Home / All / Jodoh Wasiat Kakek / Prolog Sakti dan Adena

Share

Jodoh Wasiat Kakek
Jodoh Wasiat Kakek
Author: Amira Tantri

Prolog Sakti dan Adena

Author: Amira Tantri
last update publish date: 2020-09-15 12:37:34

Nenek mengumpulkan kami sekeluarga. Tante Mila dan juga Suaminya. Nenek mengatakan setelah empat puluh hari kematian kekek surat wasiatnya akan dibacakan.

Pengacara keluarga juga sudah hadir. Pembacaan surat Wasiat pun segera dilakukan. Dalam surat Wasiat Kakek,  semua Aset kekayaan yang dimiliki kakek dibagi rata antara Ayah dan Tante Mila Kakak Ayah. Tidak ada yang protes karena bagi mereka surat Wasiat Kakek sudah cukup jelas dan adil.

Sebelum selesai masih ada satu poin lagi yaitu wasiat kakek untuk Ayah. Dalam Surat Wasiatnya Kakek berpesan bahwa jika Ayah yaitu anak laki lakinya mempunyai seorang putri maka harus dinikahkan dengan cucu sahabatnya yang pernah menolongnya saat mulai merintis usaha hingga menjadi sukses. Pengacara juga menyerahkan satu kotak merah kecil yang ternyata berisi cincin. Yang menurut Nenek itu adalah cincin yang diberikan sahabat Kakek jika suatu saat Kakek sudah memiliki cucu perempuan dari anak laki lakinya maka cincin itu harus diberikan padanya saat usia sang anak sudah delapan belas tahun. Kakek berharap dalam surat wasiatnya anak laki lakinya dapat menjalankannya dengan sebaik baiknya.

Semua memandang ke arahku, seakan-akan aku adalah terdakwa. Tapi aku tahu Ayah pasti akan menjalankan Wasiat Kakek, karena Ayah begitu mencintai dan sangat patuh pada orang tuanya. Sehingga ada satu cerita Almarhum Kakek yang aku ingat. Ayah menikahi Bunda karena Nenek yang menjodohkan dengan anak temannya, karena kesal dengan Ayah yang tak kunjung mencari Istri. Apakah sekarang cerita perjodohan ini akan terjadi padaku juga.

Aku mencari bantuan pada Bunda tapi sepertinya Bunda akan berpihak pada Ayah. Tante Mila juga pasti tidak bisa menolongku karena dia juga sama dengan Ayah. Abangku hanya tersenyum padaku seakan akan mengatakan semua akan baik baik saja. Semuanya hanya menepuk pundakku dan berlalu. Saat ini hanya tinggal Aku dan Nenek saja. Aku mulai menangis berharap setidaknya Nenek mau membatalkan Surat Wasiat Kakek.

Nenek mendekatiku.

"Anak cantik ... Dena tahu enggak kenapa Kakek begitu mencintaimu ?" tanya Nenek sambil membelai rambut panjangku.

"Karena ketika Dena lahir Kakek bersyukur satu janjinya pada sahabatnya bisa dipenuhinya. Sahabatnya pernah menyelamatkan Kakek dari kematian. Selain pernah menolong Kakek dari Nol hingga Sukses dia jugalah yang menyumbangkan satu ginjalnya untuk Kakek ketika Kakek diantara hidup dan mati saat membutuhkan donor ginjal." Nenek menjelaskan dengan lembut sambil tetap membelai rambut Dena.

"Dena sayang ... bukan mereka menuntut balas budi, atau Kakek ingin menumbalkanmu. Bukan seperti itu, Kakek ingin kamu menikah dengan laki laki yang Bisa menjagamu dan mencintaimu seperti halnya Kakek yang begitu mencintaimu. Dan Almarhum Kakek yakin cucu dari Kakek Bayu sahabatnya Akan bisa menjagamu". Nenek menjelaskan panjang lebar dengan aku yang masih terus menangis tidak bisa berkata apa-apa lagi. Gadis tomboy yang biasanya tidak takut pada apapun,hari ini menangis seperti anak kecil kehilangan mainan.

****************

Hujan masih terus turun dengan lebatnya, gemercik airnya seperti melodi sendu yang menyayat. Aku masih duduk termenung setelah selesai melakukan operasi. Bukan gagal mengoperasi pasien tapi gagal mempertahankan cintaku. Kemarin sore dia akhirnya memilih pilihannya.

Masih teringat dua hari yang lalu tiba tiba saja Kakek dan Nenek memanggil Papa dan juga Mama serta Aku karena ada hal penting yang harus dibicarakan.

Ternyata Kakek hendak menjodohkan Aku dengan cucu Sahabatnya. Aku menolak perjodohan Konyol dari Kakek karena sudah mempunyai kekasih. Aku tidak mungkin meninggalkan Lana hanya karena sebuah perjodohan. Akhirnya Kakek membuat satu syarat, Kakek memberikanku waktu satu minggu untuk membawa  Lana kerumah dan segera menikahinya. Aku tentu saja senang dan mengajak Lana bertemu.

