Mag-log inIring-iringan berkuda, berkereta-kuda dan berjalan kaki kali ini sekarang melewati ladang pertanian.
Ini adalah wilayah Kota Mugor, Ibu Kota Magadorr, Ujar Budun Daut. Sebentar lagi kita sampai.
Selama ini perjalanan rombongan dilakukan secara marathon.
Di beberapa kota kadipaten kerajaan Magadorr, rombongan berganti kuda-kuda, kereta-kereta dan logistik, sehingga bisa tiba di ibu kota dengan relatif singkat.
Hamparan tanaman gandum yang mulai menguning keemasan mengisi dataran sejauh mata memandang.
Beberapa buah lumbung terlihat berada tidak jauh dari rumah-rumah penduduk.
Para petani menghentikan sejenak pekerjaannya untuk memberi hormat kepada pembesar-pembesar yang berada dalam rombongan.
Dari tempat ini Jake dan Kirani telah melihat komplek bangunan yang berada jauh di punggung sebuah gunung.
Akhirnya hamparan ladang gandum kini mulai diganti oleh deretan rumah-rumah penduduk.
Rupanya rombongan telah memasuki kota Mugor, Ibu Kota Magadorr.
Perjalanan dari perbatasan ke Ibu Kota ditempuh dalam waktu hampir setengah hari.
Di kaki bukit terdapat pemukiman penduduk yang mengelilingi bukit itu sendiri. Dan saat ini iring-iringan telah memasuki pintu masuk Istana di kaki bukit.
Pemukiman masyarakat Magadorr terbuat dari susunan batu-batu gunung dan kayu pada beberapa bagian. Pada setiap cerobong tampak asap putih membumbung ke atas.
Sejak masuk ke gerbang kota, setiap bangunan dihiasi oleh aneka bentuk kemeriahan. Semua dihias oleh rangkain bunga aneka warna.
Ada bendera-bendera berbagai simbol-simbol binatang yang disulam dengan benang mengkilap dan beraneka warna.
Penduduk itu rupanya telah diberitahu kedatangan rombongan sehingga tumpah ruah di jalan. Tetapi kejadian ini bukan karena menjelang Festival Puja saja, ternyata mereka ingin melihat rupa Dewa dan Dewi yang ikut serta dalam rombongan.
Rakyat bersuka cita menyambut Jake dan Kirani yang berada di dalam salah satu kereta.
Sepasang kekasih ini tahu merekalah bintangnya dalam rombongan ini.
Mereka melongokan kepala ke luar jendela dan melihat terlihat gembira menyambut kedatangannya.
Laki-laki, perempuan, dewasa, anak-anak, tua muda, dalam pakaian yang bagus dan terlihat sehat menyambut dengan wajah-wajah bahagia.
Setelah beberapa lama menyusuri jalan yang membelah kota, akhirnya kereta berhenti ketika tiba di kaki bukit tempat bangunan Kolappo Toru berdiri megah.
Rakyat Magadorran berhenti mengarak di ambang gapura istana dan hanya melihat dari kejauhan.
Kereta kuda sudah berhenti, Jake dan Kirani berkemas lalu turun dari kereta ketika pintu dibuka. Budun Daut telah menunggu dan mengantar mereka menuju Balai Kota.
Mereka telah mengenakan helm masing-masing dan Jake telah meletakkan cetbang pula di punggung.
Di belakang Gedung-gedung terlihat dari jauh gunung-gunung yang menjulang ke angkasa.
Kolappo Toru sendiri merupakan istana berupa taman gantung. Seluruh komplek istana terbuat dari batu pualam yang indah berada pada lereng bukit-bukit.
Istana dibangun dengan atap yang tinggi. Tiang-tiang penyangga dari batu marmer pula tinggi menjulang yang menurut perkiraan Kirani ada mencapai 10 meter.
