Beranda / Semua / HIDE AND SEEK (INDONESIA) / Chapter 7 : Kesalahan

Share

Chapter 7 : Kesalahan

Penulis: Nhana
last update Tanggal publikasi: 2020-11-16 19:28:25

Nara berjalan dengan santai menuju ruangan kekasihnya. Sudah beberapa hari ini dia tidak bertemu dengan Dion. Dion juga belakangan ini sangat susah dihubungi. Oleh karena itu dia memutuskan untuk mengunjungi kantor Dion tanpa sepengetahuannya untuk memberikan kejutan pada kekasihnya itu.

Pintu lift terbuka tepat berada di sebrang ruangan Dion. Namun langkah Nara tiba-tiba terhenti kala matanya menangkap sosok pemuda manis tengah berdiri tak jauh dari pintu.

"Felix, kak Felik?" Panggil Nara yang baru saja keluar dari lift.

"A-ah N-Nara," Mata Felix melotot tak percaya saat melihat Nara lah yang berjalan menghampirinya.

Felix dengan segera mempercepat langkah kakinya agar lebih dulu menghampiri Nara.

"Ha-hai Nara, kenapa kesini?" Felix berkata dengan gugup. Dengan tubuh tingginya Felix mencoba menghalangi langkah Nara.

"Kenapa kak? Kau seperti melihat hantu saja. Aku kesini tentu saja untuk bertemu kak Dion. Dan kenapa kak Felix berdiri didepan ruangan kak Dion?" Tanya Nara dengan santai.

"Ah begitu ya. T-tidak, aku ada urusan pekerjaan. Tapi sepertinya Dion tidak ada diruangan," Bohong Felix. Iya Felix baru saja berbohong kepada Nara.

"Benarkah? Padahal Mike bilang, kak Dion ada diruangan," Nara baru saja akan melewati Felix, namun laki-laki itu segera menahan tangannya.

"Kita kembali lagi nanti, sekarang temani aku makan!"

"Tapi aku sudah makan kak," Rengek Nara. Namun Felix tidak mengindahkan ucapan Nara dan segera memasukan perempuan itu kembali kedalam lift.

"Aish, kau menyebalkan sekali kak. Padahal aku kan sedang ingin bertemu kak Dion," Gerutu Nara yang membuat Felix kini menatapnya.

"Lupakan sejenak tentang Dion, kau juga harus punya waktu untukku."

"Kau kenapa sih kak? Sepertinya kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku." Tanya Nara penuh selidik. Sejujurnya Nara sejak awal sudah merasa curiga dengan prilaku Felix yang tiba-tiba bicara gugup dan menyeretnya menjauh dari kantor Dion. Tapi Nara memilih untuk tidak beranya secara langsung.

"A-aku? Aku tidak menyembunyikan apapun." Felix memalingkan wajahnya dari Nara. "Maafkan aku Nara." Sesal Felix dalam hatinya.

"Yasudahlah. Tapi jangan coba menyembunyikan apapun dariku kak. Kau tahu aku punya kadar toleransi yang sangat sedikit." Nara keluar lebih dulu dari lift dan diikuti oleh Felix.

"Aku takut kau terluka Nara,"

✿✿✿✿✿

Suasana hening menyelimuti ruangan Dion. Baik Dion maupun Wina, keduanya sama-sama terdiam. Wina menatap keluar jendela mengamati orang yang sedang lalu lalang didepan kantor. Sementara Dion menghela nafas berkali-kali dengan tangan yang masih terkepal.

"Seharusnya aku tidak melakukannya,"

"Aku yang memulai," Jawab Wina singkat tanpa mengalihkan pandangannya kearah Dion.

"Aku merasa sudah menghianati Nara." Dion menatap langit-langit ruangannya.

"Nara tidak akan tahu," Wina masih enggan menatap Dion.

"Aku tidak mau kehilangan dia hanya karenamu Wina,"

"Nara tidak akan pernah tahu jika bukan kau dan aku yang berbicara." Kali ini Wina menatap Dion tajam. Entah kenapa dia merasa sedikit tersinggung dengan ucapan Dion barusan.

✿✿✿✿✿

"Kak, kenapa tadi kau terlihat pucat? Aku pikir kau benar-benar kelaparan. Tapi apa sekarang? Kau hanya mengaduk-ngaduk makanan tanpa niat untuk memakannya," Nara mencibir Felix yang sejak tadi hanya menghela nafas berkali-kali.

