Home / All / Sky Seeker / Jake Menjadi Gladiator

Share

Jake Menjadi Gladiator

Author: Handi Yawan
last update publish date: 2020-11-06 12:15:44

AUUUUMM!

Harimau monster mengaum kembali mempertonton kekuatan dan sepasang taringnya. Surai pada leher bagian atasnya telah berdiri tegak.

Tetapi auman-auman Harimau tidak membuat nyali para gladiator ciut. Sebaliknya mereka menyongsong monster yang dilepas masuk arena ini.

Para Gladiator berlari menerjang ke depan sambil berteriak dan mengacung-acungkan senjatanya. Sorak sorai semakin riuh menyemangati para gladiator yang bertarung di medan laga.

Tampak sekali Harimau raksasa ini keder melihat banyak orang dan bersorak sorai di sekelilingnya.

Para Gladiator telah mengacung-acungkan senjata ke arah Sang Harimau.

Salah seorang yang berkulit gelap melempar lembing sekuat tenaga.

CRAP!

Lemparan lembingnya tepat menancap pada paha kanan Si Raja hutan.

AUGRRRR!

Kali ini bukan raungan menantang yang keluar dari mulut monster harimau itu, tetapi sebuah lolongan kesakitan.

Sebuah tusukan lembing mengenai tubuh belakang si Harimau sehingga Ia menjadi marah dan mengaum lebih keras. Namun di saat yang sama, perlahan-lahan darah merah membasahi bulu yang tersayat akibat kulitnya terluka.

Sementara lembing itu masih tertancap di pinggang kanannya, sang monster Harimau mengaum berkali-kali dipojokkan oleh Para Pengepungnya. Sepasang Mata Sang Raja hutan terlihat mulai merah menyala.

Kini Harimau yang kesakitan menjadi berbalik menyerang sekalipun ditikam dan ditusuk dari berbagai penjuru oleh para petarung lawannya.

BRET!

Tiba-tiba sebuah tamparan kiri cakar Sang Harimau mengenai tubuh gladiator yang bertelanjang dada.

Gladiator   yang   kena   tampar kuku-kuku tajam langsung jatih tersungkur dengan luka besar di dada.

Malang sekali nasib orang ini. Sedikitpun Ia tidak mengira mendapatkan serangan sehingga Ia tidak berdaya diterkam si Raja Hutan yang ukuran rahangnya mampu mencengkram seluruh tubuhnya.

Tidak ada ampun bagi gladiator apes ini, tubuhnya diguncang-guncang oleh rahang harimau hingga Ia tewas seketika.

Melihat kekejeman ini penonton tercekam diliputi kengerian.

Namun kebuasan Harimau menghabisi lawannya membuat Sang raja Hutan raksasa menjadi lengah. Sang Harimau berhasil dilukai oleh lemparan lembing lain yang menancap pada bahu kirinya, sehingga Ia jatuh tersungkur ke tanah.

Tetapi Harimau itu bersusah payah berusaha bangun kembali.

 Melihat Sang Harimau berhasil dijatuhkan, penonton menjadi bersorak kembali.

Riwayat Sang Harimau raksasa ini pun di dalam arena tidak berlangsung lama. Salah seorang gladiator yang membawa pedang melompat ke punggung Harimau. Sorak-sorai penonton semakin membahana melihat keberanian sang jagal ini.

Ketika Harimau masih berdiri sempoyongan, Ia berhasil dilukai dengan sebuah tikaman pedang pada tengkuknya oleh Gladiator yang telah menunggangi harimau itu.

Penonton semakin riuh rendah dan menyukai tontonan seperti ini.

Sang Harimau bergigi pedang sudah banyak luka dan darahnya telah banyak bersimbah di atas tanah, lalu jatuh terjerembab. Akhirnya sang monster Harimau semakin lemah dan tidak mampu melakukan perlawanan sekalipun tikaman dan tusukan datang bertubi-tubi menghujani tubuhnya.

Pelan- pelan kepala Sang Harimau raksasa terkulai lemah lalu mati kehabisan darah. []

Setelah bangkai monster itu disingkirkan dari arena, Soraloga tampil ke tengah arena.

"Wah, keren!" Puji Jake. "Ternyata kali ini Panglima Soraloga sendiri yang akan maju.

"Yang Mulia Maharaja, Raja Diraja. Ijinkan hamba menghadirkan Padanduk Dewa Jako yang telah berkenan maju pada kesempatan kali ini"

Jake terkejut. Eits, tidak salah dengar tuh! Gerutu Jake merasa ada yang salah.