Tetapi pada banyak tempat tanah dibiarkan terbuka sehingga berbagai jenis tanaman tumbuh menghiasi istana,
Bunga-bunga berbagai warna menimbulkan harum sepanjang jalan yang mereka lalui.
Kicauan burung-burung yang hinggap di dahan-dahan pohon menyemarkan taman yang indah. Kupu-kupu dengan sayap beraneka warna terbang di atas bunga-bunga.
Terdengar suara gemericik air yang mengalir yang bermuara ke sebuah parit memberikan pengaruh sejuk ke dalam hati Kirani dan Jake.
Kolappo Toru di kelilingi oleh parit yang berair jernih, beberapa tumbuhan teratai menghiasi permukaan air.
Setelah berada di tempat ini rupanya Gedung yang telah dilihat dari jauh oleh jake dan Kirani, merupakan gedung Balai kota. Gedung paling besar diantara komplek gedung-gedung istana.
Gedung balai kota dipisah dengan gedung-gedung lainnya oleh parit yang lebar. Setiap Gedung dihubungkan dengan jembatan batu untuk menyebranginya.
Beberapa gondola terlihat mengarungi parit lewat bawah jembatan penyebrangan.
Di depan gedung terukir simbol columbus yang sama terdapat pada bendera-bendera dan panji-panji kerajaan yang terpasang di depan gedung.
Simbol yang sama ada tergambar pada bagian dada kiri seragam tempur yang dipakai Jake.
Patung-patung batu yang tinggi tampak menonjol berada di pekarangan gedung Balai kota.
Patung berupa orang dalam berbagai rupa berdiri dengan kedua lengan bertelakan pada hulu pedang yang terhunus. Patung itu mengenakan baju jirah dan lengkap bermahkota seorang Raja.
Itu adalah patung Raja-raja nenek moyang dinasti Durr, Ujar Budun Daut menjelaskan kepada Jake dan Kirani.
Jake dan Kirani meniti anak tangga ke atas mengikuti langkah Budun Daut.
Semakin tinggi meniti anak tangga, Jake dan Kirani semakin takjub melihat parit-parit yang mengelilingi Istana ternyata ada terdapat pada setiap lantai istana yang berupa punden berundak.
Pada setiap gerbang titian teras ditempatkan dua orang penjaga bersenja tombak dan tameng.
Setiap orang yang mereka temui selalu menepi untuk memberi jalan kepada rombongan sambil memberikan penghormatan.
Di samping itu Kirani memuji Budun Daut. Ia meniti anak tangga yang banyak jumlahnya tanpa terlihat kepayahan padahal tubuhnya gendut.
Tetapi sekarang Ia mulai terbiasa dengan kekuatan dan daya tahan orang-orang Magadorran yang terbiasa bekerja keras. Tidak seperti dirinya yang menempuh jarak yang dekat saja menggunakan hoverboard. Sedikit jauh menggunakan unicycle atau berbahai jenis kendaraan, tentu saja orang-orang magadorran lebih sehat dan kuat tubuhnya.
Jake dan Kirani telah berdiri diambang pintu balai kota. Ambang pintu lebar sekali dan tingginya diperkiran ada 4 meter.
Daun pintu terbuat dari kayu yang dipahat indah dengan berbagai ornamen-ornamen bunga.
Tidak henti-hentinya Jake dan Kirani mengangumi arsitektur Kolappo Toru yang luar biasa indah dan megah.
Jake dan Kirani buru-buru mengikuti lamgkah Budun Daut masuk ke dalam Gedung.
Di dalam tidak kalah mencengangkan. Atap gedung berbentuk kubah yang dilukis pemandangan langit sehingga seolah-olah langit terbuka.
Berbeda dengan di luar, maka pilar-pilar penyangga berupa patung-patung berwujud orang yang berbeda dengan patung-patung yang berada di luar.
Ternyata setelah ditanyakan oleh Jake kepada Budun Daut, patung-patung itu perwujudan Raja Diraja Buncedeldk Durr pertama.