"Aku hanya sedikit pusing dengan pekerjaan Ra," Felix mencoba tersenyum kearah Nara.

"Kak, aku ingin berbicara serius padamu,"

"Ada apa Nara? Kau membuatku sedikit takut." Felix merasa was-was dengan apa yang akan Nara bicarakan.

"Kak Felix, kau ini sejak tadi aneh sekali. Aku ingin membicarakan tentang perjodohan ku."

"Perjodohan?" Felix mengernyit bingung.

"Kau tau kan kak, aku sudah sering membicarakan perjodohan denganmu berkali-kali. Tapi kali ini ayah sudah menetapkannya." Nara berkata dengan sedikit antusias.

"Kenapa kau terlihat senang Nara?" Tanya Felix dengan ekspersi heran, biasanya Nara akan mengeluh jika membicaraka itu tapi kenapa sekarang dia terlihat bahagia.

"Tebak dengan siapa ayah akan menjodohkan ku?"

Felix menggeleng. "Aku tidak tahu,"

"Aku dijodohkan dengan keluarga Smith."

"Smith? Keluarga Daniel Smith?" Ulang Jane.

"Kau benar kak, aku akan dijodohkan dengan kak Dion. Kurasa Tuhan sedang berbaik hati padaku," Nara tersenyum bahagia.

"Dion? Kau yakin? Maksudku, apa ayahmu mengatakan kalau dia akan menjodohkanmu dengan Dion?" Felix kaget dengan penuturan Nara. "Tidak mungkin,"

"Tidak sih, tapi kurasa memang kak Dion karena ayah mungkin sudah mengetahui apapun yang kulakukan dibelakangnya." Jawab Nara dengan yakin.

"Kau tidak lupa kalau Dion punya saudara kan?" Tanya Felix

Nara mengangguk. "Ya, aku tahu dia punya seorang kakak,"

"Bagaimana kalau kau justru dijodohkan dengan kakak nya?"

"Eyy, tidak mungkin!" Sanggah Nara.

"Kakaknya Dion adalah CEO dari Konnect Corp. Kemungkinan dia adalah pewaris utama kekayaan keluarga Smith. Lebih daripada itu, dia belum menikah dan tidak pernah dikabarkan dekat dengan siapapun." Jelas Felix. Sementara Nara hanya menyimak dengan tenang.

Tidak perlu heran jika tidak pernah ada pemberitaan miring tentang pewaris KC karena dia yang menguasai media, jadi tidak akan ada celah bagi orang lain untuk bisa menjatuhkannya.

"Kau mengenalnya kak?" Tanya Nara penasaran.

"Tidak secara pribadi. Tapi aku pernah beberapa kali bertemu dengannya. Kau tahu kan aku dan Dion sudah berteman sejak dulu. Dia sangat tampan, tidak kalah tampan dari Dion, hanya saja dia cukup cuek dan dingin. Dia tidak sebebas Dion, sejak dulu dia hanya menghabiskan waktu bersama pekerjaan dan ayahnya. Makanya dia sangat bersih dari pemberitaan miring. Tidak seperti kekasihmu." Sindir Felix.

"Orang yang membosankan." Celetuk Nara.

"Mungkin. Tapi dia orang yang baik, Dion juga sering mengatakan itu," Jelas Felix.

"Hmm, begitu ya. Tapi aku tidak pernah mendengar namanya sama sekali."

"Dean. Dean Smith"

"Dean Smith." Gumam Nara. "Ah, yang beberapa waktu lalu sempat jadi perbincangan media karena prestasinya itu ya." Nara tiba-tiba terdiam, seperti mengingat sesuatu. "Tunggu, sepertinya dia adalah orang yang sempat ayah dan kakakku bicarakan beberapa waktu lalu. Tidak mungkin kan-- " Nara menutup mulutnya.

"Jika dilihat dari latar belakangnya, kemungkinan besar ayahmu akan memilih Dean ketimbang Dion." Felix kembali menguatkan argumennya.

"Aku harus menanyakannya langsung pada ayah."

"Mungkin Dean adalah pilihan  yang terbaik untukmu Nara. Semoga saja."  Batin Felix penuh harap.

✿✿✿✿✿

"Kakak kau kemana saja?" Nara menerobos masuk keruangan Dion. "Aku mencari-- " Ucapan Nara seketika terhenti saat melihat Dion dan Wina tengah berbicara serius.