Tampak Sang Maharaja memberikan ijin. Lalu Panglima Soraloga berbalik ke arah Jake.

Soraloga mengajak Jake tampil. Tentu saja Jake menjadi mati gaya!

Sorak sorai penonton bergemuruh saat mendengar seorang Dewa akan turun ke gelanggang.

Jake mendongkol! Ia sadar ini perangkap. Ah, sialan! Umpat Jake. tetapi tidak mungkin baginya untuk mundur.

Dengan langkah gontai, Jake maju ke tengah arena.

Lalu Soraloga mundur berbalik ke tempat duduknya.

Tiba di tempat duduknya, beberapa tantara memasang barikade dengan tameng besi menutupi Panglima Soraloga.

Belasan tentara lainnya berlari ke setiap sisi arena sambil membawa panah dan busur. Setiap panah diikat dengan sebuah jaring yang lebar.

Jake menjadi curiga binatang apa yang harus dihadapinya, sehingga Soraloga harus dilindungi seperti itu?

Sementara itu pintu besi telah dibuka. Tetapi belum sampai setengahnya, pintu telah didorong paksa dari dalam oleh kekuatan besar sehingga kedua daun pintu terhempas keras!

Hempasan daun pintu pada kedua sisi menimbulkan suara keras dan berisik.

BRAK!

Kedua daun pintu menghempas keras dinding batu. Beberapa orang yang bertugas membuka pintu dari atas, jatuh tertarik oleh rantai yang digunakan untuk menarik pintu.

BLUG, BLUG ...!

Dua orang yang jatuh di atas tanah tidak mampu bergegas bangun karena tinggi tempat jatuhnya. Tetapi yang membuat penonton berdiri dari tempat duduknya adalah kemunculan binatang yang keluar dari ambang pintu.

GOAARRRR!

GOAARRRR!

Binatang kali ini keluar disertai suara meraung-meraung yang keras dari rahang yang membuka lebar-lebar. Monster yang baru saja muncul memiliki tubuh panjang dan besar.

Binatang itu ternyata seekor ular. Tetapi bukan ular biasa, itu ular monster juga.

Ukuran tubuhnya lebih besar dari sebatang pohon mahoni. Dan hebatnya pula, ular ini memiliki kaki tiga pasang pada tubuhnya yang panjang.

Meskipun lehernya sudah panjang, tetapi ekornya lebih panjang lagi. Monster ular ini jalannya tidak melata, tetapi melangkah dengan ketiga pasang kakinya.

Gerak maju tubuh Sang ular naga meliuk-liuk oleh ayunan tiga pasang kaki yang masing-masing memiliki jari mirip kaki seekor ayam jago.

Seketika semua penonton berdiri dari tempat duduknya melihat kehadiran monster bersisik hijau mengkilat ini.

AGA JADAO!

AGA JADAO!

AGA JADAO!

Sorak sorai penonton menyambut kedatangan ular hebat ini. Bau udara terbakar segera merebak kemana-mana seiring kemunculan ular raksasa ini.

Kurang ajar! Pikir Jake. Ia merasa telah diumpankan pada seekor Aga Jadao atau nama ular naga ini, tetapi mereka malah menyanjung-nyanjung ular naganya!

Tiba-tiba penonton melihat, ular itu mengendus-endus ke udara. Ia mencium bau tubuh dua manusia yang berada di dekatnya.

Jengger berwarna merah yang berada di bagian atas kepalanya telah berdiri tegak. Secara naluri ular itu mencium kehadiran tubuh dua orang yang masih nanar dan dalam keadaan bersimpuh akibat jatuh tadi.

Ular itu melangkah cepat ke tempat dua orang itu yang telah ketakutan setengah mati melihat ular naga datang.

Kedua orang yang sudah tidak berdaya itu langsung dililit oleh tubuh ular naga. Sesaat kemudian keduanya telah digulung tanpa ampun oleh badan ular yang panjang.

Dalam waktu singkat terdengar suara berderak tulang-tulang yang remuk dan saat itu pula tubuh keduanya telah terkulai tidak bernapas lagi.

Sorak sorai telah lama berhenti. Setiap pasang mata penonton tidak berkedip melihat kebuasan ular raksasa ini.