"Sayang ... Sakti, aku kangen." Lana yang masuk ke ruanganku langsung memelukku dan mencium bibirku sekilas.

"Bisa bicara cepat sayang ... karena aku masih ada pemotretan."  Lana yang baru datang ingin aku tidak basa basi. Aku tau jadwalnya sangat padat sebagai model dan juga artis yang sedang naik daun. Karirnya saat ini benar benar berada di puncak. Karena itu juga Lana menyembunyikan hubungan kami dari media.

"Sayang ... kamu mau menikah sama aku ?" tanyaku langsung.

"Tentu saja aku mau sayang,"  jawab Lana dengan senyum manisnya. Senyum yang selalu membuatku betah menatapnya lama.

"Tiga hari lagi kita menikah, aku akan dijodohkan Kakek jika dalam seminggu kita tidak menikah"

Hening

"Aku gak bisa yang ... karirku sedang di puncak saat ini, aku masih menandatangani beberapa kontrak. Aku janji selesai semua kontrak kita menikah," Tawar Lana sambil memelukku.

"Kapan ? Aku sudah terlalu lama menunggu dan tiap aku tanya jawaban kamu selalu sama." Aku mulai kehilangan kesabaran.

"Aku gak bisa yang ... kalau harus menikah secepat itu," jawab Lana lagi berusaha membuatku mengikuti maunya.

"Aku kasih kamu waktu, pilih aku atau karirmu. Aku tunggu jawabanmu dalam lima hari," ancamku pada Lana karena sudah terlalu sering aku mengajaknya menikah tapi selalu saja jawabannya karir dan selalu karir. Ditambah lagi kami pacaran seperti maling yang harus sembunyi sembunyi. Aku berusaha sabar dan memahaminya tapi jawabannya lagi lagi membuatku kecewa.

"Lima hari lagi jawaban aku tetap sama yang ... tolong kamu pahami," ucap Lana kembali menawar.

"Kamu sudah memilih, aku pergi semoga kamu bahagia," ucapku tanpa perlu memperpanjang kata. Aku melangkah meninggalkan ruanganku meninggalkannya yang memanggilku tapi aku tahu ia  tak akan mengejarku karena di luar ramai.

Hujan makin deras dan hatiku pun makin sakit. Aku tak bisa memenuhi syarat Kakek maka mau tak mau aku harus menuruti permintaannya. Kakek pribadi yang lembut tapi tegas jika menyangkut suatu keputusan. Aku tau Kakek hanya menginginkan yang terbaik untukku.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Jodoh Wasiat Kakek   Oh No !

    Setelah pulang sekolah rupanya Dena masih ada les tambahan lagi, karena gurunya beberapa hari lalu absen jadi hari ini dia pulang lebih sore.Dena segera menelepon Sakti mengabarkan kalau ia akan ke Rumah Sakit mengganti perbannya tapi sedikit terlambat.Selesai Les tambahan, Dena bersiap-siap pulang."Na ... lengan kamu kenapa ? berantem lagi ?," tanya Gavin yang tiba-tiba sudah ada di Samping Dena."Oh ... ini jatuh terus kena gores dikit aja kok," ucap Dena berbohong karena tidak ingin membuat Gavin semakin banyak bertanya."Lain kali hati-hati, kamu kadang terlalu grusa-grusu," nasehat Gavin khawatir yang membuat senyum Dena mengembang."Aku antar kamu pulang ya ? kayaknya tadi kamu naik Ojol," tawar dan tanya Gavin."Enggak usah vin ... Ojolnya udah nunggu di depan," ucap Dena dengan halus menolak ajakan Gavin, karena ia juga harus ke Rumah Sakit.

  • Jodoh Wasiat Kakek   Terluka

    Dena tiba dirumah. Setelah membuka helmnya dirapikannya rambutnya dan mencoba bersikap biasa saat Bunda menyongsongnya. Ayah dan nenek sudah siap. Sedangkan Abangnya masih lembur jadi belum pulang."Kok lama na ?" tanya bundanya sambil mendekati Dena.Dena mundur karena tidak ingin bundanya tahu dia sedang terluka."Bun … Dena masuk kamar dulu ya siap-siap," ucap Dena lalu berlari ke kamarnya." Cepat na … jangan lama-lama !" teriak ayahnya yang hanya di balas acungan jempol oleh Dena.Saat di kamar Dena segera menguncinya karena takut tiba-tiba bundanya masuk.Segera dibersihkan badannya dan juga lukanya dengan Air hangat di kamar mandi. Dena meringis menahan sakit. Ini belum seberapa seperti yang dialami abangnya yang juga pernah terluka parah saat menyelamatkan seseorang. Saat itu abangnya kena sabetan pisau di perutnya. Dena , Kakek dan juga nenek yang mengantarnya ke rumah saki

