkan papa dan mama Sakti. Selain memiliki hubungan yang sangat dekat, bila sang kakek sudah memberikan titah, maka siapapun tidak bisa mengganggu gugat. Maklum, Anas Khan—nama sang kakek—sudah sangat tua. Sakti khawatir bila tidak dituruti, maka penyakit jantung kakeknya akan kam
Namanya Dimas Sakti Wiraguna. Seorang pengusaha mapan dan sukses asal Indonesia. Memiliki wajah yang tampan dan karismatik, membuatnya banyak digandrungi para kaum hawa. Terlebih bibit, bebet, bobotnya, yang menyebabkan para wanita sangat mendambakan diri untuk menjadi istri Sakti.Sakti sendiri sebenarnya bukanlah tipe lelaki yang mudah jatuh cinta kepada wanita. Sifat dan karakter playboy-nya hanya sekadar untuk hura-hura dan bersenang-senang. Tidak dipungkiri, kadang-kadang Sakti merasa jenuh sendiri. Mengurus bisnis properti yang diturunkan oleh sang ayah membuatnya harus ekstra mandiri dan ekstra energi. Itulah sebabnya, Sakti merasa wajar bila menggunakan sedikit materi yang dimilikinya untuk membahagiakan para gadisnya.Meskipun playboy, Sakti bukan tipe lelaki cabul yang senang bermain ranjang dengan para wanita. Ia juga bukanlah pembohong ulung yang suka mengibuli para wanitanya dengan mengatakan, “Kau pacarku satu-satunya.” Atau, “Kau kekasihku yang palin