Tiba-tiba monster ular mencampakkan begitu saja ke atas tanah tubuh kedua mangsanya yang telah lemas, ibarat daun kering yang lepas dari tangkainya.

Sepasang mata ular naga menatap tajam ke tempat Jake berdiei. Rupanya ia tekah mencium bau tubuh Jake yang berdiri terpaku melihat kedahsyatan ular itu.

Sang monster bertubuh panjang kembali meraung ke atas, GOARRRRR!

Pada saat yang sama, dari mulutnya mengeluarkan api yang berkobar-kobar seolah-olah membakar langit.

Penonton semakin dicekam kengerian melihat monster ular itu menyemburkan napas apinya. Sementara Jake sendiri gemetaran kakinya dan wajahnya telah berpeluh oleh keringat dingin.

Meskipun demikian mental prajuritnya tetap membuatnya terjaga untuk tetap sadar dan tidak lantas menjadi panik. Walaupun takut, Ia sudah terlatih untuk selalu siaga menghadapi situasi apapun sehingga siap menghadapi monster luar biasa ini.

Biasanya Jake meletakkan pistol di sebelah kanan, tetapi sekarang atas permintaan tuan rumah Ia tidak diperbolehkan membawa senjata apapun. Tetapi Jake masih punya satu senjata rahasia untuk berjaga-jaga menghadapi situasi seperti sekarang.

Jake menyentuh tas pinggang yang terletak di sebelah kiri. Sarung berbentuk kotak ini sama sekali tidak mirip senjata sehingga luput dari perhatian siapapun.

Tetapi ketika sarung itu disentuh dengan sarung tangan yang dipakai, benda berbentuk kotak seketika berubah bentuk dan berpindah tempat ke tangan Jake.

Seperti bermain sulap, ketika berada dalam genggaman tangan kiri, benda itu telah berubah bentuk menjadi sebuah pistol. []

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sky Seeker   Jake Menjadi Gladiator

    AUUUUMM!Harimau monster mengaum kembali mempertonton kekuatan dan sepasang taringnya. Surai pada leher bagian atasnya telah berdiri tegak.Tetapi auman-auman Harimau tidak membuat nyali para gladiator ciut. Sebaliknya mereka menyongsong monster yang dilepas masuk arena ini.Para Gladiator berlari menerjang ke depan sambil berteriak dan mengacung-acungkan senjatanya. Sorak sorai semakin riuh menyemangati para gladiator yang bertarung di medan laga.Tampak sekali Harimau raksasa ini keder melihat banyak orang dan bersorak sorai di sekelilingnya.Para Gladiator telah mengacung-acungkan senjata ke arah Sang Harimau.Salah seorang yang berkulit gelap melempar lembing sekuat tenaga.CRAP!Lemparan lembingnya tepat menancap pada paha kanan Si Raja hutan.AUGRRRR!Kali ini bukan raungan menantang yang keluar dari mulut monster harimau itu, tetapi sebuah lolongan kesakitan.Sebuah

  • Sky Seeker   Pameran Kekuatan Kerajaan

    Satu buah kereta itu besarnya bisa dibandingkan dengan enam buah bis yang disatukan. Tiga perempat badannya merupakan bak air. Sedangkan pada bagian tungku pembakaran digunakan batubara.Uap putih dihembuskan dari hasil pelepasan uap dari tungku air melalui sebuah cerobong yang berfungsi sebagai terompet pula sehingga menimbulkan suara lenguhan yang nyaring.TUUUUUUT .!Asap putih bercampur dengan asap hitam berjelaga dari pembuangan batubara yang menjadi bahan bakar kereta-kereta.Sungguh dahsyat sekali mesin-mesin perang ini dan akan membuat musuh manapun gentar melihatnya. Kereta-kereta perang ini sudah seperti monster yang ganas dan siap melibas musuh-musuhnya yang akan lari tunggang langgang melihat kereta-kereta perang yang dimiliki tantara kerajaan.Hm, rupanya semua ini warisan kolonel astronot Rikwanto yang telah dikembangkan oleh mereka dengan baik, pikir Jake.Di belakang barisan tank Magadorr ini ada be