"N-Nara," Ucap Dion dengan kaget. Wina yang sedang duduk berhadapan dengan Dion juga tidak kalah terkejut dengan kehadiran tiba-tiba Nara, namun dia tetap memperlihatkan wajah tenang. Wina adalah aktris, tentu saja pandai berakting dan mengndalikan ekspresi wajah.

"Ah kau disini juga kak? Pantas saja kalian sangat susah dihubungi, ternyata sedang sibuk ya." Nara memanyunkan bibirnya dan duduk di samping Dion.

"I-iya, kita sedang membicarakan pekerjaan Nara." Jawab Wina setenang mungkin.

"Sejak kapan?" Tanya Nara.

"Eh? A-apanya?" Jawab Dion dengan terbata.

"Apanya? Tentu saja diskusinya. Memangnya apa lagi?" Nara mendecih pelan. "Kenapa kakak terkejut sekali, dan hey susana canggung apa ini. Kalian terlihat sangat tegang, seperti baru saja ketahuan selingkuh." Nara berkata asal. Namun perkataannya justru membuat bola mata Dion dan Wina melebar.

"Kami tidak selingkuh." Jawab Wina dan Dion bersamaan.

"Hahhaa, aku hanya bercanda. Kenapa kalian kaget sekali?" Nara memeluk lengan kekasihnya.

"Bercandamu tidak lucu sayang," Dion mencium puncak kepala Nara.

"Aku hanya tidak suka suasana canggung. Ngomong-ngomong, kenapa ruanganmu sangat berantakan kak?" Tanya Nara saat menyadari banyak barang yang berserakan diruangan tersebut. Belum lagi baju Dion yang juga sedikit berantakan.

"Beberapa pekerjaan tidak berjalan dengan lancar. Dan aku merasa sedikit kesal sayang." Bohong Dion.

"Kau benar-benar punya keperibadian yang buruk kak Dion," Nara melirik kearah Wina. "Apa kak Dion tidak melampiaskan kemarahannya padamu kak?" Tanya Nara kepada Wina.

Wina menggeleng. "Tidak."

"Baguslah, aku takut sibodoh ini melampiaskan kekesalannya padamu." Nara menghela nafas pelan. "Kau terlihat kelelahan kak, sebaiknya kita pulang bersama." Ajak Nara kepada Wina yang langsung diangguki kepala oleh Wina.

"Maafkan aku Nara."

✿✿✿✿✿

"Ibu, aku ingin menikahi Wina." Ucap Nanda yang membuat Yona menghentikan segala aktivitasnya.

- TBC -

With Love : Nhana

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • HIDE AND SEEK (INDONESIA)   Chapter 11 : Perempuan itu--

    Perlahan namun pasti seorang pemuda tampan terus mengecek jam tangannya berulang kali. Sejak tadi pandangan matanya juga terus mengarah kearah pintu sambil sesekali menikmati minuman dinginnya. Terlihat dengan jelas bahwa dia sedang menunggu seseorang.Setelah hampir 30 menit lamanya, akhirnya orang yang ditunggu nya pun tiba, terlihat dari senyuman yang mulai terukir diwajah tampannya."Maafkan aku kak, aku terlambat." Ucap perempuan yang baru datang itu dengan nafas sedikit tersengal. Sepertinya dia baru saja berlari untuk sampai di cafe ini."Tidak apa-apa, duduklah Wina." Nanda mempersilahkan perempuan tadi untuk duduk, yang ternyata adalah Wina, adik angkatnya."Ada apa kak? Tumben sekali mengajak bertemu diluar," Tanya Wina to the point. Seperti biasa, Wina tidak pernah basa-basi terlebih dahulu."Ada hal penting yang harus aku katakan," Nanda menatap Wina dengan serius, membuat Wina sedikit mengernyitkan d

  • HIDE AND SEEK (INDONESIA)   Chapter 10 : Pindah Rumah

    "Aku tahu kau brengsek kak, tapi ya jangan pegang-pegang tangan kakak ku juga!" Nara nyelonong masuk keruangan Dion, menghiraukan tatapan terkejut dari kedua orang yang sedang saling tatap itu."Eh? Nara bukan begitu," Jawab Wina yang refleks melepaskan genggaman Dion. Sebelum Nara datang, Dion tengah meminta maaf kepada Wina atas kejadian tadi malam dan sekaligus memintanya untuk kembali merahasiakan perbuatan mereka."Hm, apapun yang kau pikirkan, aku dan Wina tidak seperti itu sayang," Ucap Dion yang kini sudah berdiri dan memeluk Nara."Memangnya apa yang ku pikirkan?" Dengus Nara."Kali saja kau berpikir yang tidak-tidak," Dion mengusap kepala Nara dan mencium bibirnya sekilas."Mau makan siang denganku?" Ajak Dion yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Nara.