Di dalam telah menunggu beberapa orang mengenakkan baju kebesaran, diantara mereka, Jake dan Kirani mengenali Burila Durr.
Dari penjelasan Budut Daut, mereka tahu orang-orang yang bersama Burila Durr adalah para panglima kerajaan.
Semua berpakaian baju jirah yang indah. berkain jubahnya beraneka warna dan terselip pada pinggang sebatang pedang berada dalam sarungnya masing-masing.
Lambang columbus tersulam pada dada baju jirah setiap panglima, termasuk yang dipakai Burila Durr.
Setiap panglima kerajaan melepas helm perang dan dipegang saja.
Tetapi tampak nyata semua mata para Panglima membandingkan baju mereka dengan baju yang dipakai Jake dan Kirani. Jelas bagi mereka perbedaannya dan tetap kalah glamor dengan seragam yang dipakai jake.
Mereka sudah tahu bahwa Jake adalah Dewa kesatria sehingga tampak kesan segan kepada Jake, namun menyimpan rasa ingin menjajal juga ada. Hal ini terlihat jelas dari sorot mata setiap Panglima. []
AUUUUMM!Harimau monster mengaum kembali mempertonton kekuatan dan sepasang taringnya. Surai pada leher bagian atasnya telah berdiri tegak.Tetapi auman-auman Harimau tidak membuat nyali para gladiator ciut. Sebaliknya mereka menyongsong monster yang dilepas masuk arena ini.Para Gladiator berlari menerjang ke depan sambil berteriak dan mengacung-acungkan senjatanya. Sorak sorai semakin riuh menyemangati para gladiator yang bertarung di medan laga.Tampak sekali Harimau raksasa ini keder melihat banyak orang dan bersorak sorai di sekelilingnya.Para Gladiator telah mengacung-acungkan senjata ke arah Sang Harimau.Salah seorang yang berkulit gelap melempar lembing sekuat tenaga.CRAP!Lemparan lembingnya tepat menancap pada paha kanan Si Raja hutan.AUGRRRR!Kali ini bukan raungan menantang yang keluar dari mulut monster harimau itu, tetapi sebuah lolongan kesakitan.Sebuah
Satu buah kereta itu besarnya bisa dibandingkan dengan enam buah bis yang disatukan. Tiga perempat badannya merupakan bak air. Sedangkan pada bagian tungku pembakaran digunakan batubara.Uap putih dihembuskan dari hasil pelepasan uap dari tungku air melalui sebuah cerobong yang berfungsi sebagai terompet pula sehingga menimbulkan suara lenguhan yang nyaring.TUUUUUUT .!Asap putih bercampur dengan asap hitam berjelaga dari pembuangan batubara yang menjadi bahan bakar kereta-kereta.Sungguh dahsyat sekali mesin-mesin perang ini dan akan membuat musuh manapun gentar melihatnya. Kereta-kereta perang ini sudah seperti monster yang ganas dan siap melibas musuh-musuhnya yang akan lari tunggang langgang melihat kereta-kereta perang yang dimiliki tantara kerajaan.Hm, rupanya semua ini warisan kolonel astronot Rikwanto yang telah dikembangkan oleh mereka dengan baik, pikir Jake.Di belakang barisan tank Magadorr ini ada be
Jake melihat ke angkasa.Tetapi sia-sia saja. Langit terlalu terang oleh kemilau Auora.Sementara itu Putri Malikan berdiri saling berpegangan tangan dengan Kirani yang rupanya mereka cepat akrab.Para Panglima pun telah berada di atas panggung dan mereka semua berdiri, kecuali Burila Durr yang duduk pada sebuah kursi megah.Berbagai aneka hidangan, buah-buahan dan perabotan yang berkilau memenuhi meja yang dihiasi dengan kain berwarna merah. Tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuhnya, rupanya itu merupakan bagian dari sesajen.Jake turut naik panggung sehingga tahu peralatan itu dibuat dari emas. Tetapi Ia tidak berkesempatan mendekati Kirani karena canggung terlalu banyak orang.Lalu Jake menyapa Kirani melalui komunikasi jarak jauh pada helmnya."Ran, kayaknya malam ini ada transit planet sejajar dengan Saturnus?" Ucap Jake.Burila Durr bersama orang-orang lain menengok kearah Jake