  • Jodoh Wasiat Kakek   Adena

    Akhirnya Gavin mengikuti Dena untuk makan siang. Dena menelpon Bundanya sekedar mengabari kalau ia makan siang di luar karena sudah terlalu lapar. Gavin memandang semua gerak gerik Dena dengan senyum.Dena pernah menolong Gavin saat dia dikeroyok oleh anak-anak dari tim sebelah karena tidak terima dengan kekalahan mereka. Dena yang cantik kelihatan garang sekali saat menghajar para pengeroyoknya. Diam-diam Gavin mulai menyukai Dena."Kamu makan kok malah melamun sih." Tegur Dena pada Gavin yang malah memperhatikannya bukannya makan. Sebenarnya Dena salah tingkah diperhatikan begitu. Apalagi diam-diam dia menyukai Gavin, cowok tampan kapten tim Sepak Bola Sekolah yang menjadi incaran cewek-cewek di sekolah."Kamu makannya lahap sekali,benar-benar lapar ya ?" tanya Gavin basa basi karena malu ketahuan memandang Dena."Aku lapar sekali, tadi pagi buru-buru jadi cuma makan roti sama minum air putih sa

  • Jodoh Wasiat Kakek   Si Tomboy

    ~Sakti Pov~Akhirnya aku menyetujui keinginan Kakek setelah mendengar keputusan Lana yang tidak ingin melepas karirnya dan menjadi wanita yang akan selalu menungguku pulang ke rumah.Rasanya berat melepas Lana mengingat kami berpacaran cukup lama. Empat tahun bukan waktu yang singkat,dengan gaya pacaran sembunyi sembunyi. Aku selalu mengajaknya menikah tapi selalu karir dan kontrak yang diberatkannya. Belum lagi pertemuan kami yang bisa dihitung dengan jari jika dia sedang sibuk syuting atau pemotretan. Aku memakluminya dan berusaha sabar menantinya. Tapi pada akhirnya aku kalah, aku tak bisa menunggunya lagi ditambah permintaan Kakek membuatku harus benar benar melepaskannya.Lana masih menelponku, memohon agar aku tidak meninggalkannya. Dia juga datang ke Rumah Sakit dan menunggu di ruanganku, meminta padaku agar tetap di sisinya. Ia memelukku mencoba menawar hatiku. Tapi keputusanku sudah bulat. Lana pergi dengan janji

  • Jodoh Wasiat Kakek   Pertemuan

    ~Dena Pov~Hari ini keluarga Kakek Bayu akan datang melamarku. Aku pada akhirnya menuruti pesan dalam surat Wasiat Kakek. Setelah seharian memikirkan sampai enggak mau makan dan dengan mata bengkak karena terlalu banyak menangis aku menyetujui surat Wasiat Kakek. Aku berubah pikiran setelah Abang mengajakku jalan jalan dengan motor gedenya. Aku menangis sampai puas di pinggir pantai dengan dipeluk abang yang selalu bisa menenangkan hatiku. Abang menasehatiku panjang lebar seperti halnya nenek menasehatiku. Abang meyakinkanku bahwa semua akan baik-baik saja karena Almarhum Kakek tidak mungkin membuatmu menderita dengan pesannya.Aku hanya berpakaian dan berdandan dengan dandanan natural. Bunda memaksaku memakai rok yang selama ini tidak pernah aku pakai. Rasanya canggung sekali,Abang pun sempat tertawa tapi pada akhirnya memujiku habis habisan setelah dijitak Bunda. Mataku masih sedikit bengkak karena sembab."Ayo sayang..tamunya sud

  • Jodoh Wasiat Kakek   Prolog Sakti dan Adena

    Nenek mengumpulkan kami sekeluarga. Tante Mila dan juga Suaminya. Nenek mengatakan setelah empat puluh hari kematian kekek surat wasiatnya akan dibacakan.Pengacara keluarga juga sudah hadir. Pembacaan surat Wasiat pun segera dilakukan. Dalam surat Wasiat Kakek, semua Aset kekayaan yang dimiliki kakek dibagi rata antara Ayah dan Tante Mila Kakak Ayah. Tidak ada yang protes karena bagi mereka surat Wasiat Kakek sudah cukup jelas dan adil.Sebelum selesai masih ada satu poin lagi yaitu wasiat kakek untuk Ayah. Dalam Surat Wasiatnya Kakek berpesan bahwa jika Ayah yaitu anak laki lakinya mempunyai seorang putri maka harus dinikahkan dengan cucu sahabatnya yang pernah menolongnya saat mulai merintis usaha hingga menjadi sukses. Pengacara juga menyerahkan satu kotak merah kecil yang ternyata berisi cincin. Yang menurut Nenek itu adalah cincin yang diberikan sahabat Kakek jika suatu saat Kakek sudah memiliki cucu perempuan dari anak laki lakinya maka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status