  • Sky Seeker   Nubuat Seorang Avatar

    Jake melihat ke angkasa.Tetapi sia-sia saja. Langit terlalu terang oleh kemilau Auora.Sementara itu Putri Malikan berdiri saling berpegangan tangan dengan Kirani yang rupanya mereka cepat akrab.Para Panglima pun telah berada di atas panggung dan mereka semua berdiri, kecuali Burila Durr yang duduk pada sebuah kursi megah.Berbagai aneka hidangan, buah-buahan dan perabotan yang berkilau memenuhi meja yang dihiasi dengan kain berwarna merah. Tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuhnya, rupanya itu merupakan bagian dari sesajen.Jake turut naik panggung sehingga tahu peralatan itu dibuat dari emas. Tetapi Ia tidak berkesempatan mendekati Kirani karena canggung terlalu banyak orang.Lalu Jake menyapa Kirani melalui komunikasi jarak jauh pada helmnya."Ran, kayaknya malam ini ada transit planet sejajar dengan Saturnus?" Ucap Jake.Burila Durr bersama orang-orang lain menengok kearah Jake

  • Sky Seeker   Mantra Para Dewa

    "Luas wilayah Magadorr hanya titik dalam bola ini." Tunjuk Jake. "Bila Anda pergi lurus ke arah matahari terbit atau sebaliknya, maka Anda akan datang dari tempat sebaliknya. Karena sesungguhnya dunia berbentuk bulat seperti batu ini."Penjelasan sederhana seperti ini membuat Budun Daut tercengang. Ia tidak berkata- kata tapi air mukanya tampak jelas sedang berpikir dan mencerna apa yang tadi dikatakan oleh Jake."Apakah itu berarti matahari di langit pun berjalan seperti itu?" Tanyanya."Bukan begitu." Sela Jake. "Begini." Kata Jake sambil meraih batu di atas meja kemudian meletakan di samping tangan Budun Daut yang memegang batu."Anggap batu di tanganku adalah Matahari yang sebenarnya jauh lebih besar daripada dunia dan anggap ini adalah matahari." Ujar Jake sambil menunjukan batu sebesar bola kaki itu yang Ia pegang."Dunia ini berputar pada porosnya sehingga terjadi siang dan malam." Papar Jake sambil memutar tangan kanan Budun daut dengan tangan k

  • Sky Seeker   Di Perpustakaan Kerajaan

    Selepas senja kala berlalu Jake dan Kirani diundang makan malam oleh Burila Durr.Pada kesempatan itu Burila Durr memperkenalkan adik perempuannya yang bernama Malikan.Putri Malikan seorang wanita yang sangat cantik mempesona. Bentuk tubuhnya bagus seperti Kirani. Bedanya bila Kirani ada tomboynya, tetapi Malikan sangat anggun. Setiap gerak gerik Putri Malikan mencerminkan seorang wanita bangsawan sejati.Budun Daut dan seorang Panglima kerajaan juga turut bersama mereka dalam perjamuan ini. Pangeran Burila Durr memperkenalkan pria itu bernama Soraloga.Panglima Soraloga tidak banyak bicara dan bersahaja, tetapi sorot matanya tajam. Berbanding terbalik dengan Putri Malikan yang ternyata sangat ramah dan menyambut hangat kepada Kirani.Tetapi dalam pandangan Kirani, wajah Putri Malikan menyembunyikan kesedihan. Tetapi tentu saja Kirani tidak berani lancang bertanya.Dalam kesempatan perjamuan ini Burila Durr menyampaikan ajakan kepada J

  • Sky Seeker   Tawanan Istimewa

    Iring-iringan berkuda, berkereta-kuda dan berjalan kaki kali ini sekarang melewati ladang pertanian.Ini adalah wilayah Kota Mugor, Ibu Kota Magadorr, Ujar Budun Daut. Sebentar lagi kita sampai.Selama ini perjalanan rombongan dilakukan secara marathon.Di beberapa kota kadipaten kerajaan Magadorr, rombongan berganti kuda-kuda, kereta-kereta dan logistik, sehingga bisa tiba di ibu kota dengan relatif singkat.Hamparan tanaman gandum yang mulai menguning keemasan mengisi dataran sejauh mata memandang.Beberapa buah lumbung terlihat berada tidak jauh dari rumah-rumah penduduk.Para petani menghentikan sejenak pekerjaannya untuk memberi hormat kepada pembesar-pembesar yang berada dalam rombongan.Dari tempat ini Jake dan Kirani telah melihat komplek bangunan yang berada jauh di punggung sebuah gunung.Akhirnya hamparan ladang gandum kini mulai diganti oleh deretan rumah-rumah penduduk.Rupanya rombongan telah memasuki kota Mugor, Ib

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status