"Luas wilayah Magadorr hanya titik dalam bola ini." Tunjuk Jake. "Bila Anda pergi lurus ke arah matahari terbit atau sebaliknya, maka Anda akan datang dari tempat sebaliknya. Karena sesungguhnya dunia berbentuk bulat seperti batu ini."Penjelasan sederhana seperti ini membuat Budun Daut tercengang. Ia tidak berkata- kata tapi air mukanya tampak jelas sedang berpikir dan mencerna apa yang tadi dikatakan oleh Jake."Apakah itu berarti matahari di langit pun berjalan seperti itu?" Tanyanya."Bukan begitu." Sela Jake. "Begini." Kata Jake sambil meraih batu di atas meja kemudian meletakan di samping tangan Budun Daut yang memegang batu."Anggap batu di tanganku adalah Matahari yang sebenarnya jauh lebih besar daripada dunia dan anggap ini adalah matahari." Ujar Jake sambil menunjukan batu sebesar bola kaki itu yang Ia pegang."Dunia ini berputar pada porosnya sehingga terjadi siang dan malam." Papar Jake sambil memutar tangan kanan Budun daut dengan tangan k
Selepas senja kala berlalu Jake dan Kirani diundang makan malam oleh Burila Durr.Pada kesempatan itu Burila Durr memperkenalkan adik perempuannya yang bernama Malikan.Putri Malikan seorang wanita yang sangat cantik mempesona. Bentuk tubuhnya bagus seperti Kirani. Bedanya bila Kirani ada tomboynya, tetapi Malikan sangat anggun. Setiap gerak gerik Putri Malikan mencerminkan seorang wanita bangsawan sejati.Budun Daut dan seorang Panglima kerajaan juga turut bersama mereka dalam perjamuan ini. Pangeran Burila Durr memperkenalkan pria itu bernama Soraloga.Panglima Soraloga tidak banyak bicara dan bersahaja, tetapi sorot matanya tajam. Berbanding terbalik dengan Putri Malikan yang ternyata sangat ramah dan menyambut hangat kepada Kirani.Tetapi dalam pandangan Kirani, wajah Putri Malikan menyembunyikan kesedihan. Tetapi tentu saja Kirani tidak berani lancang bertanya.Dalam kesempatan perjamuan ini Burila Durr menyampaikan ajakan kepada J
Iring-iringan berkuda, berkereta-kuda dan berjalan kaki kali ini sekarang melewati ladang pertanian.Ini adalah wilayah Kota Mugor, Ibu Kota Magadorr, Ujar Budun Daut. Sebentar lagi kita sampai.Selama ini perjalanan rombongan dilakukan secara marathon.Di beberapa kota kadipaten kerajaan Magadorr, rombongan berganti kuda-kuda, kereta-kereta dan logistik, sehingga bisa tiba di ibu kota dengan relatif singkat.Hamparan tanaman gandum yang mulai menguning keemasan mengisi dataran sejauh mata memandang.Beberapa buah lumbung terlihat berada tidak jauh dari rumah-rumah penduduk.Para petani menghentikan sejenak pekerjaannya untuk memberi hormat kepada pembesar-pembesar yang berada dalam rombongan.Dari tempat ini Jake dan Kirani telah melihat komplek bangunan yang berada jauh di punggung sebuah gunung.Akhirnya hamparan ladang gandum kini mulai diganti oleh deretan rumah-rumah penduduk.Rupanya rombongan telah memasuki kota Mugor, Ib