  • HIDE AND SEEK (INDONESIA)   Chapter 9 : Pertimbangan

    Wina membuka tirai kamar apartemennya dengan perlahan. Sinar matahari yang masih belum tinggi mulai menampakan diri seiring dengan terbukanya tirai tersebut.Perempuan berusia 25 tahun itu menatap lurus kedepan, sebuah helaan nafas berat terdengar berkali-kali menemani dirinya menyambut pagi. Pikirannya menerawang jauh, mengingat semua hal yang terjadi dalam hidupnya semenjak bertemu Nara dan keluarganya."Haruskah aku sejauh ini?" Gumamnya pelan. Wina membenarkan bathrobe nya yang sedikit turun dan memperlihatkan pundak mulusnya. "Nara--Hah, kau seharusnya tidak serakah.""Wina, kenapa membuka tirainya? Kau mengganggu tidurku." Tegur seseorang yang masih bergelut dengan selimut hangatnya."Ini sudah siang Dion," Wina berbalik dan menatap Dion ya

  • HIDE AND SEEK (INDONESIA)   Chapter 8 : Pertunangan

    "Ibu, aku ingin menikahi Wina," Ucap Nanda yang membuat Yona menghentikan segala aktivitasnya."Apa maksudnya Nanda?""Aku sedang meminta restu mu bu," Nanda berbicara dengan serius."Kenapa harus Wina?""Supaya tidak ada yang pergi dari rumah ini," Nanda menggenggam tangan ibunya. "Aku tahu ibu sangat sedih ketika mendengar Nara akan segera menikah.""Bukan begitu Nanda, pernikahan itu tidak didasari oleh hal seperti itu. Ibu mau kamu menikahi seseorang yang kamu cintai, bagaimanapun pernikahan itu jangka panjang, untuk

  • HIDE AND SEEK (INDONESIA)   Chapter 7 : Kesalahan

    Nara berjalan dengan santai menuju ruangan kekasihnya. Sudah beberapa hari ini dia tidak bertemu dengan Dion. Dion juga belakangan ini sangat susah dihubungi. Oleh karena itu dia memutuskan untuk mengunjungi kantor Dion tanpa sepengetahuannya untuk memberikan kejutan pada kekasihnya itu.Pintu lift terbuka tepat berada di sebrang ruangan Dion. Namun langkah Nara tiba-tiba terhenti kala matanya menangkap sosok pemuda manis tengah berdiri tak jauh dari pintu."Felix, kak Felik?" Panggil Nara yang baru saja keluar dari lift."A-ah N-Nara," Mata Felix melotot tak percaya saat melihat Nara lah yang berjalan menghampirinya.Felix dengan segera memp

  • HIDE AND SEEK (INDONESIA)   Chapter 6 : Awal Mula Prahara

    Dean berjalan menyusuri taman kota, entah kenapa hari ini dia merasa sangat bosan. Pekerjaan yang biasa dia lakukan mampu dia selesaikan dengan cepat. Hingga membuat dia tidak punya lagi kegiatan dan berakhir dengan duduk sendirian di taman.Sena sebenernya mengajak dia untuk pergi bersama. Namun Dean menolak, dia tidak mau mengganggu waktu berduaan Sena dan Harry. Bagaimanapun mereka hanya punya sedikit waktu untuk bersama, karena Harry harus memberikan waktunya untuk Sion juga.Ngomong-ngomong tentang Harry, Sena dan Sion mereka bertiga punya hubungan yang cukup rumit. Sena dan Harry sudah menikah 2 tahun lalu karena perjodohan. Namun sebelumnya Harry sudah memiliki kekasih yaitu Sion dan dia tidak mau meninggalkan Sion begitu saja, hingga berakhirlah mereka menjalani kisah cinta segitiga. Sena tahu tentang Sion, namun Sion tidak tahu apapun tentang Sena.Se

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status